MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Menguping


__ADS_3

Aleana masih memperhatikan Linda yang terlihat begitu berbeda dari pertama kali mereka bertemu di rumah Reyhan ketika ia datang membuat onar. Aleana merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi pada ibu dari putra tirinya tersebut. Melihat raut wajah Reyhan tampak kesal, Aleana memutuskan untuk membicarakan hal itu setelah mereka tiba dirumah.


Tak lama berselang, Reyhan dan Aleana pun sampai dirumah mereka. Reyhan membantu Aleana turun dari mobilnya. Ia merangkul istrinya tersebut untuk masuk ke dalam kamar mereka yang berada di lantai atas.


"Istirahatlah, sayang!" Ucap Reyhan mendudukkan Aleana di tepi ranjang.


Kemudian Reyhan hendak berlalu darinya, namun cepat-cepat Aleana menahan suaminya itu.


"Rey, kau mau kemana?" Tanya Aleana.


"Aku masih memiliki beberapa pekerjaan, jadi aku akan mengerjakannya di ruang kerjaku." Sahutnya.


"Ada apa, sayang? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Reyhan sembari mengelus wajah Aleana dengan lembut.


"Rey, duduklah di sampingku ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Sahut Aleana.


Reyhan pun duduk di sebelah istrinya dan siap untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh istrinya tersebut.


"Ada apa, sayang?" Tanya Reyhan.


"Rey, tapi kau harus berjanji dulu kau tak akan marah jika aku membicarakan hal ini padamu." Kata Aleana.


"Baiklah, aku janji tidak akan memarahimu." Sahut Reyhan.


"Rey, ini soal Linda." Ucap Aleana membuat air muka Reyhan lantas berubah kesal.


"Rey, kau sudah berjanji kau tidak akan marah jika aku membicarakan hal ini, bukan?" Ucap Aleana lagi.


"Kenapa kau begitu sibuk mengurusi wanita itu? Kau bahkan tidak mengenalnya dekat!" Kata Reyhan mencoba bicara setenang mungkin disaat hatinya sedang kesal karena membicarakan mantas istrinya.


"Rey, aku memang tidak mengenal Linda dan aku hanya pernah bertermu beberapa kali dengannya! Apa kau tidak sadar dengan kondisinya tadi? Aku membandingkan kondisi tubuhnya saat pertama kali bertemu dengan yang sekarang! Aku lihat tubuhnya begitu kurus." Kata Aleana.


"Lalu untuk apa kita mengurusinya? Aku tidak perduli apapun yang terjadi padanya lagi." Sahut Reyhan bersikeras tak ingin memiliki hubungan apapun kepada mantan istrinya itu.


"Rey, bukankah dia ibu dari putramu? Jika ada apa-apa kepada Linda, maka Farrel akan sedih!" Kata Aleana lagi.


"Farrel tidak akan pernah mengenali ibunya! Itu tidak perlu, Ana! Kau ibunya sekarang." Kata Reyhan tegas.


"Rey, dengarkan aku! Aku mengerti kau sakit hati dengannya, tapi seburuk apapun Linda dia pernah bersedia memberikan rahimnya untuk mengandung putramu dan berjuang untuk melahirkan putramu." Kata Aleana mencoba untuk membuat Reyhan tak terus-terusan memiliki perasaan benci kepada Linda.


"Rey, aku begitu tau bagaimana rasanya mengandung bayi! Aku merasa sakit, lelah, lemah dan terkadang aku merasa tak nyaman dengan kondisi perut sebesar ini." Kata Aleana lagi.


Reyhan masih tampak diam dengan menundukkan wajahnya.


"Rey, aku rasa ada sesuatu yang terjadi pada Linda! Kita bertemu dengannya di rumah sakit. Apa kau tidak berpikir kalau dia sakit?" Tanya Aleana.


"Entahlah! Aku tak pernah memikirkan wanita itu lagi, Ana." Sahut Reyhan.


"Rey, maukah kau memikirkan sedikit tentangnya demi putramu?" Tanya Aleana lagi.

__ADS_1


Reyhan masih diam dan tampak berpikir mengenai apa yang dikatakan oleh istrinya itu.


"Haaaaah, baiklah Ana! Aku akan mencari tau mengenai apa yang terjadi padanya, tapi semua ini aku lakukan hanya demi Farrel dan karena permintaanmu." Ucap Reyhan akhirnya menuruti keinginan Aleana tersebut.


 


 


 


 


***


Beberapa hari kemudian, Reyhan pun menyuruh seseorang untuk mencari tau mengenai Linda dan segala yang terjadi padanya. Tak menunggu lama orang yang Reyhan perintahkan itu datang membawa kabar mengenai Linda.


"Tuan."


"Bagaimana? Kau sudah mendapatkan apa yang aku perintahkan?" Tanya Reyhan ketika berbicara dengan orang suruhannya itu di ruang kerjanya.


"Sudah tuan."


"Tuan, nyonya Linda sedang dirawat di rumah sakit."


"Sakit? Sakit apa dia?" Tanya Reyhan.


