MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab.28. Bingung


__ADS_3

Sungguh Dirga tidak mengerti mengapa Mamanya meminta dirinya untuk memakai baju pengantin meskipun Dirga bisa menerka-nerka apa yang diinginkan Mamanya, akan tetapi Dirga masih tidak percaya jika Mamanya benar-benar meminta dirinya untuk menikah dengan Selin.


Kurang lebih 10 menit Dirga mencoba baju pengantin baru yang Mamanya berikan kepadanya meskipun sesungguhnya dari dasar hatinya yang paling dalam Dirga sama sekali tidak menyukai dan tidak menginginkan untuk mencoba baju pengantin baru itu, akan tetapi karena Mamanya memaksa dan Mamanya sangat bersikeras mau tidak mau Akhirnya Dirga menuruti apa yang diinginkan oleh Mamanya semua Dirga lakukan hanya untuk menyenangkan hati sang Mama.


Dirga keluar dari dalam kamar ganti dengan menggunakan baju pengantin membuat sang Mama sangat takjub dan kagum, melihat ketampanan dari Putra semata wayangnya.


"Wah Tampan sekali putra Mama ini sangat cocok Nak, Aku rasa ini sudah yang paling bagus dan tepat, kita tunggu Selin apakah dia juga cocok dengan baju pilihannya. "


Tidak lama kemudian Selin muncul dengan gaun pengantin yang dia coba.


"Tante, bagaimana penampilanku, "


"Bagus, sangat bagus kamu terlihat sangat cantik Selin baiklah kita pesan gaun pengantin ini untuk kalian ya? "


"Ma, Aku tidak perlu karena Aku tidak mungkin menikah lagi Ma, Aku ini sudah punya istri dan, _____


" Apa Wanita kampungan itu yang kau bilang istri? "


"Kan dia memang istri Dirga Ma, "


"Pernikahan kalian itu tidak resmi dan tidak layak karena Mama tidak ingin memiliki seorang menantu yang kampungan, apa kamu mau buat Nama baik Mama dimata teman teman Msma jatuh Dirga? "


"Tapi Ma, Nanti papa akan marah dan, ____


" Sudah diam, tidak perlu kamu pikirkan itu, Mama sudah punya jawabannya, lagipula Julaiha itu tidak kamu ceraikan jadi kamu tidak perlu khawatir dengan Papamu, "


"Maksud Mama bagaimana apakah Dirga akan menikah dan menjadi kan Selin madu dari Julaiha. "


"Iya, bukankah itu sangat menguntungkan kita ksmu tidak perlu Papa kamu marah dan Kamu bisa buat Mama tidak dihina oleh teman-teman Mama selain itu kamu bisa gunakan Selin untuk menjadi pendamping kalau kamu berpergian atau menghadiri pesta, masak Iya kamu ke pesta mau psmerin ke orang tentang istrimu yang kampungan itu mana setiap hari pakainya begitu memusingkan, apa gak panas dia pakai baju model begitu, "


Dirga terdiam untuk sesaat dia mulai memahami maksud dari Mamanya dan Dirga mengakui apa yang dikatakan oleh Mamanya adalah benar di mana jika dia pergi ke pesta atau ke sebuah undangan yang sangat mewah dan dihadiri oleh para kolongmerat Di mana mereka adalah orang-orang berkelas, tidak mungkin dirinya akan membawa Seorang Istri yang sangat kampungan dan keterbelakangan modis yang mana pastinya hanya akan membuat dan menjadikan dirinya sebagai bahan bergunjingan dan ledekan orang.


Dirga menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, hatinya mulai bimbang dan terpengaruh dengan apa yang dikatakan sang Mama terlebih dia menikah lagi dan Julaiha juga akan tetap menjadi istrinya jadi apa salahnya jika dirinya menyetujui karena hal itu tidaklah merugikan dirinya akan terapi justru menguntungkan dirinya.


Mama Dirga yang melihat Dirga terdiam dan mungkin Dirga rmulai berpikir tentang apa yang dikatakan oleh dirinya membuat sang Mama menyunggingkan sebuah senyuman Dia sangat yakin jika Dirga mulai berpikir dan mulai memahami apa yang dia maksudkan dan Mamanya juga yakin pasti Dirga tidak akan menolak dan akan segera menerima tawaran yang telah dirinya berikan.


"Bagaimana Dirga apakah kamu sudah bisa memutuskan, apa yang sudah Mama sarankan kepadamu,Mama sangat yakin kamu adalah laki-laki yang cerdas maka keputusan mu pastilah akan menguntungkan kita semua."


