Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: EztEnd

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: EztEnd
꧁Monster di dalam Kabut: Bag. Pertama


__ADS_3

Elena, Lisa, Windy, dan Lock beserta Aya masuk ke dalam hutan. Ada pula anjing peliharaan Lock yang membimbing jalan di depan mereka. Matahari telah lonjong ke barat. Andaikan mereka berada di tanah terbuka dan sinar matahari tak tertutup kabut, akan terlihat bayangan mereka memanjakan selanjutnya tinggi tubuh mereka. Namun berkat kabut tebal ini dan tempat mereka yang berada di hutan, suasana sudah seperti malam hari. Mereka bahkan harus menyalakan obor.


"Makhluk itu sangat berbahaya. Di sekeliling tubuhnya kabut semakin tebal. Dia bahkan bisa menyelimuti tubuhnya dengan kabut. Ia senyap dan menyerang dengan tiba-tiba."


Lock mengatakan segala informasi yang dia ketahui. Aslinya tidak banyak yang ia tahu semenjak dia sendiri tak yakin wujud makhluk itu.


Suatu hari, saat Lock melakukan kesehariannya di dalam hutan, dia menemui kabut tebal. Kabut itu memang terasa seperti kabut biasa. Basah, agak dingin, dan berwarna putih. Anomalinya adalah bahwa ia berkumpul di tempat yang tidak seharusnya dan di waktu yang tak seharusnya pula.


Kabut tersebut berhasil membuat Lock penasaran. Dia masuk ke dalam kabut dan mengelusi. Siapa tahu ada suatu potensi bahaya yang akan buruk jika tak segera diatasi.


Tapi tau-taunya, Lock tak dapat menemukan apa-apa. Dia terus berjalan di dalam kabut putih. Jangkauan penglihatannya makin dalam semakin terbatas sejalan dengan semakin tebalnya kabut. Sampai di suatu titik, dia berhenti. Jarak pandang yang hanya beberapa meter membuatnya kewalahan. Dia sudah tidak bisa membedakan mana depan dan mana belakang. Setidaknya waktu itu dia bersama anjingnya yang bisa menjadi penunjuk jalan jadi tak masalah kalau cuma kembali.


Sayangnya bukan "cuma" kembali. Indera pendengar Lock menangkap suatu suara. Suara dahan-dahan pohon berderit dan dedaunan bergesekan. Seakan ada makhluk yang melompong dari satu pohon ke pohon lainnya. Tak hanya itu, kabut juga bergerak. Ada sosok yang melaju di tebalnya kabut selain Lock.


Posisi Lock sungguh terpojok waktu itu. Dia tak bisa melihat dan sepenuhnya mengandalkan indera pendengarannya. Lock dengan hati-hati mengambil busur dan anak panah, kemudian dia mulai membidik. Membidik jalur bergeraknya makhluk itu.


*Fish!*


Satu anak panah dilesatkan. Setelah terdengar suara §Kik!§. Penasaran, Lock pun datang untuk melihat mengenai apa anak panahnya itu.


Di sana dia melihat makhluk kerdil dengan penampilan menjijikan, jelek, dan Lock sendiri menggambarnya sebagai "monster dari mimpi buruk". Makhluk pendek — cuma setinggi balita. Dia memiliki banyak mata di kepalanya yang masing-masing berwarna merah terang. Milik makhluk itu sudah padam sejak dia menjelma menjadi bangkai. Di mulutnya, terlihat gigi tak merata. Kemudian kulitnya, seluruhnya berwarna hijau gelap dengan dipenuhi bisul dan bintik-bintik.


Lock tak berani menyentuh makhluk itu. Kalaupun melakukannya, dia menggunakan salah satu anak panahnya untuk menyentuh secara tak langsung. Namun baru saja dia menempelkan ujung anak panahnya pada makhluk itu, makhluk tersebut menjelma menjadi kabut dan kembali ke wujudnya semula. Makhluk tersebut meneriaki Lock dengan suara pekikan sebelum pergi.

__ADS_1


Kabut pun menghilang bersamaan dengan larinya makhluk tersebut.


~


"Begitu ya? Bisa disimpulkan musuh kita ahli dalam sembunyi." Elena mengangguk pada cerita Lock.


