MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Permintaan Farrel


__ADS_3

Reyhan kembali ke kota Canberra setelah mereka menjalani bulan madu di kota Amsterdam. Aleana yang memang hobi berbelanja, membawa begitu banyak oleh-oleh untuk semua orang yang ada dirumah suaminya tersebut. Bahkan pelayan saja menerima oleh-oleh darinya.


Aleana seakan ingin melepas rindu pada bocah berusia lima tahun yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri. Ia menemani Farrel berenang di kolam renang belakang rumah dan bermain disana.


"Sayang, ayo makan cemilannya dulu!" Seru Aleana pada Farrel.


Farrel naik keatas setelah ia merasa puas bermain air di kolam renang yang sengaja di buat untuk dirinya.


"Mommy, aku ingin roti keju!" Pinta Farrel.


"Iya, tunggu sebentar! Pelayan sedang membuatkannya untukmu. Kau minumlah jus terlebih dahulu dan makanlah biskuit coklat ini. Mommy yakin kau pasti akan menyukainya." Kata Aleana pada putra tirinya tersebut.


Farrel pun menyantap biskuit coklat yang diberikan oleh Aleana padanya.


"Wah, enak! Apakah ini mommy yang buat?" Tanya Farrel.


"Tentu saja! Mommy kan koki pembuat kue yang super enak! Hahaha." Seru Aleana.


Tak lama roti isi yang diminta oleh Farrel pun telah siap dan diletakkan di atas meja yang ada di pinggir kolam itu. Farrel langsung menyantap roti isi tersebut dan menikmatinya.


"Kau sangat suka roti isi keju ini, ya?" Ucap Aleana sembari menarik hidung Farrel dengan gemas.


"Iya! Tapi aku juga suka biskuit coklat buatan mommy." Sahut Farrel berusaha untuk menyenangkan ibu sambungnya itu.


"Oh, ucapanmu itu sangat manis!" Seru Aleana begitu menyayanginya.


"Lalu bagaimana dengan sekolahmu selama mommy dan daddy pergi berbulan madu? Apa kau bersenang-senang bersama teman-teman sekolahmu?" Tanya Aleana.


Farrel menggelengkan kepalanya dan menampakkan raut wajah yang sedih dihadapan Aleana.


"Kenapa sayang? Kenapa kau tiba-tiba saja sedih?" Tanya Aleana.


"Mommy, aku ingin adik bayi!" Pinta Farrel.


"A...adik bayi?" Ucap Aleana sedikit terkejut sekaligus bingung.


"Teman-teman sekolahku selalu menceritakan adik mereka, sementara aku tidak memiliki adik jadi tidak ada yang bisa aku bicarakan pada mereka." Kata Farrel lagi.


Aleana seakan bingung ingin menanggapi permintaan dari anak tirinya tersebut.


"Hei, kabulkan permintaan putraku barusan!" Bisik Reyhan tiba-tiba muncul di belakang Aleana.


"Rey, kau sudah pulang!" Seru Aleana langsung memeluknya.

__ADS_1


"Iya!" Sahut Reyhan.


"Eh, tapi kenapa begitu cepat? Ini masih jam 3 sore, biasanya kau selalu pulang larut malam." Kata Aleana bingung.


"Aku merindukanmu, sayang! Aku tak tahan bila jauh darimu." Bisik Reyhan begitu tergila-gila pada istrinya itu sehingga ia mati-matian untuk meluangkan waktu lebih banyak agar bisa berduaan dengannya.


"Dasar gombal!" Seru Aleana memukul dada bidang Reyhan dengan manja.


"Aku serius! Aku sangat merindukanmu." Bisik Reyhan lagi sembari mendekap mesra sang istri yang bergelayut manja padanya.


"Aaahh, kau ini terus saja membuatku melayang rasanya! Hehehe." Ucap Aleana.


Sepasang suami istri tersebut seakan lupa pada bocah limat tahun yang menatap keduanya sedari tadi.


"Hei, masih ada aku disini! Tolong hargai bocah lima tahun ini, woii!" Pekik Farre; sewot pada kedua orang tuanya itu.


Aleana langsung mendorong tubuh Reyhan agar sedikit menjauh darinya karena merasa malu mempertontonkan kemesraannya itu kepada Farrel.


"Mommy, ayo duduk bersamaku disini!" Seru Farrel menarik tangan Aleana.


