MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 21. KECEWA


__ADS_3

Dirga merasa gemas melihat istrinya yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, sambil senyum senyum Dirga keluar dari dalam kamar Julaiha dengan rambut basah.


Ketika Dirga sampai di ruang tamu tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi pertanda ada tamu yang akan datang.


dengan cepat carikan langsung melangkah menuju ke pintu untuk membukakan tamu yang masuk.


Alangkah terkejutnya Dirga ketika pintu sudah terbuka muncullah sosok seorang gadis cantik sambil tersenyum dan langsung memeluk Dirga dengan sangat erat membuat Dirga sedikit terkejut dan syok.


"Selin, kau, ____


" Apa kabar Sayang kita kan sudah janjian mau pergi ke pesta teman Mama kamu, hei rambut kamu pagi pagi basah bikin tambah cakep saja. "


"Hehee, trimakasih atas pujiannya, tunggu Aku ganti baju dulu, "ucap Dirga yang langsung masuk ke dalam kamar.


Seline hanya mengagukan kepala kemudian mendudukkan dirinya di kursi sofa yang ada di depan televisi di mana asalnya langsung menghidupkan televisi yang ada di depannya untuk mengusir kejenuhan.


karena merasa haus Celine balik dari duduknya kemudian berjalan menuju ke dapur dan percepatan pada saat itu jalin melihat Juleha yang berdesa keluar dari dalam kamar sambil menggunakan jilbabnya kembali ke jalin yang menyangka jika dari situ adalah pembantu baru Dirga maka dengan cepat Celine meminta kepada curhat untuk membuatkan minum untuknya.


"Hei kamu, penghuni baru di rumah ini ya, tolong cepat buatkan Aku minum jangan pakai lama karena Aku akan segera pergi keluar dengan kekasihku, "


tanpa menjawab Julaiha menganggukkan kepala kemudian berjalan menuju ke dapur Juleha berniat untuk membuatkan jus jeruk pada tamu yang berbeda datang ke rumahnya.


" Ini Mbak Silakan diminum, '


"Trimakasih, " Selin segera menerima jus jeruk kemudian meneguknya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kamu di rumah ini?


"Saya, ____


" Sayang kau sudah siap ayo kita berangkat. "


Julaeha tidak langsung menjawab pertanyaan dari Selin ketika Seline tiba-tiba berteriak memanggil sayang kepada seorang laki-laki yang baru saja keluar dari dalam kamarnya yang mana laki-laki itu adalah Dirga Hal itu membuat Julaiha Ham terkejut dan mendelik seketika di mana gadis yang mengaku berkunjung ke rumah kekasihnya adalah Dirga suaminya yang dimaksud,


Tanpa rasa malu dan tanpa memikirkan Perasaan dari Juleha Gadis itu segera berlari mendekati Dirga kemudian memeluknya dengan sangat erat Digra sendiri sedikit terkejut ketika tiba-tiba Selin memeluk dirinya di depan Julaiha,


Merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh gadis tamu yang baru saja datang kepada Dirga Julaiha segera berlari masuk ke dalam kamar.


Dirga menatap kepergian Julaiha dengan pasangan tidak berkedip.


"Ayo, tunggu sebentar, "


Kembali Dirga masuk ke dalam kamar Julaiha mana kala itu Julaiha sedang merapikan tempat tidur.


"Leha, Aku pergi dulu ingat jangan matikan ponsel HP kamu karena Aku tidak mau ketika menghubungimu ponsel HP kamu tidak aktif, "


Julaiha tidak menjawab perkataan dari Dirga dirinya Pura-pura sibuk dengan pekerjaan nya. Dirga yang melihat hal itu merasa gemas dan sedikit senang karena Dirga yakin kedatangan Selin telah membuat Julaiha cemburu.


