MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 27.Bingung


__ADS_3

Mama Dirga hanya tersenyum mendengar perkataan dari putranya, tentu saja Dirga tidak pernah akan tau apa yang sedang Mamanya rencanakan di butik itu.


Dimana Mama Dirga sengaja membawa Dirga pergi ke sebuah butik yang sangat terkenal dan memiliki banyak koleksi baju-baju yang sangat bagus dan indah di mana harganya juga sangat fantastis tapi bagi Mama Dirga semua tidak menjadi masalah.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tidak menunggu lama akhirnya mobil Dirga sudah sampai di depan Sebuah butik yang sangat besar dan megah, dimana sangat ramai dengan pengunjung yang sedang berlalu lalang sedang sibuk memilih baju yang mana yang mereka anggap sangat cocok dengan diri mereka.


Dirga menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan Ketika sang mama hendak masuk ke dalam Dirga meminta izin kepada mamanya agar dirinya diizinkan untuk menunggu sang Mama di luar butik karena Dirga merasa tidak tertarik untuk masuk ke dalamnya.


"Ma, Dirga tunggu disini saja, "


"Tidak bisa Sayang kamu harus ikut Mama Masuk, "


"Ma, Dirga tidak mau membeli baju lagi biarkan Dirga menunggu disini Boleh ya Ma? " tanya Dirga dengan harapan agar sang Mama mau mengerti dan memahami jika dirinya tidak memiliki keinginan untuk masuk ke dalam butik hal itu dikarenakan Dirga tidak tertarik dengan baju-baju yang ada di dalam butik


"Tidak bisa Dirga kamu harus masuk karena kamu harus ikut memilih baju mana yang paling bagus dan cocok untuk kita pakai untuk itu Mama tidak mengizinkan kamu menunggu Mama di luar karena Mama ingin kamu masuk ke dalam untuk membantu mama memilih baju yang akan kita gunakan esok hari.


"Aduh, Ma malas, "


"Ayolah Dirga, Apakah kamu tidak kasihan dengan mama harus memilih dan melihat sendiri Kamu harus membantu Mama bukannya enak-enak di sini dan bengong tinggal menunggu hasilnya, pokoknya mama tidak mau tahu kamu harus ikut mama masuk ke dalam tidak ada kata penolakan karena mama tidak menginginkan kamu menolak semua keinginan Mama, Jika kamu berani menolak maka Mama akan marah dan kamu tahu Mama bisa membuat istri kampunganmu segera pergi dari rumah Jika kamu tidak mengikuti apa yang mama katakan. "Ancam sang Mama dengan tegas.


"Iya-Ma, " dengan terpaksa akhirnya Dirga mengikuti Mamanya untuk masuk, Dirga lakukan agar sang Mama tidak mengganggu Juleha yang ada di dalam rumahnya karena Entah mengapa Dirga tidak ingin melihat Mamanya marah kepada Juleha gadis kampung yang kini menjadi istrinya.


Mendengar jawaban dari putranya Dirga sang Mama mengulum senyum dia yakin dia bisa membuat Dirga patuh akan segala perintahnya dan ternyata Apa yang dipikirkan semuanya benar Dirga tidak lagi membantah ataupun menolak keinginan dari dirinya.


"Ikut Mama Naik ke atas disana semuanya bagus-bagus, "


"Baik, Ma, "


Tanpa menolak lagi Dirga mengikuti langkah kaki Dari mamanya mereka berdua berjalan beriringan naik ke atas setelah itu sang Mama mengajak Dirga masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar di mana ternyata ruangan itu adalah tempat-tempat baju para pengantin.


Dirga sedikit heran karena sang Mama mengajak Dirga masuk ke dalam sebuah ruangan yang mana terpanjang banyak sekali baju-baju pengantin para laki-laki dan wanita.


"Ma, apa kata tidak salah maksud Ini kan baju para pengantin Mah ngapain Kita masuk ke sini sepertinya Mama salah masuk deh ayo kita keluar ini tidak cocok untuk Mama, " ajak Dirga kepada sang Mama yang mana langsung dijawab dengan tegas oleh mamanya.


" Tidak sayang ini memang benar ruangan nya, Ayo kita masuk lebih ke dalam disana lebih banyak pilihan dan bagus-bagus. "jawab sang Mama dengan penuh keyakinan.


sangat terlihat jelas jika mamanya sangat senang dan bergembira berada di suatu ruangan tempat di mana baju para pengantin laki-laki dan wanita, Dirga semakin dibuat bingung dan pusing dengan sikap mamanya yang terlihat sangat aneh dan membingungkan, Dirga yang merasa heran mulai berpikir Apakah mamanya sekarang sedang mengalami puber kedua sehingga dia menginginkan untuk membuat pernikahan kedua dengan Papanya.


