MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Jebakan Untuk Si Matre


__ADS_3

Reyhan telah siap mengenakan jas pengantin dan menunggu Aleana di ruang tengah sambil minum teh dan sedikit sarapan. Sementara Aleana masih sibuk menepis tangan para pelayan yang tengah mendandaninya.


"Hei, jangan terlalu tebal!!!" Pekik Aleana.


"Nyonya, gunakan lipstik berwarna merah ini pasti kau akan terlihat sangat cantik!" Seru pelayan itu.


"Kau pikir aku ini boneka badut pakai lipstik merah, hah?" Pekik Aleana.


Semua pelayan itu sibuk terus mendandaninya yang membuat kesabaran Aleana habis.


"KELUAR KALIAN SEMUA!!!" Teriak Aleana geram membuat para pelayan itu lari kocar-kacir keluar dari kamar utama.


Setelah semua pelayan itu kabur, Aleana menghapus make up yang ada di wajahnya sambil terus menggerutu kesal.


"Gila aja! Masa aku di dandani seperti ondel-ondel begini!" Gerutu Aleana sewot sembari menghapus makeup yang begitu tebal di wajahnya.


Lalu Aleana melirik jam yang berputar di dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Aleana mengambil sebilah roti yang telah di sediakan untuknya di samping meja rias. Ia teringat pada pria menyebalkan yang telah membuatnya tak tidur semalaman.


"Haaah, yang benar saja hari ini adalah hari pernikahanku? Lagipula aku baru saja mengenalnya kemarin! Tidak mungkin aku akan menikah dengan pria yang baru saja aku kenal sehari, walaupun dia tampan dan kaya raya!" Gumam Aleana dalam hatinya.


"Aku harus cari cara agar pernikahan ini tidak berlangsung." Gumamnya lagi.


"Walaupun aku matre tapi bukan berarti aku mudah untuk ditaklukan oleh pria manapun." Gumam Aleana lagi sembari mondar-mandir mencari cara agar tidak menikahi Reyhan.


Two Hour Lateeeerrr....


"Aaakkhhh, kenapa otakku seakan buntu? Apa karena semalaman aku tidak tidur?" Pekik Aleana frustasi.


Aleana pun terus mondar-mandir untuk mencari cara agar tidak jadi menikahi si duren sawit. Tak lama kemudian, ia mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Nyonya, apa kau sudah selesai berdandan? Tuan Reyhan menyuruhmu untuk segera turun." Ucap salah seorang pelayan dari luar kamar.


"Katakan pada tuanmu itu, aku tidak akan menikahinya!" Pekik Aleana kesal.


Pelayan itu pun turun ke lantai bawah dan menemui Reyhan. Lalu ia menyampaikan apa yang dikatakan oleh Aleana. Reyhan pun geram mendengar apa yang disampaikan oleh pelayan itu. Ia naik ke lantai atas dan menggedor pintu kamar utama yang telah di kunci dari dalam oleh Aleana.


"Aleana! Cepat buka pintunya!" Teriak Reyhan.


"Aku tidak mau!" Sahut Aleana.

__ADS_1


"Kita sudah membuat perjanjian bahwa kau akan menjadi mommy untuk putraku! Lalu kenapa kau menolak pernikahan ini?" Teriak Reyhan sembari terus menggedor pintu itu.


"Aku pikir waktu itu kita hanya sepakat untukku menjadi mommy bohongan saja bagi putramu bukan malah menjadi istrimu! Aku tidak mau menikahi pria yang baru saja aku kenal!" Sahut Aleana berkeras.


Reyhan berpikir sejenak di luar pintu untuk mencari cara agar Aleana mau keluar dari kamar itu. Reyhan turun ke lantai bawah kembali dan menemui Defras serta Eugene yang sedang menantinya.


"Ada apa? Kenapa pengantin wanitanya terlambat?" Tanya Defras.


"Dia tiba-tiba saja tidak mau menikah denganku!" Sahut Reyhan.


"Lantas bagaimana ini?" Tanya Defras bingung.


"Sebentar, aku punya cara untuk membuatnya keluar dari kamar itu dan membawanya ke lokasi pesta pernikahan." Kata Reyhan.


