MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Dokter Kandungan


__ADS_3

Keesokan harinya walaupun Reyhan dalam kondisi yang kurang sehat, ia tetap mengantar istrinya pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kondisi janin yang ada di dalam rahim istrinya. Aleana duduk bersebelahan bersama Reyhan di bangku belakang mobil sambil meliriknya.


"Rey, kau tak apa?" Tanya Aleana.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir! Aku hanya merasa sedikit pusing saja." Sahut Reyhan.


"Oh, baiklah! Tapi kalau kau merasa tidak nyaman kau bisa menungguku di mobil saja." Kata Aleana lagi.


"Tak masalah, aku akan mengantarmu hingga masuk keruangan dokter nanti." Sahut Reyhan sembari mengelus perut Aleana yang masih terlihat rata.


Tiba di klinik itu Reyhan dan Aleana duduk menunggu sebelum nama Aleana di panggil untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan. Selama menunggu Reyhan duduk sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Aleana karena ia merasa pusing. Tak lama kemudian, nama Aleana pun di panggil masuk ke dalam ruangan dokter kandungan tersebut. Reyhan dan Aleana pun masuk dan bertemu dengan dokter kandungan di klinik itu.


"Dokter, hampir 3 bulan ini aku belum datang bulan dan aku memeriksanya dengan tespack ini." Ucap Aleana mengatakan keluhannya itu sembari memberikan alat tes kehamilan yang terdapat tanda dua garis merah itu.


"Mari kita periksa lebih lanjut untuk memastikannya." Kata Dokter kandungan itu kepada Aleana sebagai pasiennya.


Aleana pun menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan perihal kehamilannya tersebut. Dengan alat USG dokter pun memberikan kabar bahagia tersebut kepada Reyhan dan Aleana.


"Bagaimana dokter?" Tanya Reyhan.


"Hasil tes itu benar dan istri anda sedang hamil! Usai kandungannya sudah 7 minggu." Sahut Dokter itu.


"Selamat untuk kalian berdua!" Sambung Dokter itu sembari tersenyum lebar pada Reyhan dan juga Aleana.


Kabar tersebut membuat Reyhan dan Aleana merasa semakin bahagia dari sebelumnya karena telah memastikan bahwa mereka akan segera memberikan adik kepada Farrel. Dokter pun memberikan beberapa saran untuk Aleana agar tetap menjaga kandungannya yang masih rentan akan keguguran.


"Saya sarankan agar anda tidak melakukan pekerjaan berat dan selalu mejaga kondisi kesehatan anda." Ucap dokter itu pada Aleana.


"Baik, dokter!" Sahut Aleana.


Saat sedang berkonsultasi dengan dokter kandungan itu, tiba-tiba saja Reyhan merasa mual dan ingin muntah.


"Ada apa, Rey?" Tanya Aleana.


"Aku mual!" Sahutnya.


Dokter itu pun tersenyum lebar.


"Hal itu bisa saja terjadi selama trimester kehamilan istri anda tuan!" Ucap Dokter itu pada Reyhan.

__ADS_1


"Apa?" Ucap Reyhan dan Aleana kaget.


"Maksud dokter suami saya ngidam?" Tanya Aleana bingung.


"Iya!" Sahutnya.


"Bukannya saya yang hamil? Seharusnya saya yang ngidam!" Tanya Aleana lagi.


"Kondisi ini dipercaya termasuk bagian dari masalah psikologi. Gejala-gejala yang muncul saat sang ayah mengalami morning sickness menjadi konsekuensi dari rasa iri pria pada kemampuan prokreatif para perempuan. Penjelasan lain menyebutkan sindrom couvade muncul karena para calon ayah dilanda kecemasan akan perubahan hidup yang dialaminya." Ucap Dokter itu menjelaskan secara rinci kepada Aleana dan juga Reyhan.


"Jadi sebagai calon ayah bagi janin yang ada di rahim istri anda, anda harus bersabar merasakan morning sickness ini tuan." Ucap Dokter itu lagi sambil tersenyum lebar pada Reyhan.


"Kapan hal ini akan menghilang?" Tanya Reyhan.


"Morning sickness biasanya berakhir pada akhir trimester pertama, dengan nafsu makan kembali normal pada usia kehamilan sekitar 12-15 minggu. Namun, ini bukan aturan umum dan terkadang bisa berlanjut hingga trimester kedua." Jawab Dokter itu lagi.


"Oh, my God!" Ucap Reyhan seakan frustasi mendengarnya.


