MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
SUKA MELIHAT MU TERSIKSA


__ADS_3

Alexander membanting kasar pintu kamar. ia langsung masuk kamar mandi tanpa membuka pakaian yang melekat di tubuh kekarnya.


"arghh...kenapa aku tidak suka saat tidak melihatnya.......ada apa dengan diriku!!!" teriaknya kasar didalam kamar mandi. ia menyalakan shower, ia mengguyur tubuhnya dengan kemeja yang masih melekat, hingga menunjukkan otot otot kekarnya.


ia meninju kuat dinding kamar mandi, sehingga tangannya sedikit berdarah. "Alicia......" geramnya menatap tajam cermin didepannya.


sementara itu, Alicia membawa makan malam kedalam kamar. karna Alicia tau, jika Alexander tidak turun juga, berarti pria itu ingin makan didalam kamar.


ia mengetuk pintu dan kemudian masuk kedalam, membawa nampan berisi coklat panas dan beberapa makanan.


"tuan....Ayo makan, aku membuatkan mu makan malam" ucap Alicia tersenyum tulus berjalan mendekati pria itu. Alexander tidak bergeming, ia masih sibuk dengan ponsel nya, ia menatap sekilas pada istrinya yang menaruh nampan di atas meja. Alicia berdiri menundukkan kepalanya, ia bingung harus melakukan apa.


perlahan pria itu turun dari ranjang, ia justru melangkahkan kakinya keluar kamar. Alicia merasa bingung, ia kemudian mencegahnya. "tuan....kau mau kemana...bukankah kau ingin makan malam..."

__ADS_1


"aku sedang tidak mood karna kau merusak suasana hatiku....bawa pergi makanan itu" ucapnya dingin tanpa menoleh kearah istrinya, ia pun pergi begitu saja.


Alicia hanya menurut, ia membawa kembali nampan berisi makanan itu ke dapur. tubuh lemah itu berjalan perlahan menuruni tangga, tiba tiba saja ia menangkap sosok wanita parubaya dengan seorang wanita cantik.


"nyonya..." panggil Alicia lembut dan menunjukkan senyum manisnya yang rapuh.


wanita tua itu tidak menjawab, melainkan berjalan melewati tubuh Alicia dengan angkuh, diikuti oleh Aurora, calon tunangan Alexander.


Alicia hanya diam, ia memilih untuk segera beranjak menuju dapur untuk menaruh makan malam Alexander yang belum di sentuh sama sekali.


"iya bi, soalnya tuan lagi tidak enak makan, dia bilang dia sedang tidak ingin makan, makanya makanannya tidak disentuh..."


"ya sudah, sini bibi yang menyimpannya" Alicia hanya tersenyum dan mengangguk kecil. ia kemudian membawa secangkir coklat panas di tangannya, menuju ruang kerja suaminya.

__ADS_1


Alicia tau, pasti pria itu pergi kesana, ia pun berjalan dengan pelan hingga sampai depan pintu ruangan kerja. namun saat melewati kamar suaminya, pintu kamar sedikit terbuka, menunjukkan seorang wanita cantik tengah duduk di atas ranjang, Alicia segera pergi sebelum wanita itu tau, jika di lewat depan kamar.


sampai di depan pintu ruang kerja suaminya, Alicia hendak mengetuk pintu, namun pintu yang sedikit terbuka itu terdengar samar samar seorang wanita tengah berbicara pada Alexander.


"kapan kamu menceraikan wanita itu, mama tidak mau menanggung malu karna menantu mama hanyalah wanita miskin dan tidak memiliki keluarga"


Alicia menajamkan pendengarannya, ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh pria itu. "kalau mama hanya ingin membahas masalah seperti itu, lebih baik mama cepat pulang, papa pasti menunggu"


"Alexander! kamu berani mengusir mama! pasti ini karna wanita miskin itu, tidak mengajarimu sopan santun! segera ceraikan dia! mama takut karna dia, kau akan mengambil ahli waris yang papa berikan padamu, dan kamu akan menyerahkan nya pada wanita miskin itu" sinis wanita itu.


Alicia terkejut mendengarnya, ia segera melangkah jauh, hingga hampir saja ia menabrak tubuh seorang wanita, yang sedikit lebih tinggi darinya.


"ohh Alicia...kamu disini, apa ini milik Alexander? berikan padaku, biar aku yang mengantarnya" ucap Aurora tersenyum dan merebut nampan berisi coklat panas itu. Alicia tak bergeming, ia menatap wanita cantik itu dari kejauhan, dan perlahan memasuki ruang kerja suaminya.

__ADS_1


"yang dikatakan mama Alexander itu benar....aku hanyalah wanita miskin, tapi aku tidak memiliki niat seburuk itu, untuk meminta ahli waris yang bukan milikku...." Alicia berkata pelan, diikuti air mata yang jatuh membasahi pipinya


__ADS_2