MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 35.Pengumuman Karya baru


__ADS_3

Hai kakak reader semua yang di tunggu sudah datang nih , Apa kabarnya hari ini Semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu begitupun dengan keadaan saya saat ini semoga kita semua selalu dalam lindungan yang maha kuasa, kisah dari Meniti Jalan ke Surga Season Ke Dua .sudah Rilis ya..!Slahkan kakak klik Napen Santai Dyah dan cari judul ini


Mengejar Cinta Istriku.


Selamat membaca semoga terhibur.


Dirga yang merasa sangat kecewa dan sedih karena istrinya telah meninggalkan dirinya tanpa meminta izin padanya dan tanpa bicara membuat Dirga Pergi mengejar ke sebuah stasiun dan ketika bertemu dengan Julaiha ternyata Dirga mendapatkan telepon dari sang Mama terlebih pada satu kabar berita yang buruk yang mengatakan jika mamanya sedang sakit.


Wajah gusar dan panik terlihat jelas dari Wajah Dirga yang kala itu sedang membeli tiket agar bisa mengejar istrinya Julaiha.


Entah mengapa ada satu perasaan sakit yang amat sangat ketika mengetahui jika istrinya memilih untuk pulang ke kampung halaman dan yang menyakitkan tidak meminta izin kepadanya bahkan dengan sangat lancang meletakkan surat perceraian di atas meja yang saat ini Dirga bawah dan simpan dibalik kemejanya.


"Kita harus bicara Leha, kamu tidak bisa pergi begitu saja, apalagi meninggalkan surat perceraian ini padaku apa Kamu pikir aku sangat suka dengan semua yang kamu lakukan ini padaku Seharusnya kamu bertanya dulu padaku Bukan main ambil keputusan sendiri, Araaagh dasar Wanita bergengsi tinggi. "


Dirga mendengus kesal sambil sesekali mengacak rambut dan mengusap kasar Wajahnya.


Hati dan pikiran Dirga benar-benar sangat besar terhadap sikap Julaiha yang tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya tanpa izin dan tanpa berpesan apapun.


di dalam situasi hati dan perasaan yang sangat besar ponsel Dirga berdering dengan sangat keras membuat Dirga semakin merasa geram karena bunyi ponsel HPnya yang sangat mengganggu.


"Apaan sih ini brisik, " geram Dirga sambil mematikan panggilan telepon yang ada di ponsel hpnya.


Hening untuk sesaat tapi tidak Berapa lama kembali bunyi dari suara ponsel hp Dirga berdering dengan sangat keras membuat Dirga mau tidak mau Menatap layar ponsel hp yang ada di genggaman tangannya, melihat satu nama tertera di sana membuat Dirga lagi-lagi mendengus kesal dan mengusap kasar wajahnya karena merasa terganggu.


"Mama mau apa lagi sih, "

__ADS_1


dan perasaan malas akhirnya Dirga mau tidak mau menerima panggilan telepon yang Ternyata Dari Mamanya.


"Halo, Ma..!


" Dirga, kamu dimana ini sudah jam berapa acara Akad nikahnya sudah mau dimulai cepat datang kesinii, "


"Maaf Ma, Dirga sudah punya istri dan Dirga tidak mau menikah lagi, "


"Apa? jangan macam-macam kamu Dirga Bukankah kamu sudah berjanji mau menikah dengan Selingkuh kenapa sekarang mendadak berubah pikiran, pokoknya Mama tidak mau tau kamu harus cepat kesini,"


"Tidak bisa Ma, Maaf, tolong batalkan saja pernikahan yang Mama rencanakan itu karena Dirga tidak mencintai Selingkuh Dirga mencintai Julaiha Ma, "


"Diam kau, tidak ada alasan apapun untuk menolak apa yang sudah kamu janjikan kepada mama dan mama tidak mau tahu Apapun alasan kamu sekarang Cepat datang ke sini mama tunggu di sini. "


"Terserah Mama, tapi Dirga tetap dengan keputusan Mama Dirga tidak mau menikah dengan Selin. "


"Maksudnya Mama apa, isssh Mama jangan bicara yang menakutkan, Halo.... Ma... halo.. Ara aaaaarghhh, Mama mematikan telpon, tidak. Mama tidak akan berbuat sesuatu hal yang Merugikan dirinya Mama itu orangnya sangat penakut dengan darah dia tidak akan melakukan hal yang konyol jadi Aku tidak perlu khawatir mungkin Mama hanya mengertakku, "gumam Dirga bermonolog sendiri.


Meskipun jika harus jujur Dirga sangat khawatir was-was dan takut jika mamanya berbuat suatu hal yang sangat konyol di mana akan Merugikan dirinya sendiri akan tetapi keyakinan Dirga yang membuat Dirga yakin adalah sang Mama sangat takut dengan darah dan juga sesuatu hal yang mengerikan untuk itu Dirga yakin mama ya tidak akan berbuat sesuatu hal yang Merugikan dirinya sendiri.


"Maaf Mas ini tiketnya, "


"Oh, ya trimakasih, "


Dirga buru-buru mengambil tiket yang diberikandiberikan oleh penjaga loket di saat namanya sudah dipanggil setelah menerima Tiket Dirga melangkah menuju kursi panjang untuk duduk menunggu kereta datang.

__ADS_1


Kebetulan kursi panjang yang ada di samping loket kosong sehingga Dirga bisa duduk dengan santai dan nyaman tanpa ada siapapun yang mengganggu.


Angan Dirga kembali melayang ketika dirinya sedang duduk termenung seorang diri tiba-tiba kembali ponsel hp-nya berdering dan ketika Dirga melihat layar depan tertera kembali sebuah nama sang Mama di sana, Dirga mendengus kesal akan tetapi Dirga tidak mengabaikannya, meskipun dengan perasaan yang sangat malas dan enggan Dirga tetap mengangkat telepon dan menerima panggilan dari Sang Mama.


"Halo, Ma..!


" Halo.. maaf apa ini dengan saudara Dirga? "


Dirga mengeryitkan dahinya ketika mendengar sebuah suara berbeda dari ponsel hp-nya sang Mama.


"Maaf, ini siapa dan mengapa memakai Ponsel hpnya Mama saya, "


"Maaf, Saya cuma mau memberikan informasi jika Mama Saudara Dirga kritis, beliau baru saja mengalami musibah."


"Apa, sekarang dimana Mama saya, "


"Dia berada di Rumah sakit Melati no 107,"


tanpa bicara lagi Dirga segera mematikan ponsel hp-nya kemudian bergegas berlari menuju ke tempat di mana mobilnya Dia parkir.


"Hei Mas, mau kemana, itu keretanya sudah mau datang. "teriak salah satu Wanita penjaga loket yang tadi melayani pembelian tiket Dirga, tanpa Dirga sadari Wajahnya yang Tampan dan kulit yang putih bersih sudah membuat Sang penjual tiket tertarik dan terpesona kepadanya secara diam-diam, hingga dirinya sangat hafal akan pemuda itu.


"Saya buru-buru tidak jadi pergi Mba berikan saja Tiket saya ini pada yang membutuhkan. "


Dirga segera meletakkan tiket yang dia pegang pada tangan Wanita yang sudah berdiri di depannya dan tanpa menunggu jawaban apapun Dirga segera pergi sambil berlari.

__ADS_1



__ADS_2