
Di dalam kamar Julaiha merasa sangat kesal dan geram dengan sikap Dirga yang masih saja pemerintah dirinya, bahkan kali ini Dirga mengancam akan membuat keluarga yang ada di kampung menderita.
Julaiha tidak bisa berbuat apa-apa selain Dia harus menuruti semua yang diinginkan oleh Dirga kepadanya meskipun sesungguhnya apa yang Dirga lakukan sangat membuat Julaiha kesal dan marah Ingin rasanya juga bisa lepas dari cengkraman Dirga akan tetapi mendengar ancaman Dirga membuat Ilham tidak memiliki nyali untuk melawan keinginan
Dengan perasaan sedih dan hancur Julaiha mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang kemudian julaiha mulai memejamkan kedua bola matanya Julaiha berharap Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah mimpi yang mana sesungguhnya dia bisa lepas dan bebas dari keluarga yang sangat menjengkelkan dirinya dan membuat dirinya bagaikan seorang tawanan.
meskipun sesungguhnya di rumah ini Julaiha tidak diperlakukan dengan buruk, dia hanya harus menuruti semua keinginan Dirga dan terkadang apa yang diminta Dirga suatu hal yang membuatnya sangat sedih.
karena Dirga juga meminta dirinya untuk melakukan pekerjaan yang mana hal itu berhubungan dengan kewajiban seorang istri kepada suaminya Akan tetapi jika melakukan semua bukan atas dasar cinta akan dan hal itulah yang membuat bila sangat merasa sakit dan kesal untuk itu curhat tidak ingin menganggap Dirga sebagai seorang suami karena pagi Dirga tidak ada cinta diantara mereka karena yang terjadi di antara mereka hanyalah sebuah kebetulan dan sebuah keinginan yang tidak didasari dengan sebuah cinta.
pada akhirnya culihat yang merasa kesal dan marah terlelap dalam tidur.
pagi menjelang Ketika cahaya sinar matahari mulai menerobos masuk ke sela-sela dinding langit-langit kamar yang terbuka dan juga menembus ke jendela yang masih tertutup dan terkunci, dimana sinarannya mampu menembus dengan mudah.
Seperti apa yang diperintahkan oleh Dirga kepadanya pagi ini Juleha harus segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi mereka berdua sebenarnya sudah sangat malas dan enggan untuk melakukan semua itu akan tetapi karena Dirga memberikan ancaman kepadanya akhirnya Juleha melakukan semua apa yang diperintahkan Dirga kepadanya.
Pagi ini Julaiha akan membuat nasi goreng untuk mereka berdua dengan sangat cekatan Juleha mulai membuat dua piring nasi goreng yang mana di keluarga Dirga tidak ada sang pembantu untuk membuat sebuah masakan seperti halnya ketika datang ke rumahnya dan mengizinkan mereka berdua.
Tidak lama kemudian Julaiha menyiapkan dua piring nasi goreng yang sudah dia sediakan dan letakan di atas meja. Julaiha berniat untuk meryantap makanannya sendiri sebelum Dirga datang ke ruang meja makan karena sesungguhnya Julaiha mulai enggan dan malas jika harus berhadapan dan bertemu dengan Dirga cowok yang sangat egois yang telah membuatnya merasa bagaikan orang yang tidak berharga sama sekali, yang mana semua keinginan dari cowok yang bernama Dirga harus selalu dituruti.
Julaiha menikmati Nasi goreng buatannya dengan lahap, rasanya sangat tenang dan indah tanpa ada Dirga yang selalu menggangunya.
Tapi ketika Julaiha menikmati makannya tiba-tiba suara Dirga sudah mengema di Ruangan itu.
"Wah sudah ada Nasi goreng rupanya kenapa tidak bilang bilang kan Aku biasa langsung turun makan. "
Tanpa menjawab Julaiha berusaha fokus untuk tetap melanjutkan makannya yang belum habis.
"Apakah yang ini bagianku? "
"Iya, "
"Wah mantap, trimakasih ya?
" Julaiha tidak menjawab pujian dari Dirga suaminya baginya dia harus cepat menyelesaikan makan kemudian cepat pergi berangkat untuk bekerja, hari ini adalah hari kedua Julaiha bekerja di sebuah konfeksi menjahit yang terkenal di kota itu.
__ADS_1
Dirga memperhatikan Julaiha yang tidak mau bicara apapun setelah menyuapkan satu nasi di dalam mulutnya dan mengunyah serta meminum satu teguk air putih Dirga kembali bersuara.
"Bagaimana tidur mu apakah nyenyak? "
"Haiss pertanyaan apa ini kenapa Aku bertanya begitu, " gumam Dirga yang merasa dirinya sangat bodoh dengan pertanyaan konyolnya.
Julaiha yang sedari awal sudah sangat kesal dengan Dirga dan muak padanya hanya memberikan jawaban dengan anggukan kepala.
Dirga yang melihat itu sedikit kesal karena Julaiha justru membuat nya kesal.
