
Dirga yang menunggu Julaiha keluar dari dalam kamar mandi mulai merasa kesal karena Julaiha belum juga keluar, sehingga membuat Dirga semakin marah.
"Lehaaa.. cepat keluar jangan mentang-mentang numpang mandi di kamar mewahku kamu jadi lupa dan malas keluar? "
"Iya Mas, sebentar, haiiss kamar mandi mewah apanya ini Aku bingung bagaimana keluarnya karena handuk yang Mas Dirga kasih sangat pendek dan Aku tidak membawa ganti baju, Apa yang harus Aku lakukan Agar Mas Dirga keluar dari dalam kamar ini sehingga Aku bisa keluar dari sini, "Julaiha mulai berpikir bagaimana caranya agar Dirga mau keluar dari dalam kamarnya.
Setelah berpikir beberapa saat munculah satu ide yang cukup cemerlang yang Julaiha yakinin Dirga pasti akan keluar dari dalam kamar nya.
" Mas, tolong kamu keluar dulu Aku tidak bisa keluar kalau Mas disitu, "
"Kenapa memangnya apa kamu malu? "
"Iya Mas, "
Terdengar suara tawa yang sangat keras dari luar rupanya Dirga sedang menertawakan dirinya ketika mengatakan Jika dia keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Dirga di dalam ruangan dia merasa sangat malu.
"Hahaha.. Gadis desa seperti mu mana bisa membuat orang kota seperti Aku tertarik pakai kata kata malu lagi, tenang saja Aku akan keluar Aku juga tidak sudih melihat gadis desa yang culun seperti mu tidak akan menarik, " seru Dirga sambil tertawa lepas.
Perkataan dari Dirga yang sangat keras bagaikan halilintar yang menyambar telinganya di mana ternyata Dirga sama sekali tidak tertarik dengan dirinya dan Julaiha merasa sangat malu karena telah meminta Dirga untuk pergi dari dalam kamar karena dia merasa Dirga akan tergoda dan akan membuat nya malu, tapi ternyata Dirga hanya menganggapnya sebagai seorang gadis desa yang sangat culun dan bodoh sehingga tidak akan pernah menarik dirinya, sungguh bodohnya dia yang masih berpikir Dirga akan peduli.
Dengan cepat Julaiha yang kini merasa tidak malu lagi karena Dirga tidak akan memperhatikan dan memperdulikan dirinya dengan cuek Julaiha keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk kecil setinggi pa haa.
"Dirga yang kala itu duduk di Ruang tamu menghadap ke TV yang mana disampinya terdapat cermin panjang sebagai pelengkap perabotan rumah.
Julaiha yang baru saja keluar dari dalam kamar menarik napas lega karena Dirga duduk dengan membelakangi dirinya.
Kini Julaiha mulai melangkah dengan santai karena posisi Dirga yang duduk membelakangi. Dirga sendiri sangat terkejut dengan pandangan yang terlihat di depan matanya meskipun hanya melalui kaca cermin Dirga bisa melihat lekuk dari gadis desa yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
Keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakan handuk kecil sebatas paha bahkan bagian atas pun tidak bisa tertutup dengan rapat membuat Dirga meneguk ludahnya menatap tidak berkedip pemandangan yang sungguh indah dimana sesekali Julaiha mencoba membenarkan handuknya yang sedikit melorot kebawah.
sepertinya Julaiha hati tidak melihat dan tidak menyadari jika Dirga menatap lurus ke depan itu sedang menatap dirinya Juleha berpikir Dirga tidak mengetahui keberadaannya sehingga dengan santai terlihat sekali membenarkan handuk yang sedikit melorot ke bawah.
Dirga menatap tidak berkedip pemandangan yang ada di depan matanya dan dia mulai merasakan sesak dibawah sana rupanya apa yang dilakukan Julaiha telah membangunkan singa yang sedang tertidur. Dirga mulai resah karena dia tidak tau harus bagaimana menidurkan nya kembali.
__ADS_1
Sementara Julaiha dengan santai sudah masuk ke dalam kamar dan sudah selesai berganti baju, Julaiha sangat terkejut ketika dirinya membalikkan badan Dirga sudah berdiri dibelakang nya.
"M-Mas Dirga, kenapa datang tidak bilang bilang , " jawab Julaiha dengan gugup karena tidak biasanya Dirga masuk ke dalam kamar nya tanpa bicara apa-apa.
Melihat tatapan Dirga yang aneh Julaiha segera beringsut mundur.
"Mas kenapa menatapku seperti itu? "
Seolah terbangun dari lamunan Dirga tergagap kemudian menyunggingkan sebuah senyuman senyuman yang belum pernah Juleha lihat sebelumnya senyumannya begitu manis dan seolah-olah penuh cinta.
"Ada yang terganggu karena ulahmu dan Aku ingin kamu yang bertanggungjawab untuk itu. "
"Maksudnya Mas Dirga apa,
Leha tidak mengerti."
