MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Memperbaiki Hubungan


__ADS_3

Gustaf begitu terkejut akan perlakuan Merry terhadap Aleana. Ia benar-benar tidak mengetahui bahwa istrinya dapat melakukan hal tersebut.


"Kurang ajar! Aku sedang berupaya untuk memperbaiki hubungan bersama Rey, tapi dia malah membuatnya bertambah rumit!" Gerutu Gustaf dalam hatinya lantaran kesal kepada Merry.


"Papa akan bicara pada mamamu nanti untuk tidak mengganggu istrimu!" Kata Gustaf pada Reyhan.


Reyhan hanya diam saja enggan untuk menanggapi perkataan ayahnya itu.


"Rey, papa kesini ingin mengundang kalian untuk makan malam bersama dirumah! Hampir setahun kau tidak pernah datang walau sekedar untuk makan bersama kami dirumah." Kata Gustaf.


"Aku gak bisa, pa! Aku gak ingin melihat istri serta putraku merasa gak nyaman karena mama." Sahut Reyhan menolak.


"Papa tau sendiri kan bagaimana hubungan kelurga kita! Dari aku kecil keluarga kita gak pernah harmonis." Sambung Reyhan.


"Maka dari itu kita perbaiki semuanya! Papa sadar bahwa papa tidak pernah memberikan waktuku padamu sejak kau kecil, karena aku terus saja sibuk bekerja. Hubungan keluarga kita memang kacau! Kau memiliki orang tua yang sering bertengkar dirumah. Maafkan papa, nak!" Ucap Gustaf merasa menyesal pada Reyhan.


"Sudah lah, pa! Untuk saat ini aku gak melarang papa mendekati putraku karena bagaimanapun juga dia adalah cucu papa. Tapi aku gak akan biarkan siapapun menyakiti putra juga istriku." Sahut Reyhan.


"Papa bermain lah dengan Farrel, aku akan ke ruangan kerjaku! Ada beberapa pekerjaan yang ingin aku selesaikan." Sambung Reyhan lagi sembari melangkah pergi meninggalkan ayahnya yang sedang duduk bersama Farrel di ruang tamu itu.


Tidak ada yang bisa dikatakan lagi oleh Gustaf untuk membujuk putranya agar mau memperbaiki hubungan mereka. Gustaf sendiri begitu mengerti apa yang menyebabkan Reyhan bisa bersikap dingin kepadanya.


"Grandad, mau ketemu sama mommy?" Ucap Farrel begitu antusias ingin mempertemukan ibu barunya kepada Gustaf.


"Iya, nak! Dimana mommy-mu?" Tanya Gustaf.


"Ayo ikut denganku! Aku tau mommy berada dimana!" Seru Farrel menarik kakeknya untuk ikut bersamanya mencari keberadaan Aleana dirumah mewah tersebut.


Farrel membawa Gustaf ke ha lama belakang dimana Aleana sedang melihat-lihat bunga-bunga yang ditanya serta dirawat dengan baik disana.


"Itu mommy!" Seru Farrel berlari menghampiri Aleana.


Aleana pun menoleh dan membuka kedua tangannya untuk segera memeluk putra tirinya itu.


"Sayang, jangan lari-lari nanti kau jatuh!" Kata Aleana terlalu khawatir pada Farrel.


"Mommy, grandad ingin bertemu mommy!" Ucap Farrel membuat Aleana menoleh pada Gustaf yang sedang melangkah untuk menghampirinya.


Aleana menatap sosok ayah mertuanya itu yang berjalan persis seperti suaminya. Namun Aleana juga merasa sedikit gusar karena raut wajah Gustaf tampak begitu datar dan dingin.


"Mau apa dia menemui ku? Apa dia ingin menghina ku seperti yang dilakukan oleh istrinya padaku?" Gumam Aleana dalam hatinya sembari terus menatap Gustaf.

__ADS_1


Gustaf pun menghampirinya dan sudah berdiri di hadapannya, namun Aleana masih menatap bingung serta tak menyapanya sama sekali.


"Eehhemm! Apa begini cara seorang menantu terhadap papa mertuanya?" Ucap Gustaf menyindir Aleana.


"Heemm? Papa?" Ucap Aleana bingung.


"Iya! Kau menantuku kan? Jadi kau harus memanggilku papa sama seperti Rey!" Sahut Gustaf.


"Apa kau merestui pernikahan kami?" Tanya Aleana lagi dengan wajah bengongnya terus menatap Gustaf.


"Tentu saja! Aku lihat kau begitu baik pada Reyhan dan juga cucuku!" Sahut Gustaf.


"Kau tidak menghinaku karena aku matre seperti istrimu yang pernah menghina ku serta keluargaku?" Tanya Aleana lagi.


