MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 22 Berharap


__ADS_3

Di dalam mobil Dirga senyum senyum seolah-olah ada sesuatu yang sangat menyenangkan hatinya membuat Celine yang berada di sampingnya sedikit merasa heran karena tiba-tiba dan diam-diam Dirga mengemudikan mobil sambil tersenyum sedangkan tidak ada pembicaraan ataupun percakapan di antara mereka berdua.


"Mas Dirga lagi senyumin apa sih? "


pertanyaan selin yang tiba-tiba membuat Dirga yang kala itu sedang melamun sedikit terkejut.


"Apa? kamu bilang apa?


" aku tanya Kenapa Mas Dirga senyum-senyum sendiri padahal kita tidak lagi ngobrol Memangnya Mas Dirga lagi Senyumin apa sih, "


"Ngak ada, itu hanya perasaan kamu saja dari tadi aku juga fokus nyetir tak tidak Senyum apa-apa kamu saja yang berpikir terlalu berlebihan. "


"Idih, ngeles jelas jelas tadi Aku lihat Mas Dirga lagi senyum senyum sendiri. "


" kamu terlalu banyak bicara ngelantur lebih baik kamu diam


"Aku bicara serius Mas tadi, _____


Belum sempat Selin melanjutkan semua ucapannya Dirga sudah mengangkat tangannya pertanda agar Selin menghentikan ucapannya dengan sangat berat hati Selin akhirnya menghentikan ucapannya sementara Dirga menlajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi.


tidak menunggu lama akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Dirga dan Selin memasuki halaman rumah dari sahabatnya sang Mama dimana di rumah itu sudah tampak banyak orang keluar masuk.

__ADS_1


Sepertinya para tamu undangan Sudah pada datang dan sepertinya acara segera dimulai terdengar sebuah instruksi untuk berkumpul dan masuk di ruangan sudah diumumkan Dirga yang baru memasuki halaman rumah segera masuk ke dalam dan bertemu dengan sang pemilik rumah dan Mamanya Dirga yang sudah berada di tempat itu sejak kemarin.


"Selamat siang Tante, selamat siang Ma, "


"Hai Dirga kamu tambah tampan saja Apakah dia calon istrimu? "


dengan pertanyaan itu Dirga hanya tersenyum sementara Selly langsung menganggukkan kepala dan sang Mama pun langsung menimpali dengan sebuah pujian yang sangat membuat dari besar kepala.


" benar dia calon istri dari Putraku Bagaimana menurutmu cantik kan anaknya ini lulusan dari London loh dia sudah memiliki gelar doktor juga dan bentar lagi mereka berdua akan melakukan pernikahan ucap sang Mama dengan antusias,


" Wah kamu beruntung sekali Dirga memiliki calon suami secantik dia dan juga sudah memiliki gelar nanti jangan lupa undangannya untuk tante ya Tante akan menginap bukan makan menemanimu sampai acaramu selesai.


tidak ada jawaban apapun dari Dirga kecuali Hanya senyuman tipis sambil anggukan kecil.


di sebuah gedung tampak dua orang sedang berbincang kelihatannya mereka berdua sedang beristirahat untuk makan siang


"Leha Apa kamu serius mau mancari pekerjaan lain, "


"Iya Mira Aku serius, Aku mau melunasi hutang hutang ku yang banyak, Aku tidak mau tinggal bersama dengan suami kontrakku yang tidak pernah mencintaiku, lagi pula aku di jadikan menantu di rumah itu Karena Ayahku memiliki hutang-hutang yang banyak untuk itu aku harus bekerja Aku harus bisa melunasi hutangku agar Aku bisa lepas dari Rumah itu."


" Aku punya teman yang bekerja di suatu restoran terkenal gajinya itu satu bulannya bisa mencapai 6 juta rupiah Apa kamu mau, tapi pekerjaannya sebagai pelayan restoran tapi jika kamu bekerja dengan baik dan bagus Mungkin kamu bisa diangkat lebih dari itu lumayan gaji di sana sangat besar karena di sana itu sangat ramai pengunjung dan banyak yang menyukai. "

__ADS_1


"Mau, Aku mau sekali kapan Aku bisa melamar pekerjaan disana? " jawab Julaeha dengan hati yang berbinar senang.


"Hari ini juga bisa Nanti setelah pekerjaan kita disini selesai kira bisa langsung pergi ke restoran itu, "


"Wah apa Aku tidak sedang bermimpi?


" Tentu Tidak leha, sebenarnya Aku juga mau kerja disana tapi cowok ku tidak mengijinkan akhirnya Aku hanya bekerja disini, cowokku itu tipe cowok yang sangat pencemburu dia tidak suka melihat Aku bertemu dengan banyak laki-laki di luar sana jadi Aku tidak boleh dan cowokku itu sanggup memberi Aku uang tiap bulan nya jadi Aku ikutin kemauan nya. "


Julaeha tersenyum tipis mendengar jawaban dari temannya.


Waktu yang ditunggu tiba Julaeha dan Mira segera pergi ke sebuah halte bus di mana mereka akan pergi ke sebuah restoran yang terkenal di kota itu di mana sebelumnya Mira menghubungi salah satu temannya yang bekerja di sana untuk memberikan informasi kepada atasannya bahwa hari ini akan ada salah satu wanita yang ingin mendaftarkan diri sebagai seorang pegawai restoran dan dia adalah salah satu temannya.


Tidak menunggu lama akhirnya bis yang ditumpangi oleh julehah dan Mira sudah sampai di depan sebuah restoran yang sangat megah dan besar di mana terlihat sekali banyak pengunjung di dalamnya sepertinya para pengunjung itu bukan hanya berasal dari dalam negeri akan tetapi juga dari luar negeri.


Mira dan Julaiha turun dari bus kemudian langsung masuk ke dalam restoran mira segera membawa Juleha ke tempat di mana temannya bekerja di mana Mira memasuki sebuah ruangan khusus yang ternyata disitu adalah ruangan sahabat nya bekerja.


Mira dan Julaiha di persilahkan duduk, setelah beberapa Saat ditanya tentang biodata dari segala kepribadian Julaiha.


"Tunggu sebentar disini saya akan berikan berkas ini pada Bos berdoa saja semoga bisa langsung di trima bekerja. "


"Trimakasih Mba, "

__ADS_1


Julia menatap sahabatnya Mira sambil tersenyum sementara sahabatnya menepuk-nenek Tangan Julaeha memberikan semangat dan selamat kepada Juleha meski Julaeha belum tentu diterima bekerja hari ini akan tetapi Mira yakin Juleha akan segera diterima dan menjadi karyawan dari restoran yang ada disini.


Diam-diam dalam hati Juleha mengucap rasa syukur karena dirinya sebentar lagi akan mendapatkan pekerjaan yang layak yang mana akan bisa membantu Juleha untuk melunasi semua hutang-hutangnya, Julaeha sudah merasa sangat muak dan lelah berada di dalam rumah hanya menjadi pelampiasan naf- su belaka dari suaminya yang mana Dirga sama sekali tidak memiliki rasa cinta kepada dirinya selain hanya menginginkan kepua- san Semata.


__ADS_2