MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 10.KESAL


__ADS_3

Dirga yang baru saja keluar dari dalam kamar Juleha tersenyum smrik karena hari ini dia mendapatkan kepu asan yang sangat besar di mana dia bisa menikmati dan merasakan indahnya suatu penyatuan.


"Ada untungnya juga Aku punya istri dia bisa membuat Aku Pu- as andai saja ini malam Aku akan menghabiskan sepanjang malam dan mereguk keindahan nya sesuka ku, " gumam Dirga bermonolog sendiri yang kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Kurang lebih tigapuluh menit Dirga melakukan ritual mandi kemudian menganti pakaian nya dengan baju yang bersih Wajah tampan Dirga semakin tampan dengan rambut basahnya.


Dirga berjalan menuju kamar Julaiha dan membuka pintu tanpa menggetuk pintu terlebih dahulu, Dirga sedikit terkejut ketika melihat dan mendegar isak tangis dari Julaiha terlebih melihat Julaiha masih duduk ditepi ranjang dan belum mandi.


"Hei, lehaa apa yang kamu lakukan hah, kau menangis jangan berulah seperti anak kecil saja, kamu itu sudah dewasa dan sudah cukup umur untuk melakukan hubungan suami istri ngapain menangis segala bukan kah kamu juga merasakan enak dan menikmati nya, kamu Jangan bersikap seperti seorang gadis yang habis diperkosa saja yang mengambil kesucian kamu itu bukan orang lain tapi suamimu sendiri kenapa pula harus menangis, cepat pergi mandi sana Setelah itu kita pergi, "ucap Dirga dengan lantang, "wajah Juleha yang menunduk kala itu mulai menghapus sisa-sisa air matanya dan tanpa bicara apapun juga langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Dirga yang melihat Julaiha berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan sedikit tertatih diam-diam Dirga tersenyum.


" Rupanya Aku hebat juga bisa membuat dia jalannya jadi kayak keong begitu " gumam Dirga dalam hati sambil tersenyum.


Julaiha yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi merasakan ada yang mengawasi segera menoleh kebelakang dan terlihat lah Dirga sedang menatapnya sambil tersenyum membuat Julaiha semakin kesal dan marah dengan sedikit memaksakan diri Julaiha melanggar dengan sedikit cepat meskipun sesekali suara ringisan itu keluar dari bibirnya.


"Kenapa dia menertawakan Aku, sungguh Aku sangat malu Aku bagaikan seorang gadis pela cur uur yang habis melayani seorang pembeli Oh Tuhan kenapa Nasibku jadi begini, dulu Aku berharap Aku akan dimanja dan disayang orang yang telah mendapatkan mahkota kesucianku tapi nyatanya Aku bagaikan gadis yang tidak berharga sama sekali dia memakai sepuasnyaa, tapi setelah menikmati dan mereguk madu indahnya, dia seolah olah tidak ingat siapa yang telah memberikan keindahan dan kenik matan itu, terbukti sikap nya masih sangat Arogan dan kasar bahkan mau menang sendiri dasar laki-laki brengsek, Andai bukan karena hutang sudah aku remukkan senjata yang kamu bangga kan itu biar tau rasa, tapi apalah dayaku Aku hanya gadis penebus hutang yang tidak memiliki hak apapun dan harus diam dan menggalah diperlakukan seperti apapun benar-benar dia cowok tidak berperasaan, "geram Julaiha.

__ADS_1


"Duuuzzzzz.... Auuuuwwwwh...! Julaiha yang geram dan kesal akan Nasibnya memukul keras dinding kamar mandi, akibatnya tangan halus Julaiha menjadi lecet dan kulit nya sedikit mengelupaas membuat Julaiha meringgis. menahan sakit.


Dirga yang menunggu di luar merasa sangat kesal karena sudah cukup lama Juleha belum juga keluar dari dalam kamar mandi untuk itu Dirga berteriak dari luar dengan suara yang cukup keras.


"Lehaaaa... cepat keluar mandi apaan sih lama sekali. "


"Iya, Mas sebentar, Mas, leha lupa membawa baju ganti bisa tolong ambilkan baju ganti untuk ku, "


"Apa? kau menyuruh ku mengambilkan baju ganti. '


" Iya, tolong Mas biar leha bisa cepat keluar, "


Julaiha yang mendengar perkataan kasar dari Suaminya hanya bisa menelan ludah, sungguh sakit hati Julaiha mendengar perkataan dari Suaminya dan mulai sekarang dia harus memahami dan harus sadar jika dirinya tidak boleh banyak berharap dari laki-laki yang tidak memiliki perasaan tidak pernah mengganggap dirinya sebagai seorang istri tapi mau menikmati dan mau kesenangan nya sendiri saja.


Dengan perasaan sedih dan hancur Julaiha mulai menghapus sisa-sisa Air matanya dan mulai membuka pintu kamar mandi dan lagi-lagi Julaiha harus keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit ditubuh nya.


Julaiha merasa risih karena Dirga menatap nya dengan tatapan yang intens.

__ADS_1


"Mas, kenapa menataku begitu, tolong jangan tatap Aku seperti itu Aku merasa kurang nyaman. "


Dirga terkekeh mendengar perkataan dari Julaiha.


Dirga berjalan mendekati Julaiha yang menunduk, Julaiha melangkah mundur kala Dirga berjalan kearahnya.


"Mas, duduk saja disana kenapa harus kemari, "


"Hahaha, kamu itu cukup mengemaskan jangan munafik Leha kau juga menyukai nya kan, apa kau mau jika Nanti kita menggulangnya kembali. "goda Dirga pada istrinya.


"Tidak, Aku tidak mau, "


"Oh, ya kita lihat saja Nanti malam, sekarang cepat ganti baju kita pergi ini sudah mau malam Aku tunggu kamu di luar. "ucap Dirga sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian melangkah kepintu


Julaiha menarik nafas lega karena Suaminya sudah melangkah pergi, akan tetapi senyum dan rasa lega Julaiha sirna dengan tiba-tiba mana kala Dirga kembali lagi membalikkan badannya dan berjalan dengan cepat kearahnya dan dengan gerakan cepat Dirga membuka handuk penutup dua bukit kembar milik nya sebelum Julaiha menyadari semuanya, dengan gerakan cepat Dirga langsung mere mas dan memainkan ujung nya membuat Julaiha tersentak kaget antara terkejut dan rasa yang tercipta membuat Julaiha tanpa sadar men desaaah.


Dirga memainkan beberapa saat sebelum melepaskan kemudian tersenyum miring sambil berbisik.

__ADS_1


"Kau menikmati nya bukan, " bisik Dirga di dekat telinga Julaiha membuat Ingatkan Julaiha kembali Normal wajahnya langsung memerah karena malu, Dirga benar-benar membuatnya tidak berdaya, sementara Dirga pergi setelah memainkan ujung bukit milik Julaiha dengan perasaan penuh kemenangan, sementara Julaiha harus merasa seperti barang yang kapan pun Dirga mau bisa di buat untuk permainan.


__ADS_2