"Benar," Lock berkata, "Bukan hanya sekali saja aku menghadapinya. Setiap kali aku mengalahkannya, dia selalu membentuk ulang tubuhnya dan kembalj hidup. Sudah habis cara aku untuk mengalahkannya."


"Dan kalau dibiarkan begini terus, hutan alam mati diikuti seluruh makhluk hidup di dalamnya."


Tumbuhan memerlukan cahaya Matahari untuk berfotosintesis. Dengan terblokirnya cahaya Matahari oleh kabut, maka tentu kebanyakan pohon akan mati. Pohon — selaku produsen makanan di dalam — bila dia menghilang maka konsumennya akan ikut lenyap. Mulai dari konsumen tingkat 1, konsumen tingkat 2, dan seterusnya. Intinya, lenyapnya satu rantai makanan di alam sangat berpengaruh pada ekosistem.


~


Seiring dengan perjalanan mereka, mereka makin jauh ke dalam hutan. Hingga sampailah mereka di suatu titik, di mana kabut menghampiri mereka. Aslinya sejak awal kabut memang sudah ada, tetapi kabut kali ini lebih tebal dan lebih besar. Mereka kehilangan banyak jarak pandang seketika setelah kabut menyelimuti diri mereka.


"A-Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lisa bersuara gemetar. Dia sudah berusaha memakai kemampuan «Mengintip» miliknya, tapi lupakan. Pun kemampuan tersebut tidak jauh beda dengan «Penerawangan».


Windy coba memakai kekuatan anginnya. Tapi sia-sia.  Dia hanya bisa menciptakan bola angin kecil yang menghilang di dalam kabut ketika dilemparkan. "Aku tidak tahu."


Anjing mulai menggonggong. Dia menghadap suatu arah dengan amat waspada. Seakan musuh akan muncul dari sana, tapi di situ hanya ada kabut berwarna putih.


"{Oh, anjing ini berguna ternyata,}" komentar Aya, "{Sebenarnya aku benci anjing, sih.}"

__ADS_1


Baik Lisa maupun Windy mundur ke arah yang sama. Mereka menghadap ke arah yang berlawanan pula hingga punggung keduanya saling menghimpit. Mereka berdua was-was dan berusaha melihat apa yang ada di balik kabut. Namun tentu saja sia-sia semenjak kabut tebal tak bisa membuat mereka melihat apa-apa.


Elena dan Lock masih santai. Ada pula Aya yang duduk di atas kepala Elena.


"Sebentar lagi dimulai kah?" gumam Elena.


"Aku tidak punya rencana. Sepenuhnya kuserahkan padamu," kata Lock sambil bersiap dengan panahnya.


*Kresak!* *Srak!*


Suara dedaunan yang saling menggesek dan dahan pohon yang dipijak sesuatu terdengar. Anjing tersebut langsung ciut keberaniannya dan bersembunyi di belakang Lock. Lock sendiri segera menarik anak panah dan membidik.


Elena mengamati. Dia memejamkan matanya dan fokus ke indera pendengaran. Lalu dia juga menggunakan «Penerawangan». Meski kemampuan itu sama terbatasnya dengan indera penglihatannya, tapi melihat dari sudut berbeda masiu lebih baik dibandingkan tidak. Di satu tempat, dia bisa melihat makhluk itu yang beranjak dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya.


'Jadi itu dia, ya?'


Makhluk yang Elena lihat memiliki penampilan sama dengan deskripsi Lock. Hijau pendek, bermata banyak, dan tubuh dipenuhi bisul dan bintik.


*Sss!*


Langsung lah Elena menarik wakizashinya, memutar di tangan dengan cekatan, kemudian melemparkannya. Cepat. Lock sendiri dalam benaknya mengakui kemampuan Elena.


§Kik!§

__ADS_1


Terdengar suara mendekik dari makhluk itu. Elena mengawasi lewat «Penerawangan» dan memperhatikan makhluk tersebut yang menjelma menjadi kabut dan kembali ke wujudnya semula. Terdengar wakizashi Elena jatuh ke tanah begitu saja setelah makhluk itu pergi.


"Dasar, ini akan merepotkan." Wajah Elena cemberut dan berubah buruk.


__ADS_2