Dirga maju kedepan kemudian meraih tangan Julaiha dan menariknya sehingga tubuh Julaiha langsung masuk kedalam pelukan nya, Julaiha merasa sangat terkejut dan berusaha untuk melepaskan diri, tapi rupanya Dirga tidak ingin membiarkan istrinya pergi terbukti tangan Dirga justru meraih pinggang Julaiha dan menekannya sehingga merapat padanya.
"Mas, jangan begini lepaskan Aku. "
"I-iya, Mas Dirga Suamiku, "
"Kalau begitu apa salahnya jika Aku ingin menikmati tubuh mu, bukan lah kau istriku, "
"Ta-tapi Mas, kita kan, _____
Belum selesai Julaiha bicara mengucapkan kata-kata Dirga sudah menyambar bibir Mungil yang ada di depannya dengan rakus bahkan Dirga tidak memberikan kesempatan pada Juleha untuk menolaknya.
Dirga mulai melakukan apa yang ingin dia lakukan, membuat Julaiha terkejut.
"Kau sudah membangunkan singa yang sedang tidur untuk itu kau juga yang harus bertanggungjawab untuk menidurkan nya.
" Ta-tapi Mas..!
__ADS_1
Dirga sudah tidak memperdulikan lagi celotehan dari istrinya, Dirga yang sudah terbakar gai_ rah mulai beraksi tangannya mulai bergrilya sesuka hati.
Mula-mula kearah perut kemudian naik keatas menuju dua bukit yang indah sementara bibirnya tetap melu mat dan meyee sap bibir mungil yang ada didepan nya.
Karena ulah Dirga Julaiha yang poolos belum pernah tersentuh siapapun mulai mengeluarkan suara suara indah yang memabukkan.
Dirga semakin senang melihat gadis yang ada di depan nya sudah terlihat sangat pasrah.
Perlahan lahan Dirga mulai membawa Julaiha Naik keatas Ranjang dan merebahkan nya kemudian dengan gerakan sedikit kasar Dirga mulai membuka semua penutup yang ada Dirga ingin melihat keindahan yang baru saja dilihat nya.
Tidak ada lagi penolakan karena sesungguhnya tubuh dari Julaiha sangat meresponnya.
Sore itu menjadi saksi akan indahnya sebuah penyatuan dimana Dirga harus berjuang keras untuk menerobos dinding indah yang belum pernah terlewati siapapun.
Julaiha meringis menahan sakit ketika Dirga berhasil menenggelamkan seluruh senjata nya di dalam goa yang Indah Dirga hanya memberii jeda waktu sejenak untuk istrinya lebih rileks tapi selebihnya Dirga melakukan nya dengan gerakan cepat.
Pengalaman pertama membuat Dirga betah bahkan berkali-kali untuk menikmatinya bahkan Dirga tidak memperdulikan Julaiha yang sudah kelelahan.
Merasa kurang pu_ as Dirga meminta Julaiha untuk memainkan pusaka nya.
"Cepat Pu- akan dia, jika kamu tidak bisa jangan salahkan Aku jika Aku masih akan menggempurmu berkali-kali.
Dengan ragu dan terpaksa Julaiha menuruti keinginan dari Suaminya dia sudah sangat lelah karena harus berkali-kali mendapatkan pelepasan sementara Suaminya benar benar perkasa belum merasa kenyang dan terpu askan.
Dirga menikmati setiap isapan dari istrinya bibirnya merancau tidak karuan kemudian dengan kasar Dirga mendorong tubuh istrinya dan mulai mengempurnya lagi Julaiha semakin lemas karena Dirga telah membuat dirinya kembali mendptkan pelepasan yang kali ini dicapai bersama sama dengan suaminya Dirga.
Dirga tersenyum pu-as karena telah mencapai puncak kenikmatan yang sesungguhnya.
sambil tersenyum nakal Dirga bangkit dari tidurnya.
"Lain kali jika kamu berani mengoda dan membangunkan nya kamu harus bersiap siap mendapatkan pelepasan yang banyak tapi kamu senang kan, hahaha pasti enak rasanya iya kan dan jangan bermimpi setelah kamu memberikan kepu asan padaku hubungan kita akan baik dan normal ingat sampai kapanpun Aku tidak mencintai mu jadi yang terjadi hari ini itu karena kesalahanmu, "ucap Dirga seraya pergi dari dalam kamar Julaiha.
Bagaikan petir yang menyambar Mendengar perkataan Dari Dirga Suaminya Julaiha merasa
__ADS_1
sangat malu karena Dirga justru meledek dirinya bahkan dengan terang terangan mengatakan tidak ada cinta dan pergi tanpa merasa bersalah sedangkan Julaiha harus kehilangan mahkota satu satunya.
Julaiha terduduk sambil menitikan Air mata, keadaan dirinya tak ubahnya bagaikan seorang gadis yang baru saja di perkosa orang lain dinikmati kemudian dicampakkan setelah semua mereka dapatkan.