MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 12.PEMBANTU


__ADS_3

Dirga meneguk kasar ludanya ketika beberapa pasang mata menatap dengan sinis kearah Julaiha sangat istri culun dari desa.


"Jalan kamu yang cepat jangan seperti lelet begitu bikin malu saja, sudah Aku jalan duluan kamu ikuti Aku di belakang. "


Dirga memilih Jalan lebih dulu daripada harus berjalan beriringan dengan istrinya yang sangat memalukan baginya karena istrinya berpakaian yang sangat mencolok dan terlihat sangat kampungan gimana di tempat kota tidak ada orang yang berpakaian seperti itu.


Sampai di depan sebuah toko ponsel hp Dirga mulai meminta kepada salah satu peran tokoh untuk mengambilkan satu buah handphone untuk istrinya.


"Maaf Mas mau ponsel HP merek apa? tanya salah satu karyawan toko.


"Ambilkan model yang terbaru dengan ram yang banyak, "


"Baik, Mas, "


Dengan cepat gadis itu menggambilkan ponsel hp yang diminta Dirga.


"Ini Mas ini HP model terbaru harganya cukup murah Mas hanya 31 juta saja, " ucap Gadis itu sambil tersenyum dia yakin pembeli yang ada didepan nya adalah orang kaya sehingga dia menggambilkan ponsel HP dengan harga yang cukup mahal.


Dirga manggut-manggut melihat sambil memperhatikan ponsel HP yang ada didepan nya, sementara Julaiha yang sudah berdiri disamping Dirga diam tidak bicara apapun.


"Bagaimana menurut mu, apa kau suka? " tanya Dirga pada Julaiha.


jika yang bertanya pada Juleha membuat Juleha sedikit terkejut dan tersentak kaget pasarnya Juleha tidak pernah menyangka jika Dirga akan memesan ponsel hp termahal untuknya.


"A-apa? tanya Julaiha yang tiba-tiba gugup.


" Aku tanya apa kamu suka ponsel HP ini? "


"Kenapa harus bertanya padaku itukan terserah Mas Mau HP model apa, " jawab Julaiha dengan singkat.


"Ini itu untuk kamu makanya Aku tanya kamu apakah kamu suka? "


"Apa, untuk ku? "

__ADS_1


"Iya, untuk mu bagaimana apa kau suka, "


Julaiha tiba-tiba serasa sulit untuk meneguk ludahnya sungguh dia tidak percaya jika Dirga si cowok brengsek dan Arogan akan membelikan nya ponsel HP yang mahal.


melihat sudah diam saja kembali Dirga bertanya kepada Julaiha.


"Bagaimana apa kau suka? "


"Iya, ah tidak Aku tidak perlu HP yang mahal begitu. "


Seorang pelayan toko yang menatap heran kepada pembeli yang ada di depannya karena dia bertanya pada seorang gadis yang sangat terlihat culun dan kampungan yang mana pembeli yang ada di depannya justru bertanya apakah Gadis itu menyukai ponsel hp yang dia Perlihatkan atau tidak.


"Maaf, Mas kenapa Mas bertanya pada gadis itu apakah Mas membeli ponsel HP untuk nya? "


Dirga tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Iya, Mba saya membeli ponsel HP untuk nya. "


"Wah beruntung sekali dia, sebenarnya gadis itu siapanya Mas, kenapa Mas ini begitu baik dan perhatian padanya dan sepertinya gadis itu dari pelosok desa ya Mas, "


"Dia, ___


sebelum memberikan jawaban kepada sang Pelayan toko Dirga menoleh ke arah Julaiha yang kala itu juga sedang menatap dirinya.


" Dia ini pembabtu saya Mba, karena kerjanya sangat baik makan Aku memberikan hadiah ponsel padanya."


"Oh, jadi dia ini seorang pembantu pantas saja dandanannya sangat kampungan begitu, Mas nya baik banget mau beliin HP yang sangat mahal, kamu beruntung Mbak dapat Bos seperti dia sangat baik dan pengertian, "


Julaiha hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari wanita yang ada di depannya, sedangkan Dirga meneguk ludahnya dengan kasar.