"Tapi Dirga mau bicara dulu dengan leha Ma, bagaimana pun Julaiha itu istriku dan dia berhak mengetahui apa yang akan Suaminya lakukan, "


" Kamu tenang saja Dirga istrimu sudah mengetahui semuanya Mama sudah bicara dan bilang padanya dan dia setuju dengan apa yang Mama katakan, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi Sekarang kamu harus lebih bisa menjaga perasaan Selin agar dia tidak merasa menjadi istri yang kedua, Karena bagaimanapun juga Julaiha tidak terlalu penting untuk kehidupan kita bukan karena Kemanapun kamu pergi pasti kamu butuhkan seorang wanita yang seperti Selin bukan seperti Julaiha yang kkampungan, terlebih baju dan pakaiannya sangat norak seperti itu, apa kamu tidak akan malu Seandainya kamu akan membawa dia seperti itu pasti malu kan untuk itu kamu harus bersikap lebih manis dan lebih perhatian kepada Selin agar Selin selalu menuruti apa yang kamu mau apa kamu dengar perkataan Mama? "


"Dirga mendengar nya Ma, tapi Dirga juga tidak mencintai Selin Ma, "


"Halah, Nanti kamu lama-lama juga akan mencintai nya sudah sekarang ayo kita turun, kasian Selin yang menunggu di lantai bawah, "

__ADS_1


Dengan sedikit malas dan terpaksa Dirga menganggukkan kepala Dirga sungguh tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti dan menuruti apa yang mamanya inginkan karena Dirga juga tidak ingin melihat mamanya bersedih karena bagaimanapun juga Dirga sangat memahami perasaan dari sang Mama, pastilah dia akan sangat malu dan merasa rendah di hadapan teman-temannya Apabila semua teman-temannya mengetahui jika dirinya putra dari seorang pengusaha terkenal dan kaya raya beristrikan seorang wanita kampungan.


Dirga berjalan mengikuti langkah kaki Mamanya menuruni anak tangga, sengaja Sang Mama tidak mau diajak untuk Naik lift, Mamanya berpikir dengan turun lewat tangga, sang Mama bisa melihat lihat semua baju yang terpajang disana.


Hari ini setelah sang Mama mengajak Dirga dan Celine untuk memilih baju pengantin sang Mama meminta Dirga untuk mengantar Selin pulang ke rumahnya setelah Dirga mengantarkan sang Mama kembali ke Rumah.


Meskipun dengan sangat terpaksa dan berat hati akhirnya Dirga menganggukkan kepala dan bersedia Untuk mengantarkan Selin pulang meskipun sesungguhnya Dirga masih sangat kesal dan marah dengan sikap Selin yang sangat menyakitkan di mana dengan sangat berani berbicara buruk tentang diri Julaiha yang entah mengapa hal itu membuat emosi Dirga meluap dan marah.


Dalam perjalanan Dirga memilih banyak diam tanpa bicara sepatah kata pun sementara Selin yang menyadari jika Dirga masih marah kepadanya berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Dirga untuk berbincang-bincang meskipun jawaban dan tanggapan dari Dirga masih sangat sinis dan dingin, akan tetapi Selin yakin Seiring berjalannya waktu Dirga akan berubah baik dan menyayangi dirinya karena dia sangat yakin dirinya lah yang paling cantik dibandingkan dengan Julaiha istri Kampungan Dirga.


"Mas, Apa Mas masih marah dengan ku? "


Dirga menoleh sekilas ke arah Celine yang kala itu sedang Bertanya kepadanya kemudian dengan sangat perlahan Dirga menggelengkan kepala,


Apa yang dilakukan Dirga sebenarnya sangat menyakitkan hati Selin akan tetapi Selin tidak memiliki pilihan lain selain harus bersabar dan menerima, Akan tetapi jika tiba saatnya nanti maka Selin yang akan memegang kendali untuk semuanya dan Selin yakin dia akan bisa menaklukkan Dirga hanya untuk saat ini membutuhkan waktu saja.


Dirga yang melihat tanpa sengaja Selin tersenyum Dirga mengeryitkan dahinya.


"Apa yang membuatmu tersenyum? "


"Deg..!


Sungguh Selin tidak pernah menyangka jika Dirga telah melihat dirinya ketika sedang tersenyum di mana Selin sedang bermonolog sendiri dan sedang merencanakan sesuatu yang hanya Selin sendiri yang akan memahami dan mengerti sementara Dirga tidak akan mengerti tentang apapun.


Selin segera menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan Selin mencoba mengontrol suara dan juga emosi hatinya agar tidak terlihat Dirga jika dirinya juga ikutan sedang kesal.


Dirga tersenyum miring.


