
Mahi mengajukan pertanyaan yang mungkin membuatnya penasaran .
"Nathan , Apa kamu sudah punya kekasih ?" Bertanya langsung
Menatap Mahi yang tersenyum ke arah nya .
"Sudah !" Jawab Nathan singkat sambil membuang pandangan ke arah lain
Raut wajah Mahi langsung berubah kusut .
'Sial ! Siapa wanita yang sudah berhasil menempati hati Nathan ?' Mahi geregetan sendiri
"Boleh aku tau siapa wanita yang berhasil menempati hati mu ?" Tanya Mahi belum puas . ia berharap bukan Mentari yang menjadi kekasih Nathan .
"Namanya Zerra !" Ujar Nathan santai
"Aku juga akan segera melamar nya" Lanjut Nathan tanpa melihat wajah Mahi .
Mahi hanya menganggukkan kepala mengerti saja .
'Baik lah , untung bukan sih asisten pribadi ini kekasih Nathan . Aku akan merebut Nathan dari wanita yang bernama Zerra itu' Batin Mahi licik .
"Apa saya sudah boleh masuk ?" Tanya mentari bosan
Nathan menatap sang asisten pribadi nya .
"Ayo masuk ! Mahi , tidak ada lagi yang mau kamu bicarakan bukan ?" Tanya Nathan pada Mahi
"Em , tidak !" Ujar Mahi singkat .
ia harus memikirkan bagaimana caranya merebut hati Nathan dari wanita bernama Zerra itu .
Entah kenapa saat bertemu Nathan , hati Mahi seperti terhipnotis. Ia langsung menginginkan Nathan menjadi milik nya .
Entah itu obsesi atau cinta !!
Mereka bertiga berjalan menuju pintu rumah .
Dan belum sempat mereka masuk ke dalam .
"Mentari !!" Seru seseorang memanggil Tari
Kompak mereka bertiga menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang .
"Kak Nanda !!" Ucap Tari pelan
"Hay !" Sapa Nanda saat sudah berada di dekat Tari.
"Tumben kakak cepat pulang ?" Tanya Tari heran .
Ya , tari sekarang harus terbiasa memanggil Nanda kakak . Karena usia Nanda memang lebih tua dari Tari .
"Iya , udah gak ada kerjaan lagi " Ucap Nanda tersenyum.
Kemudian matanya tak sengaja menatap wanita yang berada di samping Nathan .
"Eh , ada tamu rupanya !" Ujar Nanda tersenyum ramah .
"Hai kak . Kakak masih mengenal ku tidak ?" Tanya Mahi pada Nanda .
__ADS_1
Nanda mengerutkan alisnya lalu mengedikkan bahu tidak tahu .
"Kalo kakak mau tau siapa dia , ayo masuk ! Jika kalian gak mau masuk , biar aku saja" Ucap Nathan mendahului mereka bertiga , namun sebelum pergi Nathan sempat melirik Mentari sekilas ...
Akan tetapi tari tidak menoleh ke arah nya .
Mahi yang peka pun langsung tau bahwa sepertinya Nathan menyukai atau mengagumi Tari .
'Aku harus hati-hati dan gerak cepat . Sepertinya nathan akan menyukai asisten pribadi nya . Tapi kan dia sudah mau melamar kekasih nya ? lalu kenapa lirikan mata dan pandangan matanya berbeda saat melihat Tari' Batin Mahi bermonolog bingung .
"Ayo kita masuk !" Ajak Nanda pada Mahi dan Tari .
Lalu mereka bertiga pun masuk kedalam rumah .
Di dalam rumah .
"Loh jeng , ini Nanda bukan ? Putra pertama kamu ?" Tanya dila berbinar
"Iya , ini Nanda" Sahut Delima tersenyum
"Nanda , kamu masih ingat gak dengan Tante Dila ? Keluarga Iskandar , yang dulu pernah jadi tetangga kita waktu kita masih di kota J" Ucap delima bertanya pada Nanda.
Nanda mencoba mengingat ingat .
"Em !!! Aku ingat Ma . Tante Dila istri nya om Ramdan kan ?" Tanya Nanda pada Delima .
"Kamu benar Nak !" Ujar Delima tersenyum
"Halo tante , apa kabar ?" Tanya Nanda berbasa basi sambil mengulurkan tangan pada Dila
"Tante baik Nan . Kamu udah dewasa ya , ganteng lagi ."Ucap Dila
"Tante bisa aja !" Sahut Nanda tersenyum tipis .
"Iya , dia Mahira . Putri tante" Sahut dila membenarkan apa yang Nanda pikirkan .