"Kenapa jawaban nya cuma begitu, apa kamu sudah mulai tidak bisa bicara sehingga kamu begitu, kalau ada orang yang bertanya itu dijawab bukan cuma dianggukan kepala atau menggelengkan kepala bersikaplah yang sopan jangan seperti orang yang sangat Arogan dan tidak memiliki etika sama sekali Aku ini suamimu dan kamu harus selalu menuruti semua perintahku jangan coba-coba kamu menyulut dan membuat aku marah karena jika aku marah maka aku bisa melakukan apa saja kamu jangan lupa itu dan kamu juga sudah bisa tahu apa yang akan aku lakukan jika kamu membuat Aku kesal, "
Julaiha mendongakkan wajahnya sekilas kemudian menganggukkan kepala setelah itu kembali menikmati makanan nasi goreng yang ada di depannya, Dirga yang melihat hal itu merasa sangat kesak dan kesal diam-diam kedua tangannya mengepal di bawah meja sangat kesal dan geram karena gadis yang ada di depannya benar-benar sangat keras kepala dan sangat tidak memperdulikan dirinya..
" kamu tidak dengar apa yang aku katakan kamu membantah setiap Apa yang ku ucapkan? "
"Maaf, saya sudah selesai makan saya permisi dulu, "ucap Julaiha pada akhirnya dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju dapur.
Dirga yang melihat hal itu sedikit geram dan emosi akan tetapi Dirga mencoba untuk segera menghabiskan nasi goreng yang ada di depannya kemudian Dirga akan menyelesaikan gadis yang telah membuatnya begitu sangat menyebalkan dan kesal.
"Baik Rupanya dia mau bermain-main denganku lihat saja apa yang akan kulakukan setelah ini untuk saat ini kamu masih boleh berlehah-lehah dan bersikap dingin sesuka hatimu tapi lihat saja setelah ini nanti akan mampu melakukannya dan aku akan mendengarkan banyak suara dari tetapi mengacuhkan.
"Cuci sekalian piringku ini, "
"Oh, Iya, "
dengan gugup curhat segera mengambil piring bekas makanan Dirga dan curhat mulai mencuci nya tetapi tubuh saudaraan mulai menggeliat manakala juga sedang mencuci tangan Dirga tiba-tiba busuk masuk kebalik bajunya?
sontsk saja hal itu membuat Julaiha merasa geli.
"Mas lepaskan apa yang kamu lakukan kamu jangan macam-macam."
Dirga tertawa mendengar perkataan protes dari istrinya.
"Sudah diam dan kamu nik mati saja, bukan kah kau mengginkan ini, "
__ADS_1
"Mas jangan ngaco deh, "
"Kau sudah membuat Aku kesakitan bukan jadi trumalah hukumanmu, "
"Mas jangan,"
Julaiha berusaha untuk melepaskan tangan Dirga yang mulai bakal.
Akan tetapi usahanya sia-siak bahkan tanpa aba aba Dirga langsung mengendong julaiha masuk kedalam kamar.
"Dirga segera menurunkan julaiha diatas ranjang setelah menarik jilbab penutup wajah istrinya dan melemparkan ke sembarang arah.
" Kamu itu akan cantik tanpa jilbab kamu tau jilbab itu sangat menganggu untuk itu jangan pernah memakainya dihadapanku dan karena kamu berusaha untuk acuh padaku makan hari ini kamu harus mendapatkan hukumannya, ayo layani Aku lagi, "
"Mas, jangan Aku tidak mau jangan lakukan lagi Aku mohon, "
Dirga semakin merasa senang dan pu- as ketika melihat wajah ketakutan dan cemas dalam diri julaiha.
"Sudah kamu diam saja dan ikuti semuanya pasti kau juga akan merasakan enaknya, toh sudah tidak perawan lagi kan jadi tidak akan sakit lagi ayo, "
Julaiha semakin panik dia berusaha bangkit dari tidurnya akan tetapi Dirga yang seperti nya sudah diambang suatu gaa- iraah yang tinggi segera melepaskan semua penutup yang ada pada diri istrinya dan tanpa menunggu lama Dirga mulai berpacu dengan semangat nya.
Julaiha yang tidak bisa menolak keinginan dari sang suami kini hanya bisa diam dan pasrah.
Pagi ini kembali Dirga mengulangi keindahan yang pernah dirasakan bahkan seperti malam-malam sebelumnya Dirga melakukan bukan hanya sekali karena setiap kali dianggap melakukan dia merasa sangat kecanduan dan selalu merasa kurang sehingga dia akan melakukan sampai kerja merasa kan kepu- asaan dan julaiha tidak ada jalan lain selain mengikuti dan menerima semua serangan dari suaminya Meskipun tidak bisa dipungkiri berapa kali julehabun harus mengeluarkan suara indahnya akibat ulah dari suaminya yang begitu bersemangat.
diam-diam diri kamu belum senyum dia merasa sangat telah mendapatkan keindahan yang dia inginkan dan dia yakin gadis yang ada di depannya tidak akan lagi berani batas setiap perkataannya karena jika dia berani maka dia akan mendapatkan periksaan yang berakhir di atas Rajang
Dirga tersenyum pu-aas setelah melihat sang istri terkapar Karena kelelahan akibat melayaninya.
"Jika besok atau Nanti kamu berani bersikap dingin lagi maka bersiaplah akan berakhir begini, atau jangan jangan kamu menginginkan ini makanya kamu berusaha memancing emosiku hah, " seru Dirga sambil tertawa.
"Bagaimana enak kan?
" Julaiha tidak menjawab dia hanya memalingkan muka, sementara Dirga tersenyum penuh kemenangan, Dirga langsung Masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan setelah semua dirasa cukup Dirga keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Cepat kamu mandi, atau kamu mau lagi Ayo kalau kamu mau lagi Aku siap, "
"Tidak.. tidak, dengan cepat Julaiha berlari masuk ke dalam kamarnya, sementara Dirga tersenyum senang melihat nya.