
Nathan mengeluarkan sebuah kotak berbentuk love warna merah , dengan sebuah cincin mata berlian di dalam kotak tersebut.
Visual
"WILL YOU MARRY ME , MENTARI RAMADHANI ?" Ujar Nathan tegas , sambil mengulurkan kotak cincin yang berada di tangan kanan nya di hadapan Mentari .
"Jadilah bagian dari hidupku , dan menjadi ibu dari anak-anak ku . Aku akan menjadikan mu satu untuk selamanya di sepanjang hidup ku !" lanjut Nathan sambil menatap mata indah Tari .
Suasana hening .
"Nat !!" panggil Tari lembut sambil membalas tatapan mata Nathan yang sangat serius dan tidak ada kebohongan .
Terlihat Tari menghirup udara dan menghembuskan nya perlahan .
"Aku tidak ingin memulai sebuah hubungan yang berawal dari kebohongan , sejujurnya aku tidak mencintaimu" ucap Tari sendu , dan ia menoleh ke arah Delima yang tampak menggelengkan kepala pertanda jangan menolak Nathan .
"Mungkin untuk saat ini , aku belum mencintai mu Nat . Akan tetapi , aku akan mencoba untuk belajar supaya bisa menerima dan mencintai mu dengan tulus . Kamu pria baik , meskipun terkadang menjengkelkan !" lanjut ucapan Tari di selingi kekeh-an kecil nya .
"Aku tau kamu seperti itu karena seseorang di masa lalu mu yang sangat tidak menghargai cinta mu dan keseriusan mu . Karena itu ,." Tari mengulurkan tangan kanan nya ke arah Nathan .
"Pasangkan cincin indah itu di jari manis ku , sebagai pertanda ikatan kita berdua" Tari menunjuk cincin di dalam kotak yang Nathan bawa sambil tersenyum tulus hingga menampilkan lesung pipi nya .
ia akan mencoba untuk belajar mencintai Nathan , karena ia tidak ingin Nathan terluka untuk kesekian kali nya .
Nathan diam termenung , ia masih mencoba mencerna ucapan Mentari .
__ADS_1
"Nak !!" Delima berdiri di samping Nathan sambil menepuk pundak putra nya itu , Nathan pun menoleh ke arah sang Mama.
"Lihat lah , Tari sudah menerima lamaran mu . Apa kamu akan bengong terus hingga besok ?" canda Delima pada sang putra bungsu .
Nathan menolehkan pandangan ke arah Tari yang tersenyum lembut padanya .
Nathan tersadar akan apa yang terjadi , ia membalas senyuman Tari dan mengambil cincin dari kotak itu kemudian memasangkan di jari manis Mentari .
Setelah cincin itu terpasang , semua orang yang berada di dalam gedung bertepuk tangan gembira dan bersorak riang ..Mereka semua memberikan selamat pada Nathan dan Tari , begitu pula para wartawan yang merekam dan juga memfoto acara lamaran dadakan Nathan dan Mentari .
'Aku tidak menyangka bahwa Nat malah mencintai ku ! Padahal aku dulu sangat kesal padanya karena sangat suka memarahi dan menghindari ku terus ' Batin Tari bergumam sambil menatap Nathan dan tersenyum .
"Jangan memandang ku seperti itu , aku akan secepatnya meresmikan acara lamaran kita sekali lagi dengan mengundang keluarga angkat mu !" ujar Nathan melirik ke arah mentari dengan tatapan menggoda.
"Nat , kamu ini !!'' Mentari tersipu malu .
🌹
🌹
🌹
Di tempat lain , tampak seorang wanita tengah duduk di ruang keluarga sambil melihat sebuah siaran televisi yang menayangkan seorang pemuda , yang berhasil dalam bisnis nya hingga sampai ke acara romantis nya .
"Jika dia kebahagiaan mu , aku juga akan bahagia melihat nya Nat . Selamat untuk mu dan maafkan aku !!'' ujar Wanita itu lirih sambil menghapus air mata nya yang menetes begitu saja .
Brak !!
__ADS_1
Wanita itu kaget saat seseorang melemparkan remot tv ke lantai dan mematikan tv tersebut .
"Ridwan !" panggil wanita tersebut yang tak lain adalah Zerra , ia kaget melihat sikap suaminya .
"Kenapa huh ? kamu belum bisa move on dari laki-laki sialan itu ?" Ridwan membentak Zerra dan menatap Zerra tajam .
"Ti-tidak mas , a-aku tidak memikirkan dia , aku sudah melupakannya . Sekarang kan ada kamu !" ujar Zerra gugup .
"Heh !" Ridwan tersenyum miring . "Seharusnya kamu bersyukur Zerra ! Kamu bersyukur karena aku mau menikahi wanita yang gila harta seperti mu !!" Bentak Ridwan lagi sambil menjambak rambut Zerra hingga Zerra mendongakkan kepalanya ke atas .
"Mas , lepasin rambut aku , sakit !!" Ringis Zerra merasa kesakitan .
"Awas aja kalo kamu berani memikirkan pria itu lagi , aku akan membuat hidup mu bagaikan di neraka !!" ucap Ridwan melepaskan rambut Zerra dengan kasar dan berlalu pergi meninggalkan Zerra yang menangis tersedu-sedu .
"Hiks , hiks .. Nathan , maaf kan aku , aku salah memilih . Aku menyesal Nat , aku menyesal ! Hiks .." Zerra memegangi rambut nya yang sakit sambil meratapi nasib nya .
Ridwan sangat sering berbuat kasar padanya , bahkan pernah memukul nya dengan tali pinggang karena cemburu buta dengan Nathan .
**Saat Nathan melamun 🙈🙈
HAPPY READING LOVE
SEE YOU NEXT PART 💃🏻💃🏻
MAAF OTHOR CUMA KASIH UP SEDIKIT 🙏🏻
__ADS_1
DEDEK.GEMES NYA OTHOR LAGI GAK ENAK BADAN 🤧🤧**