MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 25. BERBOHONG


__ADS_3

Selin tersenyum miring dalam pelukan Mama Dirga yang mana Selin kali ini merasa sangat yakin jika sebentar lagi wanita yang ada di dalam rumah Dirga akan segera pergi dan Selin juga sangat yakin wanita yang ada di dalam rumah Dirga adalah wanita yang spesial buat Dirga, dikarenakan hanya karena Selin mengatakan jika pembantunya baru bersenang-senang dengan laki-laki lain hal itu dapat memicu kemarahan dari Dirga, itu artinya Dirga memiliki hubungan dengan wanita yang ada di dalam rumah itu dan dari perkataan sang Mama Dirga yang mengatakan jika memang benar Dirga sudah menikah karena dijodohkan oleh suaminya dan gadis yang ada di rumah itu adalah istri Dirga, hal itu semakin membuat Selin geram.


Selin bertekad tidak akan membiarkan Dirga terus larut dan hidup satu atap dengan gadis kampungan itu.


"Kamu tenang saja sayang Mama akan segera membuat Wanita itu pergi dari kehidupan Dirga, "


"Seraya melepaskan pelukan Mama Dirga Selin tersenyum sambil mengganggu kan kepala.


" Selin percaya dengan Mama, "


"Baguslah jika kamu percaya sekarang kamu pulang lah biar Wanita yang ada di dalam Rumah itu Mama yang urus, "


"Siap, Tante dan trimakasih Tante selalu mendukung Selin, "


"Tentu saja sayang, sekarang pulang lah, "


"Baiklah Tante sekarang Selin pulang dulu. "


Dengan menciuum tangan Mama Dirga Selin melangkah keluar Rumah kini dirinya benar-benar yakin Wanita yang ada di dalam Rumah Dirga akan segera di usir oleh Mama Selin.


Sebagai seorang wanita terpandang mana mungkin Mama Dirga akan membiarkan reputasinya hancur karena putranya menikah dengan seorang gadis kampungan yang sangat jelek dan tidak modis sama sekali bahkan sangat jauh dari penilaian sempurna, di mana Mama Dirga akan merasa sangat malu apabila seluruh teman-temannya mengetahui jika Dirga memiliki Seorang Istri yang sangat culun dan kampungan seperti Julaiha untuk itu Mama Dirga sudah memikirkan sesuatu yang akan membuat istri Dirga segera pergi dari rumah itu.


Selin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bibirnya terus menggulum senyum, ada rasa bahagia di dalam hatinya karena Mama Dirga berjanji akan mengusir Wanita yang ada di dalam Rumah Dirga dalam waktu minggu ini.


Di rumah Dirga Juleha Setelah membersihkan tubuhnya seperti biasa dikala malam tiba Julaiha melakukan salat tahajud sebagaimana yang sering dia lakukan ketika dirinya berada di desa Graha merasa sangat sedih dan sangat tidak berdaya berada di rumah itu di mana Bukan cinta yang dia dapatkan tapi dirinya bagaikan seseorang wanita yang hanya dijadikan sebagai penguasa aja.


"Ayah, leha tidak tahan berada di Rumah ini Ayah, leha ingin pergi leha ingin hidup dengan normal bukan hidup dengan seperti ini tidak memiliki kebebasan sama sekali dan hidup harus selalu memberikan kepuasan pada orang yang tidak mencintai Leha, ini sangat menyakitkan dan ini sangat membuat harga diri Leha terjatuh leha sudah tidak memiliki harga diri lagi, sampai kapan leha akan begini. "


Terus menangis dan terus bermonolog sendiri dimana Julaiha benar-benar putus asa akan Nasib Dirinya.


Pagi yang cerah Dirga sudah menyelesaikan ritual mandi dan berjalan keluar ruangan, kedua bola matanya menatap heran pada pintu kamar Julaiha yang masih tertutup.


"Ini sudah siang tumben dia belum keluar apa gadis itu sakit? " Dirga terus menatap sambil for monolog sendiri Ingin rasanya Dia mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar Julaiha akan tetapi niatnya dia urungkan dikarenakan dia ingin memberikan sedikit ketenangan dan kebebasan kepada Juleha tanpa mendapatkan gangguan Dari Dirinya.