"Kau benar, semoga Dalam Senyummu tidak ada niatan buruk kepada Juleha istriku, asal kamu tahu pernikahan yang akan terjadi antara kita pun aku juga tidak menyukainya jadi Jangan berpikir dengan adanya pernikahan ini akan merubah sikapku padamu. "


Selin tersenyum kecut mendengar perkataan dari Dirga Dia sangat menyadari jika Dirga sangat marah kepadanya, bahkan Dirga tidak pernah bersikap baik pada dirinya akan tetapi Selin yakin Setelah dia menikah dan setelah Dirga merasakan indahnya dalam bercinta pasti Dirga akan bertekuk di hadapannya.


"Tenang saja Aku tidak akan macam macam denganmu, karena Aku tau kamu tidak terlalu menyukai ku, "


"Baguslah jika kamu tau, "


Dirga melajukan mobil nya dengan kecepatan kencang hingga tidak menunggu lama Dirga sudah sampai di depan halaman rumah Celine Celine segera membuka pintu Kemudian turun dari mobil sementara Dirga masih Diam Terpaku di dalam mobilnya.


"Ayo , Mas masuk dulu, Selin buatku minum, '


" Tidak perlu, Aku langsung pulang saja, "


"Cuma sebentar saja Mas, "


karena Selin terus memaksa akhirnya Dirga mengikuti dan menerima ajakan Selin untuk masuk ke dalam rumahnya, Dirga duduk di ruang tamu sambil sesekali kedua bola matanya menatap ke sekeliling ruangan di mana di sekeliling ruangan itu terdapat berbagai macam lukisan yang cukup indah.

__ADS_1


"Mas Dirga mau minum apa? "


"Apa saja, "


Selin tersenyum kemudian melangkah ke dapur untuk membuatkan minumanminuman, tidak menunggu lama Selin keluar dari dapur dengan membawa dua gelas jus jeruk, satu untuk dirinya dan satu untuk Dirga.


"Ini Mas ayo di minum. "


Dirga mengaggukkan kepala, kemudian langsung meminum jus jeruk miliknya.


Bagaikan orang yang sedang kehausan Dirga langsung meminum semua dalam sekali minum hal itu membuat Selin sedikit tercengang dia tidak menyangka jika Dirga akan meminum dalam sekali minum, dari jus yang dia berikan kepada nya.


"Aku sudah selesai sekarang Aku pulang dulu, "


Tanpa menunggu jawaban Dirga segera bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju nke pintu.


Selin mau tidak mau mengikuti langkah kaki Dirga dan membiarkan Dirga pulang.


Dalam perjalanan menembus gelapnya malam Dirga melajukan mobilnya dengan kecepatan Tinggi Dirga tidak ingin sampai di dalam rumah dalam keadaan yang terlalu malam apalagi, jika sampai Julaiha sudah tertidur.


Hanya membutuhkan waktu kurang lebih tigapuluh menit Dirga sudah sampai di depan rumahnya.


Dirga segera memasukkan mobilnya ke dalam bagasi kemudian Dirga melangkah menuju ke pintu,


"Ting tong...!


" Ting tong...!


"Ting Tong..!


Dirga membunyikan Bel Rumah dengan sangat terburu buru terlihat dari suara Bel yang tak kunjung berhenti.


Julaiha yang kala itu hendak merebahkan tubuhnya diatas Ranjang menggurungkan niatnya karena mendengar bel rumah yang berbunyi berkali-kali.


" Siapa sih malam malam datang membunyikan Bel, " gumam Julaiha merasa bingung karena ada tamu yang datang malam-malam sementara Julaiha yakin itu bukan suaminya karena sang Suami sudah pasti akan langsung masuk karena dia memiliki kunci.


Dengan sedikit ragu-ragu akan tetapi karena Bel yang dibunyikan berkali-kali bergema membuat Julaiha mulai bergegas membukakan pintu dan ketika pintu terbuka Julaiha langsung membulatkan kedua bola matanya, sungguh Julaiha tidak menyangka jika yang sedang membunyikan Bel ternyata Suaminya.


"Kenapa lama, sedang apa kamu, apa kamu tidak dengar Aku membunyikan Bel sudah berkali-kali. "geram Dirga yang langsung marah kepada Julaiha,


"Maaf, Aku pikir itu orang lain dan Aku takut untuk membukakan nya, "


"Alasan saja, mana ada orang datang malam malam, cepat sekarang kamu siapkan Aku makan Aku sudah sangat lapar, "


"Sangat lapar? " tanya Julaiha dengan mimik wajahnya tidak percaya.

__ADS_1


"Iya lapar kenapa justru bengong cepat buatkan aku makan malam, "


"I-iya, sebentar. " Juleha bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam Dirga yang sedang kelaparan menbuat julaiha tidak pernah mengerti mengapa Dirga yang baru saja keluar rumah dan bersenang-senang justru merasa lapar dan kelaparan di Rumah.


__ADS_2