
Mereka berempat diantar pria itu ke rumahnya. Oh, ngomong-ngomong nama pria itu adalah Lock. Dia adalah seorang pemburu yang di hutan ini bersama anjingnya. Dirinya sudah memperkenalkan diri kepada Elena dkk. tadi.
Lock ini merupakan seseorang yang tidak suka berada di tempat ramai. Baginya orang-orang hanya mengganggu dan berisik. Maka dari itulah dia mengasingkan diri ke dalam hutan. Di sini dia merasa jauh lebih tenang dan nyaman untuk tidak bertemu dengan orang lain.
Informasi lain soal Lock, dia lumayan hebat. Setidaknya itu apa yang Elena pikirkan. Bisa bertahan hidup di dalam hutan seorang diri dan tetap selamat sampai hari ini merupakan prestasi yang cukup diberikan apresiasi bagi manusia biasa. Pasalnya di hutan ini masih banyak hewan buas berkeliaran. Terlebih dalam kondisi sial, bisa-bisa dia bertemu EztEnd dan malah dimangsa. Luar biasa bila manusia biasa bisa melawan EztEnd.
Mereka akhirnya sampai ke tempat Lock — sebuah pondok kayu kecil nan indah dengan suasana tenang di tengah hutan. Di sana masih bergabung dan cahaya matahari belum nampak jelas. Udara terasa lambat namun justru suhu udara yang agak dingin itu membuat segar dan nyaman.
"{Pondok kayu di tengah hutan?}" gumam Aya, "{Sangat klasik dan artistik.}"
Mereka semua masuk dan duduk di mana saja karena tidak ada kursi yang cukup untuk mereka semua. Mereka berempat duduk melingkar hingga bisa saling memandang satu sama lain. Adapun Aya, kucing itu mengambil tempat di pangkuan Elena.
"Sangat jarang aku melihat manusia di hutan ini," ujar Lock, "Ada urusan apa kalian di sini?"
"Kamu kecelakaan," jawab Lisa cepat, "Beruntung kami bertiga masih hidup." Dia sudah seperti menjadi perwakilan di antara mereka bertiga.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" Lock bertanya lagi.
"Aku tidak tahu." Lisa menggelengkan kepalanya. "Tapi semoga saja mereka sama atau lebih baik dari kami."
"Begitu ya? Kurang lebih aku paham situasi kalian." Lock menarik napas dalam dan menghembuskannya. Ia merasa akan ada masalah merepotkan untuk bersama Elena dan lainnya. "Aku tidak suka dengan keberadaan orang lain, tapi khusus kalian akan kuizinkan untuk menginap selama satu malam. Bersihkan diri kalian dan beri kalian makanan. Jangan lakukan hal-hal yang aneh-aneh selama di sini dan jangan merusak apapun."
"Baik!" jawab Lisa.
~
__ADS_1
Elina dan Aya bersama Lisa dan Windy pergi ke belakang pondok. Apa yang akan mereka lakukan? Tentu mereka akan membersihkan diri. Semenjak hujan dan tanah longsor yang terjadi tadi, tubuh mereka benar-benar menjadi kotor. Terlebih mereka tidak membersihkan diri selama beberapa hari ini selama ikut di karavan. Bau badan dari keringat, tanah dan lumpur yang menempel, dan kotoran lainnya. Benar-benar membuat mereka butuh membersihkan diri.
Saat ini suasana masih berkabut dan suhu udara masih terasa dingin. Terlebih tidak benar-benar ada kamar mandi di sini. Hanya ada sumber dan tanah terbuka. Jangan pikir dengan membayar Rp2000,00 bisa langsung mandi. Kalau kau melakukannya dengan suhu udara saat ini, bisa-bisa kena hipotermia dan berujung kematian. Tapi tenang saja karena ada Elena di sini.
Elena mengendalikan air sumur menggunakan «Hydrokinesis» dan memanaskannya dengan «Pyrokinesis» sebelum pada akhirnya memasukkan air ke dalam bak.
"Kemampuan yang sangat berguna, ya?" ujar Windy.
