
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya apabila sudah masuk Bali ke dalam ruangan sambil mengulum senyum wajahnya terlihat ceria dan bahagia.
"Selamat Julaeha kamu di trima bekerja disini mulai besok jadi silakan kamu tandatangani berkas berkas ini, "
Julaeha menerima kertas yang ditujukan padanya Untuk ditandatangani setelah melakukan penandatanganan oleh julaeha mereka di izinkan untuk pulang dan besok Julaeha sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan restoran besar yang ada di kota itu.
Dalam perjalanan pulang hati Julaeha merasa sangat senang dan bahagia karena pada akhirnya dia akan mendapatkan penghasilan yang cukup layak dan banyak sehingga dia bisa melunasi hutangnya dan bisa segera memberikan kepada Dirga dan yang terpenting dirinya tidak akan lagi menderita karena hidup tanpa harga diri di mana Dia hanya bisa dinikmati dan tidak berhak untuk menolak maupun mengeluh dengan keadaan yang ada bahkan dengan terang-terangan orang yang telah merengut mahkotanya mengatakan jika dirinya tidak sama sekali tidak mencintai dirinya dan yang dia lakukan atas dasar keinginan sebagai laki-laki normal biasa saja.
Julaeha dan Mira masuk ke dalam sebuah restoran kecil untuk mengisi perut mereka yang sedang lapar.
Kurang lebih mereka menghabiskan waktu selama satu jam kemudian mereka berdua keluar dari restoran kecil menuju ke halte bis untuk pulang ke rumahnya masing-masing karena Mira dijemput oleh kekasihnya maka Juleha pulang ke rumah dengan naik bus sendiri.
Tiba di rumah pukul sepuluh malam dan rumah sudah terlihat terang itu artinya di dalam rumah sudah ada penghuninya, Julaiha tersenyum kecut melihat lampu Rumah sudah menyala.
Julaiha menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Rupanya Mas Dirga sudah pulang, pasti dia sedang asik bersama dengan pacarnya kalau begitu syukurlah dia tidak akan mengagguku lagi, " gumam Julaiha dalam hati.
Julaiha mulai melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah membuka pintu dengan perlahan-lahan, hal itu Julaiha lakukan agar tidak mrngaggu Dirga dan pacarnya yang mungkin kini sedang bersenang-senang.
Julaiha bernapas lega karena dia membuka pintu tidak mengaggu orang yang ada di dalam Rumah.
ketika Julaiha Endak masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah kakinya buat curhat sedikit terkejut karena dia tidak menyangka ternyata Dirga mengetahui kepulangannya sedangkan buleha berpikir Dirga sedang asyik bersama dengan pacarnya sehingga dia tidak akan mengetahui jika curhat pulang sedikit malam.
"Kamu baru pulang, dari mana saja kamu? "
Zulham menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan perlahan-lahan Julaiha membalikkan badannya.
"Bekerja, "
"Bekerja, kerja apa sampai malam begini? "
"Sayang kenapa kamu tanya pembantumu begitu, mungkin dia sedang menghabiskan malam dengan pacarnya, " sahut sebuah suara yang tiba-tiba muncul dari dalam kamar Dirga.
Julaiha yang di ledek hendak menjawab dan marah akan tetapi ketika pandangan matanya yang melihat gadis yang baru saja keluar dari dalam kamar Dirga dalam keadaan rambut basah membuat kerongkongan Julaiha tercekat dan pada akhirnya julaiha hanya bisa diam.
__ADS_1
"Tuh, Mas dia nya diam dia sudah menggakui jika malam ini dia sudah menghabiskan malam dengan laki-laki di luar sana. "
Dirga yang mendengar celotehan Selin semakin marah dan tersulut emosi.
"Katakan leha, apa benar apa yang dikatakan Selin kepada mu jika kamu habis berseng senang dengan laki-laki lain di luar sana, " bentak Dirga dengan suara yang sangat keras.
Merasa kesal dan geram Julaiha memilih mengatakan iya.
"Benar, Aku habis menghabiskan malam bersama dengan pacarku, "jawab julaiha dengan tegas yang mana julaiha langsung ngloyor masuk ke dalam kamarnya.
"Kurang ajar, berani kau, leha.. buka pintunya, " teriak Dirga yang tersulut emosi.
"Dia pasti malu Mas seorang pembantu juga ingin di ajak yang enak jadi dia, ______
" Diam kau Selin, sudah unu juga sudah malam cepat pergi kau, "
"Lho kok ganti Aku yang dimarahi sih Mas Aku kan cuma, ____
" Cepat keluar..!