"Aaah, maafkan sikap istriku itu! Dia memang sedikit menyebalkan!" Ucap Gustaf sembari menghela nafas panjang.


"Aku akan meminta maaf secara langsung dengan kedua orang tuamu nanti! Mungkin aku akan mengundang mereka untuk makan malam bersama dirumahku." Ucap Gustaf lagi.


"Jangan!" Seru Aleana.


"Eh, kenapa?" Tanya Gustaf bingung.


"Kedua orang tuaku masih kesal karena penghinaan dari nenek sihir itu!" Kata Aleana menjuluki ibu mertuanya sebagai nenek sihir.


"Iya! Karena dia menyebalkan jadi aku juluki saja dia sebagai nenek sihir!" Seru Aleana.


"Hahaha." Gustaf tertawa mendengar istrinya dijuluki seperti itu oleh Aleana.


Aleana dan Farrel bengong menatap Gustaf yang terus tertawa dihadapan mereka.


"Mommy, kenapa dia tertawa?" Bisik Farrel pada Aleana sembari melirik Gustaf.


"Mommy juga bingung!" Sahut Aleana ikut berbisik.


Gustaf mendengar bisik-bisikan keduanya.


"Mungkin grandad lagi error otaknya!" Sambung Aleana lagi.


"Error itu apa?" Tanya Farrel.


"Eeemm, mungkin dia terlalu banyak berpikir sehingga otaknya rusak!" Sahut Aleana menjelaskan.

__ADS_1


"Hei...hei...hei, kedengaran orangnya woiii!!!" Pekik Gustaf sewot.


Reyhan mengintip dari celah gorden ruang kerjanya melihat Gustaf duduk bersama Aleana serta Farrel di halaman belakang itu. Mereka terlihat sedang ngobrol santai dan juga akrab. Jauh di dalam lubuk hatinya, Reyhan juga menginginkan hubungan antara dirinya dan kedua orang tuanya segera membaik, namun sikap sang ibu yang selalu mengaturnya membuat Reyhan urung melakukan hal tersebut.


 


 


***


Gustaf memangku cucunya sambil ngobrol bersama dengan menantunya tersebut. Mereka saling bicara perihal kehidupan masing-masing untuk saling mengenal satu sama lain.


"Jadi begitulah hubungan kami yang sebenarnya! Untuk saat ini papa ingin sekali memperbaiki hubungan diantara kami, tapi nampaknya Rey masih enggan mendekatkan dirinya kepada kami." Kata Gustaf.


"Ya, aku mengerti maksud papa! Tapi kita juga gak bisa memaksakan Rey begitu saja." Sahut Aleana.


"Ana, bolehkan aku minta sesuatu darimu?" Tanya Gustaf.


"Apa?" Tanya Aleana.


"Bantulah Rey untuk membuatnya dekat pada kami!" Pinta Gustaf seakan memohon pada menantunya itu.


"Tapi bagaimana aku bisa melakukannya, mamang Rey bahkan tidak menyukaiku!" Kata Aleana.


"Kau jangan khawatir mengenai hal itu, aku akan bicara padanya nanti!" Kata Gustaf.


"Tapi...


"Ana, dari ucapan Rey tadi mengenai dirimu sepertinya dia begitu mencintaimu! Aku yakin dia pasti akan menuruti semua perkataanmu dan melakukan apapun yang kau minta darinya. Jadi bujuklah dia agar mau mendekatkan dirinya pada kami. Aku mohon padamu." Pinta Gustaf lagi memohon pada Aleana.


"Eeemm, baiklah! Aku akan coba." Sahut Aleana.


"Tadi aku sudah mengatakan pada Rey bahwa aku mengundangnya makan malam bersama dikediamanku! Aku ingi kau membujuknya untuk datang bersama kalian! Aku juga akan mengundang kedua orang tuamu ikut serta dalam makan malam itu sekalian aku akan meminta maaf pada mereka atas sikap istriku!" Kata Gustaf.


"Bagaimana dengan....


"Kau tenang saja! Aku akan coba bicara pada istriku agar mau menerima hubungan ini! Aku akan melakukan apa saja untuk menjalin hubungan ini menjadi lebih baik dari sebelumnya." Kata Gustaf lagi.


"Baiklah! Mudah-mudahan aku bisa membujuk Rey untuk datang nanti." Sahut Aleana.


\~\~\~\~\~

__ADS_1


Hai, aku cuma bilang otak aku rada error dikit jadi untuk novel Paris In Love aku ganti lagi judul dan covernya dengan alasan judul tersebut banyak yang pakek. Singkat cerita, aku ganti judulnya menjadi " AN INTROVERT FIRST LOVE"


Harap maklum dengan author somplak ini. Wkwkwkwwk


__ADS_2