
Sudah merasa kesal dan merasa dirinya sedang dipermainkan oleh Dirga di mana dia diminta untuk memijit akan tetapi suaminya dengan santai sedang tertidur pulas, tanpa memikirkan dirinya.
Merasa kesal Akhirnya Julaiha memutuskan untuk turun dari Ranjang dan berniat untuk pergi ke kamarnya, baru juga kaki Julaiha hendak melangkah tiba-tiba tangan Dirga menggenggamnya membuat Julaiha tersentak kaget.
"Lepaskan tanganku Mas, mau apa lagi biarkan Aku beristirahat Aku juga capek, " cicit Julaiha kesal karena tangannya di gengam Dirga.
Karena tidak ada jawaban Julaiha mengulangi perkataannya dengan sedikit keras agar Dirga mau melepaskan tangannya, karena Julaiha ingin segera pergi rasanya sudah jenuh dan capek menjalani kehidupan Rumah tangga tanpa dasar cinta tidak ada keindahan dan kelembutan yang ada hanya harus bayar utang dan segala perasaan hati dan dirinya seolah tiada berharga terlebih Dirga suaminya sebentar lagi Akan menikah dengan Wanita lain itu yang dikatakan Mama Dirga kepadanya.
Sakit sudah pasti dan akan merasakan kekecewaan hati yang dalam akan tetapi tidak ada yang bisa Juleha harapkan dari seorang laki-laki yang tidak pernah mencintai dirinya terlebih lagi Dirga ketika menyentuh dirinya itu hanya mengikuti hawa nafsu serta keegoisan dirinya belaka.
Sungguh sangat jauh berbeda dengan sikap Papa Dirga yang begitu baik dan lembut lagi-lagi Julaiha dibuat kesal karena Dirga belum juga melepaskan tangannya, akhirnya membuat Julaiha menoleh dan sungguh Julaiha tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ternyata Dirga masih tertidur dengan sangat pulas Hal itu membuat Julaiha menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan mulai melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dirga sendiri.
Sudah Ham menarik nafas lega ketika Tangannya sudah terlepas dari genggaman tangan Dirga dan Zulaiha bisa pergi kembali ke kamarnya beristirahat dengan tenang dan nyaman tapi ketika sudah melangkah baru dua langkah suara Dirga mengejutkan dirinya.
"Mau kemana, disini sahabat temani Aku jangan pergi, '
lagi-lagi Julaiha menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dan lagi-lagi dia melihat Dirga suaminya masih dalam keadaan tidur itu artinya Dirga sedang mengigau, Julaiha menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Syukurlah ternyata dia sedang tidur dan Aku bisa dengan tenang beristirahat di kamar besok Aku harus pergi dan berkas perceraian buang sudah Mama siapkan besok juga harus Aku tandatangani karena Besok Mas Dirga akan menikah dengan Wanita itu, Aku harus ihklas semoga Benih yang Mas Dirga tanam tidak tumbuh tapi jika tumbuh apa boleh buat Aku harus membesarkannya sendiri.
Julaiha mulai merebahkan tubuhnya di atas Ranjang, alam pikirannya yang terus bermonolog sendiri hingga tidak terasa tertidur.
Disisi lain. Dirga yang tengah malam terjaga kebingungan mencari Julaiha di dalam kamarnya dan setelah kesadarannya penuh Dirga baru menyadari jika Julaiha sudah pasti kembali ke kamarnya, Dirga berniat untuk pergi ke kamar curhat akan tetapi sebelum itu Dirga memutuskan untuk memanggil kembali sang pembantu yang dia minta untuk pergi di saat dirinya menikah dengan Juleha karena Dirga ingin segala sesuatu tentang kebutuhannya sudah hal yang mengurusnya.
Tapi untuk saat ini Dirga berharap Julaiha agar mendapatkan keringanan bekerja sehingga tidak bekerja terlalu berat di dalam rumah Dirga memutuskan untuk memanggil kembali pembantunya, yang mana pembantunya Dirga kirim ke rumah yang disewakan oleh Dirga untuk di urus dan dijaga,
Setelah semua dirasa sudah selesai dan sang bibi akan segera pulang ke rumah, Dirga segera mengambil kunci cadangan dan pergi ke kamar Juleha.