"Hei, putra Mama yang tampan kenapa kamu justru bengong disitu Ayo kesini! "


Dengan senyum sedikit terpaksa Dirga berjalan mendekati sang Mama yang mana sebenarnya Dirga sendiri sangat enggan dan malas dikarenakan Dirga tidak memahami apa maksud dari mamanya membawa dirinya masuk ke dalam sebuah ruangan baju pengantin.


"Ma, Sebenarnya kita mau ngapain sih Ma ke sini kita mau belikan baju untuk siapa tanya Dirga kepada sang Mama, sungguh Dirga merasa sangat heran dan aneh.


"Nanti kamu juga tau, ayo, "


Seolah-olah penuh dengan rahasia sang Mama meraih tangan Dirga untuk mengajaknya berjalan menuju ke ruangan butik lebih dalam di mana di ruangan itu terdapat banyak sekali Baju pengantin yang sangat bagus yang pastinya sangat bernilai mahal dan harganya fantastis.

__ADS_1


Dirga menelan ludahnya dengan kasar sungguh sangat malas berada di tempat seperti ini andai sang Mamaw tidak mengancam akan menggangu Julaiha mungkin Dirga memilih untuk menolak dan menggabaikannya.


"Nah ini lihat, bagus kan? "


Sang Mama langsung mencomot satu baju pengantin pria dan dengan santainya dia paskan pada tubuh Dirga putranya , sungguh apa yang dilakukan Mamanya membuat Dirga mendelik seketika.


"Ma, apaan sih, "


"Sudah diamlah, kamu nurut saja apa kata Mama, "


"Tapi Ma, ini kan baju pengantin cowok kenapa pula harus di serasijan dengan Aku harus nya Mama ajak orang yang mau Mama kasih baju ini, "


"Ini Baju kan memang buat, ____


" Derrrrt...!


"Dreeetttt...!


" Dreeetttt..!


Sebelum sang Mama memberikan penjelasan kepada Dirga tiba-tiba ponsel hp-nya berbunyi dengan cepat Mama Dirga segera merogoh tas yang ada ponsel hp-nya kemudian dengan cepat memberikan Baju pengantin Pria pada Dirga kemudian sang Mama mulai menjawab telepon.


"Halo...!


" Tante sekarang ada dimana Aku sudah sampai dulu gedung butik yang Tante kirimkan padaku, "


"Baik, Tante, "


Tidak lama kemudian panggilan telepon pun dimatikan sementara Dirga yang melihat mamanya menerima telepon dengan wajah berbinar senang merasa heran dan sedikit mengeryitkan dahinya.


"Mama terlihat senang sekali, Apakah orang yang akan Mama belikan baju pengantin itu sudah datang ke sini, "


"Iya, dia sudah datang sebentar lagi pasti akan sampai, "


"Baguslah kalau begitu, Ma Dirga izin ke kamar mandi sebentar ya? "


"Pergilah tapi jangan lama-lama, "


"Siap, Ma, "


Dirga segera melangkah pergi meninggalkan Mamanya seorang diri dengan cepat Dirga menuju ke kamar mandi akan tetapi setelah sampai di depan kamar mandi Dirga berbelok ke arah kiri di mana di kiri ruangan itu terdapat satu tempat kosong dan satu Bangku Kosong Dirga memilih duduk di sana.


"Mumpung Mama didalam sana Aku bisa telpon Julaiha lagi apa diadia sekarang? "


Dengan sedikit terburu-buru Dirga segera menekan satu nomor telepon kemudian dengan cepat menghubunginya.


Dirga sedikit resah karena panggilan telepon yang dia lakukan tidak segera mendapatkan respon dari seberang di mana dia harus menunggu beberapa saat.

__ADS_1


"Kemana sih Leha, kenapa lama amat, ayo dong diangkat, lagi ngapain sih? " geram Dirga bermonolog sendiri.


Dengan wajah resah dan kesal Dirga terus mondar Mandir bagaikan setrika di depan sebuah ruangan kosong yang mana sepertinya ruangan itu adalah tempat untuk para pengunjung yang ingin masuk je dalam kamar mandi akan tetapi masih antri untuk itu disediakan tempat untuk menunggu dan bersantai.


