MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
KEMARAHAN ALEXANDER


__ADS_3

Alicia pun memutuskan untuk menghubungi suaminya Alexander. tetapi Alicia lupa, jika ia tidak memiliki nomor ponsel pria tersebut. "aku kan tidak memiliki nomor ponsel monster mesum itu, bagaimana caranya aku meminta izin...."


Alicia merasa kebingungan, ia pun terpaksa pamit pada pak jon, selaku kepala pelayan yang dekat dengan suaminya.


"pak jon, saya pergi sebentar ya, tidak akan lama kok"


"maaf nona muda, tuan Alexander berpesan pada saya, bahwa anda tidak boleh keluar dari dalam mension, bahkan letakan sekalipun"


"saya mohon pak.....saya cuma pergi sebentar, tidak akan lama" ucap Alicia memohon dengan wajah memelas. pak jon menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, ia ingin membiarkan nona mudanya itu pergi, namun ia takut tuannya akan menghukum nya.


"pak jon....saya mohon...tolong..." ucap Alicia sampai mengatupkan kedua tangannya didepan wajah.


"baiklah nona....tetapi anda harus berjanji, bahwa anda harus pulang sebelum tuan Alexander...."


"siap pak.... terimakasih" senyum Alicia mengembang, ia segera memesan taksi dan menuju kost san Anna. ia tak sabar untuk memeluk sahabat lamanya yang sudah 2 bulan tidak bertemu dengannya.

__ADS_1


mobil itu pun sampai didepan sebuah perumahan elit yang tidak terlalu besar. setelah Alicia membayar taksi, ia berjalan masuk melewati gang kecil itu.


kemudian ia mengetuk salah satu pintu kost san disana.


"akhirnya kau datang, ayo masuk, kita makan rujak ala Indonesia...."


"rujak? sudah lama aku tidak makan itu.....semenjak aku pergi dari Indonesia..."


"benarkah? setiap hari aku memakan ini sebagai makanan penutup"


"jangan terllau sering, tar perutmu sakit"


"bolehkah aku bertanya padamu...." tanya Anna sambil menatap sahabatnya yang memakan buah nanas dengan sambal itu.


"tumben nanya dulu, biasanya maen motong aja"

__ADS_1


"hehe iya, aku mau tanya sama kamu, sebenarnya kamu tau orang tua kamu ga sih..."


pertanyaan Anna berhasil membuat wajah yang semula ceria, berubah menjadi sendu. "maaf Alicia...aku tidak bermaksud begitu, lupakan pertanyaan ku tadi"


"tidak² kau tidak bersalah"


"sejak aku lahir, kata ibu panti asuhan, hanya aku anak panti asuhan yang tinggal disana dari lahir, selebihnya, mereka anak anak yang berumur di atas 5 tahun, dibuang oleh orang tua nya. sementara aku....aku sudah berada di sana sejak aku lahir"


"ibu panti bilang, dia menemukan ku didepan pintu panti saat subuh, dia mendengar tangisanku saat hari hampir menjelang subuh, aku....sepertinya aku, sudah tidak diinginkan sejak aku lahir...."


Alicia berusaha menahan rasa sakit dihatinya, ia mengingat dengan jelas bagaimana ia hidup di panti.


"kehidupan ku di panti jauh lebih baik daripada tinggal dengan keluarga angkatku yang serba mewah"


sebenarnya Alicia tidak ingin menceritakan masa kelamnya pada siapapun, namun Anna sudah tau, dan hanya Anna orang satu satunya tempat Alicia mencurahkan hatinya saat terasa penuh.

__ADS_1


"saat umurku mencapai 5 tahun, seorang wanita cantik yang sudah berumur matang mengangkat ku menjadi anak angkatnya, aku dibawa pulang, aku terkesan karna rumah itu begitu mewah, namun aku tidak disambut ramah oleh kedua kakak angkatku.....mereka memandangku sinis, dan aku dijadikan pelayan mereka"


Alicia hendak melanjutkan ceritanya, namun air mata tak bisa membendung lagi di kelopak matanya, akhirnya air mata itu membasahi pipinya. ingatan ingatan masa lalu terus menghantui pikirannya, penyiksaan yang tak pernah ia bisa lupakan, rasa sakit yang digoreskan didalam hatinya.


__ADS_2