MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Kehadiran Linda


__ADS_3

Setelah menghadapi kenyataan bahwa dirinya mengidap penyakit yang menjadi momok mematikan dan menakuti banyak wanita, membuat Linda semakin tak rela bila Reyhan hidup bahagia bersama wanita lain, apalagi dia mengetahui bahwa Aleana tengah hamil.


"Aku gak akan membiarkan mereka hidup bahagia, sementara aku terpuruk dengan penyakit ini!" Ucap Linda dalam hatinya.


"Aku akan berusaha untuk mendekati putraku dan membujuknya agar Reyhan mau menerimaku kembali seperti dulu. Aku tau Reyhan akan mengabulkan permintaan apa saja yang diinginkan oleh Farrel." Ucapnya lagi berencana untuk menemui Farrel dan melancarkan niatnya tersebut.


Reyhan dan Aleana pun tiba dirumah mereka setelah kembali dari klinik. Mereka lantas disambut ceria oleh Farrel yang berlari menghampiri mereka.


"Mommy...daddy!" Seru Farrel memeluk keduanya.


"Hai sayang! Apa yang kau lakukan semenjak kami pergi tadi?" Tanya Aleana pada bocah lima tahun itu.


"Aku bermain sambil mewarnai dengan pengasuhku!" Sahut Farrel.


"Farrel, kami ada hadiah untukmu!" Seru Reyhan sembari berjongkok di hadapan putranya itu.


"Hadiah! Aku mau hadiah!" Seru Farrel kegirangan.


"Tutup matamu dulu, sayang!" Ucap Aleana.


Farrel pun memejamkan kedua matanya sambil menunggu hadiah yang akan diberikan pada kedua orang taunya itu. Reyhan membuka kedua tangan putranya tersebut sementara Aleana meletakkan gambar hasil USG tersebut tepat diatas telapak tangan Farrel.


"Sekarang kau boleh membuka matamu." Ucap Reyhan pada putranya itu.


Farrel membuka kedua matanya dan melihat sehelai foto yang membuatnya bingung.


"Ini apa?" Tanya Farrel.


"Ini hadiahmu." Sahut Aleana.


"Ini gambar?" Tanya Farrel lagi dengan raut wajahnya yang tampak begitu bingung.


"Iya, ini gambar adikmu." Ucap Reyhan sembari tersenyum lebar pada Farrel.


"Heemm? Adik? Maksud daddy?" Tanya Farrel lagi.


"Itu gambar adikmu yang masih ada di dalam perut mommy." Sahut Reyhan.


"Wah, mommy apa benar aku akan punya adik?" Tanya Farrel terlihat begitu antusias.

__ADS_1


"Iya, sayang! Sebentar lagi mommy akan melahirkan adik bayi untukmu!" Sahut Aleana.


"Horreee, aku akan punya adik!!!" Seru Farrel berlarian kesana kemari sembari membawa gambar hasi USG itu di tangannya. Ia seakan ingin memberitahukan semua pelayan bahwa ia akan segera memiliki seorang adik.


"Lihatlah, Ana! Dia sangat senang begitu tau kau akan memberikannya seorang adik." Kata Reyhan sembari merangkul istrinya itu.


"Ya, kau benar!" Sahut Aleana.


Lalu tiba-tiba Reyhan berlari masuk ke dalam kamar mandi dan muntah-muntah di dalam sana.


"Rey, kau muntah lagi?" Tanya Aleana untuk memastikan kondisi suaminya .


"Aku tidak apa-apa sayang!" Sahut Reyhan kemudian kembali muntah-muntah karena mengalami ngidam disaat istrinya sedang hamil.


"Haaaah, aku jadi kasihan padanya! Aku yang hamil, malah dia yang muntah-muntah." Gumam Aleana sambil menunggu Reyhan di depan pintu kamar mandi itu.


Beberapa saat kemudian ketika Aleana sedang menemani suaminya yang sedang beristirahat di kamar mereka, tiba-tiba saja mendengar suara teriakan seorang wanita dari lantai bawah.


"Eh, siapa itu?" Gumam Aleana penasaran.


Reyhan yang begitu tanda akan suara wanita tersebut, lantas turun dari ranjang dengan wajah yang terlihat marah.


"Sayang, kau mau kemana?" Tanya Aleana, namun Reyhan tak menjawabnya dan langsung keluar dari kamar itu.


"Ada apa? Siapa yang berteriak itu?" Gumam Aleana lagi sambil ikut menuruni anak tangga tersebut.


 


 


***


Di lantai bawah tampak seorang wanita yang berdandan anggun juga memiliki paras yang cantik. Aleana menatapnya dengan perasaan yang bingung, karena ia tak pernah mengenal sosok Linda yang datang sambil berteriak-teriak untuk menemui putranya, Farrel.