"Eugene, ambil uang ini dan susun secara berderet di mulai dari pintu kamar hingga pintu mobil pengantin! Lalu biarkan pintu mobil terbuka lebar. Pancing dia keluar dengan lembaran-lembaran uang ini." Kata Reyhan mengeluarkan segepok uang dan memberikannya pada Eugene.


"Baik tuan! Aku tau maksudmu. Hehehe." Sahut Eugene terkekeh licik.


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Defras.


"Aku sangat tau watak dari wanita matre itu! Hehehe." Sahut Reyhan.


"Heh, sebagai pancingannya aku akan masukkan selembar uang ini ke dalam kamar melalui celah bawah pintu. Hehehe." Gumam Eugene dalam hatinya.


Eugene pun menyelipkan selembar uang itu dari bawah celah pintu. Lalu ia pergi menjauh agar Aleana tak melihat keberadaannya disana.


Aleana yang memang jelas-jelas wanita matre bermartabat, melirik selembar uang di dekat pintu.


"Wah, duit!!!" Seru Aleana berbinar-binar melihat uang tersebut.


Lantas Aleana pun meraih uang itu dan berpikir keras.


"Kenapa tiba-tiba saja ada uang dari celah bawah pintu?" Gumam Aleana berpikir dalam benaknya.


Lalu tanpa ragu Aleana pun membuka pintu tersebut dan melihat begitu banyak uang berjejer di lantai.


"Wah, banyak sekali!!!" Seru Aleana lagi.


Aleana pun tanpa ragu memungut selembar demi selembar uang yang disusun untuk menjebak dirinya agar keluar dari kamar. Ketika melihat Aleana telah menuruni anak tangga untuk memungut uang tersebut, dengan sigap Eugene mengunci pintu kamar utama dan menyimpan kuncinya agar Aleana tak bisa masuk ke dalam kamar itu lagi.

__ADS_1


Reyhan dan Defras yang bersembunyi di balik pintu mobil melihat Aleana tengah sibuk memunguti lembaran uang itu hingga sampai mendekati mobil yang telah disiapkan untuk membawa calon penganti.


"Berhasil!!!" Seru Reyhan.


"Matre banget, nnnjjiirr!!!" Seru Defras.


Aleana yang tidak perduli apapun terus memunguti lembaran uang tersebut hingga mendekati pintu mobil yang terbuka itu. Lalu ia melirik setumpuk uang yang ada di dalam mobil.


"Wah, setumpuk uang!!!" Seru Aleana hendak masuk ke dalam mobil itu.


"Sekarang!!!" Seru Reyhan sembari menendang bokong Aleana hingga Aleana masuk ke dalam mobil, lalu Reyhan pun ikut masuk.


"Defras, bawa mobilnya!!!" Seru Reyhan lagi.


"Oke!" Sahut Defras dengan sigap masuk ke dalam mobil dan tancap gas.


Aleana kaget melihat Reyhan yang ternyata telah memasang perangkap untuknya.


"Kau menjebakku!!!" Pekik Aleana.


"Hehehe, aku jauh lebih pintar darimu, cewek matre!" Sahut Reyhan sembari mencolek dagu Aleana.


"Turunkan aku!!! Aku tidak mau menikah dengan pria menyebalkan sepertimu!!!" Teriak Aleana.


"Diam!!!" Bentak Reyhan membuat Aleana terdiam seketika.


Lalu Reyhan menatap mata Aleana berkaca-kaca hendak menangis.


"Hhuuuwwwaaaa....hiks..hiks...hiks...!!!" Jerit Aleana menangis histeris.


"Hei, kenapa kau malah menangis? Aku tidak melakukan apapun padamu!" Tanya Reyhan panik.


"Kau membentakku! Hiks...hiks...hiks..." Sahut Aleana terus menangis.


"Hanya membentak, kan tidak terasa sakit!" Ucpa Reyhan.


"Di bentak itu memang tidak menyakiti fisikku, namun psikisku! Huuuwwaaaa...." Sahut Aleana.


"Huh, sudah matre cengeng pula!!! Sepertinya aku yang akan menderita jika menikahi wanita seperti dia." Gerutu Reyhan dalam hatinya.

__ADS_1


Defras hanya terkekeh geli melihat penderitaan sepupunya yang akan menikahi seorang wanita yang baru ia kenal hanya demi kebahagiaan putranya.


__ADS_2