Nanda hanya menganggukkan kepala sambil menatap Mahi yang kala itu tersenyum ramah padanya .
"Dulu sewaktu kamu masih kelas 2 SMP , Mahi itu masih kecil . Dan kalian sangat senang bermain bersama dengan Nathan juga" Ucap Dila mengingatkan .
"Iya tante , Saya ingat" Ucap Nanda mengingat masa kecil nya .
"O ya Nak nanda , Kamu kan udah dewasa . Jadi , udah punya pasangan belum ?" Tanya Dila penasaran
"Hehe .. Belum Tan , Saya masih mau sendiri dulu. Jodoh nya belum sampai" Ucap Nanda tenang , akan tetapi matanya melirik Tari sekilas .
Mahi yang selalu peka pun mengerti .
'Apa kak nanda juga suka dengan Gadis kampung ini?" Batin mahi bertanya sendiri .
Tapi jika itu Nanda , ia tidak peduli . Karena ia hanya menginginkan Nathan saja .
Hanya saja Mahi heran . Kenapa kedua kakak beradik itu mempunyai tatapan berbeda pada Tari .
"Jangan di tunggu dong Nak . Di cari , kalo di tunggu pasti dateng nya lama" Ucap Dila menggoda Nanda dan melirik Mahi sang putri .
tetapi mahi tidak bereaksi apa pun saat bertemu Nanda , berbeda dengan Nathan tadi .
Nanda hanya tersenyum kikuk .
__ADS_1
"Ya udah Ma , Tante . Saya permisi ke kamar dulu !" Ucap Nanda
Delima dan Dila hanya menganggukkan kepala saja .
Kemudian Nanda berlalu pergi menaiki tangga menuju kamar nya .
"O ya jeng , aku juga pamit ya . Takut mas Ramdan nyariin nanti" Ucap Dila berpamitan .
"Hati-hati ya Jeng , kapan-kapan kita ketemu lagi" Ujar Delima berjalan mengantarkan Dila dan mahi ke depan teras rumah .
Sebelum keluar , Mahi sempat melirik sana sini mencari keberadaan Nathan . Namun tidak ada !!
Seperti Nathan tidak peduli dengan kedatangan Mahi teman masa kecilnya dulu .
Dila dan Sang putri menuju mobil , setelah mereka masuk dan melambaikan tangan . Mobil mereka pun keluar dari halaman luas keluarga Abhimana .
Sesudah melihat tamu nya pergi , delima masuk ke dalam rumah lagi .
"Eh Taru , Tante pikir kamu udah ke kamar" Ucap Delima tersenyum dan duduk di samping Tari .
Tari menoleh kan kepala menatap Delima .
"Tante , apa mereka tidak punya keluarga lain ?" Entah kenapa pertanyaan itu lah yang keluar dari mulut Tari .
"Punya , suami Dila punya kakak kandung , laki-laki . Dan waktu itu mereka tinggal bersama di rumah Iskandar " Ucap Delima menjawab
"Kakak ? Apa kakak mereka punya anak ?" Lagi-lagi pertanyaan aneh keluar begitu saja dari mulut Tari .
"Punya . Anak mereka juga Perempuan , Dan waktu itu , anak kakak Dila di tempat kan di pesantren . Tante juga belum pernah tau wajah putri kakak dari Dila itu" Ucap Delima menjelaskan.
Mentari hanya diam saja , tidak ada jawaban . Entah apa yang ia pikirkan .
"Kamu kok nanya gitu sih Nak ? Ada apa ? Apa kamu mengenal mereka , atau putri dari kakak Dila ?" Tanya Delima heran
Mentari menoleh ..
"Gak papa kok Tante " Ucap Tari tersenyum.
"Tapi Tari . Tante dengar , kalau cucu pertama dari keluarga Iskandar itu menghilang . Dan sampai sekarang belum di temukan" Ucap Delima menyandarkan tubuh nya di sofa.
"Kasian sekali mereka . Semoga Cucu pertama itu bisa ketemu secepatnya " Ucap Tari reflek.
Delima hanya menganggukkan kepala saja .
"Em , Tari permisi ke atas dulu ya Tante " Pamit Tari pada Delima .
Entah kenapa kepala nya sangat pusing sekali .
"Ya sudah sana" Jawab Delima
Mentari langsung menaiki tangga menuju kamar nya .
Pen**ggemar korea , tau dong ya ini siapa ? 🙈
Author : Babang Nathan Othor nih 😂😂
HAPPY READING GUYS ❤
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW 💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**