MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Begitu Memilukan


__ADS_3

Selama beberapa hari Reyhan memikirkan apa yang dikatakan oleh Aleana, akhirnya ia memutuskan untuk membawa Linda kerumah dan merawatnya. Reyhan lantas pergi kerumah sakit dan melihat kondisi Linda yang terlihat begitu kurus serta hanya bisa berbaring di atas ranjang rumah sakit itu.


"Linda." Ucap Reyhan berdiri di hadapannya.


"Rey!" Ucap Linda kaget.


"Mau apa kau datang kesini? Apa kau ingin mengejek kondisiku yang sedang sekarat seperti ini?" Ucap Linda seakan tak suka akan kehadiran mantan suaminya tersebut.


"Apa kau akan terus-terusan bersikap seperti ini di sisa-sisa usiamu?" Tanya Reyhan membuat Linda terdiam dengan sinar matanya yang berkaca-kaca.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang! Aku tidak memiliki siapa-siapa untuk menemaniku di sisa usiaku. Hiks...hiks...hiks..." Ucap Linda akhirnya menangisi dirinya sendiri.


Reyhan melangkah mendekatinya dan duduk di tepi ranjang rumah sakit itu.


"Kau masih memiliki Farrel!" Ucap Reyhan.


"Farrel." Ucap Linda lirih.


"Kau benar, Rey! Dia tidak perlu tau siapa ibunya, hal itu akan membuatnya malu akan semua perbuatanku selama ini." Ucap Linda lagi terus menangis.


"Dia tau kau ibunya." Ucap Reyhan.


"Apa?" Ucap Linda terkejut.


"Aleana sering membicarakan tentangmu kepada Farrel dan yang pastinya semua yang baik tentangmu." Sahut Reyhan.


Linda seakan tak percaya bahwa Aleana memiliki hati yang baik dan tak pernah membicarakan tentang kesalahannya kepada Farrel. Linda kembali menangis dan menyesali perbuatannya yang pernah menginginkan kematian Aleana yang ia anggap hanya akan menghalanginya untuk kembali ke sisi Reyhan.


"Rey, aku ingin minta tolong padamu sekali ini saja. Aku mohon." Pinta Linda.


"Kata dokter usiaku tidak akan lama karena penyakit ini terus menggerogoti tubuhku secara perlahan, jadi di sisa usiaku ini aku ingin bertemu dengan istrimu, aku ingin meminta maaf padanya karena aku pernah berbuat padanya." Ucap Linda lagi.


"Baiklah!" Ucap Reyhan mengabulkan permintaan mantan istrinya itu.


"Aku sudah bicara pada dokter dan aku akan membawamu kerumahku! Aku sudah menyiapkan ruangan khusus untukmu agar kau bisa bertemu dengan Farrel setiap harinya. Kau juga bisa mengucapkan permintaan maafmu pada Aleana." Sambung Reyhan.


"Terima kasih, Rey!" Ucap Linda.


"Aku akan mengurus segala administrasinya." Ucap Reyhan hendak bangkit, namun Linda tiba-tiba menahannya sejenak.


"Rey, maafkan aku!" Ucap Linda dengan derai air matanya yang sudah membasahi wajahnya.


"Maaf karena aku telah menyakiti hatimu dulu! Aku sungguh menyesal melakukan hal itu karena aku sendiri tau bahwa kau pria yang baik." Ucap Linda lagi.


"Sudahlah! Aku sudah melupakan masa lalu diantara kita." Sahut Reyhan.


"Kau beruntung memiliki seorang istri seperti Aleana." Kata Linda.


"Ya, kau benar! Aku juga sangat mencintainya." Sahut Reyhan lagi.


Reyhan pun kembali kerumahnya dengan membawa mantan istrinya. Aleana yang sedang hamil tua menyambut kedatangan mereka dengan senyuman yang mengambang di bibirnya. Beberapa perawat terlihat sibuk menurunkan Linda dari ambulan yang membawanya. Begitu banyak selang terpasang di tubuh Linda yang begitu kurus. Kemudian ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang khusus dibuat untuknya.


"Rey, aku yakin Farrel akan senang melihat ibunya dekat dengannya." Ucap Aleana.


"Ya, kau benar! Semoga Farrel dan Linda bisa menjadi dekat disisa usianya." Sahut Reyhan.


"Apa?" Ucap Aleana terkejut.


"Kata dokter usia Linda tidak akan lama lagi." Ucap Reyhan dengan raut wajahnya yang sedih.


Aleana seakan ikut bersedih mendengar kondisi Linda yang sebenarnya.

__ADS_1


 


 


 


***


Aleana menemui Linda di ruang kamarnya yang tampak beberapa alat rumah sakit terpasang di tubuhnya. Wanita yang sedang menunggu kelahiran bayinya, tampak tersenyum lebar kepada Linda.


"Hai, Linda." Sapa Aleana.


Linda mengguratkan garis senyum tipis disaat tubuhnya kian melemah.


"Apa kau merasa nyaman?" Tanya Aleana.


"Ya." Sahutnya singkat.


Aleana duduk pada kursi yang ada di sebelah ranjang tidur itu.


"Ana! Aku minta maaf." Ucap Linda lirik sembari menyentuh tangan Aleana.


"Kenapa kau minta maaf padaku?" Tanya Aleana bingung.


"Apa Rey tidak pernah bilang padamu mengenai perbuatanku?" Linda balik bertanya dan membuat Aleana menatapnya nanar.


"Ada apa?" Tanya Aleana lagi.


"Karena keserakahanku, aku sempat menginginkan kematianmu." Sahut Linda.


