MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 26. Tidak sulit


__ADS_3

Melihat Dirga yang bicara dengan sedikit gugup membuat Mama Dirga menatap Dirga dengan tatapan mata yang tajam dan penuh dengan Intens, Mama Dirga merasa heran dengan putranya yang bicara sangat gugup seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.


Dirga sendiri yang melihat tatapan sang Mama yang begitu aneh terhadap dirinya mulai merasa gusar dan resah hingga membuat Dirga harus berdiri untuk membelakangi sang Mama agar tidak menatap wajahnya dengan begitu sangat intens.


"Kamu kenapa Dirga, melihat sikapmu begitu aneh dan tidak seperti biasanya aku Ini mamamu Jangan pernah kamu membohongi diriku sekarang harta kan padaku Apakah benar di antara kalian tidak ada hubungannya serius dan Benarkah Di Antara Kalian tidak tidur satu ranjang .


Dirga membalikkan badan kemudian meyungingkan sebuah senyuman tapi sebelum itu Dirga menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan.


"Mari saya antar Mama untuk melihat kamar Dirga, agar Mama bisa percaya, tidak ada yang Dirga sembunyikan dari mama dan apabila Mama melihat Dirga sedikit aneh itu hanya perasaan Mama saja, "Jawab Dirga berbohong, Dirga berusaha sebaik mungkin untuk tidak menimbulkan rasa curiga kepada sang Mama agar Dirga bisa mendapatkan kepercayaan lagi dari mamanya dan tentunya Juleha tidak akan mendapatkan amarah Dari mamanya yang mana Dirga sendiri tidak mengerti dan tidak mengetahui Mengapa serasa tidak rela jika Juleha dimarahi oleh Mamanya,


Mendengar perkataan dari Dirga yang seolah-olah sangat meyakinkan membuat sang Mama mulai percaya sang Mama yang tadinya merasa curiga kini bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju kamar Dirga, meskipun Hatinya sudah mulai percaya akan tetapi Mama Dirga lebih suka untuk melihat sendiri keadaan yang ada di dalam kamar Dirga agar rasa percaya yang ada di dalam hatinya benar-benar sangat meyakinkan.


Pintu kamar yang sudah terbuka keadaan di dalamnya mulai dia selidiki dan dilihat oleh sang mama, sesekali Mama Dirga mengangguk-anggukkan Kepala seolah olah dia sangat puaas dan senang dengan apa yang dilihatnya.


"Bagus Mama tidak melihat satu barang pun milik dari wanita itu, dan itu artinya kamu berkata dengan jujur wanita itu tidak tinggal satu kamar denganmu dan kini Mama bisa bernafas lega dan tidak was-was lagi padamu, Mama sudah yakin dan percaya Jika kamu tidak akan memiliki sifat seperti papamu yang memiliki selera seorang pembantu kampungan kamu benar-benar anak mama kamu benar-benar memiliki darah Mama yang mana kita tidak suka dengan orang-orang miskin dan tidak berguna kita akan selalu sejajarkan diri kita dengan orang-orang yang berkelas sekarang kita bicara di luar. "


dengan tersenyum kecut Dirga menganggukkan kepala mengikuti langkah mamanya yang keluar dari dalam kamar menuju ke ruang tamu dan bertepatan pada saat itu muncullah Julaiha dari dalam kamarnya,


melihat Juleha keluar dari dalam kamar sang Mama langsung memanggil Juleha dengan suara yang keras.


"Hei Wanita kampungan sini kau, "


Meskipun panggilan dari wanita yang statusnya adalah Mama mertua sangat galak dan menyakitkan hatinya Julaiha tetap mencoba untuk bersabar dan menganggukkan kepala bahkan dengan susah payah Julaiha berusaha untuk tersenyum.


