MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 6 Kesal


__ADS_3

Dengan sedikit malas Julaiha terpaksa membersihkan lantai yang kotor akibat dari kopi pahit yang dilemparkan oleh Dirga.


"Dengar lain kali Aku tidak suka kau membuat kan Aku kopi pahit apa kau mengerti? "


Tanpa mau menjawab dengan kata-kata Juleha hanya mengagukan kepalanya dengan sangat lemah bagaimanapun juga Juleha merasa sangat kesal dan geram dengan apa yang dilakukan Dirga kepadanya, di mana dia malam-malam harus membersihkan lantai dengan kain pel yang ada di tangannya.


Dirga menatap dengan tatapan mata yang sinis, sungguh dirinya sangat kesal karena telah di permainkan gadis desa yang ada didepan nya.


Bisa-bisa nya Gadis desa yang ada di depan nya memberikan kopi pahit padanya.


" Kamu mau kemana ,"tanya Dirga setelah melihat Julaiha selesai membersihkan lantai yang terkena tumpahan kopi pahit.


"Tidur, Aku lelah, "jawab Julaiha dengan singkat.


" Hei tapi kamu belum membuat kan Aku kopi yang baru, "


"Bikin saja sendiri Aku tidak tau seleraa dan kesukaan kamu itu yang seperti apa, "


"Meskipun kamu tidak tau kamu bisa membuat dan bertanya lagi kan, "


"Maaf, Mas. Aku lelah dan malas "ucap Julaiha yang langsung menutup pintu kamarnya.


Dirga melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya, gadis desa yang culun dan menyebalkan itu sudah mulai berani melawan perintahnya.


Dengan perasaan kesal dan geram Dirga kembali lagi ke ruang kerja nya untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada karena bagaimanapun juga malam ini Dirga harus selesai.


"Sial, tau begini tidak langsung Aku habis kan ini kopi, mana Aku tau Leha akan menganti kopi yang enak ini dengan kopi pahit, bisa-bisa nya dia berpikir begitu. " gumam Dirga sambil meneriksa semua berkas yang harus ditanda tangani dan dia cek hingga tidak terasa Dirga tertidur di Ruang Kerja.


Esok hari Ketika sang mentari mulai menampakkan diri Dirga mulai terbangun dari tidurnya Dia sangat terkejut karena dia tertidur di ruang kerja dalam keadaan telungkup di atas meja, Dirga semakin kesal karena apa yang terjadi pada dirinya tidak seperti yang selalu ada di dalam film ataupun sinetron sinetron yang ada di mana seorang suami yang tertidur di ruang kerja sang istri pasti akan memakaikan selimut ataupun ikut tidur menemaninya, tapi yang terjadi pada diri Dirga sungguh sangat berbeda di mana dia tetap tertidur dalam keadaan telungkup tanpa selimut dan juga tanpa melihat Juleha sang istri di sampingnya.

__ADS_1


Dirga yang kesal segera bangkit dari tidur nya kemudian berjalan keluar tanpa mencuci muka ataupun mandi terlebih dahulu, Dirga ingin memarahi istrinya yang telah mengabaikan dirinya.


Dengan langkah cepat Dirga langsung masuk ke dalam kamar Julaiha tanpa mengetuk pintu.


Dirga semakin kesal karena Julaiha tidak ada di dalam kamarnya.


"Kemana anak itu mengapa dia tidak ada di dalam kamarnya, coba Aku cari ke dapur mungkin dia sedang memasak, tapi rasanya kurang nyaman juga jika Aku tidak mandi terlebih dahulu, sebaiknya Aku mandi dulu, tidak masalah Aku mandi di kamar mandi nya Leha


Bergegas Dirga masuk ke dalam kamar mandi dan menggunakan semua peralatan mandi yang ada di tempat itu.


Kurang lebih duapuluh menit lamanya Dirga melakukan ritual mandi sebelum kemudian Dirt keluar.


Karena tidak ada baju ganti Dirga hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya, sementara baju kotor Dirga biarkan beserta pakaian dalam nya Dirga tinggalkan di dalam kamar mandi begitu saja.


