MENITIH JALAN KE SURGA

MENITIH JALAN KE SURGA
Bab. 29. Kemauan Dirga


__ADS_3

Dirga yang melihat Julaiha berlari ke dapur untuk menyiapkan makan malam menggulum senyum, entah mengapa melihat Julaiha yang terlihat panik serasaa mengemaskan.


Hampir satu hari berada di luar Rumah tanpa bisa melihat Julaiha dan tidak tau kabar Julaiha membuat Dirga merasa bosan dan ingin sekali marah Namun Dirga tentu saja tidak bisa melampiaskan kemarahannya karena ada sang Mama, dimana Dirga hari ini harus mengikuti apa yang Memanya minta.


Sibuk melamun dan bermonolog sendiri membuat Dirga tidak menyadari kehadiran Julaiha yang sudah ada disampinya.


"Mas, Makanan sudah siap, silakan Mas Dirga makan, "


"Oh, Iya, "


Bergegas Dirga mengikuti langkah kaki dari Julaiha yang masuk ke dalam ruang makan.


Julaiha segera mengambilkan Nasi dan juga lauk yang ada diatas meja, sementara Dirga entah mengapa justru memandang Julaiha yang kala itu mengambilkan Makanan untuk nya.


Julaiha yang merasakan di tatap Dirga mulai merasa risih dan kikuk sehingga dengan sedikit buru-buru Julaiha mengambilkan kemudian menyerahkan kepada Dirga.


"Ini, Mas Silakan dimakan. "


Setelah mengucapkan itu Juleha melangkah pergi meninggalkan ruang makan tapi belum juga Julaiha sampai di pintu Dirga sudah memanggilnya.


"Leha.. kau mau kemana? "tanya Dirga ketika melihat Julaiha berjalan keluar.


Juleha yang kalah itu ndak berjalan keluar dari ruang makan terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika Dirga memanggil dirinya Juleha dengan terpaksa juga membalikkan badan sambil tersenyum.


" Maaf, Mas leha pergi tidur dulu," tanpa menunggu jawaban dari Dirga julehah kembali berjalan keluar dari ruang makan, akan tetapi lagi-lagi Dirga memanggil Juleha yang kala itu hendak meninggalkan dirinya,


"Tunggu dulu, siapa yang memberikan kamu izin untuk pergi, duduk sini cepat, "bentak Dirga dengan sedikit kesal.


mendengar suara bentakan dari Dirga yang terlihat sangat keras Dimana Dirga terlihat marah kepadanya membuat Julaiha akhirnya kembali berjalan mendekati meja tempat makan Dirga kemudian berdiri di depannya dengan wajah menunduk.


"Kenapa masih berdiri, cepat duduk, " seru Dirga yang mulai mersaa kesal karena Julaiha seolah tidak memahami akan maksudnya.


dengan wajah menunduk dan dengan perasaan takut Juleha akhirnya mendudukkan bokongnya di depan Dirga.


"Nah begitu bagus, ambikan Air minum?


Julaiha kembali bangkit dari duduknya kemudian mengambilkan satu cangkir gelas air putih dan dengan menunduk pula Julaiha memberikan kepada Dirga.


" Ini, Mas. "


Dirga menatap kesal wajah Julaiha yang terlihat selalu menunduk.

__ADS_1


"Hei, bicara yang sopan kenapa harus menunduk begitu, "


"Maaf, Mas, " Ucap Julaiha dengan suara yang lirih.


"Kamu takut padaku? " tanya Dirga dengan tatapan mata penuh selidik.


"Tidak, "


Julaiha menjawab pertanyaan Dirga dengan menggelengkan kepalanya.


"Jika kamu tidak takut dengan ku kenapa harus menunduk, tidak enak dilihat tauk, kamu inginkan jago bela diri masa takut dengan Aku, bukan nya kemarin kamu sudah memamerkan tendangan mautmu, enak juga sih, pelayanan seorang wanita yang jago Ilmu beladiri, "


"Mas, ini bicara apa sih kalau tidak ada yang penting maaf Leha mau beristirahat, kalau Mas selesai makan Mas taruh saja biar besok leha cuci piring nya. "


Dirga terkekeh mendengar perkataan dari Julaiha istrinya.


"Aku bicara tentang kita tentang pelayanan kamu yang cukup memuaskan itu, kenapa kamu seperti nya malu, hahaha tidak perlu malu, sehabis makan Aku mau kau layani Aku lagi, servis kamu bikin nagih, "


"Maaf, Aku permisi dulu, "


Julaiha yang tidak tahan dengan semua perkataan Dirga suaminya yang dirasakan sangat tidak layak untuk didengar karena dirinya, merasa sangat malu, kembali berniat untuk pergi.


