MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Persaingan Ayah dan Anak


__ADS_3

Setelah makan siang, Reyhan, Aleana dan juga Farrel bergegas pergi ke sebuah mall untuk sekedar jalan-jalan bersama. Farrel terlihat begitu senang sehingga dia mengalunkan lagu kanak-kanak sambil melangkah riang di mall tersebut.


"Haaaah, bukan ini yang aku inginkan tadi! Sebenarnya aku ingin pergi ke toko kue untuk memeriksa kondisi disana serta laporan keuangan bulanan." Gumam Aleana dalam hatinya.


"Huh, dasar pria pemaksa! Dia malah mengajakku ke mall!" Gerutu Aleana dalam hatinya sembari menatap sewot pada sosok suaminya itu.


Reyhan melirik pada Aleana yang menatap kesal padanya.


"Eeehhheemm!!! Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa aku begitu tampan hingga kau tak berkedip menatapku, hah?" Ucap Reyhan terlalu percaya diri.


"Hellooooo!!! Apakah anda waras, tuan Reyhan yang terhormat? Bisakah kau membaca mimik wajahku ini? Ini bukan tatapan suka tapi tatapan dongkol!" Seru Aleana sewot.


"Oh begitu ya?" Ucap Reyhan santai.


"Cih, dasar pria menyebalkan! Bagaimana mungkin aku akan segera melahirkan bayi untuknya? Hormonki selalu terganggu gara-gara kesal padanya." Gerutu Aleana dalam hatinya.


"Daddy! Mommy! Aku ingin main game!!!" Seru Farrel.


"Oke!" Ucap Reyhan yang selalu menuruti apapun yang diinginkan oleh putranya itu.


Dengan langkah berat Aleana pun mengikuti kemana Reyhan dan Farrel pergi. Mereka tampak bersenang-senang di arena permainan yang ada di mall tersebut. Sedangkan Aleana memilih untuk duduk sambil menunggu keduanya selesai bermain.


Di bangku kecil yang empuk itu, Aleana menatap Reyhan dan Farrel bermain trampolin. Mereka melompat tinggi-tinggi sambil berteriak kencang dan juga tertawa.


"Heeemm, sepertinya Reyhan memang ayah yang baik untuk putranya! Dia selalu berusaha untuk menyenangkan putranya itu." Gumam Aleana diam-diam dan tanpa disadari telah jatuh hati pada pria yang baru saja ia nikahi tersebut.


"Eh, karena aku buta dengan uang dan kekayaan aku jadi lupa mengenai jati diri Reyhan! Kenapa statusnya duda dan aku belum mengetahui siapa ibu kandung Farrel!" Gumam Aleana dalam hatinya.


"Kalau aku ingat-ingat, tatapan nyonya Merry kepada Farrel sepertinya tidak bersahabat sama sekali! Bukannya dimana-mana seorang nenek akan menyayangi cucunya? Tatapan Reyhan kepada nyonya Merry juga sedikit aneh! Ada apa sih di keluarga mereka? Apa hubungan mereka tidak harmonis sebagai keluarga?" Gumam Aleana lagi penuh dengan tanda tanya mengenai kehidupan Reyhan.


Reyhan dan Farrel pun terlihat puas bersenang-senang bermain trampolin itu. Mereka datang menghampiri Aleana yang sedari tadi duduk menunggu mereka.


"Mommy, hari ini aku senang sekali!" Seru Farrel.


"Benarkah? Kau sangking senangnya kau sampai berkeringat seperti ini!" Sahut Aleana sembari mengeluarkan tissue dan mengelap keringat di wajah anak tirinya itu.


Reyhan duduk di sebelahnya dan menyodorkan wajahnya pada Aleana. Aleana pun menoleh dengan tatapan bingung.


"Ada apa?" Tanya Aleana.


"Cih, dasar tidak peka! Cepat lap keringatku ini!" Sahut Reyhan

__ADS_1


Aleana mengambil selembar tissue dan memberikannya pada Reyhan.


"Nih, lap sendiri sana!" Ujar Aleana.


"Tapi aku ingin kau mengelapnya!" Teriak Reyhan kesal.


"Kau kan punya tangan, lap saja sendiri! Dasar manja!" Sahut Aleana tak kalah kesalnya.


"Huh, dasar wanita sialan! Aku kan juga ingin dimanja seperti Farrel! Kenapa dia tidak ada romantis-romantisnya sih?" Gerutu Reyhan kesal dalam hatinya.