Menarik dengan paksa dan dengan kasar keluar dari rumahnya dengan tidak sopan seolah olah dirinya sangat mengaggu.
"Mas sakit lepasin tanganku kenapa kau menarikku dengan kasar sakit tauk, "
"Keluar...!
Dirga berseru dengan sangat kasar dan dengan penuh penekanan, dibuka nya dengan lebar pintu rumah nya, Selin yang kecewa dengan sikap Dirga yang tiba-tiba sangat kasar dan dingin padanya menghentakkan kakinya ke lantai dengan sangat keras sebagai tanda ungkapan kekesalan hatinya.
Tidak mau tau dan tidak mau peduli dengan Selin yang terlihat sangat kesal dengan ulah dirinya Dirga justru dengan gerakan cepat menutup pintu dan menguncinya dari dalam membuat Selin benar-benar melongo dibuat nya.
"Dirga... nyebelin banget sih kamu itu bener-bener tidak berprasaan, biar Aku adukan ke Tante Sofi agar Mas Dirga kena marah dan ditegur oleh tante Sofi, enak saja menyakiti main usir dengan sangat kasar benar-benar tidak berprasaan, "geram Selin sambil melangkah masuk ke dalam mobilnya yang berwarna putih.
sementara Dirga yang sudah menguji pintu langsung berjalan menuju ke kamar Julaiha yang sudah tertutup dan terkunci dari dalam dengan gerakan dasar Dirga menggedor pintu kamar Juleha.
"Tok... Tok... Tok...!
__ADS_1
" Lehaa, buka pintu nya cepat, "
"Ada apa sih Mas, Aku capek Aku mau tidur, " seru Julaeha dari dalam kamar.
"Buka pintu nya cepat..!
" Ada apa sih ini orang tiap hari kerjanya marah melulu, males bukalah biarin saja tok Aku sudah menguncinya. "gumam Julaeha yang memilih mengabaikan panggilan dari Dirga.
Dirga semakin dibuat gram dan kesal karena pintu kamar belum juga dibuka dari dalam dengan cepat tingkah langsung berlari ke ruang tamu di mana dia menyimpan kunci cadangan di samping televisi yang memiliki kotak kecil.
"Rupanya kau mau dan suka di hukum rupanya baiklah tunggu Aku akan segera datang jangan kau pikir Aku tidak akan bisa masuk ke dalam kamarmu, " gumam Dirga sambil tersenyum miring.
Julaiha sendiri dengan santai di dalam kamar sudah merebahkan dirinya di atas ranjang sambil menarik selimut dan memejamkan kedua bola matanya, sementara Dirga dengan cepat membuka pintu kamar Julaiha.
Pergerakan Dirga yang sangat keras dan kasar membuat Juleha sedikit terkejut karena tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan sangat lebar hingga membuat Julaiha yang kala itu sedang berbaring dan menoleh ke pintu tiba-tiba langsung duduk .
"M-Mas Dirga..!
cerita tersenyum miring melihat wajah terkejut dan heran dari Juleha karena dirinya bisa masuk ke dalam kamar tanpa menunggu Juleha membukakan pintu kamarnya.
" Kenapa Mas Dirga bisa masuk? "
Dirga tersenyum miring mendapati wajah terkejut dan sedikit takut dari Julaiha Dirga yang geram segera menutup pintu dan mengujinya dari dalam kemudian melemparkan kunci itu ke atas naskah dengan sangat asal kemudian adalah langkah cepat Dirga berjalan menuju ke atas ranjang di mana ciri khas sedang terduduk di sana.
Melihat Dirga yang mulai mendekati ranjangnya Julaiha sedikit was-was dan khawatir karena Juleha berpikir Dirga pasti marah kepadanya untuk itu dengan cepat Julaeha berusaha Turun Dari Ranjang dan berniat keluar dari dalam kamar akan tetapi sebelum Julaeha bisa melangkah tangan kekar dari Dirga langsung menarik dan mendorong Julaiha kembali terjatuh di atas ranjang.
"Mas kau kenapa?
" Kenapa, kau bilang, Aku yang seharusnya bertanya padamu kenapa kau pergi bersenang-senang dengan pacarmu apa kamu lupa kamu itu sudah punya suami dan apa masih kurang kehangatan yang Aku berikan padamu sehingga kamu masih mencari laki-laki lain hah, "
"Mas Dirga ini ngomong apa sih, "
"Jangan berlagak bodoh kamu masih kurang kan baik akan Aku berikan Ayo..!
" Mas kau mau apa? tanya Julaeha yang wajannya semakin panik ketika Dirga dengan kasar menarik dan membuka baju dan jilbab yang kalau itu Julaeha kenakan.
__ADS_1
.