Dengan sabar masuk ke dapur untuk membuat sarapan pagi, Entah mengapa kali ini Dirga ingin membuatkan sarapan pagi juga untuk Juleha karena itu Dirga membuatkan satu cangkir susu hangat untuk Juleha beserta dengan roti bakar yang baru saja Dirga panggang.


Setelah semua pekerjaan di dapur selesai Dirga segera keluar dari dapur kemudian berjalan menuju ke ruang tamu di mana Dirga sengaja menunggu Juleha untuk keluar dari dalam kamarnya.


Setelah kurang lebih dari 20 menit Dirga menunggu Juleha keluar dari dalam kamar akan tetapi Juleha tidak kunjung keluar membuat Dirga sedikit kesal, karena tidak biasanya Julaiha belum bangun dari tidurnya dan kali ini Dirga harus menunggu.

__ADS_1


Merasa resah dan gusar membuat Dirga bangkit dari duduknya kemudian berjalan mondar-mandir bagaikan setrika di depan pintu kamar Julaiha, ingin rasanya Dia mengetuk pintu dan memanggil Juleha akan tetapi Dirga tahan karena Dirga tidak ingin membuat Julaiha terkejut dan apa yang dilakukan terkesan memerintah yang mana akan membuat Juleha kesal kepadanya Entah mengapa Dirga tidak suka jika dirinya diabaikan oleh Juleha rasanya sakit dan sesak jika Julaiha mendiamkan nya.


"Kenapa lama sekali dia keluar nya, apa iya leha masih tidur, mungkin kah dia kelelahan karena ulah Aku semalam, kalau masih tidur susuu ini bisa dingin dong dan pasti nya tidak enak lagi, apa sebaiknya Aku panggil dia dari pada susu ini keburu dingin tapi, ____


" Ting tong.... Ting tong....!


ketika Dirga sibuk bermonolog sendiri dan berpikir apa yang harus dia lakukan tiba-tiba Bell pintu rumahnya berbunyi.


Dengan perasaan malas akhirnya Dirga berjalan menuju ke pintu untuk membukakan pintu dan melihat Siapa yang datang bertamu di pagi hari, di mana Hal itu membuat Dirga sangat kesal dan geram karena pagi-pagi sudah ada tamu yang mengganggu dan datang ke rumahnya.


"Pasti ini Selin kurang kerjaan sekali sih pagi-pagi datang ke rumah orang, "grutu Dirga sambil membukakan pintu dan Alangkah terkejutnya Dirga ketika mengetahui yang datang Ternyata bukan Celine akan tetapi mamanya yang sudah berdiri di depan pintu.


" Mama mau apa Mama kesini pagi-pagi, "


Dirga yang besar tidak langsung membukakan pintu akan tetapi dia justru mondar-mandir di depan pintu.


"Dirga Mama tau disitu cepat buka, "


"Astaga darimana Mama tau kalau Aku ada di balik pintu, ____


"Dirga apa kau tidak dengar apa yang Mama katakan? baik Mama akan hitung sampai hitungan ketiga Jika kamu tidak membukakan pintu maka Mama sendiri yang akan membuka pintu satu, dua, tidur, ___


Dengan cepat Dirga langsung membuka pintu sebelum Mamanya semakin marah.


"Lama sekali sih membuka nya, "


"Maaf, Ma, ____


" Mana? "...


" Apa, Mama mencari apa?


"Itu Wanita kampungan itu, "


"Oh, dia ada di dalam kamarnya Ma, "


"Apa jam segini dia belum bangun pemalas sekali sih dia itu, biar Aku bangunkan dia, "


Dengan langkah cepat Mama Dirga langsung melangkah menuju ke dalam kamar Dirga.

__ADS_1


"Ma, Mama tunggu Mama mau kemana? "


" Tentu saja aku akan pergi ke kamarmu aku akan bangunkan wanita pemalas itu mentang-mentang menjadi istri orang kaya dia enak-enakan saja dan kamu, kamu selalu memanjakannya, kamu benar-benar keterlaluan Dirga, Apa kamu tidak bisa bercermin dia itu Wanita kampungan sangat memalukan sekali kamu dan papamu sama saja sama-sama penyuka Wanita kampungan, " geram Mama Dirga dengan nada berapi-api.


