
keesokan harinya.
Alicia kembali masuk bekerja seperti biasa, namun kini ia tidak melihat Bu manajer dan beberapa office girl kemarin, Alicia sebenarnya penasaran, kemana perginya mereka semua, namun ia lebih memilih untuk tidak memperdulikan nya.
sementara itu, di sebuah ruangan gelap, para office girl serta manajer yang menyiksa Alicia kemarin sudah di tangani, mereka semua merasa sangat menyesal karna menyiksa Alicia.
keluarga mereka juga ikut terkena imbasnya, dan mereka semua juga dipecat. dalam 1 jam, perusahaan Alexander sudah mendapatkan puluhan office girl dan office boy.
tidak sulit bagi perusahaan Alexander untuk mencari karyawan baru, karna perusahaan nya itu menggaji dengan nilai yang cukup besar, asalkan pekerjaan mereka semua bagus.
sementara itu, tampak Alicia harus kembali kesana kemari karma Alexander selalu menindas nya. seperti saat ini, Alicia tengah membuatkan kopi susu untuk pria itu, namun pria itu menolak nya karna mengatakan jika kurang manis, Alicia pun harus membuat yang baru.
saat membuat baru, lagi lagi Alexander menolaknya, kejadian itu berlangsung hingga 5 kali. Alicia benar benar kewalahan, sementara Alexander diam diam cekikikan, merasa terhibur dengan apa yang dia lakukan.
pintu ruangan diketuk dari luar. "tidak usah mengetuk pintu, langsung masuk saja" ucap Alexander tanpa mengalihkan perhatian nya dari laptopnya, karna ia tau itu Alicia, istrinya.
__ADS_1
namun....
"surprise!" teriak seorang wanita membuat Alexander langsung menoleh padanya.
"Argacha...."
"Alexander....aku merindukanmu" ucap wanita itu menangis dan memeluk tubuh besar pria itu.
ya, wanita itu adalah kekasih Alexander yang meninggalkan Alexander saat masih baru membangun sebuah perusahaan. namun Argacha sampai sekarang benar benar tulus mencintai Alexander, dia kembali dengan membawa cita cita yang ia impikan,
wanita itu memeluk erat tubuh besar Alexander yang masih mematung, ia mencium singkat pipi Alexander dan tersenyum manis.
tanpa mereka sadari sepasang kedua bola mata melihat mereka dari arah pintu.
namun mereka belum menyadari nya, Alicia pun menundukkan kepalanya dan berjalan menaruh kopi itu diatas meja. "ini minuman mu tuan....maaf mengganggu" ucap Alicia kemudian segera keluar ruangan.
__ADS_1
Alexander hanya diam, tak memberikan ekspresi apapun terhadap 2 wanita itu. Argacha masih setia memeluk tubuh kekasih lamanya. sementara Alicia berjalan menyusuri koridor ruangan, ia memilih untuk pulang lebih dulu.
*tuh kan Alicia, sudah aku katakan, buang jauh jauh perasaan ini, kau tidak berarti apapun di hadapan pria itu....dia sudah kembali, dan kau tidak bisa memisahkan mereka....apalagi mereka sama sama orang kaya dan saling mencintai, pasti ibu mertua pria itu menyetujui hubungan mereka* Alicia berjalan hingga ke ujung jalan, ia sengaja tidak memesan taksi, karna ia ingin ke suatu tempat,
tempat yang membuatnya bisa meluapkan rasa sakit di hatinya. "kenapa aku harus sakit hati....bukankah aku bukan siapa siapa pria itu, hanya sebatas penghangat ranjang saja..."
buliran air mata menetes di pipinya, namun Alicia segera mengusapnya. ia duduk di sebuah kursi taman depan danau, ia menatap air yang berwarna biru kehijauan itu dengan seksama.
sementara di ruangan Alexander.
"sayang, kenapa kau hanya diam...."
"kenapa kau bisa ada disini, kapan kau pulang" ucap Alexander melepaskan pelukan wanita itu. "karna aku sudah meraih cita citaku, aku menepati janjiku bukan? aku kembali"
"kembalilah Argacha, raih cita citamu, dan lupakan aku"
__ADS_1
"tidak bisa! kau dan aku sudah pernah berjanji, bahwa kita akan sellau bersama, aku tau kau sudah menikah, dan wanita tadi itu istrimu bukan, aku tidak perduli, meski menjadi istri keduamu sekalipun"