
Reyhan dan Aleana telah bersiap-siap untuk kembali pulang kerumahnya. Reyhan menghubungi supir pribadinya agar menjemput mereka di hotel tempatnya menginap. Tak lama menunggu, mobil jemputan pun datang. Reyhan dan Aleana masuk ke dalam mobil dan memerintahkan kepada supir untuk pergi ke alamat yang berbeda dan membuat sang supir puyeng.
"Hei, apa maksudmu? Kau mau pergi kemana?" Tanya Reyhan pada istri barunya itu.
"Aku mau pulang kerumah orang tuaku! Lagi pula hari ini aku akan ke toko kue untuk menghitung pembukuan hasil bulanan." Sahut Aleana.
"Kita baru saja menikah! Yang benar saja kau langsung ingin bekerja!" Teriak Reyhan kesal.
"Lagipula sekarang tempat tinggalmu adalah dirumahku! Tanpa seizinku kau tidak boleh pergi kemanapun!" Teriak Reyhan lagi.
"Wah, mulai belagu nih orang! Ngajak berantem nih?" Pekik Aleana ikutan kesal.
"Uugghh, dasar wanita sialan! Dia malah menantangku! Gak ada takut-takutnya dia padaku!" Gerutu Reyhan dalam hatinya sambil menatap kesal pada Aleana.
Reyhan pun berteriak dan menyuruh supir pribadinya untuk segera melajukan mobil itu kembali kerumahnya, namun sikap Aleana yang memang keras kepala tetap saja ingin pulang kerumah orang tuanya. Mobil itu pun melaju keluar dari area hotel tersebut namun supir itu masih bingung mendengar pertengkaran pasangan suami istri yang baru saja menikah di bangku belakang.
"Kalau kau tidak mengizinkan aku kembali kerumah orang tuaku, maka aku akan melompat keluar dari mobil ini!" Ancam Aleana.
"Pergilah! Lompat sana!" Ucap Reyhan bicara dengan santai.
Aleana melirik ke luar jendela dan melihat ruas-ruas jalan kota yang begitu padat akan kendaraan yang berlalu lalang.
"Jika aku melompat, aku bukan mati karena terkena aspal tapi aku akan mati ditabrak oleh mobil lainnya! Haaah, aku sangat menyayangi nyawaku demi apapun." Gumam Aleana dalam hatinya sambil berpikir ribuan kali untuk melakukan ancamannya itu.
"Hei, kenapa kau tidak jadi melipat? Pergi sana lompat saja! Aku ingin lihat akan jadi apa jika kau melompat keluar dari mobil ini!" Kata Reyhan menatap pada Aleana.
"Aku rasa nyonya Aleana akan terlindas truk! Ada truk di belakang mobil ini." Sahut sang supir.
Aleana pun menoleh ke belakang dan melihat memang benar-benar ada truk di belakang mobil mereka.
"Masih ingin melompat, hah?" Bisik Reyhan sembari mencolek dagu istrinya itu.
"Heeemmmppp!!!" Aleana hanya bisa berdengus kesal sembari memalingkan wajahnya dari Reyhan. Sedangkan Reyhan dan supir pribadinya terkekeh kecil saja menertawai dirinya.
Tak lama berselang, Reyhan dan Aleana pun tiba dirumah mewah nan megah itu. Farrel yang telah sedari tadi menunggu kepulangan mereka pun langsung berlari menghampiri keduanya.
"Daddy...mommy!!!" Seru Farrel memeluk keduanya.
"Haaaah, takdir apa ini ya lord? Baru saja berkenalan langsung menikah. Baru saja menikah langsung punya bocah! Miris banget sih nasibku! Mana si duda kampret ini pria pemaksa!" Gerutu Aleana dalam hatinya.
Farrel menatap wajah Aleana yang tampak sedang berpikir saat itu.
__ADS_1
"Mommy, kenapa?" Tanya Farrel pada Reyhan.
"Mommy sedang berpikir kapan waktunya untuk memberikanmu adik!" Sahut Reyhan yang membuat Aleana kaget setengah mati.
"Horeee!!! Aku akan punya adik!!!" Seru Farrel kegirangan.
"Hei, sembarangan saja kalau bicara!!!" Pekik Aleana pada Reyhan.
"Aku tidak bicara sembarangan, aku bicara apa adanya! Kalau sudah menikah lalu apalagi kalau tidak memiliki anak? Aku benar apa benar? Hehehe." Sahut Reyhan sembari terkekeh yang membuat Aleana jengkel setengah mati padanya.
