
Masih di restoran yang ada dalam gedung mall tersebut, Aleana tampak memanjakan putra Reyhan dengan menyuapinya makan. Sedangkan Reyhan terus berdengus kesal karena Aleana tak memberikan perhatian sedikitpun kepadanya.
"Hei, aku juga butuh perhatian!" Sindir Reyhan.
"Apa kau bisa mengalah untuk putramu, Rey?" Tanya Aleana sembari melotot padanya.
"Cih, apapun aku rela mengalah untuk putraku! Namun jika mengalah untuk mendapatkan perhatian darimu sepertinya itu tidak berlaku." Gerutu Reyhan.
"Huh, dasar kekanak-kanakan!" Balas Aleana berdengus kesal pada suaminya itu.
"Mommy, tidak usah perdulikan daddy!" Ucap Farrel pada Aleana.
Aleana dan Reyhan saling menatap lalu Reyhan menyunggingkan senyuman liciknya pada Aleana sembari berbisik padanya.
"Apa kau berani mengacuhkan aku, hah? Kalau kau berani melakukan itu $50.000 hangus bulan depan!" Bisik Reyhan mengancam Aleana.
"Ha...hangus???" Ucap Aleana gugup serat resah.
"Aku tidak ingin uangku hangus begitu saja!" Ucap Aleana lagi.
"Aku tau itu! hehehe." Seru Reyhan terkekeh licik.
Aleana yang tak ingin uang bulanannya hangus begitu saja langsung memberikan perhatiannya kepada Reyhan. Farrel yang mengerti apa yang membuat Aleana berpaling darinya hanya bisa berdengus kesal.
"Huh, dasar mommy matre!" Gerutu Farrel sewot sembari menyantap makanannya sendiri karena Aleana tak lagi menyuapinya.
Reyhan melirik putranya sambil terkekeh jahat.
"Hehehe, daddy menang darimu, Farrel!" Seru Reyhan meledek sang putra.
"Huh, lihat saja nanti jika aku sudah dewasa! Aku akan mencari uang yang banyak dan memberikannya kepada mommy supaya mommy hanya memperhatikanku saja." Gerutu Farrel sambil terus mengunyah makanannya itu.
"Apa kau yakin kau bisa melakukan itu saat kau dewasa nanti?" Tanya Reyhan mencibir putra kesayangannya itu.
"Tentu saja! Aku akan menjadi lebih hebat dari daddy!" Sahut Farrel terlihat begitu antusias.
"Haaah, memang itu yang aku inginkan darimu, nak!" Gumam Reyhan dalam hatinya.
Lalu Reyhan kembali melirik Aleana yang sibuk menikmati makanannya sendiri.
"Hei, lalu apa kau ingin uang bualananmu hangus, hah?" Teriak Reyhan kesal pada Aleana.
"Tentu saja tidak!" Sahut Aleana.
"Kalau begitu suapi aku makan!" Pekik Reyhan tak sabaran.
__ADS_1
"Oke!" Sahut Aleana segera menyendokkan sedikit makanan untuk diberikan pada suaminya itu.
"Nih, makanlah!" Kata Aleana kembali membuat Reyhan dongkol setengah mati padanya.
"Yang mesra dong! Apa kau tidak tau bagaimana caranya melayani seorang pria?" Pekik Reyhan lagi.
"Huh, dasar pria banyak maunya kau!" Balas Aleana ikut kesal.
"Oh, kau berani kesal padaku? Kalau begitu aku akan...
"Sayang, ini makanlah!" Ucap Aleana berubah sikap secara drastis kepada Reyhan.
Reyhan menatap wajah Aleana bertampang sedikit menggoda seraya melebarkan senyuman manis kepadanya. Reyhan pun tanpa ragu memasukkan suapan dari Aleana lalu mengunyah makanan itu di dalam mulutnya.
"Not bad!" Bisik Reyhan di telinga Aleana.
"Apa kau suka pelayananku, tuan Rey?" Bisik Aleana menggodanya.
"Jika kau seperti ini setiap hari padaku, mungkin aku akan menaikan uang bulananmu." Ucap Reyhan.
"Benarkah?" Ucap Aleana dengan mata yang berbinar-binar.
"Tentu!" Seru Reyhan.
"No!" Sahut Reyhan sembari menggelengkan kepalanya.
"Oh, aku tau kau pasti akan memberikan aku $200.000!" Ucap Aleana kegirangan.
"No...no...no! Aku akan menaikkannya menjadi $50.001. Menurutku itu cukup setimpal, bukan? Hehehe." Sahut Reyhan membuat Aleana auto gondok padanya.
