MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 13.MAAF


__ADS_3

Dirga yang ikut tersulut emosi karena ucapan Juleha yang cukup membuat kedua telinganya memanas yang mana mengakibatkan Dirga pun berkata kasar dan menyakitkan meskipun sesungguhnya di dalam hati Dirga tidak berniat untuk menyakiti hati Julaiha,


Kini keduanya sama-sama terdiam tidak ada satupun yang mau memulai pembicaraan meskipun sesekali Dirga mengemudikan mobil sambil menatap ke arah spion kaca yang mengarah ke bangku belakang, di mana akan terlihat wajah Julaiha dari kaca spion itu akan tetapi Julaiha yang merasa sangat kesal dan marah dengan Dirga sengaja menutupi wajahnya dengan jilbab panjangnya kemudian miringkan tubuhnya ke samping sehingga Dirga tidak bisa melihat apapun, Hal itu membuat Dirga sedikit kesal dan geram Akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena rasa egois dan sikap gengsinya yang tinggi membuat Dirga diam saja meskipun sejujurnya hatinya kecewa karena tidak bisa melihat wajah Julaiha melalui kaca spion.


"Sok kecakepan amat sih, pakai menghindar dari pantulan kaca spion ku, " gumam Dirga kesal.


karena tidak bisa melihat wajah Julaiha terlebih Julaiha dalam keadaan sedang marah membuat Dirga tidak mampu berkonsentrasi dalam mengemudikan mobilnya perasaannya begitu galau dan kacau.


Sangat terlihat tidak nyaman dan merasa sangat gusar manakala Julaiha mulai bersikap acuh dan dingin padanya.


"Awas saja mendiamkan Aku, dirumah Aku tidak akan memberikan Ampuun padamu Aku akan buat kamu selalu melayani ku dan hal itu akan menjadi satu hukuman untukmu karena kamu telah berani mengabaikan Aku dan tidak patuh dengan peintahku, " gumam Dirga bermonolog sendiri.


Dirga merasa yakin jika Juleha tidak akan bisa menolak keinginannya ketika di tas ranjang dan mau tidak mau Juleha akan mengikuti seluruh kemauannya dan melayani apa yang jadi keinginan nya


mobil melaju dengan kecepatan sedang Akhirnya sampai di depan rumah Mega h yang berpagar hitam hanya dengan menggunakan sebuah remote control pintu gerbang itu pun terbuka.


Setelah Dirga memarkirkan mobilnya masuk ke dalam bagasi Dirga turun dari dalam mobil dan membukakan pintu belakang.


Julaiha segera turun dari mobil ketika pintu belakang sudah terbuka dan tanpa bicara Julaiha langsung masuk ke dalam rumah terlebih dahulu tanpa menunggu Dirga yang kala itu berjalan di belakangnya.


"Lehaa..! tunggu buru-buru amat sih? "seru Dirga dengan lantang.


Tanpa mau menoleh ke belakang ataupun menjawab panggilan dari Dirga julaiha mempercepat langkah kakinya masuk ke dalam Rumah, kemudian setelah pintu rumah terbuka Julaiha dengan cepat masuk ke dalam kamarnya dan hendak Mengunci pintu kamar akan tetapi sebelum pintu kamar terkunci, Dirga sudah mendorong pintu dengan Sedikit keras karena Dirga juga mempercepat langkah kakinya ketika Julaiha mempercepat langkahnya, sehingga pintu itupun tidak bisa ditutup dan dikunci karena ditahan oleh tangan Dirga.

__ADS_1


"Pak, tolong jangan halangi saya mau beristirahat, "


"Pak... pak.. Pak apa kamu pikir Aku ini Bapak kamu, Aku mau mengajarimu menggunakan ponsel HP ini,"


"Tidak perlu, Maaf saya mau beristirahat, "


"Haiss, kamu itu kenapa sih, marah, "


"Tidak untuk apa saya marah, "


"Kalau tidak marah kenapa bersikap begini? "


"Kan saya sudah bilang mau beristirahat. "


"Mau beristirahat ngapain harus mengunci pintu, Aku juga mau beristirahat disini, bagaimana kalau kita menggulang yang tadi siang kita lakukan? *


" Apaan sih Pak, pergilah saya mau tidur, "


"Kenapa sih dari tadi panggil Pak, Aku bukan Bapak kamu, "


"Iya, Anda adalah Bos saya dan saya adalah pembantu di Rumah ini, jadi tolong pergilah, "


"Lehaa, ngomong apa sih kamu itu, Oj Aku tadi salah Aku minta maaf dan, ___

__ADS_1


" Bapak tidak perlu minta maaf karena, ____


"Cukup Aku tidak mau mendengar panggilan kamu yang Pak, Pak itu jika kamu masih memanggilku begitu makan kamu harus bersiap melayani ku, "


Julaiha meneguk kasar ludahnya, Julaiha tidak menyangka jika Dirga akan bicara begitu dengan memberikan ancamaan padanya akan tetapi Julaiha yakin Dirga hanya mengggertaknya untuk itu Julaiha mengabaikan peringatan dari Dirga.


"Sudahlah Pak, jangan banyak bicara cepatlah keluar saya mau beristirahat. "


Dirga menatap tajam pada Julaiha yang masih bersih kuku memanggil dirinya dengan sebutan Pak yang mana sebutan itu sangat membuat telinga Dirga sangat panas dan sakit.


Dirga tidak mau bicara lagi tetapi gerakan tangannya lah yang kini mulai berbicara Dirga dengan cepat mendorong tubuh Juleha hingga sampai ke bibir ranjang yang ada di dalam kamar itu, Julia tidak menyangka jika Dirga tidak main-main dengan perkataannya mulai terlihat sangat panik dan khawatir karena sepertinya Dirga sangat serius dengan ancamannya.


"Mas, maafkan Aku tolong pergilah, " ucap Julaiha dengan gugup masih teringat jelas dalam ingatannya rasa sakit yang bercampur dengan rasa nikmat akibat dari ulah Suaminya.


jika tersenyum miring melihat wajah panik dari Julaiha sebenarnya Dirga merasa kasihan dan ingin melepaskan dan menuruti perkataan dari Juleha akan tetapi Dirga merasa Jika dia menuruti dan memaafkan Juleha maka gadis itu akan berpikir dirinya sangat lemah dan main-main dengan setiap ucapannya untuk itu Dirga memang menjauh dari Juleha akan tetapi Dirga menuju ke pintu bukan untuk keluar dari dalam kamar akan tetapi justru Mengunci pintu hal itu semakin membuat Juleha panik dan ketakutan.


"Bagaimana kau sudah siap? "


"Mas jangan, tadi kan sudah Aku minta maaf Aku berjanji tidak akan, __


" Sudah terlambat Lehaaa yang dibawah sini sudah meminta untuk di pu-as kan, ayo kita mulai. "


Julaiha ingin memberontak dan berteriak akan tetapi bibir nya sudah tidak bisa bicara apapun juga karena Dirga sudah melum- matnya dengan rakus.

__ADS_1


__ADS_2