"Mama memanggilku, "


"Mama-Mama, Aku bukan Mama kamu dan ingat kamu berada di rumah ini itu karena keluargamu memiliki hutang dan suamiku kebetulan berbaik hati kepadamu tapi jangan sampai Hal itu membuat kamu berpikir bahwa kami sudah menerima kamu kamu Tetaplah gadis desa dan kampungan dan kamu bukan tipe dari menantu kami untuk itu jangan senang dulu, bahkan jangan sekali-kali memanggilku dengan sebutan Mama tapi panggilan aku dengan Nyonya apa kamu mengerti? "


"I-iya Ma Maaf Nyonya, "


"Nah itu, bagus Dirga bilang hari ini kamu sakit apa benar kamu sedang sakit tuh Dirga sudah membuatkan kamu susu cepat minum kemudian kerjakan tugasmu agar kamu bisa bekerja tidak hanya numpang makan dan tidur saja di rumah ini apa kamu ngerti? "


Serasa mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras mendengar perkataan dari mama mertua yang begitu sangat bersikap buruk kepadanya di mana kehadiran Julaiha tidakkah penting, dan tidak sekalipun diharga, bahkan mereka mengatakan jika dirinya sama dengan pembantu yang mana tinggal di rumah ini harus bekerja agar tidak hanya menumpang makan dan tidur.


Mendengar hal itu ingin rasanya julaeha berteriak keras mungkin hatinya benar-benar hancur dan serasa sudah tidak berguna sama sekali bahkan mendapatkan hinaan dan cacian yang sangat menyakitkan suami yang harusnya melindungi dirinya Dirga hanya diam saja dan duduk dengan santai seolah tidak mendengar apapun.


"Baik, nyonya,"

__ADS_1


Juleha segera melangkah ke dapur kemudian meminum susunya setelah itu Juleha kembali ke ruang tamu untuk menemui mertuanya yang begitu galak.


"Bagaimana Apa kamu sudah selesai menghabiskan minumanmu, "


"Sudah Ma,"


"Sudah kubilang jangan panggil Aku Mama panggil Aku ini Panggilan Nyonya. "


"Maaf, Nyonya,


" Dirga cepat kamu berkemas hari ini karena Mama akan mengajakmu pergi ke luar kota sebentar untuk menemani Mama karena mama memiliki acara yang harus dihadiri hari ini dan Mama ingin kamu mengantar mama "


"Tapi, Ma Dirga hari ini juga ada acara Ma maaf untuk hari ini Dirga tidak bisa, "


"Dirga Mama tidak butuh alasan untuk penolakan kamu cepat kerjakan apa yang Mama perintahkan padamu, "


Dengan berat hati akhirnya Dirga mengikuti apa yang diperintahkan oleh mamanya meskipun sebenarnya Dirga tidak ingin pergi bersama dengan sang Mama akan tetapi karena mamanya begitu memaksa akhirnya mau tidak mau Dirga terpaksa harus menemani mamanya.


"Dirga kau tunggu Mama di mobil, Mama akan.menyusul belakangan. "


Sambil melangkah keluar Dirga terus bermonolog sendiri berpikir dan menerka-nerka apa yang menyebabkan dirinya harus keluar menunggu sang Mama di luar sedangkan Mamanya masih berada di dalam bersama dengan Julaiha, Entah mengapa Dirga merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Mamanya di hadapan dirinya.


Di dalam rumah Mama Dirga mendekati Julaiha yang kala itu sedang membersihkan ruang makan.


"Julaiha hentikan kegiatan mu, Aku mau bicara padamu, "


"Baik, Nyonya,


Juleha segera menghentikan kegiatannya kemudian duduk di depan Mama Dirga yaitu Mama mertuanya yang sangat galak dan tidak ingin dipanggil dengan sebutan Mama akan tetapi meminta kepada soleha untuk memanggil dirinya dengan sebutan nyonya.


Mama Dirga bangkit dan melangkah berdiri ketika Julaiha mendudukkan bokongnya di depan Mama Dirga.


"Dengar Aku mau kamu segera pergi dari rumah ini karena aku ingin Dirga memiliki seorang istri yang berkelas tidak seperti dirimu yang kampungan seperti ini dan aku rasa tidak ada gunanya kamu di sini karena Dirga tidak mencintaimu dan kurap kamu sadar diri dan segera pergi meninggalkan Rumah ini, Aku memberinu Waktu dua hari , tapi sebelum itu aku mau kamu menjadi saksi dari pernikahan Putraku karena dia akan menikah dengan Selin secepatnya. "


"Apa menjadi saksi pernikahan dari Mas Dirga mana mungkin Aku bisa, Nyonya Maaf saya tidak mau menjadi saksi dari pernikahan mereka, "


"Kalau kau tidak mau lantas apa kau akan menghalangi pernikahan mereka?

