MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Kapten Bajak Laut


__ADS_3

Reyhan pulang kerumahnya setelah ia seharian menghabiskan waktunya di luar melakukan pekerjaan seperti biasanya. Ia kembali dan menemui Aleana yang sedang bermain dengan putranya di dalam kamar. Ketika itu Aleana dan Farrel sedang bermain kapten bajak laut. Mereka menggunakan semua perabotan yang ada di dalam kamar sebagai alat bermain.


Saat Reyhan masuk ke dalam kamarnya, ia kaget melihat semuanya berantakan tak karuan. Teriakan demi teriakan terdengar olehnya. Reyhan menatap Farrel seakan menjadi pahlawan yang menumpas si bajak laut yang tak lain adalah Aleana.


"Hahaha, tidak semudah itu, furgoso! Kau tak bisa menangkap kapten bajak laut yang tersohor sepertiku!" Ucap Aleana berakting bak kapten bajak laut yang ganas.


"Rasakan pedang saktiku, perompak jahat! Hiiiyyaaaa, haaaahh...!!!" Seru Farrel melompat dari atas ranjang ke lantai dan mengejar Aleana.


Selimut bergelimpangan di lantai dan juga bantal bertaburan dimana-mana. Isi kamar utama itu yang biasanya terlihat rapi kini telah berantakan bak kapal pecah. Reyhan hanya bisa menghela nafas panjang sembari tepok jidat.


"Haruskah aku tidur di kamar lain malam ini? Sepetinya mereka berdua telah menguasai kamarku! Hiks...hiks...hiks..." Gumam Reyhan dalam hatinya sembari terus menatap Aleana dan Farrel yang berlarian kesana-kemari bermain.


Lalu saat berlari Farrel melihat Reyhan yang berdiri terpaku di depan pintu kamar.


"Daddy!" Seru Farrel berlari menghampiri Reyhan.


"Kau sedang apa?" Tanya Reyhan menggendong putranya itu.


"Aku dan mommy sedang bermain kapten bajak laut! Aku yang jadi pahlawannya." Sahut Farrel.


Melihat Aleana seakan tak lelah bermain dengan putranya itu, tiba-tiba saja muncul ide untuk menjahili istrinya itu. Reyhan berbisik pada Farrel untuk berkomplot agar meneruskan permainan tersebut.


"Hei, boy! Bagaimana kalau kita basmi kapten bajak laut wanita itu? Hehehe." Bisik Reyhan pada putranya itu sembari melirik Aleana.


"Hehehe, itu ide yang bagus!" Sahut Farrel terkekeh jahat.


Aleana mundur beberapa langkah melihat senyuman jahat yang ada dibibir ayah dan anak itu.


"Hei, mau apa kalian berdua, hah?" Tanya Aleana pasang ancang-ancang hendak kabur.


"Menangkap kapten bajak laut dan kami akan menyiksanya! Hehehe." Seru Reyhan dan Farrel terlihat begitu kompak untuk mengerjai Aleana.


"Aaarrgghhh...!!!" Pekik Aleana lari kesana-kemari menghindari kejaran Reyhan dan Farrel.


Ayah dan anak tersebut pun sibuk mengepungnya agar mudah tertangkap.


"Jangan mengejarku, woi!!!" Pekik Aleana lagi sambil terus berlarian kesana-kemari.


Saat Reyhan melihat Aleana hendak berlari ke arah pintu, ia langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap Aleana.


"Kena, kau!!!" Seru Reyhan menangkap Aleana dan memanggulnya di atas pundak.


"Rey, turunkan aku!!!" Pekik Aleana berontak.


"Tidak akan! Kapten perompak harus mendapatkan hukumannya. Hehehe." Ucap Reyhan sembari terkekeh jahat.


Lalu Reyhan dan Farrel mengikat kedua tangan dan kaki Aleana di atas ranjang dengan beberapa helai kain. Lalu Reyhan kembali berbisik pada Farrel sambil menyunggingkan senyuman liciknya.


"Oke, daddy!!!" Seru Farrel berlari keluar dari kamar itu.


Reyhan mendekati Aleana dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Hehehe, kau tidak bisa kemana-mana lagi, Aleana!" Seru Reyhan terkekeh jahat.


"Mau apa kau?" Tanya Aleana ketakutan.


"Nanti kau akan tau apa yang akan aku lakukan padamu!" Bisik Reyhan.


Tak lama kemudian, Farrel kembali dengan membawa kemoceng di tangannya. Aleana melebarkan kedua matanya melihat kemoceng yang terbuat dari bulu unggas tersebut.


"Mau apa kalian, woi!!!" Pekik Aleana meronta tak karuan.


"Menggelitik mommy sampai nangis! Hehehe." Sahut Farrel terkekeh geli.


"Aaarrrghhh, tidddaaakkk!!!" Pekik Aleana.


Reyhan mengambil kemoceng itu dan menatap wajah Aleana yang sedang terlentang di atas ranjang tidur tersebut.


