MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 15. KESAL


__ADS_3

Juleha yang berlari masuk ke dalam kamar dan Mengunci pintu dengan sangat rapat dari dalam kini menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sambil menangis sesenggukan.


Tidak pernah menyangka Jika ternyata harga ponsel hp yang sengaja diberikan Dirga kepadanya adalah suatu harga untuk membayar sebuah keperawanan yang dia berikan kepada suaminya dan hal itu sangat menyakitkan Julaiha karena ternyata harga keperawanannya hanya dibeli dengan nilai 31 juta rupiah.


Ingin rasanya Juleha berteriak dan melampiaskan kekesalan dan kemarahannya akan tetapi Julaiha kini juga menyadari jika Dirga memberikan harga keperawanan untuk dirinya hanya 31 juta Dikarenakan dirinya juga memiliki hutang yang banyak kepada keluarganya di mana hutang-hutang itu adalah hutang dari Ayah-nya yang mana terjebak oleh suatu permainan yang dilakukan oleh keluarga Dirga sehingga Ayah Julaiha terpaksa harus berhutang kepada mereka.


Bagaikan rentenir keluarga Dirga terus dan terus membuat keluarga nya berhutang.


Julaiha mulai menghapus sisa buliran bening Air matanya yang jatuh dipipi.


"Aku tidak boleh lemah dan Aku tidak boleh menangis bukan kah kini semua sudah lunas dan Aku bebas melakukan apa saja meskipun untuk pergi dari Rumah ini Aku belum bisa tapi setidaknya Aku tidak perlu berbakti dan menurut dengan segala yang diperintahkan Suamiku kepadaku, karena sekarang Aku sudah bebas tidak ada lagi hutang kita dan bukan kah Mas Dirga juga sudah menggatakan jika dirinya harus bisa menerima dianggap sebagai seorang pembantu dan Dirga sama sekali tidak tertarik apalagi cinta kepada nya, ini adalah saat yang tepat untuk nya bisa bangkit dan mengganggap tinggal du Rumah ini hanya sebatas menumpang saja, "


Setelah merasa tenang dan hati Julaiha sudah bisa menerima keadaan dengan ikhlas, Julaiha langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Kurang lebih duapuluh menit lamanya Julaiha melakukan ritual mandi sambil membasahi rambut nya.


Merasa lapar setelah semua sudah dia kerjakan Julaiha segera pergi ke dapur untuk membuat makanan untuk dirinya.


Dirga yang kala itu belum beranjak dari duduknya menatap heran pada Julaiha yang terlihat biasa saja tidak tampak sama sekali jika dirinya sedang bersedih.

__ADS_1


Merasa ikut lapar karena seharian dirinya juga belum makan Dirga beranjak bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Julaiha yang sedang memasak di dapur.


"Kamu mau masak apa? "


"Mie rebus saja sama telor. "


"Boleh buatkan juga untuk ku Aku juga sangat lapar, "


"Ya, " jawab Julaiha singkat tanpa memandang pada laki-laki yang ada disampinya.


Dirga kembali duduk si Ruang makan ketika Sudah mendengar jawaban dari Julaiha.


tanpa bicara apapun curhat segera meletakkan mie rebus di depan Dirga Hal itu membuat Dirga sedikit melongo dan heran pasalnya Julia yang biasanya sangat suka bicara kini menjadi sosok wanita yang pendiam.


"Apa ini untuk ku? "


Sengaja Dirga bertanya kepada Julaiha karena sesungguhnya Dirga bukan tidak memahami jika mie rebus dan telur yang ada di depannya itu untuk dirinya akan tetapi Dirga lebih menginginkan Juleha untuk bersuara karena Entah mengapa Dirga merasa tidak suka melihat Julaeha yang mendiamkan dirinya dimana dirinya bagaikan orang yang berada di rumah seorang diri sangat asing dan tidak ada siapapun.


Harapan Tak Seindah dengan kenyataan Dirga yang berharap Julaiha akan mengiyakan dan bersuara ternyata tidak Dirga temui, di mana Dirga hanya mendapatkan jawaban anggukkan kepala dari Julaiha yang kemudian tidak menunggu lama Juleha pun pergi ke dapur kembali, hal itu sedikit membuat Dirga merasa kesal dan geram dengan apa yang dilakukan oleh Julaiha kepadanya seolah-olah dirinya tidak dihargai sama sekali bahkan Dirga merasa keberadaan nya tidak dianggap di dalam rumah itu.

__ADS_1


Karena perasaan kesal dan sedikit geram Dirga bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju ke dapur di mana Dirga melihat Julaiha sedang duduk di pojok dapur sambil meniup mie rebus yang ada di depannya, rupanya Julaeha memilih makan di dapur.


Dirga menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan seolah dirinya sedang menahan satu beban berat yang ada di dalam hatinya sungguh jika mau jujur apa yang dilakukan Julaeha sudah sangat membuatnya sakit dan sesak.


" Kenapa kamu makan di dapur bukankah kita punya ruang makan, Cepat bawa makananmu ke ruang makan kita makan di sana, "ajak Dirga pada Julaiha yang kala itu tidak menyadari jika Dirga akan masuk ke dapur untuk melihat dirinya.


" Maaf, Mas saya makan disini saja, " tolak Julaeha pada Dirga suaminya.


Masih teringat jelas dalam ingatan Betapa menyakitkan perkataan Dirga yang mana Telah membeli keperawanannya dengan harga 31 juta, sungguh suatu hal yang sangat membuatnya tidak memiliki harga diri lagi seolah-olah dirinya tidak Begitu Berharga di mata Dirga, untuk itu Juleha merasa sangat malas dan enggan apabila harus duduk berdua dengan orang yang tidak menghargai dirinya .


" Kamu berani menolak perintahku Cepat bawa makananmu ke ruang makan kita makan di sana Aku tidak mau dengar ada penolakan ataupun alasan apapun darimu, Aku tunggu di sana, "ucap Dirga dengan dingin dan dengan nada penuh penekanan sangat terlihat jelas jika Dirga juga menyimpan suatu rasa kesal dan geram kepada dirinya.


Julaeha tidak ingin membuat masalah ataupun keributan yang mana dirinya sendiri sudah sangat muak dan kesal mendapati semua itu tanpa bicara apapun, Julaeha mulai keluar menuju ke ruang makan dan meletakkan satu mangkok mie rebus beserta telur di bangku paling pojok yang mana sangat jauh dengan tempat duduk Dirga.


"Jauh amat duduknya sini duduk didepan ku? "


"Trimakasih, Aku disini saja toh sebentar lagi makanan Sku juga akan segera habis. "


Tolak Juleha dengan sangat halus yang mana Julaiha dengan cepat melahap semua makanan mie rebus yang ada di depannya semua Julaiha lakukan karena Julaiha sudah sangat muak dan kesal berada di dekat Dirga.

__ADS_1


__ADS_2