
Pertarungan Elena melawan makhluk raksasa di dalam hutan berlangsung.
*Bom!* *Blam!* *Dam!* *Brak!*
Kepalan tangan besar makhluk tersebut memukul Elena. Gadis itu masih sempat memposisikan wakizashinya untuk memblokir serangan. Namun tetap saja, dia dikirim terbang. Punggung Elena menabrak beberapa batang pohon hingga merobohkan mereka sebelum berhenti setelah menabrak batu besar.
‘Sialan, ya,’ batin Elena, ‘Bongsor ini benar-benar kuat.’
Mulut Elena tersenyum getir. Memikirkan pertarungan mereka, pertarungan kali ini berbeda dengan melawan EztEnd sebelum-sebelumnya. Makhluk di depan Elena memiliki pertahanan dan kekuatan tinggi. Gerakannya juga cukup cepat. Termasuk cepat malahan untuk makhluk seukurannya.
*Debum!*
Makhluk itu melompat. Dia langsung mendarat di tempat Elena menimbulkan sejumlah besar debu terangkat ke udara.
*Cring!*
Memakai kemampuan «Teleportasi»-nya, Elena berpindah ke langit. Menyarungkan kembali wakizashi, dia mengambil sesuatu dari topinya. Benda yang diambilnya adalah RPG yang pernah digunakannya sebelumnya.
“Rasakan ini!” Elena memekik saat membidik.
*Booom!*
Ledakan besar terdengar setelah peluru RPG diluncurkan dan mendarat di tubuh makhluk bongsor itu.
~
*Booom!*
Ledakan dari senjata Elena terdengar sampai jauh. Sampai kota pun ledakan dapat didengar. Sontak saja semua orang yang masih tersadar merespon suara itu dan sebagian dari orang-orang yang tertidur terbangunkan. Mereka bertanya-tanya perihal apa yang baru saja terjadi.
“{Gawat! Apa dia bertarung melawan musuh yang kuat!}” Aya bersuara keras.
Sepasang orang berjubah di hadapan Aya juga menyadari suara ledakan itu. Mereka juga menyadari perihal Aya ketika kucing itu bersuara keras. Namun semenjak itu merupakan kucing, mereka mengabaikannya.
“Hei, apa ledakan itu ulah makhluk panggilan kita?”
“Tidak, seharusnya bukan,” jawab satunya, “Makhluk yang kita panggil adalah raksasa dengan kekuatan hebat. Seharusnya dia tidak memiliki kemampuan untuk membuat ledakan. Kalaupun ‘iya’, itu adalah pukulannya.”
“Tapi, organisasi tak memiliki banyak informasi soalnya juga,” sahut satunya, “Jadi masih mungkin kalau dia memiliki kekuatan lain, ‘kan?”
__ADS_1
“Semoga saja.” Satunya mengangguk. “Semakin kuat pion milik kita, itu semakin baik.”
“{Umm… aku rasa sebaiknya pergi ke tempat Elena.}”
Tidak seperti Aya datang untuk membantu Elena dalam pertarungan. Tapi setidaknya Aya bisa meringankan masalah yang akan didapatkan Elena.
Sebuah anomali ialah hal yang perlu diperhatikan dengan sangat. Anomali bisa membuat kekacauan besar yang mengancam dan menghancurkan banyak hal. Anomali harus segera diatasi sebelum membentuk perkara baru. Dan ledakan yang diciptakan Elena juga termasuk anomali — ketidaknormalan yang jarang mereka temui.
Orang-orang segera berkumpul dan berbondong-bondong. Mereka menyiapkan senjata seadanya sebagai pengamanan. Bersama-sama orang-orang ini menuju ke sumber suara. Pengorganisasian gerakan dilakukan dengan cukup terampil hingga mereka bisa bergerak dengan baik.
Dan inilah yang akan menjadi masalah bagi Elena. Jika orang-orang ini sampai ke tempatnya pertarungan bisa menjadi semakin sulit.
Bila Elena melindungi mereka, tentu mereka akan menganggap Elena sebagai penyihir dan akan melakukan penghakiman nanti. Tidak seperti Elena akan tidak berdaya. Hanya saja kota ini cukup besar dan Elena masih belum menjadi buronan. Terlalu merepotkan berjalan bila dirimu dikejar-kejar.
Dan jika Elena membiarkan orang-orang ini mati, dia tak sekejam itu untuk melakukannya, bukan?
Beruntung ada Aya di sini.
Aya memiliki kemampuan uniknya sendiri. Kemampuannya ini memungkinkan dirinya untuk mengendalikan atau memanipulasi bayangan. Salah satu penggunaannya, dia bisa membungkus tubuhnya menggunakan bayangan. Dengan begitu tubuh Aya akan memiliki tampilan berbeda.
Dalam hal ini, Aya membuat dirinya menyerupai harimau. Memiliki tubuh besar dengan warna gelap, mata berwarna merah, dan penampilan gahar. Dia stand by di dekat hutan, pada jalan yang akan dilewati penduduk kota. Maka bila para penduduk kota akan memasuki hutan, mereka akan berpapasan dengan Aya yang berwujud seram itu.