Aleana mendekat pada Reyhan dan berbisik padanya sembari melirik pada Farrel yang menatapnya kebingungan.
"Hei, perjanjian kita tidak begitu!" Bisik Aleana.
"Aku berubah pikiran! Setelah aku pikir-pikir kau cocok untuk jadi istriku dan mommy untuk putraku! Kau wanita yang pemberani, manis dan juga..." Reyhan menatap tonjolan yang ada di tubuh Aleana.
"Aku suka asetmu yang besar itu!" Bisik Reyhan pada Aleana.
"Dasar otak mesum!" Pekik Aleana.
"Hahaha! Nasi telah jadi bubur dan buburnya sudah aku makan! Kau tidak bisa lari kemana-mana lagi Aleana!" Ucap Reyhan tertawa menang.
"Mommy, kapan aku akan punya adik?" Tanya Farrel dengan tatapan polosnya.
"Haaaah, terserah kalian saja! Aku nyerah!" Sahut Aleana menghela nafas panjang.
"Horrreee, besok aku akan punya adik!!!" Seru Farrel kegirangan sambil berlarian di rumah yang megah itu.
"What the hell!!! Bagaimana mungkin aku akan melahirkan bayi besok???" Pekik Aleana kaget.
"Hhaaahh, ayah dan anak sama saja tingkahnya." Gumam Aleana kembali menghela nafas panjang.
***
Beberapa hari tinggal di kediaman suaminya itu, tiada hari tanpa lelah Reyhan terus mengganggu Aleana. Reyhan yang kebetulan mengambil cuti karena baru saja menikah, 24 jam terus berada di rumahnya untuk mengganggu Aleana dan memaksanya melakukan apapun yang ia inginkan.
Di dalam kamarnya Aleana terus mondar-mandir mencari cara agar ia bisa keluar dari rumah itu. Ia ingin sekali pergi ke toko kuenya untuk melakukan pekerjaannya seperti biasa.
"Dasar pria bedebah! Dia selalu saja tidak mengizinkan aku keluar rumah setelah menikah dengannya." Umpat Aleana kesal.
"Aku harus cari cara agar aku bisa keluar dari rumah ini! Setelah aku keluar jangan harap aku akan kembali kerumah ini lagi!" Gerutu Aleana berdengus kesal.
__ADS_1
Tak lama Reyhan masuk ke dalam kamarnya dan melihat sang istri tengah mondar-mandir seperti setrikaan.
"Woi, setrikaan! Sedang apa sih mondar-mandir gak jelas begitu!" Ujar Reyhan meledek Aleana.
"Kau yang gak jelas!" Balas Aleana degan judesnya.
Lalu Aleana melirik pada tangan Reyhan yang tampak memegang sesuatu.
"Apa itu?" Tanya Aleana.
"Duduk disini! Aku akan memberikanmu sesuatu." Sahut Reyhan sembari melangkah duduk di sofa empuk yang ada di kamar itu.
Aleana pun mengikuti Reyhan dan duduk di sampingnya.
"Ini semua janjiku padamu waktu kita bicara di mobil saat itu." Kata Reyhan.
"Ini kartu debit untukmu! Aku akan memberikanmu uang bulanan sebanyak 50.000 dolar dan aku juga akan menanggung semua biaya hidup kedua orang tuamu!" Kata Reyhan pada istrinya yang matre itu.
"Be...be...benarkah???" Ucap Aleana begitu kaget.
"Iya!" Sahut Reyhan.
"Kau juga bebas berbelanja apa saja yang kau inginkan!" Sambung Reyhan.
"Yang benar nih?" Tanya Aleana seakan tak percaya.
Reyhan mengangguk mengiyakannya.
"Aku kaya mendadak!!!" Ucap Aleana seakan tak percaya bahwa dirinya akan mendapatkan segalanya yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.
"Tapi ada syaratnya! Hehehe." Bisik Reyhan.
"Apapun itu aku akan memenuhinya!" Sahut Aleana telah buta dengan uang sangking matrenya.
"Lahirkan adik untuk Farrel!" Ucap Reyhan.
"Oke!" Sahut Aleana.
"Kalau begitu, ayo kita buat adik untuknya!" Sambung Aleana langsung menyeret Reyhan naik ke atas ranjang tidur bersama dirinya.
"Hehehe, asik banget jadi pria kaya raya!" Gumam Reyhan terkekeh geli sambil menatap wanita yang telah setuju untuk memberikan adik kepada putranya kesayangannya itu.
__ADS_1