MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Merasa Iba


__ADS_3

Aleana masih menemani suaminya yang terlihat mencari kenyamanan dari dirinya di tempat peraduana mereka. Wanita yang tengah hamil itu pun teringat pada putra tirinya yang tampak ketakutan setelah melihat apa yang Reyhan lakukan kepada Linda.


"Rey.."


"Jangan membahas wanita gak tau diuntung itu lagi, Ana! Aku gak ingin membahasnya." Seru Reyhan menghentikan Aleana bicara.


"Eeem, aku akan menemui Farrel dulu!" Kata Aleana seraya turun dari atas ranjang itu dan melangkah keluar kamar.


Reyhan berdecak kesal karena ia tau bahwa Aleana sedikit merasa kecewa karena ia tak mengizinkannya untuk bicara mengenai Linda.


"Kenapa dia datang lagi dalam kehidupanku disaat aku sedang merasakan kebahagiaan bersama Ana dan juga Farrel? Aku ingin sekali melenyapkannya dari dunia ini agar dia gak bisa lagi terus-terus menanggu keluargaku! Aku menyesal pernah mencintai dia." Gerutu Reyhan dalam hatinya teramat kesal kepada mantan istrnya yang sedang mencari masalah kepadanya.


Aleana membuka pintu kamar putra tirinya dan melihatnya sedang duduk sambil cemberut. Pengasuhnya bahkan sudah bersusah payah untuk membujuknya agar mau bermain bersamanya, namun Farrel tetap saja enggan bicara apapun.


"Pergilah." Bisik Aleana pada pengasuh Farrel.


Aleana duduk di sebelah Farrel dan ingin membujuknya.


"Sayang..."


"Aku gak mau bicara!" Ucap Farrel ketus.


"Kenapa sayang? Apa mommy berbuat kesalahan?" Tanya Aleana.


"Pokonya aku gak mau bicara!" Ucap Farrel lagi bersikeras tak mau bicara apapun pada Aleana.


"Ya sudahlah kalau begitu, mommy gak akan mengganggumu lagi karena kau gak mau bicara dengan mommy! Itu sama saja bahwa kau gak mau bicara dengan adikmu ini." Ucap Aleana sembari mengelus perutnya.


Farrel melirik tangan ibu tirinya itu dan merasa tak enak hati bila membuat adiknya sedih walaupun masih berupa janin di dalam rahim.


"Mommy..." Ucap Farrel menarik ujung dress yang Aleana kenakan.


"Mommy, jangan pergi." Ucap Farrel lagi.


Aleana menatap wajah anak lima tahun itu dan merasa sangat kasihan padanya.


"Oh, Farrel!" Ucap Aleana langsung mendekapnya.


"Aku sungguh kasihan pada anak ini! Diusianya yang masih terlalu kecil dia melihat apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya." Gumam Aleana dalam hatinya.

__ADS_1


Aleana bahkan meneteskan air matanya karena tak tega pada anak tirinya itu.


"Mommy, apa benar wanita tadi itu adalah mommy ku?" Tanya Farrel saat masih berada di dalam dekapan Aleana.


"Iya, sayang! Dia ibu yang melahirkanmu." Sahut Aleana tak ingin membohongi anak lima tahun tersebut.


"Kenapa dia meninggalkan aku dan daddy?" Tanya Farrel lagi.


Aleana melepaskan dekapannya itu dan menatap wajah Farrel dengan seksama.


"Sayang, mommy gak tau apa yang terjadi pada kedua orang tuamu! Tapi mommy berharap kau tak mempertanyakan hal itu pada daddy. Kau tau sendiri kan bagaimana kondisinya sekarang?" Kata Aleana menasehatinya.


"Aku takut sama daddy! Daddy mencekik leher wanita itu." Kata Farrel seakan trauma melihat Reyhan melakukan tindakan kasar tersebut pada Linda.


"Jangan ingat hal yang buruk! Kau harus mengerti bahwa daddy mu adalah orang yang sangat baik dan mencintai kita, sayang! Bukankah selama ini kau selalu menerima cinta dan kasih sayang darinya setiap hari?" Ucap Aleana berupaya membuat Farrel mengerti mengenai kasih sayang Reyhan padanya.


"Tapi kenapa daddy mencekiknya?" Tanya Farrel.


"Daddy mu tidak sengaja melakukannya." Sahut Aleana.