Ketika Dirga hendak keluar bertepatan dengan itu ternyata Julaiha sedang membuka pintu kamarnya, tentu saja hal itu membuat Dirga dan Julaiha sama-sama terkejut yang akhirnya sama-sama berteriak.


"Aaaaaaahhhh... !teriak keduanya secara bersamaan.


" Kau kenapa masuk kamar tidak ketik pintu! "


"Lho Mas ini kan kamarku seharusnya Mas yang Aku tanya ngapain cuma pakai handuk di kamarku, Mas numpang mandi ya, ini kan handuk ku, "


"Hei, Leha Aku yang punya rumah, Aku berhak mandi dimana saja jadi jangan brisik lgi, " geram Dirga yang langsung ngeloyor keluar kamar.


"Tapi Mas, Aku tidak punya handuk lagi itu punya ku, "


"Diam lho, Nanti juga akan Aku ganti dengan yang baru, "


mendengar suaminya akan memberikan handuk yang baru akhirnya Julaiha diam dan masuk ke dalam kamar sementara Dirga segera pergi masuk ke dalam kamarnya pula.

__ADS_1


Dirga segera berganti pakaian sebelum kemudian dia keluar dari dalam kamar dan langsung masuk ke ruang dapur, Dirga berharap Julaiha sudah menunggu nya untuk sarapan pagi di ruang makan.


Alangkah terkejutnya Dirga ketika diruang makan tidak ada makanan apapun, Dirga berpikir karena Julaiha gadis desa maka tidak terbiasa menyiapkan makanan diruang makan, Dirga berpikir Julaiha membuat makanan dan membiarkan makanan itu ada di dapur.


Dirga segera pergi ke dapur Dirga ingin tau masakan apa yang sudah dibuat istri dari gadis desa itu.


Ketika Dirga sampai di dapur dan mencoba melihat di dalam tempat yang tertutup lagi-lagi Dirga tidak melihat dan tidak menemukan makanan apapun.


"Kenapa tidak ada makanan apa Julaiha tidak memasak hari ini, lalu dia makan apa? "gumam Dirga bermonolog sendiri.


Dirga benar-benar tidak habis pikir kenapa istri dari desa itu sangat malas dan belum mengolah makanan apapun sementara dirinya sangat lapar.


Dirga segera keluar dari dapur kemudian berteriak Memanggil nama Julaiha yang kala itu Dirga tahu juga masih berada di dalam kamar nya.


"Lehaa.. !


" Iya, Mas. ada apa kenapa berteriak-teriak begitu, "


"Kenapa, kenapa..kamu itu yang kenapa mengapa tidak ada makanan di dapur kamu masak apa hari ini Aku lapar nih, "


"Aduuh, Mas. maaf leha tidak punya banyak waktu hari ini, karena ini hari pertama leha masuk kerja maaf Mas ya, Mas Dirga beli makanan saja di luar, "Julaiha berucap sambil merogoh tas berwarna hitam kemudian menggulurkan uang berwarna biru senilai limapuluh ribu kepada Dirga.


" Ini Mas, Beli Nasi di warung depan sana saja saya tidak sempat, Aku rasa itu sudah cukup dengan minuman teh manis nya Leha pergi dulu Mas, Assalamu'alaikum, " tanpa menunggu jawaban Julaiha segera pergi keluar rumah.


Dirga semakin dibuat melongo dan mendelik dengan apa yang dilakukan istrinya.


"Apa ini, dia memberiku uang... memangnya Aku ini kekurangan uang apa, mana dia ngasih cuma limapuluh ribu dan apa tadi dia bilang sudah cukup dengan teh manis dia pikir Aku miskin apa, Aku butuh masakan di Rumah bukan uang dan dia sudah pergi dasar istri gadis desa yang culun dan bodoh, Aku itu banyak uang bukan kekurangan uang, Araaaaagggh...!


Dirga menggacak rambutnya yang tidak gatal dengan perasaan kesal.

__ADS_1


__ADS_2