
Tidak lama kemudian Dirga bangun dan keluar dari dalam kamarnya, Julaiha menunggu dengan hati berdebar-debar, entah mengapa
beberapa hari terakhir Julaiha terlihat sangat berdebar-debar jika melihat laki-laki itu di dekatnya.
Julaiha menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, Julaiha berharap Dirga tidak mengetahui apa yang sedang dirinya rasakan.
Tidak jauh berbeda dengan Julaiha Dirga pun sedikit merasa gugup ketika harus duduk berhadapan, entah perasaan apa yang ada di dalam hatinya sehingga membuat irama jantung nya tidak begitu teratur seperti biasanya.
"Apa sekarang Aku bisa langsung makan? "
"Tentu saja Mas, makan dan. pilih yang mana yang Mas Suka, "
"Kenapa masakan kamu hari ini banyk sekali apa kamu pikir Aku gajah sehingga bisa menghabiskan makanan sebanyak ini dan kamu tau ini adalah pemborosan, seenaknya saja kamu menghambur-hamburkan uang, " sinis Dirga pada Julaiha.
Sungguh perkataan Dirga yang keras kasar dan dingin membuat Julaiha yang tadinya senang karena bisa menyediakan banyak makanan untuk Dirga kimi berubah menjadi murung dan sedih.
Dirga sendiri sengaja marah dan berkata sinis pada Julaiha karena dirinya tidak ingin mengalami kegugupan dan perasaan berdebar-debar dimana Dirga khawatir hal itu bisa di ketahui oleh Julaiha dan Dirga tidak mau hal itu terjadi untuk itu Dirga sengaja berkata dan bicara kasar dan sinis pada Julaiha.
"Sudah cepat duduk dan skesaikan makanmu kali ini biar saja tapi esok kamu harus lebih berhemat lagi. "
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Julaiha dan Julaiha hanya bisa diam dan makanannya tanpa bicara apapun lagi, hal itu sempat membuat Dirga menjadi kebingungan juga pasalnya Julaiha tidak lagi mau bicara..
Dirga menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Sebenarnya masakan kamu ini cukup enak cuma ini akan jadi pemborosan untuk itu jangan ulangi apa kau mengerti, "
Tanpa suara Julaiha mengganggukkan kepala hal itu membuat Dirga menarik napas lagi.
Suasana di ruang makan terlihat hening dan tidak terdengar apapun
"Setelah mendengar dari perkataan Dirga Julaiha tidak lagi banyak bicara bahkan setelah selesai dengan apa yang Dirga katakan.
Julaiha terlihat menjadi wanita pendiam, Dirga yang menyadari kesalahannya menarik napas panjang kemudian menghembuskankannya dengan perlahan.
" Leha lihat sayur yang kamu buat itu, ini masih banyak kamu bantu makan biar cepat habis Aku mana sanggup makan sendirian. "
Julaiha menatap pada suaminya yang kalau itu asik menyeduh sayur yang ada di depannya,
"Sudah jangan bengong ayo cepat kamu bantu untuk menghabiskannya. " seru Dirga untuk yang kedua kali.
__ADS_1
Tanpa bicara Julaiha langsung menyeduh sayur buatannya.
Merasa keadaan masih panas dan tegang Dirga kembali membuka pembicaraan,
"Hari ini kamu tidak usah kerja ya, temani Aku dirumah karena ada satu pekerjaan yang membutuhkan bantuanmu, "
"Membutuhkan bantuanku, Mas Aku itu tidak bisa bekerja jadi maaf lebih baik, Mas cari orang lain Aku itu pemalas. "
Lagi-lagi Dirga menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sedikit perlahan dan dengan gerakan perlahan-lahan pula Dirga bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati Julaiha.
Tepat dihadapan Julaiha Dirga menyentuh dagu istrinya membuat Julaiha sedikit terkejut hingga kedua bola matanya membulat seketika karena tanpa sadar dan mau tidak mau pandangan mata mereka bertemu.
"Kenapa kaget begitu jangan terlalu noraklah Leha, jika Aku membutuhkan kamu pasti itu bukan pekerjaan yang sulit dan jika Aku yang menyuruh kamu bukan orang lain maka peker, itu tentunya hanya kamu yang bisa mengerjakannya, bukan orang lain.
" Deh...!
"Apa maksud dari Mas Dirga bicara seperti itu, jangan jangan yang dia minta adalah Aku harus melayaninya, aduh bagaimana ini Aku tidak mau melakukan itu lagi sungguh sangat menyakitkan dia hanya meminta kepuasan dariku tapi dia tidak mencintai Aku tidak Aku tidak mau dan Aku harus menolaknya, Aku harus mencari alasan agar Aku bisa menolaknya. " gumam Julaiha dalam hati.
"Mas, maaf Aku tidak bisa saat ini Aku lagi ada tamu bulanan, "
__ADS_1
Ucapan Julaiha yang terbata-bata dan terdengar sangat lucu di telinga Dirga membuat Dirga tertawa.
"Sapa juga yang minta begituan sama kamu, bosen lah kan sudah pernah kunikmati juga hahaha, " ucapan Dirga yang begitu lantang benar-benar membuat wajah Julaiha merah merona karena merasakan malu dimana dia salah bicara dan telah berprasangka buruk.