MENIKAHI DUREN SAWIT

MENIKAHI DUREN SAWIT
Mana Aku Tau???


__ADS_3

Reyhan mendudukkan Aleana yang tampak ketakutan setelah mengetahui bahwa dia adalah incaran dari pria-pria berbadan tegap yang masuk ke dalam toko kuenya itu. Reyhan merasa penasaran kenapa mereka mengincar istrinya.


"Aleana, apa kau memiliki musuh?" Tanya Reyhan.


"Ti...tidak!" Sahutnya.


"Apa kau yakin?" Tanya Reyhan lagi.


"Tentu saja aku yakin! Aku ini manusia baik hati, ramah dan tidak sombong! Pandai menjahit dan juga....


"Ssssttt!!! Kenapa kau bicara terus seperti ini, hah?" Ujar Reyhan.


"Apa kau tidak lihat? Aku sedang ketakutan!" Pekik Aleana.


"Iya, aku tau! Makanya aku tanya apakah kau punya musuh?" Sahut Reyhan.


"Sudah aku katakan aku tidak merasa memiliki musuh!" Sahut Aleana.


"Lantas kenapa mereka ingin menghabisimu?" Tanya Reyhan lagi.


"Mana aku tau???" Sahut Aleana.


"Aku sangat penasaran jadinya! Lebih baik aku menyewa orang untuk mencari tau siapa mereka dan siapa dalang dibalik ini semua." Gumam Reyhan dalam hatinya.


"Rey, apa mungkin mereka itu musuhmu dan ingin mencelakai aku karena aku adalah istrimu?" Tanya Aleana.


"Sembarangan saja kalau bicara! Walaupun aku pebisnis yang memiliki banyak saingan, namun aku tak memiliki musuh karena selama ini aku berbisnis secara legal dan bersaing secara sehat dengan pebisnis-pebisnis lainnya." Sahut Reyhan.


"Jadi kenapa mereka ingin membunuhku???" Ucap Aleana frustasi.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan! Aku akan cari tau masalah ini nanti. Jadi untuk dalam waktu dekat ini kau jangan keluar dari rumah! Apa kau mengerti?" Kata Reyhan.


"Lantas bagaimana dengan toko kue milikku?" Tanya Aleana.


"Aku akan menyuruh orang untuk menanganinya." Sahut Reyhan.


Aleana tertegun melihat Reyhan begitu perhatian padanya. Sebuah senyuman pun tersungging di bibir manisnya.


"Rey, ternyata selain kau pria yang kaya raya, kau juga perhatian ya!" Seru Aleana memuji suaminya itu.


"Oh, come on! Jangan terlalu mencintai pria sepertimu! Nanti aku bisa khilaf!" Sahu Reyhan dengan tingkah konyolnya yang membuat Aleana berdengus kesal sembari menatapnya.


"Huh, dasar pria aneh! Pantang di puji dia langsung besar kepala!" Gerutu Aleana dalam hatinya.


Lalu Reyhan mendekati Aleana sembari menyenggol bahunya.

__ADS_1


"Woi, Aleana! Kau sudah jatuh cinta belum padaku?" Tanya Reyhan dengan senyuman nakalnya.


"Biasa aja tuh!" Sahut Aleana santai yang membuat Reyhan seketika jengkel padanya.


"Lalu kapan kau akan jatuh cinta padaku, hah?" Pekik Reyhan kesal.


"Oh, apakah kau ingin pernikahan kita ini memiliki perasaan cinta? Aku pikir...


"Jangan terlalu banyak berpikir, Aleana! Jika dalam sebulan ini kau tidak mencintaiku, maka aku akan mencabut rambutmu hingga botak!" Ancam Reyhan.


"Iihhh, apaan sih! Dasar pria aneh! Mana bisa cinta dipaksakan!" Gerutu Aleana.


"Bisa!!!" Pekik Reyhan memaksa.


"Tau, ah! Aku mau mandi." Ucap Aleana sembari bangkit dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Reyhan masih kesal karena Aleana masih belum merasakan jatuh cinta pada dirinya, sedangkan dia secara diam-diam menggilai wanita tersebut.


"Uuuggghh, aku akan membuatnya segera jatuh cinta padaku agar dia tidak berpaling pada pria lain dan pergi meninggalkan aku juga putraku seperti apa yang dilakukan Linda dulu." Gumam Reyhan dalam hatinya.


Reyhan mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.


"Hehehe, dia sedang mandi! Menurutku lebih baik aku ikut nimbrung di dalam sana." Gumam Reyhan lagi sembari melucuti semua pakaian yang ia kenakan dan akan segera masuk ke dalam kamar mandir itu untuk mengganggu Aleana.


 


***


"Apa kau yakin mereka anak buah Bram?" Tanya Reyhan sekali lagi pada orang sewaannya itu untuk meyakinkan dirinya.


"Benar tuan! Saya yakin bahwa orang-orang tersebut adalah anak buah tuan Bram." Sahutnya.


"Tapi selama ini aku tidak pernah memiliki urusan apapun dengannya, apalagi jika kami bermusuhan sepetinya itu sangat mustahil dia menginginkan kematian istriku!" Kata Reyhan bingung.


"Tuan, sebenarnya tanpa sepengetahuan anda, saya menyelidiki tuan Bram yang memiliki hubungan khusus dengan mantan istri anda." Katanya lagi.


