
Bocah lima tahun itu sibuk berlarian kesana kemari mencari kedua orang tuanya yang bersembunyi di dalam kamar tamu. Berhubung rumahnya terlalu luas, Farrel pun beristirahat sejenak sambil minum jus yang telah disiapkan oleh pengasuhnya.
"Heeemm, dimana mommy sama daddy sih? Aku sudah lelah mencari tapi belum juga ketemu!" Gumam Farrel begitu lugu sembari meminum jusnya itu.
Pengasuh serta pelayan yang bekerja di rumah mewah itu senyum-senyum setelah mendengar gumaman dari bocah kecil tersebut. Mereka tau dimana Reyhan dan Aleana bersembunyi, namun mereka tak mau memberitahukannya pada Farrel karena mereka juga tau apa yang sedang dilakukan oleh kedua majikannya itu di dalam dalam kamar tamu.
"Oke! Aku harus mencari mommy dan daddy lagi! Hahaha." Seru Farrel sembari berlari berkeliling rumah untuk mencari kedua orang tuanya yang sedang indehoi di dalam kamar tamu.
Saat Farrel berlarian mengelilingi setiap sudut rumah untuk mencari kedua orang tuanya, tiba-tiba saja tanpa sengaja ia menabrak seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayah kandung Reyhan bernama Gustaf. Farrel menatap Guftas seakan begitu takut kepadanya.
"Farrel, kemarilah nak!" Ucap Gustaf pada cucunya itu, namun bukannya mendekat Farrel malah mundur beberapa langkah sebelum ia berlari pergi meninggalkan dirinya.
Gustaf merasa sangat sedih ketika hendak mendekati cucunya tersebut, Farrel malah lari karena telah terbiasa tak pernah dekat sebelumnya akibat terlalu banyak konflik yang terjadi di dalam keluarga mereka. Lalu Gustaf dihampiri oleh kepala pelayan dirumah tersebut.
"Selamat datang, tuan besar!" Ucapnya pada Gustaf.
"Dimana Rey? Katakan padanya kalau aku ingin bertemu dengannya." Kata Gustaf pada kepala pelayan itu.
"Baiklah, tuan!" Sahutnya lagi.
Gustaf pun duduk di ruang tamu sembari menunggu kedatangan putranya. Lalu tanpa sengaja Gustaf melirik Farrel yang sedang mengintipnya dari balik tembok ruangan tersebut.
"Farrel, kemarilah nak! Jangan takut, Grandad (kakek) tak akan menyakitimu." Kata Gustaf berbicara lembut pada cucunya itu.
Farrel hanya menatapnya saja dari balik tembok tersebut tanpa mau mendekatinya. Lalu saat Gustaf hendak mendekatinya, Farrel kembali berlari menghindarinya.
"Aaah, itu kesalahanku! Gara-gara ucapan Merry yang mengatakan bahwa Farrel bukan darah daging Rey, aku lantas tak pernah memberikan kasih sayang selayaknya seorang kakek kepada cucunya." Gumam Gustaf merasa bersalah sekaligus menyesal pernah memperlakukan Farrel bagaikan tak pernah ada.
***
Di dalam kamar tamu itu, Reyhan dan Aleana masih terlena akan cinta mereka. Keduanya masih saling mendekap mesra dalam balutan selimut yang menutupi tubuh mereka. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok...tok...tok...
"Tuan Rey, tuan besar datang mengunjungi anda! Dia sedang menunggu di ruang tamu." Ucap kepada pelayan itu dari luar pintu kamar tamu.
"Iya, baiklah! Sebentar lagi aku akan turun menemuinya." Sahut Reyhan.
__ADS_1
Reyhan berdecak kesal dan seakan malas ingin bertemu dengan ayahnya tersebut.
"Pergilah bersihkan dirimu terlebih dahulu dan temui papamu." Kata Aleana pada suaminya itu.
"Aku malas sekali menemuinya! Biarkan saja dia menunggu." Sahut Reyhan.
"Rey, jangan seperti itu! Bagaimanapun juga dia tetap papamu kan?" Kata Aleana ingin Reyhan memiliki hubungan baik dengan kedua orang tuanya.
Reyhan pun turun dari atas ranjang itu dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Aleana memilih untuk membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Beberapa saat kemudian, setelah selesai membersihkan dirinya, Aleana teringat pada Farrel yang sejak tadi mencari-cari dirinya.
"Sebaiknya aku menemui Farrel! Dia pasti sedang mencari-cariku." Gumam Aleana sembari melangkah keluar dari kamarnya itu.
Aleana pun melihat putra tirinya itu seperti sedang mengamati seseorang dari balik tembok.
"Farrel, kau sedang apa disini?" Tanya Aleana.
"Mommy!" Ucap Farrel menatapnya.
"Ada apa, sayang?" Tanya Aleana lagi.
Farrel menarik tangan Aleana untuk ikut dengannya, sementara Gustaf diam-diam mengamati istri putranya tersebut. Seakan penasaran Gustaf pun mengikuti langkah keduanya. Farrel dan Aleana duduk dan bicara di halaman samping rumah.
"Farrel, ada apa sayang? Kenapa kau seperti sedang mengintip di ruang tamu tadi?" Tanya Aleana.
"Kenapa kau hanya melihatnya saja? Kenapa kau tidak mendekatinya dan ngobrol bersamanya?" Tanya Aleana lagi.
"Aku takut, mommy! Grandad gak suka padaku." Sahut bocah lima tahun itu.
