
Meskipun dengan perasaan tidak suka dan perasaan berat hati terpaksa Juleha membuat Secangkir Kopi pesanan Dirga
Julaiha segera membawa kopi masuk ke dalam kamar ruang kerja dari Dirga yang sedang menunggu dan Menanti kedatangan julaiha kala itu.
Melihat kehadiran dan kedatangan Juleha yang membawa sekring kopi teh manis kepadanya Dirga llangsung menyungingkan sebuah senyuman dan meminta Julaiha untuk segera menaruh kopi manis di atas meja.
"Akhirnya kau datang dan membuatkan Aku kopi manis juga trimakasih tolong taruh disitu saja, "
Juleha langsung meletakkan kopi manis di atas meja di mana Dirga meminta Julaiha untuk meletakkan kopi manis di depannya, Julaiha berniat pergi meninggalkan ruangan itu setelah meletakkan kopi manis akan tetapi Dirga menghentikan langkah kakinya dan meminta Juleha untuk duduk sebentar di ruangan kerjanya.
"Tunggu jangan pergi dulu, kamu duduk saja disana, jangan pergi dulu, "
" Kenapa aku tidak boleh pergi Bukankah aku sudah membuatkan kopi manis untukmu jadi biarkan aku pergi karena aku ingin beristirahat dan aku merasa sangat lelah. "
"Aku tau, tapi tolong duduk dulu sebentar ada yang ingin Aku bicarakan padamu, "
"Mau bicara apalagi, Bukankah semuanya sudah jelas dan Bukankah semuanya sudah tidak perlu dibicarakan lagi kamu sudah menjelaskan semuanya kepada aku dan aku memahami hal itu dan diantara kita sudah terjadi kesepakatan dan aku rasa semuanya sudah jelas dan sudah clear untuk itu biarkan aku pergi karena aku ingin bertahan dan aku memiliki kesibukan yang lain. "
__ADS_1
" Duduk dulu sebentar Kenapa tidak perlu buru-buru aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu Aku tidak ingin membicarakan hal yang lain. "
"Maksud kamu apa?
" Duduk dulu lah nanti kamu juga akan tahu, "
meskipun dengan perasaan kesal dan perasaan tidak suka akhirnya Juleha menuruti Apa yang diperintahkan oleh Dirga kepadanya Zulham mendudukkan bokongnya di depan meja tempat Dirga mengerjakan tugasnya.
"Ini lihatlah," Dirga kamu menunjukkan sebuah ponsel hp kepada hal itu semakin membuat curahat tidak mengerti apa maksud dari laki-laki yang ada di depannya.
" Untuk apa kau Perlihatkan ponsel hp itu padaku aku rasa jika tidak ada yang begitu penting Lebih baik aku pergi karena aku tidak ingin berlama-lama di sini, "
Juleha tersenyum sini mendengar perkataan dari Dirga kemudian Juleha bangkit berdiri dan berjalan lebih dekat ke arah di mana Dirga sedang berdiri kala itu.
" kau benar Aku seharusnya menuruti semua apa yang kau perintahkan padaku tapi Seharusnya kamu pun juga ingat di antara kita tidak ada apapun lagi hutang aku sudah lunas dan aku sudah menebusnya bukan untuk itu jangan pernah lagi kamu memerintah diriku ataupun menyuruh aku lagi karena di antara kita tidak ada apapun, aku hanyalah seorang gadis pelunas hutang dan aku sudah melunasi hutangku dengan menjual keperawananku kepadamu apa kamu lupa kamu sudah membelinya 31 juta ketika kamu membelikan aku sebuah ponsel hp , kok masih ingat itu kan dan aku tidak perlu mengingatkan kamu lagi kan jadi sekarang biarkan aku pergi karena aku sangat malas dan berada di ruangan ini. " geram Julaiha pada Dirga.
"Pok..!
__ADS_1
" Pok...