"Apa?" Ucap Aleana kaget.


Aleana berusaha untuk mengingat kejadian yang pernah terjadi di toko kuenya ketika ia bersama Reyhan.


"Apakah kejadian itu?" Gumam Aleana dalam hatinya.


Aleana menatap kembali pada Linda yang terus menangis karena telah menyesali perbuatannya tersebut.


"Sudahlah, lupakan saja! Yang penting kau sudah menyesali perbuatanmu itu." Ucap Aleana mengusap air mata diwajah Linda.


"Kau sungguh baik, Ana! Aku yakin Farrel akan tumbuh menjadi anak yang berprilaku baik dalam perhatianmu sebagai ibunya." Ucap Linda.


"Ana, jika aku tiada nanti aku mohon jagalah putraku! Aku benar-benar menyesal karena tak pernah membesarkannya dengan kedua tanganku. Aku memang melahirkannya namun setelah bercerai aku sama sekali tak pernah bisa menemuinya." Ucap Linda lagi.


"Kau sudah disini, kau bisa menyentuhnya kapanpun kau mau." Sahut Aleana.


"Satu keinginanku sebelum mati, aku ingin mendengar Farrel memanggilku ibu." Ucap Linda.


"Dia akan memanggilmu seperti itu sampai kapanpun karena kau memang ibunya, Linda." Sahut Aleana lagi.


Saat sedang bicara bersama Aleana, tanpa sengaja Linda melirik Farrel yang berdiri di ambang pintu.


"Farrel." Ucap Linda menatap pada putranya tersebut.


Farrel masih mematung disana sambil hanya menatap wanita yang ia ketahui adalah ibu yang telah melahrikannya ke dunia. Aleana bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Farrel.


"Sayang, kenapa kau berdiri saja? Ayo temui ibumu." Kata Aleana mengajak Farrel sambil menggandeng tangannya untuk mendekati Linda.


Farrel dan Linda saling menatap satu sama lain. Aleana kini tau bahwa sorot mata Farrel yang begitu teduh itu menurun dari Linda.


"Farrel." Ucap Linda ingin putranya itu menggapai tangannya yang lemah.

__ADS_1


"Apa kau yang melahirkanku?" Tanya Farrel.


"Iya, sayang." Ucap Linda seakan tak mampu menahan air matanya.


"Aku mengandungmu selama sembilan bulan dan melahirkanmu dirumah sakit." Ucap Linda lagi.


"Jadi kau mommy ku?" Tanya Farrel lagi.


"Iya!" Ucap Linda.


"Farrel, mau kah kau menyebutakan kata itu lagi untukku?" Pinta Linda.


"Mommy." Ucap Farrel lagi.


Linda menangis penuh hari karena keinginannya yang terakhir telah terkabulkan. Seakan tak ingin mengganggu waktu Linda bersama putranya itu, Aleana pun memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua menghabiskan waktu bersama di kamar tersebut.


Aleana memilih menghampiri Reyhan yang sedang duduk menyendiri di ruang kerjanya.


"Rey, apa kau sedang sibuk?" Tanya Aleana ketika ia berdiri di ambang pintu.


"Masuklah, sayang." Ucap Reyhan.


Aleana mendekati suaminya dan duduk di sebelahnya.


"Kau baru dari kamar Linda?" Tanya Reyhan.


"Ya! Kini Farrel sedang bersamanya." Sahut Aleana.


"Semoga Linda puas berada dekat dengan putranya." Sambung Aleana lagi.


"Iya, semoga saja." Sahut Reyhan.


Reyhan mengelus perut Aleana dengan lembut.


"Aku tak sabar ingin melihat wajah bayi kita." Ucap Reyhan.


"Aku juga! Kira-kira dia mirip siapa ya?" Sahut Aleana tersenyum.


"Mirip denganmu! Kau cantik, Ana." Ucap Reyhan kemudian memberikan ciuman hangat dibibir istrinya.


Ciuman itu terus berlanjut saat Reyhan hendak menyelipkan tangannya pada balik baju terusan yang Aleana kenakan.


"Hei, jangan lakukan itu! Apa kau tidak malu pada bayimu, hah? Walaupun dia masih di dalam rahimku tapi dia tau apa yang dilakukan oleh orang tuanya." Bisik Aleana.


"Masa sih? Hehehe." Ucap Reyhan terkekeh.


Saat Reyhan dan Aleana bermesraan di ruangan itu, tiba-tiba mereka mendengar pekikan Farrel yang memanggil mereka berdua. Sontak saja Reyhan dan Aleana buru-buru menghampiri putranya yang tampak panik sambil menangis.


"Ada apa, Farrel? Kenapa kau menangis?" Tanya Reyhan.


"Mommy....mommy...! Hiks...hiks...hiks..." Ucap Farrel begitu panik hingga tak mampu bicara dengan jelas.


"Rey, pasti ada sesuatu yang terjadi pada Linda." Kata Aleana.


Reyhan lantas berlari dan menghampiri mantan istrinya tersebut. Disana ia melihat dua orang perawat yang ia perintahkan untuk merawat Linda menampakkan raut wajah yang menyesal.


"Apa yang terjadi?" Tanya Reyhan.


"Maaf, tuan! Nyonya Linda sudah tiada." Ucapnya.


Aleana yang baru saja tiba di ruangan itu langsung kaget mengetahui bahwa Linda telah meninggal dunia karena penyakit yang di deritanya. Reyhan menghela nafas panjang dan menundukkan wajahanya. Ia tampak bersedih atas kematian ibu dari putranya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2