"Mungkin jika kau sudah besar nanti kau akan mengerti apa yang sudah terjadi pada kedua orang tuamu." Sambung  Aleana.


"Eeemm, dia berada di kamar sedang beristirahat! Dia sedang ngidam." Bisik Aleana sembari tersenyum pada Farrel.


"Hihihi, mommy yang hamil tapi daddy yang ngidam!" Ucap Farrel terkekeh geli.


"Apa kau ingin melihatnya?" Tanya Aleana.


Farrel pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Aleana.


"Ayo kita ke kamar dan temani daddy!" Seru Aleana sembari menggenggam tangan Farrel dan melangkah bersamanya menuju kamar Reyhan.


 


 


 


***

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian, Reyhan dan Linda kembali bertemu secara tidak sengaja di salah satu rumah sakit yang ada di kota Canberra. Saat itu Reyhan sedang mengatar Aleana yang akan mengecek kandungannya secara rutin dengan dokter kandungan, sementara Linda tengah berjuang melawan penyakit yang ia derita di dalam tubuhnya.


Reyhan yang sedang merangkul istrinya itu bertatapan muka dengan Linda di lorong rumah sakit. Pria yang sudah menjalani hidup bahagianya dengan Aleana, menatap tajam kepada Linda yang tak lain adalah mantan istrinya.


"Heh, dunia seakan sempit bila aku bertemu kalian berdua disini!" Gerutu Linda kesal pada Reyhan dan Aleana.


"Benarkah? Jika itu yang kau rasakan, maka lebih baik kau pergi saja dari dunia yang sempit ini! Mungkin kau bisa menikmati kehidupanmu yang kekal di neraka sebagai ganjaran atas apa yang kau lakukan selama hidup di dunia." Sahut Reyhan dengan kata-kata yang begitu menyakitkan hati mantan istrinya itu.


Linda sangat kesal mendengar semua ucapan Reyhan yang ditujukan kepadanya sembari melirik perut Aleana yang tampak membesar diusia kehamilannya yang sudah 8 bulan. Reyhan tau bahwa Linda merasa jengkel karena Aleana sedang mengandung bayinya.


"Ngomong-ngomong kau sedang apa disini? Apa kau ingin memeriksakan diri ke dokter kandungan seperti istriku? Hahaha, itu gak mungkin ya karena kau kan gak memiliki suami." Kata Reyhan lagi menghina Linda.


Reyhan mendekati Linda serta berbisik padanya.


"Tapi kau memiliki seorang pria yang akan senang hati menghangatkan ranjangmu setia malam, karena kau wanita yang begitu menjijikkan, Linda!" Bisik Reyhan sembari menyunggingkan senyuman sinisnya.


"Hentikan Rey!!! Aku gak ingin mendengar penghinaanmu itu!!!" Teriak Linda seakan begitu frustasi dengan tekana yang Reyhan lakukan terhadapnya.


Reyhan dan Aleana tampak syok melihat bagaimana sikap Linda ketika mendengar penghinaan atas dirinya. Merasa tergerak hatinya, Aleana langsung mendekati Linda yang bersikap seperti orang yang kurang waras.


"Li...Linda, apa kau baik-baik saja?" Tanya Aleana.


"Pergi kalian!!! Pergi dari hadapanku!!!" Teriak Linda marah.


Reyhan tak ingin Linda menyakiti Aleana yang sedang mengandung buah cintanya. Ia langsung menarik Aleana untuk segera menjauh dari Linda.


"Ana, ayo kita pergi!" Kata Reyhan.


"Tapi Rey..."


"Aku gak perduli apa yang terjadi padanya!" Kata Reyhan lagi.


Reyhan lantas membawa Aleana pergi menjauh dari Linda yang seakan duduk terpuruk di tanah sambil menangis dan menutupi kedua telinganya.


Reyhan membawa Aleana masuk ke dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman untuk istrinya itu. Sementara Aleana masih menatap Linda dari kaca mobil.


"Rey, apa tidak mengapa kalau kita meninggalkan Linda begitu saja?" Tanya Aleana merasa iba kepada mantan istri suaminya itu.


"Kenapa? Kau ingin membantu wanita menjijikkan itu? Pergilah!" Ucap Reyhan kesal.

__ADS_1


Aleana tak bergeming ketika menatap wajah Reyhan penuh dengan kemurkaan setelah bertemu dengan Linda secara tidak sengaja.


__ADS_2