"pok..!
Dirga bertepuk tangan mendengar perkataan dari Julaiha yang sangat berani dan lantang Juleha yang kemarin ketika dinikahinya sangat pendiam dan juga penurut bahkan terlihat sangat polos kini tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis yang begitu sangat pemberani kasar dan juga sangat tegas Dirga tersenyum miring melihat semua itu.
" Apa kamu pikir semua sudah selesai semudah itu kamu salah kamu tidak bisa semudah itu lepas dari genggaman tangan kami Mungkin kamu sudah melunasi hutang-hutangmu tapi kamu tetap menjadi orang yang harus menuruti dan mendengarkan semua perintahku karena kami tidak akan melepaskan meskipun kamu sudah menyerahkan semua padaku, ingat kamu Sudah menandatangani kontrak perjanjian juga kan itu artinya meskipun utang utang kamu lunas akan tetapi kamu tetap akan mengikuti dan menuruti semua perintahku karena kontrak kita yang sudah ditandatangani itu selama 3 tahun jadi selama itu kamu harus tetap selalu menuruti perintah kami"
" kamu licik Mas Dirga Kau hanya mementingkan dirimu sendiri kalian orang-orang yang tidak berperasaan dan tidak punya hati sama sekali apa maumu kenapa aku harus mendengar semua perintahmu, "
"Ssssst, tenanglah Dan terendahkan suaramu karena aku tidak suka mendengar suaramu yang begitu sangat keras di hadapanku, jangan main-main padaku karena jika kamu mau melawan dan tidak mendengar semua perintahku Maka jangan salahkan Jika beberapa anak buah dari Ayahku akan mendatangi Keluar kamu kamu bisa praktekkan dan bisa bayangkan mungkin keluargaku akan membawa ayahmu masuk ke dalam jeruji besi itu dia nggak mau seperti itu silakan saja kamu selalu melawan Apapun yang aku mau bersikap dan berbuatlah sesukamu maka kehidupan keluargamu akan hancur seketika. "
" kau mengancamku?
" tidak aku tidak mengajakmu aku hanya memberikan penjelasan kepadamu agar kamu ingat perintahku tidak bisa kamu abaikan apalagi tidak kamu pedulikan karena jika kamu berani membuat aku kesal dan jika kesabaranku sudah habis Maka jangan salahkan aku jika keluargamu yang akan mendapatkan dan menerima semua akibat dari perbuatanmu Sekarang pergilah dan bahwa itu ponsel hp karena aku ingin selalu menghubungimu ya kamu tidak menggunakan bahasa Arab yang aku belikan padamu maka kamu gunakan ponsel yang ini dan ingat jika kamu sampai mengabaikan serta berani melawan aku lagi maka jangan salahkan aku jika kehidupan keluargamu akan hancur secepat Sekarang pergilah dan cepat beristirahat karena besok kamu juga harus menyiapkan sarapan pagi untuk ku, "seru Dirga dengan bibir penuh senyum kemenangan,
Juleha tidak pernah menyangka Jika ternyata laki-laki yang ada di depannya sangatlah licik dan berani mengancam keluarganya.
__ADS_1
Perasaan kesal dan hancur Julaiha akhirnya keluar dari dalam kamar Dirga tanpa bicara sepatah kata pun meskipun tangan Juleha meraih proses HP yang diberikan oleh Dirga kepadanya, Julaiha tidak ingin membuat Dirga lebih marah lagi karena Dirga bukanlah laki-laki yang hanya menggertak saja akan tetapi Dirga bisa berbuat nekat apabila keinginannya tidak dipenuhi untuk itu julaiha memilih diam dan pergi.
Melihat hal itu Dirga tersenyum miring karena kali ini dia sudah sangat yakin jika istrinya Juleha tidak akan lagi berani membata ataupun bersikap dingin dan Acuh kepadanya bahkan tidak akan berani melawan semua perintahnya.