MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Pancaran kebencian,


__ADS_3

Mentari telah sampai di meja makan, ia langsung menarik kursi nya di samping sang Mama dan mendudukkan diri di kursi tersebut .


"Enak banget ya tuan putri, hari gini udah bangun tidur aja !" sindir Mahi halus ke Mentari


Dila hanya menendang kaki Mahi yang berada di bawah meja, ia tidak habis pikir bahwa sang putri berani berkata seperti itu di hadapan Chandra dan Rike.


Sedangkan Tari, ia hanya diam saja menatap Mahira .


"Apa maksud kamu Mahi ?" Rike mulai angkat bicara.


Saat Mahi ingin membuka mulutnya untuk berbicara , Dila dengan cepat menyela nya supaya tidak terjadi masalah .


"Sudah la mbak, Mahi tadi cuma asal bicara saja . Ya kan nak ?" Dila melirik tajam ke arah Mahira .


Mahi pasrah dan hanya menganggukkan kepala malas.


"Sudah sudah, sebaiknya kita mulai makan," Chandra menengahi


Mereka semua pun mulai mengambil nasi dan lauk masing-masing , kemudian makan dalam diam dengan sekali-kali di selingi obrolan ringan .


'Saat ini lo bisa tersenyum bahagia begini Mentari . Tapi lo liat aja nanti apa yang bakalan gue lakuin untuk membuat lo menderita," Mahi membatin licik dan menatap Mentari dengan pancaran kebencian .


15 Menit kemudian,


Mereka semua telah selesai makan dan bubar dari meja makan .

__ADS_1


Mentari dan Rike berjalan menuju taman rumah .


"Wah, bunga-bunga nya bangus banget Ma !" seri Tari berbinar melihat banyak nya bunga anggrek yang segar


Rike tersenyum lembut ke arah Mentari


"Kami dulu kecil kan suka banget sama bunga anggrek nak . Jadi Mama sengaja memelihara bunga anggrek ini, meskipun kamu menghilang . Dan sekarang kamu bisa melihat keindahan bunga yang kamu suka kan," ujar Rike mendekat ke arah sang putri yang tengah sibuk melihat-lihat koleksi bunga anggrek nya.


Mentari menoleh ke arah Rike . "Ma, sebenarnya ada yang mau Tari bicarakan dengan Mama !" Tari terlihat bicara serius


Rike mengerutkan dahi "Ada apa nak ? apa ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman ? katakan !" Rike terlihat khawatir


Mentari mengajak Rike untuk duduk di bangku taman


"Kamu ingat nak ? ayo ceritakan ke Mama. Mama pengen tau kenapa kamu bisa berada jauh ke luar kota," Rike terlihat penasaran


Mentari pun mulai menceritakan apa yang ia ingat sewaktu Ramdan membawa nya ke luar kota dan meninggalkan nya di pinggir jalan sendirian .


Rike pun terkejut mendengar cerita yang Tari katakan .


"Nak, apa benar semua yang kamu katakan itu ? kamu tidak salah kan ? kenapa Ramdan tega sekali berbuat seperti itu kepada kamu," mata Rike sudah di digenangi air mata


Mentari memiringkan duduk nya dan menatap Rike ,


"Ma ! yang penting Tari sekarang udah kumpul lagi bersama Papa dan Mama . Dan Tari minta supaya Mama jangan cerita dulu ke Papa, kita lihat saja apa lagi yang akan mereka lakukan kepada kita ." ujar Tari pada Rike

__ADS_1


Rike menganggukkan kepala dan tanpa sadar air matanya menetes begitu saja .


"10 tahun Papa dan Mama mencari mu lewat orang suruhan Ramdan nak, pantas saja tidak ketemu . Ternyata Ramdan lah dalang di balik semua kejadian yang membuat kamu hilang," Rike menghapus air matanya


Mentari menggenggam tangan sang Mama . "Sekarang ada Tari Ma, Tari gak akan membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan Papa dan Mama ." Ujar Tari yakin


Rike menatap sang putri yang tersenyum tulus ke arah nya .


Mereka berdua pun saling berpelukan ..



Mahira Iskandar 😱😱


HAPPY READING ALL ❀


SEE YOU NEXT PART πŸ’ƒπŸΌπŸ’ƒπŸΌ


.....


Hai beb, Mommy membawa rekomendasi cerita lagi untuk kalian πŸ‘‡



jangan lupa mampir 😘😘

__ADS_1


__ADS_2