"Makanya kamu butuh cepat-cepat belajar sihir biar jadi makin jago," celetuk Elena.
"Kamu memang terlalu hebat, sih, Elena." Lisa hanya tersenyum.
Lewati saja segmen ini.
"Kalian membasuh diri kalian di tengah udara dingin," Matanya menatap tajam satu per satu dari Elena, Lisa, dan Windy. Sorot mata yang berisi kecurigaan. "Hebat untuk tidak kedinginan."
"Mah, kami memang bukan manusia biasa, sih," jawab Elena riang. Dirinya mengangkat tangannya setinggi dada. Lalu dari sana api menyala membentuk kobaran api. "Aku yakin kau paham tentang penyihir."
Lock tetap tenang. Ekspresi wajahnya tak berubahnya sedikitpun melihat kobaran api di tangan Elena yang padam. "Benar, orang-orang juga ada." Lock memejamkan matanya sejenak. Mengambil napas panjang dan menenangkan diri. Lalu barulah dia membuka matanya kembali memandang mereka bertiga.
"Tung— Elena! Apa tidak masalah menyatakannya padanya?" tanya Windy penuh resah.
"Dia hanya seorang pria paruh baya yang tinggal sendirian di tengah hutan," kata Elena, "Apa kamu berpikir akan ditangkap dan dieksekusi?"
Tepat setelah Elena selesai berkata demikian, tangan Lock bergerak cepat dan cekatan mengambil sebuah pisau kecil dan mengarahkannya ke leher Elena. Gadis itu dengan cepat dan cekatan pula menangkap pergelangan tangan Lock dan menghentikannya.
__ADS_1
"Cukup bagus untuk ukuran manusia biasa," ucap Elena.
"Kau juga, gadis kecil," ujar Lock, "Aku sudah berlatih lama di hutan. Kekuatanku bukan isapan jempol belaka."
Mereka berdua saling menarik serangan. Elena melepaskan pergelangan tangan Lock dan Lock menyimpan kembali pisaunya.
Suasana penuh pertanyaan untuk Lisa dan Windy. "Mengapa keduanya begitu?" tanya masing-masing di benak. Tapi Aya yang di sisi ruangan tahu bila keduanya saling unjuk kebolehan. Tapi dia tidak tertarik dan menengok ke luar jendela, di mana anjing peliharaan Lock ada di sana.
Anjing itu diikat pada sebuah tiang dengan tali yang kuat. Talinya cukup panjangnya hingga belasan meter. Jarak yang lumayan untuk anjing itu jalan-jalan. Tapi alih-alih jalan-jalan, dia berdiri di depan pintu dan memandang terus ke arah hutan. Waspada. Dia bak berjaga akan sesuatu yang mungkin datang.
Aya kurang tahu apa yang diawasi anjing itu, tapi dia tahubini pertanda masalah.
"Ngomong-ngomong, aku ingin minta bantuan pada kalian," kata Lock, "Terutama kau, gadis kecil."
"Apa itu insting yang dimiliki seseorang yang telah hidup di hutan di waktu yang lama? Insting untuk mengetahui kekuatan orang?" ucap Elena, "Lupakan. Dari pada itu, permintaan apa yang ingin kau ajukan? Bila merepotkan aku menolak. Aku masih sayang nyawa."
"Ini adalah permintaan yang penting. Bisa mencakup kehidupan banyak orang." Lock memandang ke luar jendela. "Lihat! Kabutnya tidak hilang, bukan?"
Elena tertawa kecil. "Kuakui aku kuat, tapi apa kau ingin aku melawan kabut?"
"Tidak, bukan itu tentu saja." Lock menggelengkan kepalanya. "Ada sosok makhluk yang menjadi sumber kabut ini. Dia adalah makhluk yang mendatangkan kabut dan hawa dingin di dalam hutan. Aku pernah menemuinya ketika tengah berburu. Itulah yang aku ingin kau kalahkan."
"EztEnd? Ceritakan lebih lanjut."
Lock menceritakan segalanya pada Elena, sesuai dengan informasi yang ia miliki. Mulai dari tempat, ukuran, dan daya tahan makhluk itu.
__ADS_1