Dan berhasil. Atau setidaknya untuk mengulur waktu. Sebagian dari penduduk kota memang dibuat ketakutan melihat sosok Aya yang menyerupai harimau, tetapi sebagian lainnya tidak. Menembus batas rasa takut, orang-orang berhasil menaklukkan rasa takut mereka itu sadar bahwa makhluk di depannya — Aya — merupakan makhluk berbahaya, atau setidaknya begitu anggapan mereka. Alhasil, kucing yang menyamar itu harus bertarung dalam pertarungan yang sulit.
“{Kalau kamu lama-lama, aku akan mencakarmu, Elena!}” Aya mengutuk nasibnya, “{Apa salah dan dosaku?}”
~
Pertarungan di tempat Elena berlanjut dengan sengit. Baru kali ini Elena harus terdesak di dunia baru ini. Sebelumnya sebagian besar musuhnya dapat dia potong. Tapi itu tadi. Tak bisa memotong musuhnya adalah saat-saat Elena menahan diri dan harus menyembunyikan kekuatan. Sekarang bodo amat tentang itu. Semenjak dia menggunakan RPG, memangnya Fint tidak akan mengetahui hal itu?
*Tep!*
Elena mendarat di suatu dahan pohon. Wajahnya mengarah ke atas memandang kepala besar dari monster di depannya.
“Dasar, benar-benar sulit, ya?” Elena mengambil sikap kuda-kuda. Wakizashi yang ia gunakan kini telah terkikis dan menumpul. “Ku akui kau cukup kuat untuk menjadi lawanku. Kau lawan terkuat sejauh ini!”
Humanoid raksasa itu tak peduli dengan perkataan Elena. Dia berteriak. Lalu dirinya mengepalkan satu tangannya dan memukul keras dengan itu.
Elena masih tenang. Sikap ancang-ancangnya siap untuk melawan balik. Di saat kepalan tangan besar sampai padanya ….
__ADS_1
*Cring!*
Elena menghilang menjadi partikel cahaya.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Detik berikutnya, belasan tebasan dilakukan Elena dari berbagai sisi tubuh monster itu. Perut, punggung, lengan, kaki, Elena menebas dengan wakizashi terbungkis cahaya perak. Sekali dia menebas, dia berteleportasi ke sisi lainnya dan membuat tebasan baru. Tanpa berhenti dan beruntun!
Sontak monster itu merasakan sakit di seluruh tubuhnya dia berteriak dan berontak. Rasa sakit membuatnya menggila. Dia melompat-lompat dan menyerang membabi-buta di sekitar tubuhnya.
Dam serangan liar namun mudah dihindari. Elena berteleportasi di dekat Fint hingga membuat bocah itu terkejut. Tak membiarkan Fint berkata apapun, Elena membawa Fint berteleportasi sebelum tempat bocah tadi berdiri tersapu serangan barbar makhluk besar tadi.
~
Serangan tadi sampai di tempat Aya dan penduduk kota. Gempar terjadi di sana dan membuat sebagian dari mereka terjatuh bergelimpangan hilang keseimbangan. Aya selaku makhluk yang berdiri dengan empat kaki masih bisa tetap tegak.
‘{Chance!}’
Guncangan yang mendatangkan kebingungan dijadikan kesempatan oleh Aya. Sementara orang-orang kebingungan perihal guncangan, Aya mengaum! Auman keras dan besar. Sontak saja orang-orang berpikir bahwa makhluk di depannya lah — Aya — yang membuat gempa. Diperhitungkan pula oleh Aya untuk menghentikan aumannya ketika gempa berhenti.
Teknik Aya berhasil membuat orang-orang lari terbirit-birit.
“{Yatta! Sukses!}” Semua orang sudah pergi. Aya kembali ke wujud kucingnya. “{Tak kusangka semudah ini untuk mengusir manusia.}” Dia membusungkan dadanya dengan bangga.
~
Sekali lagi, menggunakan «Teleportasi» Elena muncul di samping leher makhluk itu.
*Slash!*
Satu tebasan. Dia memenggal kepala humanoid kolosal dalam satu tebasan.
Langsung makhluk besar itu tersungkur tumbang disertai suara dentuman.
“Hmph! Selesai sudah!” Elena mengayunkan wakizashi di udara sebelum menyarungkannya. Dia memandang tubuh humanoid raksasa yang tergeletak tanpa kepala. “Setidaknya dia bukan sampah seperti lainnya.”
*Zsh!*
Suara desisan. Tubuh humanoid raksasa tanpa kepala itu melebur menjadi kabut hitam dan menghilang.
__ADS_1
“Hmm… begitu ya?” Ekspresi Elena datar. Suasana hatinya buruk. “Nampaknya beban kerjaku akan lebih berat mulai dari sekarang.”
EztEnd, meskipun dia bukan makhluk dari dunia ini, tubuhnya tidak akan lenyap begitu saja dan terurai menjadi kabut gelap. Melihat cara terurai makhluk ini, Elena berspekulasi akan ada masalah merepotkan di depannya.