Reyhan menyingkirkan putranya sejenak dan memberikan selembar tissue itu pada Aleana.


"Cepat lap keringatku!" Perintah Reyhan yang tak bisa terbantahkan.


"Daddy!!! Mommy sedang mengelap keringaku!!!" Pekik Farrel kesal.


"Gantian!!!" Seru Reyhan melotot pada putranya itu.


"Huh, dasar Daddy sialan!" Umpat bocah 5 tahun itu dalam hatinya yang kesal melihat sang ayah yang tak ingin kalah mendapatkan perhatian dari Aleana.


"Haaaaah, gak yang tua gak hang bocah, sama aja tingkahnya!" Gerutu Aleana dalam hatinya.


"Daddy!!!" Pekik Farrel sewot.


Reyhan dan Aleana melirik padanya namun bibir keduanya masih tetap menempel satu sama lain.


"Dasar tidak sopan!!!" Pekik Farrel lagi cemburu melihat kedua orang tuanya berciuman di depannya.


Reyhan melepaskan kecupannya dan tersenyum lebar pada putranya yang sedang berdengus kesal sembari melipat kedua tangannya itu.


"Hei, apakah kau cemburu, hah? Hehehe." Tanya Reyhan.


"Tentu saja! Itu mommy ku!" Sahut Farrel.


"Hei, tapi dia istriku!" Sahut Reyhan tak mau kalah.


"Dia mommy ku!" Pekik Farrel lagi.


"Dia istriku!" Pekik Reyhan tetap tak mau kalah.


Aleana bangkit dari tempat duduknya dan kedua tangannya menarik kerah baju Reyhan serta Farrel secara bersamaan.

__ADS_1


"Ayo kita makan makanan enak di mall ini! Melihat kalian bertengkar aku ingin sekali makan makanan pedas jadinya!" Gerutu Aleana berdengus kesal sembari menyeret ayah dan anak itu.


 


***


Aleana memilih restoran di mall tersebut untuk mereka sekedar menikmati makanan disana. Mereka duduk bertiga tampak seperti keluarga bahagia yang begitu harmonis. Saat memilih tempat duduk, Reyhan dan Farrel lagi-lagi bersitegang untuk mendapatkan tempat duduk yang berdekatan dengan Aleana. Wanita berambut panjang itu pun akhirnya mencari jalan tengah dan duduk di tengah-tengah ayah dan anak itu.


"Begini saja! Adil kan?" Kata Aleana pada Reyhan yang duduk di samping kirinya dan Farrel yang duduk di samping kanannya.


Reyhan dan Farrel hanya diam dengan wajah mereka yang tampak cemberut.


"Ayo kita pesan makanan saja!" Seru Aleana ingin mencairkan suasana diantara ayah dan anak itu.


"Farrel, kau mau pesan apa?" Tanya Aleana.


Gguubbrraaakk...


Reyhan tak terima dan menggebrak meja dengan keras sehingga Aleana dan Farrel kaget.


"Kenapa kau menanyakannya pada Farrel terlebih dahulu? Seharusnya kau bertanya padaku dulu! Aku ini suamimu." Kata Reyhan kesal.


"Apa-apaan sih kau ini?" Gerutu Aleana kesal.


"Tanyakan dulu padaku!" Teriak Reyhan.


"Aku dulu, mommy!" Rengek Farrel.


"Aku dulu!" Pekik Reyhan.


"Aku dulu!" Pekik Farrel.


"Sstttoooppp!!!" Teriak Aleana yang berhasil membungkam mulut keduanya.


Reyhan dan Farrel menatap wajah Aleana yang hendak murka.


"Apa kalian ingin aku membunuh seseorang disini, hah?" Gerutu Aleana sembari menggenggam sebuah garpu dengan erat.


Reyhan dan Farrel pun ketakutan melihat Aleana hendak mengamuk karena ulah mereka berdua. Lalu tiba-tiba saja ayah dan anak itu tampak akrab dan mengambil daftar menu makanan secara bersamaan. Bahkan keduanya pun memilih makanan yang sama. Aleana menghela nafas panjang dan hendak menangis kesal.


"Ibu, ayah! Aku nyerah dengan kedua setan ini! Mereka selalu membuatku kesal setengah mati setiap harinya!" Ucap Aleana dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2