MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 11. MAAF


__ADS_3

Julaiha benar-benar merasakan sangat tidak berharga dihadapan Suaminya, yang mana Dirga bisa berbuat apa saja sesuka hatinya.


Lagi-lagi Air mata Julaiha lolos jatuh membasahi pipinya yang halus, Julaiha harus sadar apa yang dilakukan Suaminya bukan atas dasar cinta akan tetapi hanya atas dasar naf- su dan kepu-asan pribadi saja.


Julaiha menggigit salivanya kali ini dia benar-benar tidak memiliki hargadiri lagi, dengan wajahnya yang sedih akhirnya Julaiha keluar dari dalam kamar dengan menggunakan sebuah baju yang sederhana dan jilbab .


Dirga memandang Julaiha sambil menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Apa tidak bisa sekali saja kamu itu tidak usah memakai jilbab begitu, risih Aku. melihat nya sana lepas tidak usah pakat Jilbab. "


"Maaf, Mas jika Mas minta saya untuk melepaskan jilbab ini lebih baik saya tidak usah ikut, "


"Apa? kau gilaa ya, ini kan kita pergi mau beli HP buat kamu kok kamu tidak mau ikut, dilepas sekali saja kan bisa apa kamu tidak gerah pakai baju begitu panjang dan jilbab begitu, "


"Tidak, Mas kalau Mas Dirga meminta Aku untuk melepaskan Jilbab ini lebih baik saja tidak usah pergi, tidak apa-apa tidak memakai HP baru, kembalikan saja HP saya yang lama itu sudah cukup, "

__ADS_1


"Ini perintah Lehaaa, cepat lepas jilbab kamu atau Aku yang akan melepaskan nya. "


"Maaf, Mas untuk kali ini Aku tidak bisa menuruti apa yang Mas Mau, "


"Lehaaaa..?


" Mas, Aku tidak akan ikut Mas Dirga jika Mas Dirga berani melepaskan jilbab ku. "


Dirga merasa sangat kesal dan geram dengan apa yang dilakukan Julaiha istrinya dimana Julaiha tidak mau menuruti perintah nya, ingin rasanya Dirga menarik jilbab yang dipakai istrinya tapi entah mengapa ada rasa tidak tega.


Dirga dan Julaiha akhirnya berangkat menggunakan mobil hitam milik Dirga, di sepanjang perjalanan Julaiha yang duduk disamping Dirga memilih duduk di sedikit menjauh merapatkan tubuh nya dengan dinding pintu mobil.


Melihat hal itu Dirga menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Kenapa duduknya menjauh begitu, apa Kamu pikir aku ini monster sehingga harus ditakuti seperti itu, Aku ini suamimu kenapa Kamu duduknya menjauh seperti itu Jangan berlagak seperti seorang gadis yang masih perawan saja, ingat aku sudah memakaimu berkali-kali jadi tidak perlu kamu menjauh seperti itu tidak perlu jual mahal padaku karena semua yang ada padamu Aku sudah tahu dan aku sudah hafal semuanya bukankah kau juga sudah menikmatinya bukan. "

__ADS_1


"Mas bisa tidak kita tidak membicarakan itu lagi, "


"Memangnya kenapa bukan jah fakta nya memang kamu sudah Aku pakai berkali-kali bukan, "


"Mas, Aku tau Aku gadis desa yang miskin dan bodoh tapi tolong jangan hina Aku selalu, Aku tau Aju tidak memiliki hak untuk menolak semuanya karena Aku hanya seorang gadis pelunas hutang dan Aku tau Mas memakaiku bukan atas dasar cinta tapi hanya atas dasar naf- su belaka, tapi tolong lah berhenti membicarakan ini Aku tidak ingin mendengar nya. "


Dirga menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Jika tidak mau mendengar nya sini duduk didekatku, kenapa tidak mau, kau takut ini di dalam mobil manalah mungkin Aku akan bernaf- suu. "


Juleha yang sebenarnya enggan dan tidak ingin duduk-duduk sangat dekat dengan Dirga akan tetapi Julaiha tidak ingin mendengar lagi perkataan dan hinaan Dirga yang sangat membuatnya Malu karena Julaiha dengan terpaksa Bolehkah akhirnya menggeser duduknya sehingga bolehlah duduk sangat dekat dengan Dirga.


Apa yang dilakukan Juleha membuat Dirga mengulum senyum karena dia telah berhasil membujuk dan mempengaruhi Julaiha yang memang Entah mengapa berada di dekat Juleha membuat Gai- raa hnya membuncah setiap saat, meskipun Julaiha mengunakan baju yang sangat tertutup dan panjang.


Diakui Dirga jika Julaiha memilki wajah yang cukup cantik tidak kalah dengan gadis gadis kota kulit Julaiha pun terbilang sangat putih dan halus, mungkin di desa Julaiha suka melakukan perawatan sehingga kulit nya begitu mempeesona cuma yang menjadi penghalang dari cantik wajahnya sang istri, karena Juki suka menggunakan pakaian yang sangat panjang dan juga jilbab, hal itu membuat kecantikan alami wajah Julaiha menjadi tertutup itu yang jadi penilaian dari Dirga.

__ADS_1


Dirga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tidak lama kemudian Dirga sudah sampai di sebuah mall yang sangat ramai dengan pengunjung, sebenarnya Dirga sangat malu membawa Juleha untuk masuk ke dalam sebuah mall di mana pakaian Julaiha yang kampungan dan juga jilbab yang sangat panjang membuat Dirga sedikit risih dan pusing karena istrinya akan menjadi pusat perhatian banyak orang di tempat itu di mana di tempat itu tidak ada yang menggunakan jilbab ataupun pakaian panjang Semuanya serba sangat mini dan ket at di mana semua para gadis berpakaian dengan seek- sinya.


__ADS_2