"Mau apa lagi kau datang kesini, hah?" Teriak Reyhan menghampiri Linda dengan tatapan marah.


"Aku ingin bertemu dengan putraku, Rey!" Sahut Linda seakan berani menantang Reyhan.


Aleana begitu terkejut mengetahui bahwa wanita cantik itu adalah ibu kandung Farrel yang tak lain adalah mantan istri Reyhan.

__ADS_1


"Pergi kau dari sini! Keberadaanmu tidak diharapkan lagi dirumah ini!" Teriak Reyhan mengusirnya.


Linda tak perduli bahwa Reyhan mengusirnya dari rumah itu, ia terus berteriak-teriak memanggil Farrel untuk menemuinya.


"Farrel! Ini mommy, sayang! Mommy datang, nak!" Teriak Linda memanggil putranya.


Bocah lima tahun itu sedari tadi menatap wajah Linda dari celah pintu ruang keluarga berhadapan langsung dengan pintu utama. Ia melihat serta mendengar pertikaian apa yang terjadi diantara Reyhan dan Linda saat itu.


"Hentikan teriakanmu itu, Linda! Kau tidak akan pernah bertemu dengan Farrel tanpa seizinku!" Teriak Reyhan merasa begitu kesal pada wanita yang ia ceraikan 5 tahun lalu.


"Kau gak berhak melarangku, Rey! Aku ibu kandungnya! Aku yang melahirkannya ke dunia ini. Farrel berhak tau kalau aku adalah ibu kandungnya." Ucap Linda bersikeras untuk bertemu dengan putranya.


Reyhan menjadi gelap mata dan langsung mencekik leher Linda dengan kuat. Aleana yang melihat akan hal itu sangat terkejut bahwa Reyhan memiliki sikap yang begitu kejam dibalik sikap konyolnya yang ia tampakkan setiap hari kepadanya.


"Aku tidak akan membiarkan wanita busuk sepertimu menjadi ibu dari putraku! Aku tak ingin Farrel tau bahwa kau adalah ibu kandungnya!" Ucap Reyhan begitu bengis sembari mencekik leher Linda dengan kuat.


Tak ingin Reyhan mengotori tangannya jika membunuh Linda dirumah itu karena kesal, Aleana pun menghampiri suaminya itu untuk menghentikan perbuatannya kepada Linda.


"Rey, lepaskan dia! Dia bisa mati!" Ucap Aleana sibuk membujuk Reyhan agar melepaskan cekikannya pada leher Linda.


"Rey, aku mohon hentikan itu! Kau akan membunuhnya!" Ucap Aleana lagi merasa sangat panik sambil menatap wajah Linda yang tampak begitu susah untuk bernafas.


"Rey, aku sedang hamil! Aku tak ingin melahirkan bayi kita tanpa adanya kau karena kau di penjara bila membunuhnya. Rey aku mohon!" Ucap Aleana berhasil membuat Reyhan perbuatannya tersebut. Reyhan menghempaskan tubuh Linda ke lantai dengan kasar, sementara Linda terbatuk-batuk sambil mengatur nafasnya setelah dicekik Reyhan.


"Penjaga! Tendang wanita ini keluar dari rumahku dan jangan biarkan dia masuk lagi kerumahku ini!" Teriak Reyhan kesal.


"Baik, tuan!" Sahut para penjaga rumahnya.


Linda pun langsung diseret oleh para penjaga setelah Reyhan menyuruh mereka untuk mengusirnya. Lalu Reyhan berbalik hendak kembali masuk ke dalam ruang kamarnya, namun tanpa sengaja Reyhan melihat Farrel berdiri di balik pintu ruang keluarga dan melihatnya dengan tatapan ketakutan.


"Farrel! Kau sedang apa disana? Ayo kesini!" Ucap Reyhan pada putranya itu.


Bukannya menghampiri sang ayah, Farrel malah berlari ketakutan masuk ke dalam kamarnya. Aleana dan Reyhan menghela nafas panjang melihat sikap putranya itu.


"Dia pasti melihatnya, Rey!" Kata Aleana.


"Iya, kau benar!" Sahut Reyhan.


"Sial! Kenapa dia harus datang lagi kerumah ini?" Umpat Reyhan kesal.

__ADS_1


'Rey, coba tenangkan dirimu! Farrel bisa melihat semua yang kau lakukan dirumah ini. Kau hanya akan membuatnya takut padamu. Dia masih kecil." Kata Aleana mencoba untuk menangkan suaminya.


"Rasanya aku ingin sekali dia mati agar dia tidak menimbulkan masalah untukku dan juga Farrel!" Ucap Reyhan begitu kesal pada mantan istrinya tersebut.


__ADS_2