MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 8.PANIK


__ADS_3

Dirga dan Selin berjalan beriringan memasuki ruangan utama di mana di ruangan itu adalah tempat kerja Dirga yang mana seringkali Dirga kosongkan karena Dirga tidak pernah memperdulikan tentang pekerjaannya tapi akhir-akhir ini setelah menikah dengan Julaiha si gadis desa Entah mengapa Dirga sangat rajin pergi ke kantor meskipun tidak bisa setiap hari.


"Duduklah ada perlu apa kamu mencari ku? "


"Sayang kenapa kamu bicara begitu tentu saja itu karena Aku sangat merindukan dirimu, "


Dirga tersenyum miring mendengar perkataan dari Selin.


"Benarkah begitu? "


"Tentu saja sayang, "jawab Selin sambil berdiri dan dengan berani berjalan kemudian duduk diatas pangkuan Dirga membuat Dirga sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Selin kepada nya.


" Selin, ini kantor jangan bersikap yang tidak sopan padaku, "


Selin tersenyum kemudian menggalungkan tangannya pada leher Dirga.


"Kenapa Sayang, bukan kah kita sering seperti ini, "


"Iya tapi bukan dikantor begini kalau Papa datang dan melihat semua ini Aku bisa tamat, Aku bisa didepak dari pewaris tunggal nya. "


"Baiklah kalau begitu kita ke Hotel saja, Sayang Aku ingin memberikan sesuatu yang pasti nya akan sangat kamu sukai, "


"Apa itu? "


"Untuk sekarang rahasia, Sayang kapan kau akan membawa ku berbelanja semua kebutuhan Rumah sudah habis."


Dirga segera menurunkan Selin dari pangkuannya kemudian membuka dompet dan memberikan beberapa lembar uang merah kepada Selin.


"Ini pergilah dan berbelanjakah sesuatu, "


"Trimakasih sayang, "


Selin segera menyatukan bibirnya dengan bibir Dirga, biasanya Dirga akan menyambut dengan buas dan rakus bibir Selin tapi kali ini Dirga terlihat diam tanpa mau memberikan balasan apapun.


"Sayang, kenapa diam apa kamu kurang pu- asal jika kita hanya berci- uman bibir, tenang saja Nanti Aku akan berikan yang lebih."


Dirga tidak menanggapi ucapan Selin Dirga justru berjalan menuju kepintu dan membuka nya.


"Keluarlah Aku sibuk, "


Dengan perasaan kesal Akhirnya Selin keluar dari Ruang kerja Dirga.


Ketika sore menjelang Dirga bergegas pulang ke Rumah nya, sampai di depan pintu Dirga sedikit terkejut ketika mendapati seorang gadis sedang duduk sambil meringkuk di depan Rumah nya.


"Julaiha, ngapain lo disini? "


Mendengar namanya dipanggil Julaiha yang kalau itu duduk sambil memejamkan mata langsung membuka kedua bola matanya.

__ADS_1


"Mas Dirga, sudah pulang. "


"Aku tanya kamu kenapa kamu justru balik bertanya padaku? "


"Maaf, Mas Leha ketiduran, "


"Kalau kamu ngantuk kenapa tidak tidur di dalam saja, "


"Maaf, Mas. Leha tidak mempunyai kuncinya, "


"Astaga Dirga langsung menjitak kepala nya sendiri karena dia telah lupa memberi kan kunci rumah kepada Julaiha.


Dengan tersenyum sinis Dirga segera membuka pintu.


" Cepat masuk, "


Bergegas Julaiha masuk kedalam Rumah kemudian diikuti Dirga dari belakang nya, Dirga sangat heran dengan pola pikir gadis desa yang sudah menjadi istri nya.


"Kenapa kau tidak menghubungi ku jika tidak ada kunci, beruntung Aku pulang sore kalau Aku. pulang malam bagaimana? Apa iya kamu masih mau menunggu diluar, "


"Jika terpaksa mau bagaimana lagi Aku juga tidak tahu nomor ponsel Mas Dirga. "


"Kalau tidak tau itu bertanya bukan cuma diam saja, cepat Carat nomor telepon ku,"


Terlihat Julaiha membuka tas hitamnya dan mengeluarkan sebuah ponsel berukuran kecil dan mulai menulis kan nomornya.


