
Dirga yang merasa sangat kesal dan marah karena dirinya yang sangat lapar dan di rumah tidak menemukan makanan apapun bahkan istrinya tidak memasak membuat Dirga sangat kesal dan Dirga semakin tersulut emosi ketika sang istri justru memberikan uang senilai Rp50.000 untuk dirinya agar dia membeli makanan di warung depan.
Perasaan kesal dan marah sangat membuncah di dalam hati Dirga akan tetapi Dirga tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya sudah melangkah pergi meninggalkan rumah dan terpaksa Dirga pun keluar rumah untuk mencari makan.
Di dalam mobil berwarna hitam Dirga yang masih kesal terus mengumpat dan emosi dengan kelakuan istrinya.
Sungguh Dirga tidak pernah menduga jika dirinya yang seharusnya memberikan nafkah kepada sang istri justru dirinya yang diberikan nafkah oleh istrinya benar-benar satu hal yang sangat memalukan dan Hal itu seolah-olah membuat harga diri Dirga terjatuh seketika.
"Sial, rupanya gadis desa itu ingin meledekku dengan memberikan uang padaku, pasti dia sedang mencibir ku menganggap Aku tidak mampu memberikan Nafkah kepada nya, lihat saja jika pulang Nanti Aku akan berikan pelajaran kepadanya enak saja memberikan uang limapuluh ribu kepadaku memangnya dia pikir Aku cowok apaan, " geram Dirga dalam hati.
Mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi memasuki sebuah restoran mewah yang ada di kota itu, dengan cepat Dirga yang sudah merasa sangat lapar segera memarkirkan mobilnya kemudian langsung masuk ke dalam restoran setelah memesan beberapa makanan Dirga duduk memainkan gawainya sambil menunggu pesanannya terhidang.
"Kenapa Aku juga lupa tidak meminta nomor HP nya Leha, Arrrggghhh sial sekali. "
"Silakan Tuan, "
Dirga menganggukkan kepala dan langsung menyantap hidangan makanan yang tersaji di depan nya.
Ketika Dirga sedang asyik menikmati makanan yang ada di depannya tiba-tiba ponsel hp-nya berdering Dirga hanya menoleh sekilas pada ponsel hp-nya yang ada di atas meja kemudian mengabaikannya karena ingin menikmati sarapan paginya dengan santai tanpa ada yang mengganggu dirinya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian ponsel hp-nya pun berhenti berdering akan tetapi tidak lama kemudian kembali ponsel hp miliknya berdering untuk yang kedua kali merasa terganggu Dirga segera mematikan ponsel hp-nya karena dia ingin menikmati sarapan pagi dan tidak ingin diganggu.
"Si gadis desa itu sudah makan apa belum ya, kenapa Aku jadi memikirkan nya dan mengapa seleraa makanku menjadi turun. "
Dirga yang tiba-tiba merasa malas untuk menghabiskan makanannya memilih melihat ponsel hpnya dan pada saat itu juga tiba-tiba ponsel HP Dirga kembali berbunyi.
Dengan terpaksa akhirnya Dirga langsung menerima panggilan telepon itu.
"Halo...!
"Dirga kenapa telpon ku tidak kamu angkat Aku sudah tigakali ini menghubungi mu, " cicit dari seorang gadis dari sebrang.
"Maaf, Selin Aku sibuk dan sekarang Aku lagi makan menangnya ada apa? "
"Memangnya ada perlu apa sih mencari ku? "
"Sudah kubilang Aku rindu kamu itu cowokku jadi wajar kan jika Aku merindukan kekasihku, "
"Baiklah, tunggu Aku disana, " jawab Dirga cepat rasanya telinga Dirga sudah tidak tahan lagi untuk mendengar celotehan dari Selin.
__ADS_1
Entah mengapa semenjak menikah dengan Julaiha Dirga merasa tidak terlalu memikirkan dan ingat dengan Selin gadis yang sudah dua tahun dia pacari.
Setelah merasa kenyang Dirga segera kembali masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya menuju ke sebuah kantor di mana Ayah Dirga memberikan perusahaan itu kepada Dirga, Segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan yang mana Dirga sama sekali tidak terlalu menyukai sehingga dia jarang sekali untuk masuk ataupun mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan di perusahaannya.
Dirga sendiri suka melakukan kegiatannya yang Sangat gemar balap motor sambil berpesta mabuk-mabukan dengan beberapa temannya yang mana seringkali membuat Ayah Dirga sangat marah dan kesal karena Dirga sebagai Putra satu-satunya yang seharusnya bisa dijadikan tumpuan untuk menjadi penerus dari perusahaan justru Dirga tidak mempedulikan semuanya.
Dirga hanya suka mabuk bersama teman-temannya dan juga berpesta kedatangan Dirga sesekali hanya mengambil uang kemudian pergi tanpa mau tahu pekerjaan apa yang harus dia lakukan.
Tapi entah mengapa setelah menikah dengan Juleha gadis desa Dirga sedikit mengalami perubahan di mana dia tidak lagi suka bermain motor dan juga mabuk-mabukan, Dirga menerima semua pekerjaan yang harus dia lakukan bahkan Dirga Rela lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaan kantornya.
Hal itu sangat membuat Ayah Dirga merasa senang dan bangga di mana Dirga kini sudah mulai bertanggung jawab atas perusahaan yang dibebankan dan diberikan kepadanya.
Tidak lama kemudian mobil yang ditumpangi Dirga sudah sampai di depan kantor terlihatlah seorang gadis sedang duduk sambil berpangku tangan dan ketika melihat Dirga turun dari mobil Gadis itu terlihat sangat senang dan bergembira Dia segera bangkit dari duduknya sambil mengulum senyum, kemudian berjalan mendekati Dirga yang kala itu berjalan menuju ke arahnya
"Sayang Aku pikir kamu tidak akan datang, " ucap Selin sambil bergelayut manja di lengan Dirga.
Dirga tersenyum simpul kemudian dengan perlahan-lahan menepis tangan Celine yang bergelayut manja di lengannya.
"Ini kantor coba bersikap yang sopan sedikit, Image Aku bisa jatuh dihadapkan anak buahku jika kamu bersikap seperti itu. " ucap Dirga berbohong yang mana sesungguhnya Dirga merasa rusuh dan tidak nyaman ketika Selin memegang lengannya.
__ADS_1
"Maaf, Sayang baiklah sehabis ini kita pergi ke hotel ya Aku ingin berduaan dengan mu, "
"Hmmm, " jawab Dirga singkat.