"Mama salah paham Julaiha tidak ada di dalam kamarku Ma, "


"Kalau dia tidak ada di dalam kamarmu lantas dimana hah, "


"Mama duduk dan tenanglah dulu, Jangan membuat Dirga panik dan bingung karena Dirga juga tidak bisa menjelaskan jika Mama seperti ini ayo Mama sekarang duduk biar Dirga Jelaskan dengan santai Mama jangan emosi dan marah-marah selalu. "


Mama Dirga menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dirinya yang berniat untuk marah pada Julaiha akhirnya dia pendam dengan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dirga putranya. Mama Dirga mendudukkan bokongnya di atas kursi sofa yang ada di ruang tamu kemudian Dirga pun mengikuti apa yang dilakukan sang Mama dengan duduk di depannya sedang Mama yang sudah tidak tahan dan tidak sabar dengan apa yang akan dikatakan oleh Dirga dengan sangat keras dan dengan nada penuh penekanan Mama Dirga mulai bertanya,


"Cepat katakan jangan lama-lama karena Aku tidak suka menunggu, Aku mau secepatnya Istri malasmu itu bangun. "


"Tenang Ma, tenang, Juleha tidak ada di dalam kamarku Juleha ada di dalam kamarnya sendiri kami tidak tidur satu panjang, Selain itu hari ini Julaiha tidak bangun dikarenakan Dia sedang sakit untuk itu Mama tidak perlu lagi mencari tahu dan meminta Juleha agar cepat bangun karena dia dalam keadaan sakit Aku harap mama mengerti dan mau memahaminya. " ucap Dirga dengan penuh harap.


terlihat mematikan menarik nafas panjang kemudian kembali menghembuskannya dengan kasar terlihat jelas di wajahnya jika mematikan sangat kecewa dengan apa yang Dirga katakan.


"Sakit, Emangnya apa yang dia lakukan sampai dia sakit seperti itu dan itu di dapur mama lihat ada satu gelas susu untuk siapa itu, apakah untuk istrimu,"tanya sang Mama dengan tatapan penuh selidik.


Dirga tersenyum nyengir kuda ketika mamanya menuduh dirinya membuatkan susu untuk Juleha karena apa yang dikatakan dan dipikirkan oleh mamanya adalah benar.


"Maaf, Ma Dirga hanya ingin Julaiha bisa cepat sembuh untuk itu Dirga buatkan susu. "


" kamu itu dada saja tapi Baguslah jika kalian tidak satu ranjang itu artinya kalian tidak ada sesuatu yang spesial kan maksud Mama kamu belum menyentuhnya kan?


"Deg..!


Dirga sedikit mendelik ketika mendengar pertanyaan dari mamanya karena merasa takut dan was-was serta khawatir mamanya agar semakin marah Dirga tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan apa yang dikatakan oleh mamanya.


" Tentu saja tidak Ma, Mana mungkin Aku akan menyentuh gadis culun seperti itu, dia kan gadis kampungan bukan tipe Dirga lagi, apa yang terjadi di antara Aku dan dirinya itu karena Papa yang menjodohkan kami, Lihatlah mah kami tidak tidur satu Ranjang yang kalau mama tidak percaya Mama boleh cek masuk ke dalam kamarku tidak ada satupun baju miliknya di dalam kamarku Bahkan dia tidak pernah aku ijinkan masuk ke dalam kamarku."


Mendengar perkataan Dirga Mama Dirga tersenyum Senang Hatinya merasa lega dan tenang karena putranya tidak akan menyentuh gadis kampungan yang mana akan membuat langkah dari rencananya kacau dan tidak berjalan dengan lancar.


karena dirga dan Julaiha tidak satu kamar dan di antara mereka tidak ada hubungan yang lebih sserius, maka Mama Dirga akan semakin mudah untuk bisa mengusir Juleha dari rumah itu.


"Bagus, ini baru anak Mama, sekarang Mama bisa bernapas lega dan Mama sangat percaya padamu Kamu tidak seperti ayahmu yang memiliki selera wanita kampungan, "


"I-Iya Ma, " jawab Dirga dengan hati yang gugup.

__ADS_1


Stungguh Dirga terpaksa melakukan semua kebohongan ini dikarenakan Dirga tidak ingin mamanya semakin memarahi Julaiha atau memojokkan Juleha untuk itu Dirga sengaja berbohong jika diantara mereka tidak pernah terjadi suatu hubungan yang lebih serius daripada ini, semua Dirga lakukan agar Julaiha tidak mendapatkan amarah dari Mamanya.


__ADS_2