Ketika pintu sudah terbuka Dirga menatap dengan tatapan Sayu terhadap sosok wanita yang sedang tertidur pulas di atas ranjangnya ini rasanya Dirga ikut bergabung tidur di sampingnya akan tetapi rasa gengsi dan juga malu akhirnya Dirga memutuskan untuk tidur di kursi sofa di dekat Ranjang Istrinya, sambil menatap istrinya hingga menjelang pagi tiba, sebelum Julaiha terbangun dari tidurnya Dirga sudah buru-buru kembali ke kamarnya sehingga Juleha tidak pernah tahu jika semalam suaminya tidur di kursi sofa dekat dengan ranjangnya.
__ADS_1
seperti apa yang sudah direncanakan oleh Juleha Juleha segera pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kurang lebih 20 menit julaiham melakukan ritual mandi setelah mengganti pakaian kotornya dengan pakaian bersih menyisir rambut serta berhias Ala kadarnya Julaiha segera membuka laci di mana Di dalam laci sudah terdapat sebuah map yang berisikan tentang surat perceraian yang diberikan oleh Mama Dirga kepadanya.
Dengan hati bergetar dan juga tidak terasa ada buliran bening yang lolos dari kedua kelopak matanya Juleha mulai membubuhkan tanda tangan di atas kertas itu setelah semua selesai meraih koper kecil yang mana koper itu adalah pertama kali Juleha ketika ikut dengan Dirga Juleha membawa baju seadanya tidak ada satu baju baru pun yang Juleha bawa belaiha membawa semua baju yang dia beli dengan keringatnya sendiri.
Juleha sangat terkejut ketika membuka pintu keluar dari rumah karena di depan pintu sudah berdiri sosok wanita tua yang indah masuk ke dalam rumah.
"Ini, Non Julaiha kan? "
"Iya, Ibu ini siapa ya? "
"Maaf, Non kenapa membawa koper Non Julaiha mau kemana? "
"Aku akan kembali ke kampung, Ibu ini siapa ya? "
"Oh, saya Bibi yang mengurus Rumah ini Apa Den Dirga tau jika Non akan pergi, "
"Oh, tau Bik, maaf Aku terburu-buru, Aku pergi dulu, "
Di dalam kamar Dirga yang sudah terbangun langsung membersihkan tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi kurang lebih 20 menit, Dirga melakukan ritual mandi sebelum kemudian Dirga keluar setelah mengganti baju kotor dengan baju bersihnya serta menyisir rambutnya, Dirga segera melangkah menuju ke kamar Julaiha dia ingin berbicara dengan Julaiha ketika Dirga membuka pintu kamar Alangkah terkejutnya Dirga ketika Juleha sudah tidak ada di dalam kamar terlebih ketika Dirga melihat ruangan begitu rapi dan kosong tidak ada sehelai bajupun yang menjadi milik Juleha di sana, karena tidak biasanya Dirga merasa heran dan penasaran Dirga akhirnya membuka almari milik Julaiha dan Alangkah terkejutnya dia ketika tidak mendapati satu baju pun milik Julaiha dan lebih terkejut lagi ketika Dirga melihat sebuah map merah di atas meja dan ketika Dirga membuka jantung akan berhenti dan dada terasa sesak, ketika mengetahui jika kertas itu berisi tentang surat perceraian antara dirinya dan Julaiha dan di sana Juleha sudah memberikan tanda tangannya membuat dirgai emosi marah dan geram dan dengan kasar Dirga memasukkan keratas kedalam bajunya, yang kemudian berlari keluar rumah dan ketika berada di ruang tamu Dirga bertemu dengan sang Bibi dan Dirga bertanya kepada sang Bibi Apakah dia melihat Juleha.