"Makan sendiri sana!!!" Pekik Aleana sembari memasukkan sendok ke dalam mulut Reyhan secara tiba-tiba.
Farrel tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi ayahnya yang begitu terkejut dan bahkan hampir tersedak karena ulah ibu tirinya itu.
"Apa kau ingin membuatku mati tersedak sendok, hah?" Teriak Reyhan kesal.
"Bodo ah!" Sahut Aleana sewot.
"Dasar istri gak ada akhlaknya!" Gerutu Reyhan ikut sewot padanya.
Di tengah kericuhan keluarga kecil itu, dari kejauhan seorang wanita berdiri tegak menatap pada mereka. Tangannya mengepal dengan erat dengan perasaan yang begitu geram. Dia adalah Linda mantan istri dari Reyhan yang telah Reyhan ceraikan ketika Farrel berusia 2 bulan.
"Wanita kasar itukah yang kau pilih untuk menjadi ibu dari putraku, Reyhan? Hah, yang benar saja kau!" Gerutu Linda kesal.
"Selama dua tahun ini aku berusaha untuk menarik perhatianmu lagi agar aku kembali menjadi nyonya rumah yang megah itu, namun sialnya kenapa harus ada wanita jelek itu di dunia ini dan bertemu dengan Reyhan serta putraku!" Gerutu Linda lagi.
__ADS_1
"Sial!" Umpat Linda sembari terus menatap pada Aleana yang duduk diantara mantan suami dan juga putra kandungnya.
***
Tak tahan melihat keluarga kecil yang tampak bahagia itu, Linda memutuskan kembali ke apartemen mewahnya. Ia bahkan tak jadi berbelanja barang-barang branded untuk menunjang penampilannya sebagai wanita sosialita.
Linda mencampakkan tas yang ia bawa ke sofa dan ia duduk dengan kesal karena mengingat bagaimana Aleana sempat menggoda Reyhan di restoran itu.
"Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan wanita jelek itu!" Gumam Linda dengan perasaannya yang tampak uring-uringan.
"Mana mungkin dia bisa dibandingkan dengan diriku! Aku lebih cantik dan gayaku lebih modis darinya. Aku bahkan populer di kalangan geng sosialitaku. Heh, wanita seperti dia pasti akan sangat mudah untuk disingkirkan dari kediaman Reyhan. Aku bahkan ingin menyingkirkan dirinya dari hati Reyhan sekaligus." Gumam Linda lagi.
Lalu Linda mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Bram, bisakah kau menolongku?" Pinta Linda ternyata menghubungi seorang pria yang memiliki hubungan dekat denganya.
"Bisa, asalkan kau juga memberikan imbalan yang pantas untukku!" Sahut Bram.
"Apa tubuhku kurang pantas sebagai imbalan?" Tanya Linda.
"Lebih dari pantas! Hehehe." Sahutnya.
"Aku ingin kau menyingkirkan seorang wanita." Kata Linda.
"Aku tau siapa yang kau maksud! Apakah ibunya Reyhan?" Tanya Bram menebak.
"Kau salah, Bram! Aku ingin kau menyingkirkan istri barunya Reyhan." Sahut Linda.
"Oh, aku sangat terkejut mendengar mantan suamimu telah memiliki kehidupan baru." Kata Bram sembari meledek Linda.
"Wanita itu bukan kehidupan bagi Reyhan, tapi hanya mainan barunya! Aku lah yang pantas untuk dijadikan kehidupan bagi Reyhan karena aku telah memberinya seorang putra." Sahut Linda kesal.
"Benarkah? Lalu kenapa kau diceraikan begitu saja? Apa karena kau ketahuan memiliki pria lain dibelakangnya?" Ujar Bram terus meledek Linda.
"Bram, bisakah kau tidak mengejekku?" Ujar Linda kesal.
"Hahaha, aku tak menyangka Reyhan si pebisnis pintar itu ternyata begitu bodoh karena dia hanya mengetahui satu pria yang menjadi selingkuhanmu, padahal kenyataannya Linda seorang wanita cantik dan populer di kalangan sosialita memiliki begitu banyak pria selingkuhan hanya untuk memenuhi hasratnya yang takia dapatkan dari suaminya, karena suaminya sibuk dengan bisnis dan bisnis." Sahut Bram blak-blakan.
"Bram, hentikan!" Pekik Linda semakin kesal.
"Aku menghubungimu bukan untuk menerima ejekanmu itu, tapi aku menang benar-benar butuh bantuanmu." Kata Linda lagi.
"Baiklah! Sesuai dengan perjanjian kita." Sahut Bram.
__ADS_1