__ADS_1


" Tidak nyonya Saya tidak akan menghalangi pernikahan Mas Dirga dengan Selin, Saya hanya tidak ingin menjadi saksi pernikahan di antara mereka Saya akan pergi dan saya tidak akan kembali, "


"Bagus, Jika Itu Memang menjadi keputusanmu Tidak masalah kamu tidak perlu menjadi saksi pernikahan dari Putraku atau kehadiranmu juga akan membuat banyak orang bertanya-tanya dan akan menjadi curiga lebih baik kamu tidak terlihat dan ini Aku ada Cek kosong kamu simpan dan isi berapa pun kamu mau, tapi setelah ini kamu tidak ada hak lagi untuk tinggal di rumah ini apa kamu mengerti? "


"Saya mengerti Nyonya, "


"Bagus sekarang cepat selesaikan tugas mu, sekalian jangan lupa kamu untuk berkemas 2 hari lagi Kamu harus meninggalkan rumah ini karena aku tidak mau pernikahan Celine dan Dirga terganggu karena dirimu, "


" Iya mah Ah Maaf Iya nyonya Juleha mengerti, '


dengan wajah berbinar dan senyum tersungging di bibir Mama Dirga segera melangkah ke pintu dia keluar dari rumah Dirga dengan wajah yang sangat ceria dan senang karena apa yang diharapkan ternyata tidak sesulit apa yang menjadi bayangannya di mana Julaiha langsung menyetujui dan menerima tawaran dirinya Hal itu membuat Mama Dirga merasa sangat senang dan bahagia.


Dirga yang melihat senyum sang Mama terlihat begitu sangat ceria dan bahagia mengerikan dahinya Dirga merasa heran dengan apa yang telah dia lihat di mana mamanya keluar dengan sangat bahagia,


Dengan sedikit buru-buru Dirga membukakan pintu untuk sang mama dan sang Mama langsung duduk dan berseru kepada Dirga untuk segera melajukan mobilnya.


meskipun dengan perasaan yang sangat bingung dan penasaran dengan apa yang dilihatnya karena sang Mama terlihat sangat senang dan bahagia Dirga berusaha fokus untuk melajukan mobilnya,


" kita akan ke mana Ma? "tanya Dirga dalam perjalanan.


" temani Mama ke sebuah butik yang ada di kota xx di sana butiknya sangat terkenal karena baju-baju yang di sana katanya sangat bagus bagus, "


Dengan patuh Dirga langsung menlajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara sang Mama masih duduk dengan bibir tersenyum sunguh hatinya sangat senang dan bahagia karena ternyata semua begitu mudah dan lancar tanpa hambatan tidak seperti dalam pemikirannya jika akan sangat sulit ketika meminta juleha untuk pergi meninggalkan Dirga tapi ternyata sangat mudah, Julaiha langsung menerima tanpa melakukan penolakan.


"Ma, kenapa tadi Mama di dalam sangat lama memangnya Mama lagi ngapain di dalam sana kenapa lama sekali baru keluar. "


"Kenapa apa kamu kepo, "


"Idih Mama, apaan sih Dirga kan cuma sekedar tanya saja kalau Mama mau menjawab kan Dirga senang. "


Mama Dirga tersenyum kemudian menepuk kecil bahu Dirga yang kala itu sedang mengemudikan mobil.


"Ini tidak penting untuk itu tidak penting juga untuk kamu tahu sekarang cepat kamu tambah laju kecepatan dari mobilmu agar kita cepat sampai di apotek sana dan Mama ingin segera memilih baju-baju yang bagus yang mana sudah pasti banyak yang cocok untuk Mama dan kamu pakai.


" hahaha Mama ada-ada saja Aku tidak perlu membeli baju bagus lagi Aku sudah punya baju banyak jadi biar mama saja dan Dirga tidak perlu membeli baju terbaru untuk Dirga karena baju Dirga sangat banyak sekali baju baru di rumah. "


.

__ADS_1


__ADS_2