"Sama seperti Granny yang juga tak suka padaku! Dia selalu mengatakan kalau aku bukan anak daddy." Sambung Farrel dengan polosnya.
"Oh, Farrel sayang! Jangan berpikir seperti itu, mereka pasti menyayangimu hanya saja mereka memiliki kesibukan sehingga tak sempat untuk datang kesini mengunjungimu." Ucap Aleana tak ingin membuat hati bocah lima tahun itu sedih.
"Tapi Granny dan Grandad memang tidak pernah menyukai aku! Mereka selalu saja mengabaikan aku kalau kamu bertemu. Mereka hanya bicara pada daddy saja dan saat aku bicara pada mereka, mereka hanya diam saja." Kata Farrel lagi mencurahkan isi hatinya kepada Aleana.
Ucapan Farrel di dengar dengan jelas oleh Gustaf yang bersembunyi sambil menguping pembicaraan mereka. Curahan hati bocah polos itu begitu menyayat hati Gustaf yang selama ini tak pernah memberikan pelukan hangat padanya sebagai cucu.
"Farrel, apakah kau menyayangi Granny dan Grandad?" Tanya Aleana.
"I don't know!" Sahut Farrel sembari menundukkan wajahnya.
"Apa kau ingin menyayangi mereka dan mendapatkan kasih sayang dari mereka?" Tanya Aleana lagi.
__ADS_1
"Tentu saja, tapi aku tidak berani untuk mendekati mereka." Sahut Farrel.
"Pergilah temui Grandad di ruang tamu! Coba dekati dia dan ajak dia bicara. Mommy yakin dia pasti mau ngobrol denganmu, karena kau anak yang manis!" Kata Aleana mencoba untuk mendekatkan Farrel dengan Gustaf sebagai kakeknya.
"Benarkah aku anak yang manis!!!" Seru Farrel girang.
"Tentu saja!" Sahut Aleana.
Gustaf pun segera kembali ke ruang tamu setelah ia mendengar semua curahan hati dari cucunya yang selalu ia abaikan selama ini. Tiba diruang tamu itu, Gustaf melihat Reyhan telah duduk menunggunya.
"Apa yang membuat papa melangkah kesini?" Tanya Reyhan dengan nada datar serta tanpa ekspresi.
"Jadi menurutmu aku tidak boleh datang untuk mengunjungi putra serta cucuku?" Sahut Gustaf sedikit kesal dengan sambutan putranya tersebut.
"Heh, cucuku? Bukannya selama ini papa selalu mengabaikan Farrel karena kalian menganggap bahwa dia bukan anak kandungku!" Seru Reyhan seakan kesal pada ayahnya itu.
"Rey, selama ini papa memang selalu bersikap egois pada kalian berdua! Tapi hal itu karena papa termakan oleh ucapan mamamu yang mengatakan bahwa Farrel bukan anak biologismu karena saat Linda menjadi istrimu dia selalu saja selingkuh dengan banyak pria diluaran sana!" Sahut Gustaf.
"Pa, jangan pernah ungkit masa lalu itu lagi dihadapanku! Aku telah memulai hidup baruku bersama dengan keluarga kecilku! Jika papa tidak memiliki hal yang begitu penting, lebih baik...
"Rey, kenapa kau begitu dingin seperti ini? Apa kau tidak ingin memaafkan papa?" Ucap Gustaf memotong perkataan putranya tersebut.
Saat Reyhan ingin bicara lagi, tiba-tiba Farrel masuk ke dalam ruang tamu itu dan menghampiri Gustaf.
"Grandad! Apa kau mau bicara padaku?" Tanya Farrel pada Gustaf.
"Tentu nak, kau adalah cucuku!" Sahut Gustaf sembari memeluknya.
Farrel yang memang tak pernah dekat dengan kakeknya tersebut masih terlihat kaku saat Gustaf memeluknya dengan erat. Sementara Reyhan hanya bisa menatap bingung pada putranya tersebut yang tiba-tiba saja berani untuk mendekat pada Gustaf tidak seperti biasanya yang selalu bersembunyi bila bertemu.
Di ruang tamu itu Reyhan hanya menonton sang anak yang sedang bercengkrama sambil tertawa dengan ayahnya. Gustaf dan Farrel pun begitu cepat akrab sehingga keduanya tak menghiraukan adanya Reyhan di ruang tamu itu.
"Grandad, aku sangat senang karena memiliki mommy! Dan sekarang aku sedang membujuk mommy untuk memberikan adik untukku!" Seru Farrel bicara dengan polosnya kepada Gustaf.
"Oh ya? Kau ingin seorang adik rupanya!" Sahut Gustaf seakan teringat pada menantunya tersebut.
"Rey, dimana istrimu? Kenapa dia tidak datang menemuiku?" Tanya Gustaf.
"Aku yang tak ingin dia bertemu dengan papa! Saat pernikahan sikap papa begitu dingin padanya, jadi menurutku dia tak perlu dekat dengan kedua mertuanya." Sahut Reyhan.
"Apa maksud ucapanmu itu? Aku merestui hubungan kalian berdua." Kata Gustaf pada putranya tersebut.
__ADS_1
"Tapi mama menamparnya dan juga menghina kedua orang tuanya!" Kata Reyhan lagi dengan kesal.
"Apa?" Ucap Gustaf terkejut, karena ia tak pernah tau apa yang dilakukan oleh istrinya itu terhadap Aleana.