"Kau mau kemana?


" Mas, lepas, tolong jangan seperti ini, "


"Kenapa, "


Dirga bertanya sambil menarik dan menekan tubuh Julaiha sehingga tubuhnya merapat hingga menyentuuh dada bidang suaminya.


Tidak bisa dibayangkan wajah julaiha benar-benar menjadi merah merona.


"Mas...tolong lepaskan Aku, "


"Kamu ini kenapa sih leha, jangan berlagak seperti gadis perawan yang ingin di perkosa saja, kita kan sudah sering melakukan nya.


" Mmm, Mas tadi kan bilang mau makan, ayo Mas makan Nanti keburu dingin. "ucap Julaiha berusaha menggalinya pemikiran suaminya yang sepertinya rada rada konslet karena ada regangan tinggi.


Dirga tersenyum miring dia bukan orang bodoh yang tidak memahami maksud dari istrinya, Dirga mengerti tapi dia kali ini mencoba mengalah dengan pura-pura tidak mengerti.


Sungguh Dirga semakin dibuat gemas dengan sikap istrinya yang mana ketika dirinya masuk dan mendapatkan istrinya sedang memakai baju tidur tipis dengan rambut terurai tanpa jilbab kerudung yang membuat nya muak serasa kala itu Dirga ingin segera menerkamnya, dimana Dirga masih ingat berapa nikmat nya rasa yang diberikan Julaiha ketika mereka melakukan penyatuan.

__ADS_1


"Baiklah, kau duduk disitu temani Aku makan, " Dirga melepaskan pelukannya dan meminta juleha untuk duduk di depannya karena Dirga ingin julaiha menemani dirinya makan meskipun sesungguhnya Dirga mengetahui jika Juleha hanya ingin Dirga tidak berbicara suatu hal yang mungkin membuatnya merasa malu.


"Ini untuk kamu saja, minumlah biar tidak tegang begitu masak jago ilmu beladiri tegang begitu, " ledek Dirga sambil menyodorkan Air putih yang ada didepan nya.


Sedikit kesal mendengar ledekan Dirga Julaiha hanya menatap tajam pada Suaminya sementara Dirga tersenyum dengan cueknya.


Julaiha menerima satu gelas Air mineral yang disodorkan Dirga kepada nya dan dengan cepat Julaiha meminumnya.


Hanya setengah dari satu gelas Air putih yang Julaiha minum. Kemudian Julaiha kembali meletakkan Air minum itu diatas meja.


Tanpa bicara Dirga langsung mengambil dan meneguk habis sisa Air putih yang dia minum.


Melihat Dirga minum Air putih bekas dari gelas nya Julaiha mendelik tak percaya.


"Kenapa diminum itu kan bekas, Aku kan bisa ambilkan yang baru untukmu Mas, " ucap Julaiha panik dia sungguh tidak menyangka jika Dirga mau minum dari gelas bekasnya.


"Kelamaan keburu haus, "


"Apa Mas gak jijik minum dari bekas luka? "


"Jijik, sih, tapi Aku kan sudah biasa nyesep punya kamu yang bawah juga, "


Mendengar perkataan Dirga wajah julaiha semakin memerah, entah harus berapa lama dia menemani suaminya makan sambil berbicara mesum, seolah olah Dirga sengaja meminta dirinya untuk menggingat apa yang pernah mereka lakukan.


"Buka mulut mu? "


Mendengar perintah Dirga suaminya Julaiha yang kalau itu sedang melamun menjadi terkejut dan mendelik tak percaya dengan apa yang dulu dengar nya.


Melihat julaiha diam saja kembali Dirga bersuara.


"Ayo buka mulut mu, apa perlu Aku paksa, "


"Maaf, Mas Aku tidak lapar, " jawab julaiha menolak perintah dari Dirga suaminya.


"Baiklah, jika kamu tidak mau menuruti apa yang Aku minta tidak apa-apa tapi jangan salahkan Aku jika sebagai gantinya Aku minta pelayanan kamu di Ranjang, bagaimana? "


"Deh...!


Julaiha serasa sedang dipermainkan oleh suaminya dimana dia tidak akan bisa menolak apa yang suaminya perintah kan.


Dengan terpaksa dan dengan perlahan-lahan Julaiha mulai membuka mulut nya dan Dirga tersenyum senang karena pada Akhirnya julaiha tidak akan bisa menolak keinginan nya.

__ADS_1


__ADS_2