"Baiklah Leha, jangan lupa kunci pintu nya. " ucap Dirga sebelum melangkah keluar dari dalam kamar, karena tidak mendapatkan jawaban dari Julaiha Dirga kembali berbalik dan berjalan dengan cepat kearah Julaiha dan dengan gerakan yang sangat cepat Dirga langsung meraih bahu Julaiha yang kala itu sedang membersihkan kamar sedikit terkejut karena tiba-tiba Dirga meraih bahunya dan memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Dirga.


"Aku sedang bicara padamu apa kamu tidak mendengarkan apa yang Aku katakan, "

__ADS_1


"Aku dengar Mas, tolong lepaskan tanganmu, "


" kalau kau mendengarnya Kenapa kok diam saja dan tidak jawab semua perkataanku dan pertanyaanku apa yang kau katakan padamu Coba katakan kembali, "


julehah coba melepaskan tangan Dirga yang menyentuh baunya kemudian curhat berjalan ke dekat baja dan duduk di kursi apa yang ada di dalam kamar itu.


sebelum curhat berbicara Juleha menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan,


"Aku mendengar Mas Dirga meminta aku untuk tidak mematikan ponsel hp agar ketika Mas Dirga menghubungiku bisa lebih mudah dan yang kedua Mas Dirga meminta aku untuk mengunci pintu rumah Bukankah begitu, "ucap Julaeha kepada Dirga yang langsung mendapatkan jawaban dari Dirga.


" Kamu benar dan gadis yang ada di ruang tamu itu dia adalah pacarku, "


Julaeha tersenyum kemudian mengaggukan kepala.


"Iya, ini juga penting untuk Aku tau ya sehingga perlu di katakan dan di perjelas kepadaku, "


Mendengar Julaeha bicara seperti itu Dirga mendelik seketika kemudian trsenyum miring.


"Ya, itu penting untuk kamu tau biar kamu tidak berpikir jika Aku suka dengan mu meskipun kamu sudah menyerahkan semua pada ku, Aku cuma mau mengingatkan kepadamu jangan terlalu berharap banyak tentangku dan apa yang terjadi di antara kita itu hanya sebatas main-main saja karena aku juga aku laki-laki normal dan ketika ada seorang wanita di rumah pasti menginginkannya, bukan berarti aku melakukan karena aku suka dan aku cinta kamu Aku melakukan karena aku membutuhkan itu dan aku rasa Aku tidak perlu menjelaskan karena semua orang pasti tahu kebutuhan seorang laki-laki itu adalah kepuasannya jadi Rajang dan kebetulan di rumah ini ada kamu jadi itu sudah tugasmu, Okelah kalau begitu Aku pergi dulu dan jaga rumah baik-baik. "


Setelah mengucapkan itu Dirga segera melangkah pergi menuju ke ruang tamu sementara Julaiha merasa sangat kesal dan kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Dirga kepadanya, sungguh Julaeha sudah merasa seperti seorang wanita yang sudah tidak memiliki harga diri lagi dan dia benar-benar tidak berguna di dalam rumah karena dia tidak memiliki hak untuk menolak ataupun mengungkapkan isi hati dan perasaan tidak suka nya.


Julaeha mrnggusap airmata nya yang mulai menetes dipipi kemudian tersenyum kecut pada dirinya sendiri,


"Mengapa Aku harus menangis bukankah semua ini memang sudah takdir ku, Aku ingin pergi jauh dari sini Aku tidak mau di jadikan alat pe-muas baginya dia bisa melakukan apa saja sesuka nya sedangkan Aku apa yang bisa kulakukan Apa Aku harus pasrah dengan takdir ku, tidak Aku ini manusia Aku juga punya perasaan jika Aku tidak dihargai lalu untuk apa Aku disini, bukankah semua sudah Aku serahkan kepada nya jadi buat apa lagi Aku disini, Aku harus pergi, Aku tidak mau selalu hidup begini, enak saja mereka mempermainkan Aku orang yang tidak mampu, Aku harus mendapatkan pekerjaan yang bisa memberi Aku gaji banyak Agar Aku bisa melunasi hutang hutang keluarga ku dan Aku akan pergi setelah kesempatan itu ada, ' gumam Julaiha yang bertekad dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2