MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 17.KECEWA


__ADS_3

Di ruang kerja Dirga yang menunggu kedatangan Juleha untuk membawakan kopi manis untuknya sudah mulai resah dan gusar, pasalnya sudah cukup lama Juleha belum juga muncul dan datang ke ruang kerjanya untuk membawakan secangkir kopi manis pesanann, sehingga hal itu membuat Dirga yang ingin mengerjakan tugas-tugas kantornya menjadi tidak fokus dan tidak bersemangat sesekali wajah Dirga melongok ke pintu berharap Juleha muncul sambil membawa secangkir kopi manis untuknya.


"Kenapa lama sekali sih untuk membuat kan kopi manis, apa Aku lihat saja ke dapur kali ya, tidak tidak, ini terlalu berlebihan tidak percaya nya jika Aku sampai kesana, tapi mengapa lama coba, Apa ada terjadi hal buruk pada Leha, tidak Aku tidak mau mati dengan kekhawatiran Aku yang tidak jelas ini, lebih baik Aku memang menghampiri Julaiha saja, biar Aku tau mengapa Julaiha begitu lama. "


Bergegas Dirga bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju ke dapur di mana Dirga ingin bertemu dengan Julaiha karena Julaiha sangat lama dalam membuatkan kopi manis untuknya, sementara dalam hitungan yang pada umumnya waktu 10 menit cukup untuk membuatkan kopi manis akan tetapi Julaiha tidak muncul muncul.


ketika Dirga sampai di dapur Dirga sedikit terkejut karena tidak mendapati Julaiha di dapur Dirga segera mengedarkan seluruh pandangannya ke seluruh ruangan dapur dan hasilnya tetap Ni hil tidak ada Juleha di sana bahkan secangkir kopi yang mungkin sudah dibuat oleh Julaiha pun tidak ada di sana, Hal itu membuat Dirga sedikit khawatir dan cemas yang mana Tidak biasanya Julaiha melakukan suatu hal yang dinilai sangat teledor ketika dirinya meminta bantuan kepadanya.


" Julaiha ke mana ya Kenapa tidak ada di dapur dan di dapur juga tidak ada Secangkir Kopi buatan Juleha, Apakah sudah pergi ke ruangan kerjaku dan kami tadi berbeda jalan sehingga tidak bisa saling bertemu.


Dirga yang kecewa akhirnya berniat kembali masuk ke dalam kamarnya Dirga berpikir jika Juleha sudah berada di dalam kamarnya sambil membawa secangkir kopi manis untuknya akan tetapi ketika Dirga melewati ruang tamu dan melihat ke ujung ruangan juga merasa sangat terkejut dan heran dikarenakan ternyata Juleha berdiri di samping jendela sambil menatap langit-langit luar jendela yang ada di situ.


"Leha ngapain disitu , " gumam Dirga yang langsung berjalan menghampiri Julaiha yang seperti nya sedang melamun, terbukti Julaiha tidak melihat kehadiran Dirga di belakang nya.

__ADS_1


"Leha, ngapain li disini dan mana kopi pesananku? "


Perkataan Dirga yang tiba-tiba membuat Julaiha sedikit terkejut dan langsung menoleh ke belakang di mana di belakangnya sudah berdiri Dirga dengan wajah yang penuh keheranan karena Julaiha berada di tempat itu sementara dirinya memesan satu cangkir kopi manis yang belum dibuatkan oleh istrinya.


"Mas Dirga ngapain Mas ada disini dan sejak kapan Mas berdiri dibelakang leha begini, "


Dirga yang mendengar pertanyaan dari Julaiha mendelik dan membulatkan kedua bola matanya Dirga sungguh tidak habis pikir dengan pemikiran gadis yang ada di depannya di mana dia yang ditanya akan tetapi justru Gadis itu balik bertanya kepada dirinya.


Ingin rasanya Dirga tidak menjawab pertanyaan itu akan tetapi ketika Dirga Yang penasaran dengan kopi manis buatan istrinya terpaksa menurunkan ego dan rasa gengsinya sehingga dia memilih mengalah dengan menjawab pertanyaan dari Julaiha.


"Oh, Aku lupa, "


"Apa? lupa, kok bisa Memangnya kamu sedang memikirkan apa sih Masa cuma pesan satu kopi saja kamu bisa lupa, "tanya Dirga dengan pertanyaan yang tidak percaya.

__ADS_1


" Tidak penting juga untuk aku jelaskan, Sudahlah aku malas untuk membuatkan kopi Mas Dirga, lebih baik Mas Dirga membuat kopi sendiri Saja,


"Apa, kamu menyuruh aku untuk membuatnya sendiri tega benar sih kamu Bukankah kamu itu istriku jadi Sudah kewajiban kamu untuk melayani Apapun yang aku butuhkan, sudah cepat pergi sana buatkan aku kopi teh manis dan bawa masuk ke dalam ruanganku Ingat jangan sampai lupa karena jika kamu lupa dan kamu tidak membuatkan satu cangkir kopi manis kepadaku maka jangan salahkan aku jika Malam ini aku akan datang dan meminta kamu untuk melayaniku, "


"Mas mengancamku?


" Hahaha begitu lah, "ucap Dirga Sambil tertawa lebar jika sangat menyukai wajah panik yang terlihat di depannya di mana Juleha terlihat lebih menggemaskan dengan wajahnya yang sangat panik dan kesal kepadanya.


Mendengar Dirga yang tertawar meledak dirinya Julaiha hanya bisa mendengus kesal kemudian berjalan menuju ke dapur di mana dia akan membuatkan secangkir kopi untuk Dirga dan akan membawanya masuk ke dalam ruang kerja milik Dirga, karena Julaiha tidak ingin Dirga datang ke dalam kamarnya malam-malam dan meminta kepada dirinya untuk melayani keinginan Dirga.


Dirga tersenyum senang melihat Juleha yang sudah berjalan masuk ke ruang dapur di mana Dirga yakin sebentar lagi dia akan bisa menikmati lezatnya kopi manis buatan Julaiha yang mana diam-diam Dirga mengakui jika kopi buatan Julaiha sangat enak rasanya.


Dirga sendiri tidak pernah menemukan kopi yang begitu sangat enak selain kopi buatan Julaiha untuk itu Dirga tidak pernah membiarkan di dalam rumah kekurangan kopi sehingga stok kopi di ruang dapur sangat banyak,

__ADS_1


Sementara Juleha yang masuk ke ruang dapur diam-diam mengumpat dalam hati yang mana Juleha benar-benar sangat geram dan kesal terhadap sikap Dirga yang dirasa sangat semena-mena terhadap dirinya, di luar Dirga meminta kepada Juleha untuk tetap diam dan rahasiakan hubungan mereka dan menerima jika Juleha dianggap sebagai seorang pembantu tapi di dalam rumah Dirga memerintah sesuka hatinya bagaikan dirinya ini seorang istri yang harus berbakti kepada sang suami.


__ADS_2