"Lama amat sih nih cewek angkat telpon memangnya lagi ngapain sih, besok-besok jika masih seperti ini aku akan buat CCTV yang bisa aku pantau dari jarak jauh agar aku bisa tahu sedang apa Julaiha di dalam rumah, tidak seperti ini Bikin orang pusing dan kesal Bahkan aku tidak tahu apa yang dilakukan Julaiha di dalam rumah sana. " grutu Dirga yang mulai merasa kesal karena panggilan telepon nya tidak juga dijawab.


Dirga menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar perasaan kesalnya semakin menjadi-jadi ketika waktu sudah menunjukkan hampir 10 menit dan Dirga yang sudah merasa sangat kesal berniat untuk mematikan ponsel hp-nya tapi ketika ponsel hp Dirga hendak dimatikan terdengar sebuah suara dari seberang.


"Halo..!


" Halo Leha, lama sekali sih angkat telponnya memangnya lo lagi ngapain? "


"Maaf Mas, saya lagi di Bisa, maaf saya tidak terlalu dengar suara Mas Nanti saja Mas telpon Leha lagi Assalamu'alaikum, " ucap Leha memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu Dirga memberikan jawaban salamnya.


"Ah, sial kenapa justru dimatikan sih apa tidak tau dia itu Aku telpon dengan susah payah mencuri curi waktu sampai sampai Aku bohong sama Mama kalau Aku mau ke kamar kecil, ini seenaknya saja dia matikan dasar gadis kampungan, " sungguh Dirga dengan perasaan yang sangat kesal dan marah bagaimana dia harus merasakan kecewa karena sudah bersusah payah berbohong kepada mamanya akan tetapi yang dibelai sampai dia berbohong ternyata tidak memperdulikan dirinya sama sekali, hal itu sungguh sangat membuat Dirga marah dan kesal.


Dengan langkah gontai Dirga kembali masuk ke dalam ruangan di mana mamanya sedang menunggu di dalam butik.


Kedua bola mata Dirga membulat seketika ketika mengetahui siapa yang berada di samping Mamanya sungguh dirinya sangat terkejut dan heran karena wanita yang kemarin baru saja dia marahi ternyata sudah berada di tempat ini, Dirga menjadi berpikir Mengapa Gadis itu berada di tempat ini bersama dengan Mamanya Apakah benar yang diancamkan Gadis itu jika dia mengadu kepada Mamanya, ketika Dirga memarahi dirinya, Dirga merasa pusing dan pening memikirkan semua itu sehingga dirinya berniat untuk pergi dan menjauh dari tempat itu ketika mengetahui di dalam sana ada Selin bersama Mamanya, tapi ketika Dirga hendak menuruni tangan tiba-tiba suara sang Mama menghentikan langkah kakinya.


"Dirga, sini sayang, "


Dengan terpaksa Dirga menghentikan langkah kakinya kemudian membalikkan badan dan dengan perasaan kecewa serta memendam perasaan kesal Dirga mulai melangkah mendekati sang Mama.


"Iya, Ma, "


"Ini ada Selin kamu mau kemana ayo cepat sekarang kalian pilih baju pengantin yang akan kalian gunakan besok lusa, "


"Apa? baju pengantin untuk siapa Ma?" tanya Dirga bingung karena dia tidak mengerti mengapa Mamanya meminta dirinya untuk memilih baju pengantin.


"Tentu saja itu untuk dirimu dan Selin kan kalian yang akan menikah, "


"Apa, Aku dan Selin Mama yang benar saja kan Dirga sudah punya istri Ma, "


"Halah istri kampungan itu ya, abaikan saja beruhubung Papamu dinas keluar Negeri kalian cepat menikah, "


"Tapi, Ma "


"Sudah tidak ada tapi, kan kamu juta tidak mau kan kalau punya istri kampungan, Mama juga tidak suka dan ini adalah kesempatan kita selagi papa kamu tidak ada disini. "


"Ma, tapi Aku tidak, ____


" Sudah jangan pikirkan yang macam-macam biar Mama yang mengatur semuanya, ayo coba baju yang ini kayaknya ini cocok buat kamu, "


"Tapi Ma, "


"Sudah jangan membantah, cepat kamu masuk ke dalam ruang ganti Mama mau lihat dan kau Selin cepat ciba bajumu ini juga sana cepat kalian pergi, "

__ADS_1


Dirga yang bingung langsung didorong Mamanya membuat Dirga mau tidak mau masuk ke dalam ruang ganti.


__ADS_2