"Hehehe, sabar ya sayang! Demi calon bayi kita dan juga adik untuk Farrel." Ucap Aleana terkekeh.


 


 


Reyhan dan Aleana pun keluar dari ruangan dokter itu sembari menatap hasil gambar USG calon bayi mereka.


"Sayang, aku yakin Farrel akan senang melihat foto adiknya ini!" Seru Aleana tampak ceria tidak seperti ibu hamil lainnya yang akan merasakan mual ataupun muntah sekaligus pusing seperti apa yang tengah dirasakan oleh Reyhan saat itu.


"Iya, sayang kau benar! Farrel pasti akan senang karena kita akan segera memberikannya seorang adik yang ia minta waktu itu." Sahut Reyhan.


Lalu Reyhan pun merasakan mualnya kembali datang dan Aleana tak tega melihat suaminya terus merasakan hal tersebut tanpa bisa beristirahat dengan baik.


"Rey, sebaiknya kita cepat kembali kerumah agar kau bisa beristirahat." Kata Aleana pada suaminya.


"Iya! Aku sudah tidak tahan rasa pusing serta mual ini." Sahut Reyhan.


Reyhan dan Aleana pun segera melangkah untuk menghampiri mobil mereka. Di tempat parkiran mobil itu, tanpa sengaja Linda melihat Reyhan dan Aleana masuk ke dalam mobil mereka.


"Mau apa mereka ke klinik ini?" Gumam Linda dalam hatinya.

__ADS_1


"Sialan! Istrinya Rey pasti sedang hamil!" Umpat Linda merasa sangat kesal karena tak suka melihat Reyhan bahagia bersama wanita lain.


"Heh, aku tidak akan membiarkan wanita itu menjadi istri Rey lebih lama, karena aku akan segera mendapatkan cara untuk kembali menjadi Rey lagi." Gumam Linda lagi dalam hatinya.


Lalu Linda merasakan nyeri pada perutnya sehingga ia meringis kesakitan.


"Aduh, sialan! Nyeri ini selalu saja datang." Gerutu Linda sembari melangkah masuk ke dalam klinik tersebut.


Linda pun menunggu namanya di panggil. Sesekali ia menggerutu kesal karena tak tahan merasakan nyeri pada perutnya. Setelah beberapa saat namanya pun di panggil dan masuk ke dalam ruangan dokter kandungan yang sama dengan Aleana barusan.


'Dokter, aku merasakan nyeri pada perutku setiap aku datang bulan dan anehnya siklus datang bulanku tidak teratur." Kata Linda pada Dokter kandungan itu.


"Sejak kapan anda merasakan hal tersebut?" Tanya Dokter itu.


"Beberapa bulan belakangan ini, Dokter." Sahut Linda.


"Kira-kira apa penyebabnya, Dokter?" Tanya Linda.


"Untuk mengetahui penyebabnya, nyonya harus melakukan beberapa pemeriksaan!" Sahut Dokter itu.


Linda pun mengikuti saran dokter dan menjalankan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang terjadi pada tubuhnya. Setelah mendapatkan hasil dari pemeriksaan itu, Linda kembali keruangan dokter tersebut. Linda memperhatikan wajah dokter itu tampak kecewa seakan prihatin padanya.


"Dokter, apa yang terjadi? Bagaimana dengan hasil pemeriksaan pada saya?" Tanya Linda penasaran.


"Maaf nyonya harus mendengarkan ini!" Kata Dokter itu.


"Ada apa, dokter?" Tanya Linda lagi.


"Nyonya, anda mengidap kanker serviks." Ucap dokter itu yang membuat Linda seakan tersambar petir di siang bolong.


"Apa?" Ucap Linda terkejut.


"Itu kenyataan dari hasil pemeriksaan tadi, nyonya." Kata Dokter itu lagi.


"Apa penyebabnya sehingga aku bisa mengidap penyakit itu, Dokter?" Tanya Linda dengan nada suaranya yang bergetar.


"Kurang olah raga, jarang mengonsumsi buah dan sayur, banyak makan kudapan berlemak, hingga sering terpapar asap rokok dan polusi." Sahut Dokter menjelaskan.


"Namun yang paling sering menjadi penyebabnya adalah bergonta-ganti pasangan." Sambung Dokter itu.

__ADS_1


Linda seakan tak percaya apa yang terjadi padanya itu karena efek dari dirinya sendiri yang suka bergonta-ganti pasangan hanya untuk memuaskan hasratnya saja.


__ADS_2