
Dirga tersenyum miring melihat wajah panik dari istrinya.
"Kenapa bukankah kamu kurang kehangatan, Ayo Aku siap memberikan untuk mu,"
" Mas, kamu jangan gilaa deh, tolong lepasin, "
.
"Melepaskan mu, hahaha, kau hanya mau memeberikan kepuu-san pada pacarmu yg itu kan,"
"Mas, kamu salah paham, "
"Iya, Aku salah paham Aku salah telah menilai kamu gadis yang lugu dan pooloos tapi nyatanya kamu sudah pintar dan sangat berani, sudah berapa laki-laki yang hari ini tidur dengan mu hah? "
"Apaan sih Mas kamu bicara ngawur dan glantur begitu lepaskan Aku, " Bentak Julaeha dengan berani.
"Hei, turunkan nada suaramu jangan sampai Aku lebih marah lagi karena akibatnya akan fatal jika aku sudah marah, apa kau ingin merasakan lagi keganasan gempuran ku padamu Hah,"Dirga berucap sambil mengedip ngedipkan matanya.
Julaeha yang sudah sangat geram akhirnya mengeluarkan kemampuan beladirinya dan hanya dengan sekali hentakan dan pukul Dirga terhuyung ke belakang.
"Kau, ____
" Diam disitu dan jangan coba-coba mendekati Aku karena Aku tidak akan main-main. "seru Julaeha memberikan ancaman.
" Hei Leha berani kau padaku, Aku ini Suamimu dan kau sudah bersikap kurang ajar padaku, kamu benar-benar kelewatan ya, dengan laki-laki lain kau biarkan dia menjamaahmu tapi Aku suamimu sendiri kau abaikan dan sok jual mahal kamu benar-benar keterlaluan, "
"Apa? istri sejak kapan Mas Dirga menganggap Aku sebagai istri, sejak kapan? lihat kelakuan Mas Dirga sendiri apa Mas sudah memberikan contoh yang baik pada istri Mas sendiri, bukan kah Mas juga habis bersenang-senang dengan Wanita lain, bahkan dirumah kita sendiri Mas membawanya masuk ke dalam, bahkan kamar Mas yang Aku sendiri tidak boleh masuk tapi wanita lain bisa dengan Muda masuk dan mandi di sana apa ini adil?
" Dia itu temanku dan sudah wajar, _____
"Oh, begitu...!Aku cuma mau ingatkan Mas Dirga Mas Dirga tidak mencintai Aku kan dan Mas Dirga juga menyentuh ku karena Mas Dirga laki-laki normal kan dan hubungan diantara blitar itu hanya karena suatu keterpaksaan karena Papa Mas yang menjodohkan kita dan karena Ayahku berhutang banyak, lagipun Aku ini wanita culun dengan baju yang tidak pernah modis jadi mulai sekarang tolong jangan ganggu dan sentuh Aku lagi karena hubungan kita sudah tidak ada. "
"Hahaha, enak dan mudah sekali kamu bicara begitu Leha, kamu itu tetap harus melakukan semua perintahku sekarang ayo beri kehangatan juga padaku seperti kamu memberikan Kehangatan pada laki-laki lain di luar sana, "seru Dirga sambil melangkah mendekati Julaeha.
"Stop, berhenti disitu Mas, jangan coba-coba mendekatiku, hubungan kita sudah impas Aku sudah membayar hutang Ayahku dengan menyerahkan keprawananku padamu jadi cukup Mas Dirga mempermainkan Aku dan asal Mas Dirga tau Aku juga punya harga diri Aku tidak akan sembarangan menyerahkan Tubuh ku pada semua laki-laki dan Hanya Mas Dirga yang menyentuh ku sekarang pergilah, untuk sisa hutangku Aku akan bayar dengan mengansur setelah Aku mendapatkan gaji. "
"Hahaha, kau mau mengatur ku jangan harap kamu bisa menolak semua yang Aku inginkan padamu dan Aku tidak peduli apakah di luar sana kau memberikan kehangatan pada laki-laki lain atau tidak yang Aku mau saat ini ayo lakukan tugasmu sebagai seorang istri kepadaku, "
"Aku tidak mau, ____
__ADS_1
" Kau tidak bisa menolak karena pada dasarnya Aku halal bagimu dan kau juga halal bagiku jadi Aku bisa meminta kapanpun Aku mau. "
"Aku bilang stop dan jangan mendekati Aku Mas, Aku tidak mau kau sentuh lagi Aku jijik padamu kau juga sudah bersama dengan wanita lain Aku tidak mau, "
"Tolak saja jika kau bisa, ___
" Mas jangan memaksa Aku menggunakan kekerasan, Aku sudah bilang jika Aku tidak mau, __
Dirga tersenyum menyeringai sungguh dirinya semakin terbakar ga-ir-ah ketika melihat Julaeha yang sedang marah pada nya terlihat semakin menggemaskan terlebih dengan baju yang sudah banyak terkoyak karena ulahnya membuat beberapa bagian terbuka dan terekspos dengan mudanya.
Dengan gerakan cepat Dirga mendekati dan berniat menyentuh istrinya akan tetapi dengan gerakan cepat pula Julaeha menangkis dan menghindar, Dirga mengeryitkan dahinya ketika melihat istrinya begitu memiliki gerakan cepat seperti orang yang bisa Ilmu beladiri.