"Hei, bagaimana denganku, bocah?" Pekik Reyhan kesal.


"Daddy sudah memeluk mommy barusan, jadi aku rasa itu sudah cukup!" Sahut Farrel.


"Aaaah, mereka selalu saja bertingkah seperti ini!" Gerutu Aleana sembari menatap pada Reyhan dan juga Farrel.


Reyhan berpikir sejenak ketika ia menatap wajah sangar putranya yang tak rela berbagi wanita dengannya.


"Heeemm, aku harus mencari cara untuk mengelabui bocah licik ini! Kalau aku tidak mengelabuinya, maka aku sama sekali tidak akan bisa menyentuh istriku karena dia terus saja mengambil perhatian Aleana dariku!" Gumam Reyhan dalam hatinya.


Tak lama berpikir untuk mencari ide agar dapat mengelabui putranya itu, Reyhan pun mengajak Farrel dan juga Aleana untuk bermain petak umpet dengannya.


"Hei, dari pada kalian bosan setelah berenang bagaimana kalau kita bermain petak umpet?" Ajak Reyhan pada putra serta istrinya itu.


Aleana menatap curiga pada raut wajah suaminya itu sedangkan sang bocah begitu tampak antusias ingin bermain petak umpet bersama kedua orang tuanya.


"Wah, petak umpet!" Seru Farrel.


"Kau ingin bermain?" Tanya Reyhan seakan memberikan semangat pada putranya tersebut.


"Iya!" Seru Farrel.


"Kalau begitu sebagai permulaannya, kau yang jaga! Kau harus mencari dimana tempat persembunyian daddy dan mommy!" Kata Reyhan memperdayai putranya yang lugu itu.

__ADS_1


"Iya!" Seru Farre lagi begitu bersemangat.


"Ingat, kau harus mencari kami di seluruh ruangan rumah ini! Apa kau mengerti, nak?" Kata Reyhan lagi.


"Ya, aku mengerti!" Sahut Farrel.


"Sekarang tutuplah matamu, lalu hitung mulai dari 1 hingga 100." Kata Reyhan.


"Daddy, tapi aku tidak hafal sampai 100, aku cuma tau sampai 15 saja." Sahut Farrel.


"Oh, itu pun sudah bagus! Kalau begitu mulailah berhitung sampai 15, mommy dan daddy akan bersembunyi." Kata Reyhan lagi.


"Baiklah!" Seru si lugu.


Farrel pun mulai menghitung dimulai dari angka 1 sementara Reyhan dengan cepat menyeret Aleana untuk ikut bersamanya.


"Hei, kau mau bawa aku kemana Rey?" Tanya Aleana.


"Tentu saja bersembunyi! Kita kan sedang bermain petak umpet bersama Farrel." Sahut Reyhan juga ingin mengelabui istrinya itu.


"Kalau begitu kau bersembunyi di tempat lain saja dan aku juga di tempat lain!" Seru Aleana.


"Gak bisa! Kau dan aku harus bersembunyi di tempat yang sama!" Sahut Reyhan menolak.


Reyhan lantas membawa paksa Aleana untuk ikut bersamanya. Reyhan dan Aleana masuk ke dalam sebuah kamar tamu yang Reyhan pun menguncinya.


"Hei, kenapa kau malah mengunci kamar ini? Bagaimana bisa Farrel akan...


"Sssttt!!! Ana, dengarkan aku! Rumah ini cukup luas bagi Farrel untuk mencari kita dan aku rasa dia memerlukan waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk mencari kita disini." Kata Reyhan.


"Lalu?" Tanya Aleana bingung.


"Lalu apa? Ya kita manfaatkan waktu kita sekarang untuk mengabulkan permintaan Farrel tadi!" Sahut Reyhan.


Aleana masih menatap bingung pada suaminya itu.


"KIta bikin bayi disini! Hehehe." Bisik Reyhan.


Aleana baru menyadari bahwa permainan petak umpet tersebut akal-akalan darinya untuk mengelabui bocah lima tahun tersebut yang masih berhitung maju mundur karena ia belum menghafal angka.


"Iiihh, dasar kau ini!" Pekik Aleana dengan sikapnya yang malu-malu kucing kepada Reyhan.


"Let's begin! Hehehe." Seru Reyhan langsung menuntaskan keinginannya bersama istrinya itu di dalam kamar tamu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2