
Dirga yang melihat Julaiha makan dengan sangat lahap dan cepat menatap tak berkedip, bahkan Dirga sampai dibuat melongo karena nya.
"Leha, makannya pelan-pelan saja kenapa, apa kamu begitu kelaparan sehingga makanmu begitu cepat, dikunyah dulu jangan langsung telan bisa kesedak kamu Nanti, "
Seakan tuli Julaiha tidak perduli dengan apa yang dikatakan Dirga kepadanya bahkan Dirga yang juga lapar melihat Cara Julaiha makan menjadi lupa untuk menikmati hidangan makanannya sendiri.
Tidak menunggu lama mie rebus milik Julaiha sudah habis dan Julaiha berniat bangkit dari tempat duduknya dan hendak berjalan menuju ke dapur untuk membawa mangkok kotor milik nya, akan tetapi langkah Julaiha dihentikan Dirga dengan menggenggam tangannya.
Melihat Apa yang dilakukan Dirga kepada dirinya Juleha menatap tajam kepada Dirga meskipun tanpa bersuara akan tetapi tatapan mata Juleha yang begitu sangat tajam seolah-olah tidak mengizinkan Dirga untuk menyentuh tangannya.
"Maaf, tapi duduk dulu tunggu sampai Aku selesai makan agar kamu bisa membawa mangkok kotor ky sekalian untuk dicuci, kamu tidak akan menyuruh Aku untuk mencucinya sendiri bukan? "
menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan pada akhirnya Juleha menganggukkan kepala melihat sulaiha sudah menganggukkan kepala ketika melepaskan genggaman tangannya kemudian curhat duduk di kursi untuk menunggu Dirga selesai menikmati makanannya.
" dibuat tamu sangat enak sekali Leha lain kali aku mau dibikinkan lagi dan aku mau telurnya tambah satu lagi biar tambah mantap dan enak, Hei Leha Kenapa sih kamu diam saja aku dari tadi bicara sama kamu tapi kamu kenapa tidak bicara sama sekali padaku Apa kamu sedang sakit gigi atau kamu terkena sariawan sehingga kamu tidak bicara apapun padaku tanya Dirga sambil menyuapkan mie ke dalam mulutnya.
__ADS_1
" Aku hanya tidak tahu aku harus bicara apa padamu, "ucap Julaiha dengan singkat.
" Oke baiklah kita tidak perlu membahas hal ini karena hal ini tidak penting, Baiklah aku mau tanya kepadamu Apa kamu sudah bisa menggunakan ponsel hp yang aku berikan padamu Jika tidak bisa nanti aku akan datang ke kamarmu untuk mengajari cara menggunakan ponsel hp itu ,"ucap Dirga memberikan penjelasan kepada Julaiha.
"Tidak perlu karena Aku tidak mau menggunakan nya, "
Dirga menatap heran kepada Juleha yang dengan santainya menjawab Dia tidak akan menggunakan ponsel hp yang dia berikan untuknya Hal itu membuat Dirga sedikit merasa sedih karena dengan susah payah Dirga membeli HP yang mahal agar sudah merasa senang akan tetapi yang terjadi justru Juleha tidak ingin menggunakannya.
" Kamu ini bagaimana sih Bukankah aku memberikan HP itu untuk kamu biar aku bisa mudah menghubungi kamu juga kenapa kamu menolaknya, "
"Apa? kau mau menggerakkan nya padaku apa kamu sudah Gi- la. Aku beli ponsel HP itu agar Aku bisa muda menghubungi dirimu ini justru mau kamu kembalikan yang benar saja kalau bicara dan Aku harus dengan apa menghubungi dirimu jika kamu tidak ada ponsel HP yang bisa digunakan untuk chat juga, "
"Besok Aku akan membeli ponsel HP yang baru agar Mas Dirga bisa Chat Aku jadi tenang saja tidak perlu khawatir, "
"Lo ini memang benar-benar gadis kampung yang menyebabkan ya, kenapa sok mau beli sendiri jika sudah ada yang memberikan kenapa tidak kau pakai, Apa masih kurang bagus itu HP? "
__ADS_1
"Sudahlah Mas itu urusan pribadi ku Mas tidak perlu ikut campur dan ingin tau karena Aku memiliki alasan kenapa tidak mau menggunakan ponsel HP yang Mas berikan. "
Julaiha segera bangun dari duduknya kemudian mengambil dengan cepat mangkok yang ada di depan Dirga yang mana kala itu Dirga juga sudah selesai menikmati mie rebus dengan telur yang dibuatkan Juleha kepadanya.
Ketika sudah hendak berjalan menuju ke dapur tangan Juleha ditahan oleh Dirga sehingga mau tidak mau sudah menghentikan langkah kakinya.
"Ada apalagi? "
seolah tanpa memiliki salah dan dosa Dirga menyunggingkan sebuah senyuman kemudian meminta Juleha untuk membuatkan secangkir kopi dan membawakannya ke tempat ruangan kerja miliknya.
"Buatkan Aku kopi yang manis ya jangan yang pahit kayak kemarin dan tolong bawa jwb ruang kerjaku, " ucap Dirga sambil menepuk bahu Julaiha sebelum kemudian Dirga melangkah masuk ke dalam ruang kerja nya.
Julia menatap kepergian Dirga dengan perasaan kesal dan geram yang mana Dirinya benar-benar dianggap sebagai seorang pembantu oleh Dirga.
"Sial amat sih Nasib ku, harus sampai kapan Aku begini coba dan bagaimana jika Aku hamil, tidak Aku tidak boleh hamil tapi kemarin Mas Dirga membuang benihnya di dalam bagaimana ini, " Gumam Julaiha dengan perasaan bingung dan gusar.
__ADS_1
Juleha yang terus memikirkan tentang nasib dirinya seolah lupa dengan apa yang diperintahkan Dirga kepadanya sehingga setelah Julaiha mencuci bersih mangkok yang dia gunakan untuk makan bersama dengan Dirga Julaiha justru berjalan menuju kedekat jendela berdiri sambil menatap langit-langit melalui jendela, anginnya mulai menerawang jauh, Julaiha teringat akan kehidupan nya di desa meskipun tinggal di sebuah rumah yang tidak besar akan tetapi Julaiha merasa senang dan bahagia karena di dalam keluarga itu saling menghargai meskipun terkadang dirinya sering tidak cocok dengan saudara tirinya.