"Maaf, Pak saya tunggu di mobil saja Bapak belikan HP yang murah saja jangan terlalu mahal, " ucap Julaiha pada Dirga yang tanpa menunggu jawaban dari Dirga Julaiha sudah beranjak pergi meninggalkan Mall yang mewah itu.


Sementara Dirga menjadi kelabakan dibuat nya, Dirga sangat tau jika Julaiha pasti sangat marah dan tersinggung dengan apa yang telah diakatan pada Wanita yang ada di depannyadepannya untuk itu dengan sedikit buru-buru Dirga segera meminta pada wanita yang ada didepan nya untuk membungkus ponsel HP yang baru saja dilihat nya,

__ADS_1


"Baiklah Mbak tolong di bungkus dan ini uangnya kebetulan saya punya card."ucap Dirga seraya menggulurkan kartu Cardnya pada wanita yang ada didepan nya.


Wanita sang penjaga toko segera membungkus ponsel HP pesanan dari Dirga, kemudian menyerahkan kepada Dirga dan dengan cepat Dirga langsung menerima dan menyambar uluran kantong tas yang berisikan ponsel HP barunya.


Dengan langkah yang sedikit buru-buru Dirga segera berlari kearah dimana mobilnya di parkir kan.


Dirga segera membuka pintu mobil dan alangkah terkejutnya dia ketika tidak mendapati Julaiha di bangku depan dan Dirga semakin dibuat terkejut karena Julaiha memilih duduk dikursi belakang.


"Leha, ngapain duduk disitu cepat pindah duduk didepan sini, "


"Tidak usah Tuan saya duduk disini saja, "


"Lehaa apaan sih manggil begitu memangnya Aku ini siapa kamu, Aku itu, _____


" Bos saya, sudahlah, biarkan saya duduk disini, "


"Lehaaa...? "


Julaiha tidak lagi mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dirga kepadanya bahkan Juleha berpura-pura tidur dengan merebahkan tubuhnya di kursi belakang, Dirga yang melihat itu merasa sedikit kesal tetapi karena banyak orang yang melihat dirinya dengan tatapan yang aneh membuat Dirga sedikit malu dan merasa tidak enak jika memaksa Julaiha untuk duduk di depan, untuk itu Dirga memilih untuk mengalah dengan membiarkan Juleha duduk di belakangnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang Dirga sengaja mengarahkan kaca spion kebelakang agar dirinya bisa mengetahui apa yang dilakukan Julaiha.


Seolah memahami apa yang dilakukan Dirga Julaiha meraih jilbab panjang nya dan membiarkan dari ujung jilbab nya menutupi wajahnya sehingga Dirga tidak bisa melihat nya, Ada perasaan kesal dan marah karena Julaiha seolah menghalangi dirinya untuk bisa melihat Julaiha.


"Sial, ngapain pakai ditutupin segala sih Wajahnya, " geram Dirga dengan perasaan kesal karena Dirga tidak mampu menahan nya akhirnya Dirga meluapkan kekesalan dirinya.


"Ngapain ditutup segala sih wajahmu apa kamu lupa Aku sudah melihat semuanya bahkan aku hafal seluruh lekuk dari tubuh mu, "


"Benar sudah melihat dan juga sudah hafal kan jadi tidak perlu lagi ingin tau dan melihat nya lagi kan, " sinis Julaiha masih dalam keadaan memejamkan mata.


Mendengar perkataan Julaiha yang sangat berani Dirga meneguk ludahnya dengan kasar.


"Sial, berani sekali dia menjawab perkataan ku, "

__ADS_1


"Sudah fokus saja mengemudi tidak perlu memikirkan Aku atau ingin melihat Aku bukan kah Aku hanya seorang pembantu jadi tidak penting bukan. "ucap Julaiha dengan nada ketus.


"Ya, kau benar kau tidak penting, " jawab Dirga dengan perasaan kesal. yang mana kemudian keduanya sama-sama terdiam.


__ADS_2