
Julaiha tidak menyangka jika prasangkanya salah dan sekarang Julaiha melihat Dirga sedang menertawakan dirinya yang sudah terlihat bodoh dihadapannya.
Dengan wajah merah merona Julaiha berniat untuk pergi meninggalkan ruang makan akan tetapi langkahnya dihentikan Dirga yang tiba-tiba memegang tangannya.
Tidak di pungkiri ketika tangannya di pegang Dirga Suaminya ada rasa berdebar-debar dengan degup jantung yang mulai berirama tidak karuan.
"Kau mau kemana, kenapa harus buru buru pergi, bukankah Aku belum selesai bicara, "
"Bicaralah Mas, tapi lepaskan dulu tanganku, "ketus Julaiha yang sesungguhnya masih merasa kesal dan sakit hati dengan Dirga yang telah menertawakan dirinya.
Melihat Sikap Julaiha Dirga menggulum senyum, kini tubuhnya ikut berdiri sehingga mereka kini berdiri saling berhadapan dengan tangan Julaiha yang masih dalam genggaman Dirga.
"Memangnya kalau Aku pegang kenapa, toh kamu itu istriku mau Aku pegang kek atau Aku ciuuum kek itu kan suka suka Aku,'
" Iya, tapi Aku tidak suka dan buat Apa mas Dirga melakukan itu padaku bukankah Aku itu gadis yang tidak berguna Norak, kampungan dan tidak modis, jadi lakukan saja pada gadis yang modis jangan kepadaku, " sinis Julaiha dengan ketus sungguh hatinya terasaa sakit dan sangat terluka menyadari kenyataan jika orang yang menyentuh dirinya bukan atas dasar cinta andai bukan karena hutang sudah barang tentu Julaiha akan memukul sampai babak belur laki-laki yang kini bersetatus menjadi Suaminya.
__ADS_1
Jika cuma untuk menjadi jatuhkan seorang laki-laki bernama Dirga saja sudah pasti dirinya sangat mampu dan bisa akan tetapi yang menjadi membuat nya tidak mampu karena dirinya memiliki hutang pada keluarga Dirga sehingga dirinya mau tidak mau harus menggalah.
Lagi-lagi Dirga menggulum senyum dan kali ini Dirga tidak mau menjawab pertanyaan dari Julaiha istrinya dirinya justru mendekatkan Bibirnya pada bibir sang istri, hal itu langsung membuat Julaiha panik dan dengan gerakan reflek Julaiha membuang muka ke samping, berharap Dirga tidak melakukan hal yang tidak mau dia sukai.
Melihat sikap Julaiha yang tiba-tiba membuang muka ketika dirinya menjadi dekatkan bibir Lagi-lagi hal itu membuat Dirga tertawa.
"Kamu itu kenapa, Aku cuma dekat belum Aku apa apain sudah begitu sudah sekarang cepat ikut Aku lakukan tugasmu karena hari ini Aku tidak mengizinkan kamu keluar Rumah karena kamu harus mengerjakan pekerjaamu. " seru Dirga seraya melepaskan genggaman tangannya.
"A-Apa maksudmu Mas pekerjaan apa dan kenapa Aku harus mengerjakannya. "
"Ya karena di Rumah ini hanya ada kamu dan Aku jadi wajarlah kalau kamu yang harus mengerjakannya, mau siapa lagi coba. "
"Kamu ingin tau kan? "
Julaiha mengganggukan kepala ketika Dirga bertanya kepada nya, sungguh Julaiha juga sangat penasaran pekerjaan apa yang harus dia kerjakan seharian sehingga dirinya tidak diizinkan keluar Rumah.
__ADS_1
"Baiklah ikuti Aku, akan Aku tunjukkan apa pekerjaan kamu "
Dirga segera melangkah pergi dari dalam ruang makan dan berjalan menuju kedalam kamarnya hal itu membuat Julaiha berhenti mendadak ketika Dirga masuk kedalam kamarnya.
...Julaiha sudah mulai tidak tenang ketika Dirga memasuki kamarnya dan kini Julaiha merasa yakin jika Dirga hanya berbohong sesungguhnya laki-laki yang memiliki gelar sebagai sang Suami itu sesungguhnya memang sedang menginginkannya dan Julaiha yakin Dirga hanya berpura-pura tidak mengginginkannya, untuk itu Julaiha tidak lagi mengikuti langkah Dirga yang masuk kedalam kamar. ...
Dirga yang masuk kedalam kamarnya dan tidak mendapatu Julaiha mengikuti dirinya menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sangat kasar,
"" Kenapa leha tidak masuk, dasar wanita. " desis Dirga dengan perasaan geram.
Mau tidak mau Dirga kini mulai melangkah keluar untuk memanggil Julaiha yang dia yakin masih di luar dan benar saja Dirga mendapati Julaiha yang masih berdiri diluar pintunya.
"Leha, kenapa tidak masuk ayo masuk cepat..! " seru Dirga pada Julaiha.
"Untuk apa Aku masuk, cepat pekerjaan apa yang harus aku kerjakan katakan biar Aku kerjakan sekarang. "
__ADS_1
"Dirga menggulum senyum.
" Masukalah kau juga nanti akan tau.