"Kau bisa beladiri? "
"Ya, "
"Kau Wanita berjilbab apa kau sadar apa yang kau lakukan adalah salah dan dosa, kau seharusnya patuh pada setiap perintah dan keinginan suamimu bukan, "
"Aku tau tapi jika Suami sudah tidak suka dan tidak cinta bahkan bermain dengan wanita lain apa Aku harus patuh juga, tidak bukan. "
Dirga tersenyum miring sambil mengagguk anggukan kepala kemudian seolah tangannya ada debu Dirga menepuk-nepuk kan tangannya.
Mendengar pertanyaan dari Dirga Juleha sedikit merasa terjebak dalam perkataannya sendiri sehingga dia dengan lemah menggelengkan kepalanya.
"Tidak, "
Mendengar jawaban dari Juleha Dirga semakin tersenyum langkah kakinya yang sudah dekat dengan Julaiha yang berjarak 1 Meter kini semakin melangkah mendekat.
"Jika tidak ada bukti apakah seorang istri yang sholeha seperti dirimu yang sangat paham akan agama di benarkan menolak keinginan dari Suaminya, "
Julaiha semakin menundukkan kepala dan hal itu smakin membuat Dirga merasa menang dan berada diatas angin.
"Bagaimana apakah bagus seorang istri menolak keinginan suaminya? "
Julaiha mendongak menatap tajam pada Suaminya.
"Tentu berhak karena Suamiku tidak mencintai Aku, "
"Bukan kah istri sholehah itu harus banyak bersabar dan sudah tugasnya untuk bisa membuat suaminya jatuh cinta iya kan, "
__ADS_1
Julaiha menelan kasar ludahnya, sementara Dirga semakin tersenyum miring karena dia yakin Julaiha tidak akan lagi bisa menolak dan mengabaikan nya, terbukti ketika tangan Dirga mulai bergrilya Julaiha hanya diam saja, apa yang dikatakan Dirga semuanya benar dia tidak bisa menuduh tanpa ada bukti, melihat hanya sekilas dan menuduh itu tidak benar.
Diam dan tidak memberikan respon apapun sementara Dirga mulai melakukan aksinya bergrilya sesuka hati, menyentuh apapun yang dia mau dan sementara Julaiha yang mulai terbawa arus dari permainan Suaminya hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit kuat bibirnya agar tidak menimbulkan suara.
Dirga yang memahami jika Julaiha sudah tidak akan melawan dan menolak nya lagi tersenyum senang, karena keinginannya akan bisa tersalurkan.
Dengan gerakan perlahan Dirga mulai mengendong Julaiha dan merebahkan diatas Ranjang.
"Kenapa harus ditahan sayang biarkan saja keluar kan suara indahmu, Aku ingin mendengarkan nya, sebenarnya kamu ini sangat cantik, dan cukup manis tidak kalah dengan Wanita kota kamu harus belajar modis biar tidak terlihat terbelakang. "
"Cepat lakukan jangan banyak bicara setelah itu pergilah, "
"Kamu sudah tidak sabar ya, hahaha Aku masih ingin bermain Sayang jadi kita nikmati saja, "
Dirga sengaja memperlambat semua permainan nya dia tau Julaiha melakukan dengan terpaksa tapi entah mengapa justru hal itu menjadi semangat Dirga.
Sungguh Dirga sendiri juga tidak tau mengapa rasanya sangat sakit dan kesal ketika mendengar Julaiha menghabiskan waktu dengan laki-laki lain dan hal itu membuat Amarah Dirga membuncah hingga Julaiha harus melakukan apa yang dia mau.
Malam itu Dirga kembali mereguk indahnya penyatuan bersama Julaiha dan berkali-kali Dirga menanamkan benihnya pada rahim Julaiha.
Sementara Julaiha sudah pasrah dengan Nasibnya entah akan bagaimana kehidupan nya Nanti, kini Julaiha benar-benar sudah tidak ada lagi yang tersisa untuk dibanggakan, Dirga selalu melakukan penyatuan setiap saat dan setiap waktu membuat Julaiha benar-benar tidak berdaya terlebih tanpa Julaiha sadari dirinya juga memiliki rasa cinta pada Suaminya.
Seperti biasa Dirga selalu pergi setelah merasa pu- as dan meninggalkan Julaiha sendiri di dalam kamar.
Dirga kembali pergi ke dalam kamarnya dan tidur dengan pulas disana dan Dirga masih mengatakan hal yang sama melakukan bukan atas dasar cinta tapi karena kebutuhan belaka.
Hal ini semakin membuat Julaiha merasa di permainkan dia bertekad akan segera mendapatkan uang banyak agar bisa pergi dari Dirga.
Di sisi lain Selin yang tidak Terima dengan perlakuan Dirga kepada nya benar-benar mengadukan semua pada Mama Dirga dan Mama Dirga sangat geran mendengar semuanya.
"Kamu tenang saja Selin Tante yang akan membereskan semuanya sekarang kamu pulang lah Tante berjanji kau akan segera menikah dengan Putra Tante, "
"Apakah Tante tidak berbohong? "
"Tidak sayang kamu lihat saja dalam satu minggu ini Aku akan bisa buat Wanita itu pergi dari Rumah Dirga dan kamulah yang akan menjadi Istri Dirga karena hanya kamu yang pantas untuk menjadi menantu Tante, "
"Trimakasih Tante, "
Selin tersenyum bahagia sambil memeluk Mana Dirga, bibinya menyunggingkan sebuah senyuman miring.
__ADS_1
"Kau lihat saja gadis Pembantu sialan kau akan dibuat keluar dari rumah itu secepatnya dan Dirga akan menjadi miliku seutuhnya. " gumam Selin dalam hati.