Dengan cepat Julaiha menganggukan kepala.


"Kalau kamu pakai ponsel jadul begini bagaimana kamu bisa balas chat Aku, ini ponsel tidak ada aplikasi wasapnya ini hanya untuk telpon saja buang itu ponsel tidak berguna, " geram Dirga yang langsung merampas ponsel HP milik Julaiha dan melemparkan nya ke kursi sofa.


Julaiha yang tidak menyangka jika ponsel hpnya akan dilemparkan sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Dirga padanya.


"Mas, kenapa ponsel hpku kamu lempar, " sungut Julaiha kesal dan mulai berjalan hendak mengambil ponsel hpnya, akan tetapi pergerakan nya ditahan oleh Dirga.


"Tidak perlu diambil Aku akan belikan yang baru untuk mu, "


"Tapi, Mas itu ponsel HP Aku beli dari hasil kerja pertama ku dulu, "


"Peduli, "


"Cepat pergi mandi dan ganti bajumu kita akan pergi keluar Aku akan belikan ponsel HP yang baru untuk mu, "


"Tidak perlu Mas kita tidak perlu melakukan pemborosan lagipula ponsel HP Aku juga masih bagus masih bisa digunakan, "


"Sudah diam dan ikuti semua perintahku, " geram Dirga yang langsung masuk ke dalam kamarnya sementara Julaiha masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke dalam kamar mandi.


Ketika Julaiha hendak melepas semua baju yang melekat padanya tiba-tiba Julaiha teringat handuk di dalam kamarnya tidak ada karena di pinjam Dirga.

__ADS_1


Dengan cepat Julaiha langsung berjalan menuju kamar Dirga dan mulai mengetuk pintu kamarnya.


"Tok...!


" Tok,.!


"Tok..!


Dirga yang kebetulan baru selesai mandi langsung berjalan menuju ke pintu.


Dirga sedikit terkejut melihat Julaiha sudah berdiri di depan pintu kamarnya akan tetapi masih menggunakan pakaian yang pagi tadi di pakai dan hal itu berarti Julaiha belum mandi.


" Mau apa kau kesini, kau belum mandi ya, pergi sana cepat mandi ini sudah mau malam Nanti keburu tokonya tutup, "


"Maaf, Mas, Anu, _____


" Apa? "


"Anu, Itu, Anu, ____


" Kamu itu mau ngomong apa Anu itu Anu bicara yang jelas. "


"Itu Mas Handuk Leha kan Mas Dirga pinjam dan Leha tidak punya handuk lagi, "


"Oh, itu Tunggu,"


Dirga segera membuka almari kamarnya kemudian mengambil satu handuk baru yang bersih dia berikan pada Julaiha.


"Ini cepat mandi, "


Julaiha segera membalikan badannya dan berniat melangkah pergi tapi belum juga Julaiha sempat melangkah, Dirga sudah menghentikan nya.


"Kau mau kemana? "


"Mandi Mas, "


"Kalau begitu ya sudah cepat masuk sana, "


"Leha akan mandi di kamar Leha saja, "


"Tidak perlu itu akan jadi kelamaan sudah kamu masuk kedalam mandi disini saja cepat. "


Tanpa berani membantah akhirnya Julaiha masuk ke dalam kamar mandi dan. melakukan ritual mandi.


Kurang lebih diapus menit lamanya Julaiha melakukan ritual mandi dan Julaiha baru menyadari jika dirinya tidak membawa baju ganti dia hanya ada handuk baru yang diberikan Dirga kepada nya dan sialnya, handuk yang diberikan Dirga tidak begitu panjang sehingga hanya sebatas pa ha atas, July merasa bingung karena dia tidak akan bisa keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk pendek, karena hal itu akan sangat membuatnya malu.


"Julaiha.. cepat sedikit kamu itu lagi mandi apa berendam sih, kenapa lama sekali, "

__ADS_1


"I-iya Mas sebentar, aduh bagaimana ini masa Aku harus keluar hanya dengan handuk pendek begini, Tidak aku tidak mau keluar seperti ini, lebih baik Aku tunggu Mas Dirga keluar dari dalam kamar biar Aku bisa keluar. " gumam Julaiha bermonolog sendiri.


__ADS_2