"Menurut informasi yang aku dapatkan, nyonya Linda memiliki penyakit kanker serviks di rahimnya dan kodisinya semakin hari semakin memburuk."


"Yang lebih menyedihkan lagi, tidak ada satupun dari keluarganya yang meneminya disana."


Reyhan menghela nafas panjang dan sangat mengerti bagaimana kondisi mantan istrinya tersebut. Dari balik pintu ruang kerja Reyhan, Farrel tampak berdiri disana sambil mendengarkan semua yang di bicarakan oleh Reyhan dengan orang suruhannya tersebut. Bocah yang kini berusia 6 tahun itu tampak kaget ketika tau bahwa ibu kandungnya sedang sakit.


"Sayang, kau sedang apa disini?" Tanya Aleana sembari menepuk pundak Farrel.


Farrel menoleh kebelakang dan tampak ketakutan karena ia ketahuan sedang menguping pembicaraan ayahnya. Aleana menatap Farrel lalu tersenyum padanya.


"Apa yang kau lakukan ini tak baik, sayang." Ucap Aleana mengelus pipinya.


"Aku...aku hanya....


Ceklek..., pintu ruangan itu terbuka dan tampak Reyhan sedang menatap istri serta putranya tersebut.


"Kalian sedang apa di depan ruang kerjaku?" Tanya Reyhan.


Aleana melirik pada Farrel yang tampak menundukkan wajahnya. Reyhan turut melihat pada putranya tersebut. Ia berjongkok dan menggenggam tangan Farrel.


"Ada apa?" Tanya Reyhan.


"Daddy, maaf!" Ucap Farrel.

__ADS_1


"Kenapa? Memangnya kau salah apa?" Tanya Reyhan lagi.


"Tadi aku menguping pembicaraan daddy." Sahutnya mengakui perbuatannya itu.


Karena putranya berani mengakui perbuatannya, Reyhan hanya tersenyum dan memberikan nasehat yang baik sebagai seorang ayah.


"Jadi kau mendengar semuanya?" Tanya Reyhan lagi.


Farrel mengangguk namun masih menundukkan wajahnya.


"Sudahlah tidak apa-apa, lain kali kau tidak boleh melakukan hal seperti itu lagi ya! Menguping pembicaraan orang lain itu tidak baik. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang kakak, jadi kau harus tunjukkan pada adikmu bagaimana caranya bersikap yang baik. Kau harus menjadi panutan yang baik untuk adik-adikmu kelak." Kata Reyhan memberikan nasehat kepada putranya.


"Sekarang sudah malam dan kau harus segera tidur. Kau besok akan pergi ke sekolah." Kata Aleana pada Farrel.


"Iya, mommy." Sahut Farrel begitu menuruti ibu tirinya.


Setelah Farrel pergi, Reyhan membawa Aleana masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Ada apa, Rey? Kenapa wajahmu terlihat kusut seperti itu?" Tanya Aleana.


"Aku sudah mendapatkan kabar mengenai Linda." Sahutnya.


Reyhan menatap Aleana tampak begitu ingin suaminya itu melanjutkan perkataannya.


"Linda sakit." Sambung Reyhan.


"Sakit? Sakit apa, Rey?" Tanya Aleana.


"Kanker serviks dan sekarang dia sedang dirawat di rumah sakit." Sahut Reyhan.


"Oh, ya Tuhan! Kasihan sekali dia." Ucap Aleana terkejut akan penyakit yang di derita oleh mantan istri dari suaminya.


"Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Aleana.


"Kondisinya semakin hari semakin memburuk dan yang lebih menyedihkan lagi tidak ada satupun orang yang menjaganya disana." Sahut Reyhan.


"Apa dia tidak memiliki keluarga?" Tanya Aleana lagi.


"Setahuku kedua orang tuanya telah lama meninggal dan dia hanya memiliki saudara laki-laki itu pun sedang mendekam di dalam penjara. Linda memiliki begitu banyak konflik di keluarganya." Kata Reyhan menjelaskan menegnai jati diri Linda yang sebenarnya.


Aleana berpikir sejenak untuk mencari jalan keluar mengenai hal yang baru saja diucapkan Reyhan.


"Rey, apa tidak sebaiknya kita merawat Linda disini?" Tanya Aleana.


"Hah? Apa kau sudah gila, Ana? Aku tidak akan menyetujui ide gilamu itu." Ujar Reyhan kesal sekaligus menolak.


"Rey, lakukanlah demi Farrel! Aku berpikir tidak ada gunanya kita menghalangi Farrel bertemu dengan ibunya." Pinta Aleana.


"Ana, sejak kapan kau memiliki hati bak malaikan seperti ini?" Ucap Reyhan protes.

__ADS_1


"Rey, aku juga pernah memiliki keluarga yang mengidap penyakit mematikan itu dan seberapa pun kami berusaha untuk menyelamatkannya namun tetap tak bisa. Orang yang mengidap penyakit tersebut hanya bisa bertahan tapi tidak lama. Apa kau tega melihat Farrel tak pernah menyentuh ibunya sendiri jika sesuatu terjadi pada Linda nanti?" Kata Aleana berusaha untuk membuat Reyhan mengerti.


__ADS_2