"Apa? Maksudmu Linda?" Tanya Reyhan terkejut.


"Iya, tuan!" Sahutnya.


"Apa mereka menjalin hubungan asmara?" Tanya Reyhan.


"Iya, tuan! Beberapa kali aku melihat mereka masuk ke dalam hotel bersama." Sahutnya lagi.


"Lantas apa hubungannya dengan istriku? Linda hanyalah mantan istriku saja bahkan jika dia memiliki hubungan dengan pria manapun aku tak perduli! Tapi yang jadi pertanyaanku adalah kenapa Bram ingin membunuh istriku?" Ucap Reyhan bingung.


Orang sewaannya itu pun tak bisa menjawab lagi akan pertanyaan yang ia lontarkan barusan. Namun ketika Reyhan berpikir sejenak dan mengingat kembali bagaimana Linda terus saja berupaya untuk menggodanya kembali, Reyhan semakin mengerti.

__ADS_1


"Tunggu! Apa jangan-jangan Linda ingin menyingkirkan Aleana agar dia bisa kembali padaku?" Gumam Reyhan dalam hatinya.


"Sial!!!" Umpat Reyhan sembari menggebrak meja kerjanya.


Reyhan menarik laci mejanya dan mengambil amplop coklat yang berisikan sejumlah uang yang akan diberikan pada orang sewaannya itu.


"Ambil uang ini! Terus awasi gerak-gerik Bram dan juga anak buahnya. Aku akan membuatmu lebih dari itu jika kau mampu menghalangi mereka untuk mendekati istriku." Kata Reyhan.


"Baik, tuan!" Sahutnya kemudian berlalu dari ruang kerja Reyhan.


Reyhan tampak kesal setelah dia mengetahui siapa dalang sebenarnya yang menginginkan kematian Aleana.


"Aku akan menemui wanita itu!" Gerutu Reyhan sembari bangkit dari tempat duduknya dengan perasaan yang begitu geram terhadap Linda yang tak lain adalah mantan istrinya.


Reyhan tiba di salah satu apartemen mewah yang ada di kotanya. Ia masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai atas dimana letak apartemen milik mantan istrinya itu tinggal. Reyhan bahkan tak sabar ingin segera bertemu dengannya dan membahas masalah yang terjadi.


Linda yang baru saja selesai mandi, mendengar suara bel pintu apartemennya berbunyi. Ia segera melangkah ke depan pintu dan melihat Reyhan berdiri di luar pintu apartemennya itu.


"Itu Rey! Mau apa dia kesini? Apa dia sudah menyadari bahwa akulah yang wanita yang pantas untuknya?" Gumam Linda dalam hatinya.


"Kebetulan aku baru saja selesai mandi, tubuhku sangat wangi! Aku yakin dia pasti akan tergoda oleh wangi tubuhku ini." Gumamnya lagi.


Linda pun membuka pintu apartemennya itu dan melebarkan senyumnya pada Reyhan.


"Sayang, kau da...


Reyhan melangkah masuk dan segera mencekik batang leher Linda secara tiba-tiba. Linda terkejut sekaligus meronta karena tak mampu bernafas dengan benar.


"Kau ingin menyingkirkan Aleana, hah?" Ucap Reyhan dengan tatapan tajam dan cekikan yang semakin kuat.


Linda begitu terkejut ketika ia mendengar ucapan Reyhan yang tau bahwa ia ingin menyingkirkan Aleana.


"Kau pikir kau bisa menyingkirkannya dengan mudah, hah?" Ucap Reyhan lagi.


"Rey....uhuuk...to...long..." Ucap Linda terbata-bata karena tak bisa bernafas dengan sempurna akibat cekikan tangan Reyhan pada batang lehernya.


Reyhan melihat wajah Linda tampak pucat dan segera melepaskan cekikan tangannya dari leher Linda. Linda terkulai lemas dan jatuh ke lantai sambil terus mengatur nafasnya disertai batuk-batuk.


"Jangan pernah mengusik kebahagiaanku dan juga putraku! Jika kau bertekad untuk mengusiknya, maka kau lah yang akan aku singkirkan!" Ancam Reyhan pada mantan istrinya itu.


"Rey, apa kau lupa akulah yang melahirkan seorang putra untukmu!" Kata Linda.


"Kau pikir aku perduli, hah?" Sahut Reyhan.


"Kau buta melihat wanita yang baru saja kau nikahi itu, Rey! Apa kau pikir dia yang terbaik untukmu dan juga Farrel?" Ujar Linda.

__ADS_1


"Ada dia ataupun tidak, kau tetap tidak akan bisa kembali menjadi nyonya dirumahku! Apa kau mengerti, Linda? Jadi aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah mengusik kebahagiaanku, atau aku akan menyingkirkan dirimu! Kau tau kan aku begitu mudah untuk melakukan apapun dengan status dan juga kekayaan yang aku miliki!" Ucap Reyhan menatap tajam pada Linda.


Setelah puas memberikan pelajaran pada mantan istrinya itu, Reyhan segera angkat kaki dari apartemen tersebut. Sementara Linda hanya bisa berdecak kesal dan terus mengumpat akan kekesalan yang ia rasakan.


__ADS_2