"Apa Bibik melihat Julaiha istriku? tanya Dirga dengan sangat keras, sangat terlihat sekali wajah kecemasan dihatinya.
" Oh Nona Leha pergi Den, katanya sudah izin Den Dirga. "
"Araaaaggh.. dia bohong Bibik dan apa Bibik tau kemana Julaiha pergi? "
"Nona leha bilang dia akan pulang kampung. "
"Apa pulang kampung, "tanpa menunggu jawaban apapun dari Bibi Dirga segera berlari keluar Rumah dan mengemudikan mobil hitamnya dengan perasaan gusar dan penuh dengan perasaan cemas serta rasa bersalah.
__ADS_1
" Leha, kau tidak boleh pergi Aku mencintaimu, Aku akan katakan Aku sangat mencintaimu, tunggu kedatanganku,"gumam Dirga dalam hati sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,Dirga bertekad akan menjemput Istrinya.
Hati dan pikiran Dirga hanya ada nama Julaiha dan hanya memikirkan Julaiha hingga beberapa kali telpon berdering di ponsel hpnya tidak Dirga perdulikan meskipun Dirga tau yang menelpon dirinya adalah sang Mama yang pastinya sekarang sangat gusar dan marah karena hari ini adalah hari dimana Mamanya akan menikahkan dirinya dengan Selin Wanita yang tidak Dirga cintai.
"Persetan dengan telpon Mama, Aku tidak perduli Mama akan marah Aku hanya ingin istriku bisa kembali padaku." desis Dirga dalam hati.
Mobil Dirga berhenti disebuah stasiun kereta api, Dirga sengaja datang ke stasiun kereta api dikarenakan dulu ketika pergi ke Rumah Julaiha Papanya memberitahu kepada Dirga dan mengajaknya dengan menggunakan Kereta Api sebagai angkutan.
Dirga berlari-lari kesana kemari sambil memanggil-manggil Nama Julaiha, napas sudah hampir habis akan tetapi Julaiha belum juga ketemu dan telihat.
Pada saat Dirga sudah hampir putus asa tiba-tiba kedua bola matanya melihat sosok Wanita yang dicarinya sedang Naik ke dalam sebuah kereta, sontak saja Dirga langsung memanggilnya.
"Julaiha.... tunggu..!"
"Julaiha....!
Beberapa kali Dirga berteriak memanggil dan pada panggilan ke tiga Akhirnya Wanita yang dipanggilnya menoleh, dia terlihat sangat terkejut tapi kemudian Wanita itu tersenyum dan melambaikan tangan sebelum kemudian kereta yang ditumpanginya mulai berjalan. Dirga yang melihat hal itu menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Tidak Leha jangan tinggalkan Aku lehaaaa.... jangan pergi... Julaiha... Aku mencintaimu.! " teriak Dirga yang langsung membeli tiket meskipun dirinya akan datang terlambat karena kereta api yang Julaiha tumpangi sudah lebih dulu berangkat.
"Tunggu Aku leha, Aku akan datang menjemputmu, "
Sementara Julaiha yang melihat Dirga menitikan Air mata.
"Mengapa kau disini Mas apa kau ingin mengatakan jika kau akan menikah lagi, Aku sudah tau Mas, semoga kau bahagia, biarlah Aku akan membawa kenangan kita meskipun kamu tidak pernah bersikap baik padaku dan selalu egois tapi tidak bisa Aku membohongi hatiku jika Aku sangat mencintaimu, Selamat berpisah Suamiku kaulah kenangan terindah dalam hidupku Aku akan melanjutkan hidupku di desa smoga akan ada hari untuk kita bisa bersama."lirih Julaiha yang kini duduk dengan tenang menatap lurus ke depan.
_____________
_____________ Tamat________
__ADS_1
Trimakasih buat para Reader semua, jika Ada Waktu InsyaAllah akan ada Seasons ke dua, untuk sementara tamat duludulu kita lnjut Nanti jika Ada waktu dan akan saya umumkan disini jangan hapus dari daftar favorit ya biar klo ada info karya lanjutan bisa tau trimakasih.