"Farrel, apa kau siap menghukum kapten bajak laut cantik ini???" Seru Reyhan siap dengan kemocengnya.


"Siaaaappp!!!" Seru Farrel.


"Jaaanggaannnn!!!!" Pekik Aleana.


Reyhan pun menggelitik telapak kaki Aleana dengan kemoceng itu. Sedangkan Aleana meronta-ronta karena kegelian dan sambil tertawa lepas. Sementara itu Farrel sibuk mengarahkan Reyhan untuk menggelitik bagian tubuh Aleana yang lainnya lagi.


"Hahaha, jangan woooii!!! Geli nnnjjiirrrr!!!" Pekik Aleana berontak karena kegelian.


"Daddy, arahkan kemocengnya di ketiak mommy!" Seru Farrel.


"Dasar suami dan anak gak ada akhlaknya!!! Berhenti, woii!! Geli sekali!!!" Pekik Aleana tertawa lepas sampai mengeluarkan air matanya.


Farrel melihat Aleana mengeluarkan air matanya karena tak sanggup menahan rasa geli akibat kemoceng itu.


"Daddy, aku rasa sudah cukup! Mommy kegelian hingga menangis!" Ucap Farrel.


"Baiklah!" Sahut Reyhan menghentikan hal tersebut.


Aleana seakan lemas setelah dia tertawa lepas sedari tadi.


"Tunggu pembalasan dariku nanti!" Ucap Aleana begitu lelahnya tertawa.


Lalu terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa?" Tanya Reyhan.


"Saya pengasuh tuan muda, tuan! Sudah waktunya tuan muda untuk tidur." Sahutnya.


Reyhan sedikit membungkuk dan menatap putranya.


"Pergilah tidur!" Kata Reyhan pada Farrel.


"Tapi aku masih ingin bermain dengan Daddy dan mommy!" Rengek Farrel.

__ADS_1


"Kita sambung di waktu yang lain, oke?" Kata Reyhan.


"Daddy, janji?" Ucap Farrel.


"Iya!" Sahutnya.


Farrel pun memberikan ciuman selamat tidur pada Reyhan dan juga Aleana, setelah itu ia pun keluar dari kamar utama itu. Reyhan duduk di tepi ranjang sambil membuka kancing kemejanya. Sementara Aleana masih terlentang dengan posisi kaki dan tangan yang masih terikat.


"Rey, lepasin!" Pinta Aleana.


"No...no...no!" Sahut Reyhan.


"Hei, kita sudah berhenti bermain!" Kata Aleana.


"Yang berhenti bermain adalah Farrel, tapi kau dan aku masih akan melanjutkan permainan ini hingga malam berakhir. Hehehe." Sahut Reyhan kembali terkekeh jahat.


"A...apa maksudmu?" Tanya Aleana berdegik ngeri.


Tanpa berucap Reyhan melepaskan semua pakaiannya dan naik ke atas ranjang itu.


"Hei, kita bisa memulainya dengan cara yang lain, kan? Tangan dan kakiku masih terikat, Rey!" Kata Aleana.


"Aku ingin sensasi yang luar biasa malam ini bersamamu!" Bisik Aleana.


"Dasar pria messssuuumm!!!" Pekik Aleana berontak.


"Hahaha, let's start this game!" Bisik Reyhan kemudian mengecup bibir Aleana secara tiba-tiba. Aleana yang terikat di ranjang itu hanya bisa pasrah menerima apa yang Reyhan lakukan padanya.


Keesokan paginya, Farrel melihat Reyhan tampak segar dengan wajah yang berseri-seri namun hal itu tak berlaku pada Aleana yang tampak cemberut juga kesal karena tak bisa tidur semalaman akibat gangguan dari Reyhan.


"Daddy, kenapa mommy cemberut?" Bisik Farrel pada Reyhan ketika mereka sarapan satu meja bersama.


"Mommy cemberut karena semalam tidak tidur!" Sahut Reyhan.


"Eh, kenapa?" Tanya Farrel ingin tau.


"Karena semalaman mommy dan daddy bermain kapten bajak laut berdua. Hehehe." Seru Reyhan sengaja meledek Aleana yang tampak kesal sambil menyantap makanan paginya.


"Siapa bajak lautnya?" Tanya Farrel.


"Mommy dan daddy yang jadi pahlawannya!" Seru Reyhan.


"Lalu siapa yang menang?" Tanya Farrel.


"Tentu saja daddy! Hahaha." Sahut Reyhan tertawa senang.


"Waaah, daddy memang hebat!" Seru Farrel bertepuk tangan.


"Tentu saja!" Seru Reyhan lagi.


"Huh, dasar ayah dan anak sama aja tingkahnya!" Gerutu Aleana kesal.

__ADS_1


"Tunggu saja pembalasanku nanti!" Gerutu Aleana lagi sembari berdengus kesal ketika menyantap makanannya.


__ADS_2