
Hari sudah menjelang pagi , Saat ini Tari sedang membereskan kamar nya .
setelah selesai membereskan kamar , ia teringat tentang uang di amplop yang ia simpan kemarin .
" Aku belum menyimpan amplop itu dengan benar , coba aku lihat dulu " Ujar Mentari sambil berjalan ke arah laci meja Rias nya .
Saat sudah membuka laci , Mentari segera mencari keberadaan Amplop itu di bawah kertas-kertas yang tertumpuk di laci nya .
" Loh , Dimana uang itu ? Seingat ku , aku menyimpannya disini " Ujar Mentari bingung sambil terus menggeledah kertas di laci nya .
" Astaga , benar tidak ada ! Kemana uang itu , siapa yang mengambil nya ? " Ujar Mentari lirih saat laci tersebut sudah kosong tidak ada kertas satu pun .
" Ya allah , bagaimana ini ! Apa yang harus ku lakukan ?? Aku tidak mungkin bicara dengan ayah . Aku gak mau buat ayah kepikiran " Ujar Mentari terduduk di kursi meja rias sambil meneteskan air mata .
ia bingung harus bagaimana ..
Uang itu lah satu-satunya untuk membayar hutang sang ibu .
Mentari menghapus air mata nya kemudian beranjak dari tempat duduk menuju kamar mandi .
Namun , saat tangannya bertumpu di pinggir meja , tiba-tiba tas mentari terjatuh ke lantai .
Dan isi di dalam tas itu berserakan .
" Pakai jatuh lagi ! " Ujar mentari sambil berjongkok memunguti isi di dalam tas nya yang berserakan .
Saat ia hendak berdiri , mata nya menatap sesuatu yang sangat kecil di lantai .
" Ini kan ? " Ujar Mentari sambil memegang'i kertas kecil yang tadi terjatuh dari dalam tas nya .
" Seperti nya hanya ini jalan satu-satunya . Aku harus bernegosiasi dengan Orang itu " Ujar Mentari seperti mendapatkan jalan untuk membayar hutang sang ibu ..
Kemudian ia bergegas masuk ke kamar mandi dan pergi ke alamat yang tertera di kertas itu .
🌹
🌹
🌹
Sedangkan di sebuah rumah mewah , Seorang pemuda tampan sedang duduk santai di samping rumah nya .
" Bibi ..." Panggil pemuda itu pada ART nya .
Dan tampak lah seorang wanita yang kira-kira usianya 35 tahunan berlari kecil ke arah pemuda itu .
__ADS_1
'' Ia den , ada apa ? " Tanya wanita itu sang pemuda di hadapannya .
" Buat kan saya sarapan , saya mau ke studio " Ujar Pemuda itu pada Sang ART ..
" Baik den " Ujar sang Art sambil beralih pergi menuju dapur .
Tak lama kemudian , Pemuda itu bangkit dari duduk nya bergegas masuk ke dalam Rumah .
Sesampainya di Ruang keluarga ..
" Nathan !! " Panggil seorang wanita dewasa yang masih sangat cantik itu .
" Ia Ma ? " Sahut orang yang di panggil Nathan itu mendekat ke arah Sang Mama yang saat itu sedang membaca surat kabar .
'' Kamu udah sarapan ? " Tanya Sang Mama yaitu Delima sambil meletakkan surat kabar yang tadi berada di tangannya .
" Belum Ma , Ini Nat baru mau sarapan " Jawab Nathan
" Kamu hari ini mau pergi atau enggak Sayang ? " Tanya Delima lembut pada putra bungsu nya .
" Eum , emang nya kenapa ? Mama ada acara ? Hari ini Nat mau ke studio music " Ujar Nat pada Delima .
Ya , Nathan adalah seorang Musikal ..
ia sebagai Vokalis band .
Nathan membenahi duduk nya menjadi menghadap sang Mama .
" Ma , untuk saat ini , Nat belum bisa . Nat masih mau ngembangin hobi Nat di dunia Musik " Ujar Nathan lembut mencoba memberi pengertian pada sang Mama .
Delima hanya diam saja sambil memandang ke arah lain .
Delima memang sangat dekat dengan kedua putra nya .
Anak sulung Delima saat ini sudah mempunyai perusahaan sendiri yang bergerak di bidang Makanan ringan , Seperti cokelat DLL ..
Tak lama datang lah seorang Art memanggil Nathan .
" Den , Sarapannya udah selesai " Ujar Art itu saat sudah berada di dekat Nathan .
" Nanti saya makan " Ujar Nathan .
Setelah mendapat jawaban , Art itu langsung pergi mengerjakan tugas nya yang lain .
" Ma !! Jangan ngambek dong ! " Ujar Nathan memasang wajah imut nya .
__ADS_1
" Nathan , Usia kamu udah 28 tahun Nak . Dan kamu belum mau mengurus bisnis ? menikah juga kamu gak mau ! Pusing Mama ngeliat tingkah kamu " Ujar Delima ..
" Huft " Terdengar Nathan menghela nafas kasar .
" Nat bakalan pikirkan lagi masalah itu , Ayo kita makan . Mama belum sarapan juga kan ? " Ajak Nathan pada Delima sekaligus menghindari Ceramah Sang Mama tentang Menikah .
Sang kakak sulung aja belum menikah , bagaimana dia bisa mendahului nya ? .Begitulah pikiran Nathan .
Mereka berdua sampai di meja makan , kemudian duduk di meja itu .
Saat Delima dan Nathan ingin memulai sarapannya .
Tiba-tiba terdengar suara bariton menyapa mereka .
" Selamat pagi semua ! " Sapa pria itu berjalan ke arah meja makan .
" Kenapa sarapan tidak memanggil ku ? " Ujar Pria itu sambil mencium pipi sang Mama .
Kemudian pria itu duduk di samping sang Mama dan mengambil Roti oles lalu di letakkan di piring miliknya
" Kamu mau berangkat kerja Nda ? " Tanya Delima pada sang putra
" Iya Ma , Beberapa hari lagi , Nanda mau melihat pabrik yang ada di luar kota . Jadi hari harus cepat membereskan pekerjaan di sini " Ujar Nanda sambil menyantap Roti oles milik nya .
Delima hanya menganggukkan kepalanya saja ..
Kemudian mata Nanda beralih pada sang Adik , yaitu Nathan .
" Kamu hari ini mau ke studio music lagi Nat ? " Tanya Nanda
" Iya Kak ! " Jawab Nat singkat .
" Kapan kamu berhenti dari dunia musik ? Lebih baik kamu urus perusahaan Mama . Mama juga butuh waktu santai di rumah atau pun jalan-jalan " Ucap Nanda pada Nathan .
Nathan yang kala itu ingin memakan Roti nya lagi menghentikan aktivitas nya .
" Aku pikirin dulu " Ujar Nathan seadanya .
Kemudian mereka melanjutkan sarapan dengan sekali-kali mengobrol ringan .
**Nanda Abhimana 🤗
Happy Reading guys ❤
__ADS_1
See you next part 💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**